Tiara

Tiara
Memakai Namanya


__ADS_3

"Maaf Ra, aku yang kasih tau Mbak Dian" jawab Ridho.


Tiara menatap wajah Dian.


"Mbak pleaseee... jangan kasih tau dia kalau ada Tegar. Tegar hanya milikku seorang, aku tidak mau dia mengambilnya. Lagian seperti yang Mbak bilang dulu, dia sudah punya pacar dan bahagia. Dia juga sangat setia pada pacarnya. Aku tidak mau jadi perusak hubungan orang Mbak. Lagian belum tentu dia bisa terima aku. Kalau dia hanya ingin mengambil Tegar hancur hidupku Mbak. Aku tidak punya siapa - siapa lagi di dunia ini" Tiara mulai terisak.


"Tapi Bintang harus tau keberadaan Tegar Ra, bagaimanapun Bintang adalah Bapaknya. Kalau tidak ada Bintang, Tegar juga tidak akan ada di dunia ini" sambung Dian.


"Nggak Mbak, aku sudah siap menerima resiko apapun asalkan Tegar tetap bersamaku. Aku tidak akan menuntut apapun. Tolong Mbak, kali ini saja. Tolong jangan kasih tau dia kalau aku hamil dan mengandung serta melahirkan anaknya" pinta Tiara memelas.


Dian menarik nafas berat.


"Baiklah Ra, demi kamu. Aku akan merahasiakan semuanya. Tapi tidak ada salahnya nama Tegar di tambah Prakasa di belakangnya. Biarlah nama keluarga Bintang ikut di pakai" balas Dian.


"Iya Mbak, gak apa - apa. Aku mau menambah nama Tegar menjadi Tegar Prakasa" tegas Tiara.


Tak lama seorang perawat datang mendorong box bayi yang di dalamnya ada bayi mungil yang gendut dan putih. Bayi laki-laki yang sangat tampan sekali.


"Bu, ini bayinya ya. Sudah bisa diajari minum ASI" ucap Sang Perawat.


"Baik Suster" jawab Tiara.


"Kamu keluar dulu Dho" perintah Tari.


"Oke aku keluar ya" sahut Ridho.


"Saya keluar juga ya Bu, kalau Ibu perlu bantuan jangan ragu untuk memanggil kami" ujar Perawat.


"Baik Suster, terimakasih" jawab Tiara.


Perawat dan Ridho keluar dari kamar rawat inap Tiara. Sesuai dengan intruksi Dian, Tiara di pindahkan ke kamar VIP dan biayanya di tanggung oleh Dian.


Bagaimanapun Tiara melahirkan putra Bintang sahabat Dian dan salah satu pemilik Cafe. Karena Dian mendirikan Cafe yang dia kelola saat ini berkat dana bantuan dari Bintang.


Walau Tiara tidak tau bahwa Bintang juga pemilik Cafe tempat dia bekerja, Dian tetap akan merahasiakannya. Karena jika Tiara mengetahuinya pasti Tiara akan pergi dan menjauh dari Bintang.


Dian tau betul kalau Tiara memang tidak mau berhubungan dengan Bintang lagi. Sebenarnya Dian sangar tidak setuju dengan permintaan Tiara. Tapi itu sudah menjadi keputusan Tiara. Mau tidak mau Dian mengikuti permintaan Tiara.

__ADS_1


Dari awal Dian sangat kasihan melihat nasib siap Tiara. Kini setelah dia tau siapa pria yang menghamili Tiara, Dian jadi semakin lebih kasihan. Dian sangat tau bagaimana sifat sahabatnya itu.


Bintang adalah tipe pria yang setia, dia tidak akan meninggalkan Siska pacarnya hanya karena ada seorang wanita yang sudah melahirkan anaknya. Mungkin Bintang hanya akan mengambil anaknya saja karena anak tersebut adalah darah daging Bintang.


Seandainya itu terjadi pasti Tiara akan lebih hancur karena hanya Tegarlah yang ia miliki. Tiara kuat karena ada Tegar dalam hidupnya.


Tak bisa dibayangkan seandainya hal itu terjadi Bintang mengambil anaknya dari Tiara. Mungkin Tiara bisa mati atau gila.


Oleh sebab itu Dian bersedia membantu Tiara untuk menyembunyikan keberadaan Tegar dari Bintang.


