Tiara

Tiara
Aku Mau


__ADS_3

"Mas Bintang... " panggil Tiara.


Alangkah terkejutnya Tiara tiba-tiba lampu kecil hidup kelap - kelip dan bertuliskan 'Will you marry me? '


Tiara segera menutup mulutnya dan tanpa terasa air matanya mengalir.


"Tiara Purnama, maukah kamu menikah denganku?" tanya Bintang yang datang dari arah depan sambil membawa sebuah cincin di dalam kotak perhiasan yang terlihat sangat cantik.


"Maaaas... " panggil Tiara.


"Aku tau Ra, aku bukanlah pria yang sempurna oleh itu aku membutuhkan kamu untuk menyempurnakan diriku dan agamaku. Aku sadar begitu banyak kekurangan yang aku punya, begitu banyak kesalahan yang telah aku perbuat dan berapa lama waktu kamu menunggu hal ini. Maafkan aku yang tak peka dan tidak menyadarinya. Izinkan aku untuk memperbaiki semuanya, menemani kamu menjalani hidup ini sampai kita menua dan sama - sama membesarkan putra kita dan adik - adiknya kelak. Apakah kamu bersedia Ra?" sambung Bintang.


Tiara tidak bisa membendung air matanya untuk berhenti menetes. Bintang kini berdiri di depan Tiara menatap wajah Tiara dengan penuh arti dan menunggu sebuah jawaban.


"Aku bersedia Mas" jawab Tiara pada akhirnya.


"Yeeeeeeaaaaay.... Papa Mama akan menikah? Horeeee...... " Tegar berteriak dan melompat girang dari arah belakang Bintang.


"Sayaaang kamu bangun?" tanya Tiara sambil menghapus air matanya.


"Aku sudah bangun dari tadi Ma. Karena aku sudah janji sama Papa untuk membuat semua ini" jawab Tegar jujur.


"Jadi kalian sudah merencankannya dari tadi?" tanya Tiara tidak percaya.


"Iya, dan aku sangat senang akhirnya aku bisa tinggal bersama dengan Papa dan Mama dalam satu rumah. Papa tidak tidur di hotel lagi kan Ma?" tanya Tegar polos..


"Nggak sayang tapi nanti, kalau Papa dan Mama sudah menikah" jawab Bintang.


Bintang menatap wajah Tiara dengan sangat bahagia.


"Terimakasih Ra, kamu sudah mau menikah denganku. Aku tidak bisa janji untuk tidak membuatmu menangis karena kehidupan yang kita jalani kedepannya nanti akan sangat berat. Tapi aku janji seberat apapun kehidupan yang akan kita jalani bersama, aku akan selalu memegang erat tangan kamu" ikrar Bintang.


Air mata Tiara semakin deras mengalir.


"Mama kok menangis?" tanya Tegar bingung.


"Ini tangis bahagia sayang" jawab Tiara.


"Mama bahagia menikah dengan Papa?" tanya Tegar dengan polosnya.

__ADS_1


"Iya, Mama sangat bahagia" balas Tiara.


"Aku juga bahagia melihat Mama dan Papa menikah" sambut Tegar.


"Papa leeeeeebih bahagia bisa menikah dengan Mama kamu dan kita akan hidup bersama" Tegar menyematkan cincin lamarannya ke jari Tiara.


"Kamu beneran bawain aku oleh - oleh cincin Mas?" tanya Tiara terkesima.


"Ini bukan oleh - oleh Ra, tapi ini memang aku persiapkan khusus untuk kamu. Walau saat membelinya aku tidak yakin kamu akan menerimanya tapi setidaknya aku sudah berusaha dan alhamdulillah ternyata usahaku membuahkan hasil. Ternyata usaha tidak akan mengkhianati hasil ya" ucap Bintang dan terus tersenyum manis.


Membuat debaran jantung Tiara tak mau berhenti berdetak kencang. Malam ini Bintang sungguh melamar dia dengan sangat romantis. Bintang ternyata memang mencintainya dan dia juga sudah lama mencintai pria yang ada di hadapannya ini.


Tiara ingat jelas saat pagi hari setelah kejadian malam itu. Untuk pertama kalinya Tiara menatap wajah pria itu saat bangun pagi dengan keadaan sadar tanpa ada pengaruh alkohol lagi. Tiara sudah jatuh hati hanya saja saat itu dia sangat terkejut dengan apa yang terjadi dan juga dia sangat tidak percaya diri dengan apa yang dimiliki Bintang.