Biarlah nasib yang membawa mereka bertemu. Dian yakin suatu saat nanti pasti akan ada jalan keluar untuk Bintang, Tiara dan Tegar.


Mudah - mudan saat mereka bertemu kelak, semuanya dalam keadaan baik dan membahagiakan semua pihak. Itulah doa Dian dalam hati.


Yang penting saat ini Dian akan berusaha membantu Tiara sebaik mungkin karena Tegar adalah putranya Bintang. Anak itu bukanlah seorang anak biasa.


Dia memiliki keturunan orang hebat, memiliki ayah yang hebat dan Dian berharap Tegar juga akan tumbuh menjadi anak yang hebat juga.


Bisa membawa kehidupan baru bagi kedua orang tuanya dan memberikan kebahagian bagi siapa saja yang melihatnya.


Tegar kini sudah mulai bisa menyusu pada Tiara walau mungkin ASInya belum keluar maklum tidak semua wanita yang baru melahirkan bisa segera menghasilkan ASI.


"Sudah, ASIku belum banyak keluar. Tapi sepertinya Tegar tidak mau minum lagi" jawab Tiara.


"Boleh aku gendong?" pinta Dian.


"Boleh Mbak, silahkan" Tiara memberikan Tegar untuk di gendong Dian.


"Waah kamu memang anak yang tampan ya sayang... Tegar Prakasa. Nama itu sangat cocok untuk kamu. Jadilah anak yang kuat dan tegar, bantu dan temani Mama kamu menjalani hidup ini. Semoga kelak hidup kamu jadi lebih baik lagi" ucap Dian sambil memeluk Tegar.


Tiara meneteskan air matanya ketika mendengar Dian berkata seperti itu.


"Mbaaak, aku boleh meminta satu hal lagi?" pinta Tiara.


"Kamu mau meminta apa Ra?" tanya Dian.


"Tolong rahasiakan hal ini pada Tegar ya Mbak. Saat dia besar nanti dia pasti akan menanyakan siapa ayahnya. Aku tidak mau dia tau cerita hidupnya yang sebenarnya. Aku akan mengatakan padanya kelak kalau ayahnya sudah meninggal" ujar Tiara.

__ADS_1


"Ra.... " ucap Dian, sebenarnya dia sangat tidak setuju dengan permintaan Tiara ini.


"Tolong Mbak, aku benar-benar ingin menjauh dari pria itu. Aku tak ingin mengingat atau mengenalnya" pinta Tiara lagi.


"Baiklah Ra aku akan merahasiakannya sampai kamu sendiri nanti yang memintanya padaku untuk membuka kembali rahasia ini. Bagaimanapun aku kenal siapa ayah Tegar, sangat mengenalnya. Dia sahabatku Ra, artinya Tegar adalah anak dari sahabatku bukan putra orang lain. Izinkan aku membantu kamu dan Tegar karena dia adalah putra Bintang" balas Dian.


"Iya Mbak, terimakasih" jawab Tiara.


"Kamu tidak perlu khawatir Ra, kita sama - sama membesarkan Tegar ya. Aku akan bantu kamu. Kalau kamu kerja aku yang akan menjaga Tegar. Kamu tenang saja, aku sangat menyukai anak - anak" sahut Tari.


"Terimakasih Tari" balas Tiara.


Tok.. Tok.. Tok..


"Apa aku sudah bisa masuk?" tanya Ridho dari luar.


"Boleh Dho, masuk" jawab Tari.


Ridho masuk dan langsung menyamperi Dian yang sedang menggendong Tegar.


"Hai jagoaaan kita ketemu lagi. Mulai sekarang kamu panggil aku Bapak ya" ucap Ridho.


"Dho... " larang Tiara.


"Ssst... kamu sudah janji kan Ra, kalau anak kamu lahir biar aku yang menjadi Bapaknya. Jadi biarkan dia memanggilku Bapak. Aku sudah menganggapnya sebagai anakku sendiri Ra" bantah Ridho.


Dengan berat hati Tiara hanya bisa diam karena Ridho memang sudah banyak membantunya dari awal proses kehamilannya.


"Kamu yakin Dho?" tanya Dian.


"Yakin Mbak, aku akan menjadi Bapaknya Tegar. Kan aku yang udah jagain dia dan Mamanya sejak Tegar dalam kandungan" jawab Ridho bangga.


"Sak karepmu lah lee... " balas Dian.


Mereka semua tertawa mendengar jawaban Dian.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2