Bintang memiliki segalanya sedangkan dia hanya anak dari seorang buruh pabrik dan memiliki Bapak seorang pemabuk bahkan pria itu tega menjebaknya untuk menikahkannya dengan Juragan.


Kejadian malam ini sudah tak pernah Tiara bayangkan sebelumnya. Permulaan yang pahit untuk pertemuan mereka di awal tapi dengan bumbu - bumbu kehidupan ini bisa merubahnya menjadi manis.


Allah sungguh Maha Penyayang dan Pengasih. Tidak ada nikmat yang bisa di dustkan dariNYA.


"Udah donk nangisnya. Aku kan jadi pengen peluk kamu" goda Bintang.


"Maaaaas... " balas Tiara sambil mengusap air mata di pipinya.


"Iya Mas, besok pagi - pagi sekali aku akan menghubungi Ibu. Tapi maaf ya Mas kalau kita gak bisa datang ke rumah Ibu. Aku tidak mau Bapak mengetahuinya" ujar Tiara.


"Iya Ra, aku mengerti. Dan minggu depan kita menikah ya, biar Tegar segera mendapatkan akte lahirnya" ucap Bintang.


"Terserah kamu saja Mas, aku ikut apa mau kamu" jawab Tiara pasrah.


Bintang mencium tangan lentik Tiara.


"Terimakasih sayaang. I Love you... " ujar Bimbang.


"Love you too Mas" balas Tiara.


"Sudah malam, aku balik ke Hotel ya. Besok pagi aku jemput. Jangan lupa kabari Ibu kamu" ucap Bintang.


"Lho makannya Mas?" tanya Tiara yang tiba - tiba teringat kalau sebelumnya Bintang menyuruh dia memasak karena Bintang kelaparan.

__ADS_1


"Udah habis kami habiskan berdua sama Tegar" jawab Bintang.


Tiara melirik putranya.


"Hehe... Ma, aku lapar juga" jawab Tegar polos.


"Dasar, Bapak dan anak sama saja" Tiada mengacak rambut Tegar.


"Mama.. malam ini aku boleh tidur di hotel sama Papa?" pinta Tegar.


"Sayang kasihan donk Mama kamu sendirian di rumah" sambut Bintang.


Tegar langsung cemberut.


"Gak apa - apa Mas. Kamu boleh ikut Papa kamu tidur di Hotel. Tapi besok pagi bangunnya jangan rewel ya.. Besok kita akan ke Jakarta mau bertemu eyang" ucap Tiara.


"Siap Maaa" balas Tegar.


Tiara menghidupkan kembali lampu ruang tengah, mereka baru tersadar ternyata dari tadi sudah gelap - gelapan. Hanya mendapatkan penerangan dari lampu kerlap kerlip yang bertuliskan will you marry me.


Bintang dan Tegar segera keluar rumah dan masuk ke dalam mobil Bintang. Malam ini mereka akan menginap di Hotel sedangkan Tiara tidur di rumah sendirian.


"Kami pergi ya.. Mimpi indah.. Mimpikan kita menjadi keluarga yang bahagia ya" ucap Bintang sebelum dia menhidupkan mobilnya.


Tiara tersenyum manis, ternyata seperti ini rasanya jatuh cinta. Dia sangat bahagia mendengar gombalan receh Bintang dan senang melihat senyum indah Bintang. Benar - benar bahagia rasanya.


"Iya Mas, kalian hati - hati ya" balas Tiara.


"Daaah Mamaaaaa" Tegar melambaikan tangannya ke arah Tiara.


"Jangan nakal ya sayaaaaaang" balas Tiara.


Bintang menghidupkan mobilnya dan mulai menjalankannya. Tiara tak henti melambaikan tangannya sampai mobil Bintang hilang dari pandangannya.


Bintang terus menatap tubuh Tiara dari kaca spion mobilnya. Hatinya sangat lega sekali akhirnya semua rencananya berjalan lancar dah tadi dia melakukannya tidak sendirian. Ada Tegar bersamanya, membantunya menyiapkan semuanya untuk melamar Tiara.


Ya Allaaaaah... ridhoi lah niat suci kami ini dan lancarkanlah semua usaha kamu menuju halal. Sesungguhnya apa yang terjadi pada kami adalah KuasaMU ya Rabb... Doa Bintang dalam hati.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2