Tiara

Tiara
Belanja Bersama


__ADS_3

"Bagaaas.... " panggil seorang wanita yang sedang hamil di depan Bagas dan Dewi.


"Rita?" ucap Bagas.


Bagas terkejut melihat wanita yang dia lihat. Dewi melihat wajah Bagas yang langsung berubah. Bagas terlihat sangat terkejut. Dewi memperhatikan tatapan Bagas dan Rita terlihat tidak seperti biasa.


Dewi memperhatikan penampilan Rita dari ujung kaki sampai ujung rambut. Kemudian Dewi memperhatikan perut Rita yang besar karena sedang hamil.


Tiba - tiba Dewi teringat ucapan Morgan beberapa bulan yang lalu.


"Bagas telah menghamili seorang wanita" ujar Morgan.


A.. apakah.. wanita ini yang di katakan Morgan dulu? Tanya Dewi dalam hati.


"Lama tidak bertemu Rita" sapa Bagas. Tatapan Bagas sudah kembali seperti biasa. Dia sudah bisa menguasai rasa terkejutnya.


"Iya Gas sudah lama ya. Sejak terkahir kita.... " jawab Rita.


Ucapan Rita barusan membuat hati Dewi terasa sakit.


Apakah mereka sudah lama tidak bertemu sejak pergelutan mereka terakhir? Oh ya Tuhaaaan... Jerit hati Dewi.


Dewi mengcengkram troly dengan kuat.


"Sama siapa? Suami?" tanya Bagas.


"Mm.. nggak aku sendiri aja" jawab Rita.


"Kamu sama siapa? Adik?" tanya Rita sambil menatap Dewi.


"Bukan, kenalkan ini Dewi istri aku" jawab Bagas.


"Kamu sudah menikah?" tanya Rita terkejut.


"Sudah baru dua hari" Bagas tersenyum sambil memperlihatkan cincin pernikahannya kepada Rita.


"Wah selamat ya Gas" Rita spontan memeluk Bagas.


Mata Dewi langsung melotot karena melihat apa yang terjadi di hadapannya. Seketika tubuh Bagas kaku karena tidak menyangka Rita akan memeluknya seperti ini. Apalagi di hadapan Dewi.


Rita menyadari perbuatannya sudah kelewat batas langsung melepaskan pelukannya dan menjauh dari tubuh Bagas. Dia langsung menghampiri Dewi dan memeluk Dewi untuk mengucapkan selamat.


"Maaf ya aku terlalu senang mendengar kabar gembira kalian. Selamat ya, semoga langgeng sampai anak cucu dan segera mendapat momongan" ucap Rita sambil memeluk Dewi.


"Aamiin.. Terimakasih" jawab Dewi.

__ADS_1


"Aku gak nyangka Gas akhirnya kamu menikah juga. Dulu diajak gak mau" ucap wanita itu secara terang - terangan.


Membuat Dewi semakin mengerti siapa wanita yang ada di hadapannya.


Oh ternyata kamu beneran wanita dari masa lalunya Mas Bagas? ucap Dewi dalam hati.


"Dulu belum ketemu orang yang tepat Rit, sekaranglah waktunya" Bagas memeluk mesra istrinya. Dia tau saat ini Dewi sedang cemburu.


Rita hanya bisa tersenyum sendu.


"Kamu kapan nikahnya?" Bagas balik bertanya.


"Ha... anu eh Gas aku pamit mau ke sana dulu ya" Rita langsung mendorong trolynya menjauhi Dewi dan Bagas membuat Dewi dan Bagas saling melirik.


"Dia mantan kamu kan Mas?" tebak Dewi langsung.


"Kamu mau jawaban jujur atau... " tanya Bagas.


"Jujur" potong Dewi.


"Iya, dia salah satu mantan Mas dulu" jawab Bagas.


"Bukan kamu kan yang hamilin dia?" tanya Dewi kesal.


"Ih bukan donk sayang" tolak Bagas.


"Ya aku terkejut aja lihat dia ternyata Rita dan saat ini sedang hamil lagi" jawab Bagas santai.


"Awas ya kalau kamu berbuat macam - macam dulu yang aku tidak tau. Apalagi kalau kamu merahasiakan sesuatu di belakangku. Aku menerima kamu apa adanya asalkan kamu jujur sejak awal. Tapi kalau kamu berbohong.... " oceh Dewi.


Bagas meletakkan satu jarinya ke bibir Dewi.


"Kalau kamu ngomong lagi aku cium nih di depan orang ramai" ancam Bagas sambil tersenyum.


Sontak wajah Dewi merah karena malu.


"Mas aku lagi kesal lho" ucap Dewi.


"Aku tau, kamu lagi cemburu kan sayang" Bagas memeluk istrinya.


"Aku akui dulu pacarku emang banyak, tapi aku tidak pernah menghamili siapapun. Aku baru mau berencana menghamili kamu tadi malam tapi kamu malah datang bulan. Jadi jelaskan aku belum pernah menghamili siapapun" tegas Bagas.


"Tapi Morgan bilang.... " protes Dewi.


"Kamu lebih percaya omongan Morgan dari pada suami kamu sendiri? Walaupun aku dulu buaya aku tidak pernah merugikan siapapun apalagi tidak bertanggung jawab. Aku melakukannya dulu dengan para mantan - mantanku tidak ada unsur paksaan atau mengambil kesempatan" Bagas membela diri.

__ADS_1


"Udah.. udah.. aku gak mau dengar lagi. Ada ya orang bangga sama dosa - dosanya masa lalu" Dewi menutup kedua telinganya.


"Aku tidak bangga sayang.. malah sampai sekarang aku sangat - sangat merasa berdosa. Aku takut aku tak bisa membayar semua dosa itu dan keburu aku mati. Tadi kan ceritanya aku mau meyakinkan kamu makanya aku korek lagi dosa lama" jawab Bagas.


Dewi masih cemberut dan kesal mendengar jawaban Bagas.


"Sekarang kamu mau lanjut ngambek, marah karena cemburu atau mau belanja dan bersenang-senang. Ingat, kita masih pengantin baru lho. Masak dua hari nikah udah berantem" goda Bagas.


Dewi terdiam dan mencoba menenangkan hatinya.


Benar juga kata Mas Bagas, enak saja orang lain bisa merusak moment bahagia mereka seperti ini. Rugi tau bersedih karena orang lain.. mungkin orang tersebut malah bahagia melihat kami bertengkar seperti ini dan mungkin saja dia memang berharap kami bertengkar seperti ini. Ingat Dewi pesan Ibu dan Kak Ara. Aku harus kuat menjadi istrinya Maa Bagas dan aku harus bahagia. Batin Dewi.


"Ya sudah kita belanja lagi ya" jawab Dewi.


"Nah gitu donk, itu baru Nyonya Bagas Raksajaya" sambut Bagas sambil menggandeng tangan istrinya dan kembali mendorong troli belanjaan mereka.


Dewi perlahan kembali ceria memilih barang - barang yang ingin dia beli. Beberapa bahan makanan, beras, susu, minyak goreng, saos, kecap dan lainnya. Tak lupa dia juga memilih makanan cemilan untuk di rumah. Mungkin dibutuhkan untuk menonton drama Korea sambil menunggu suaminya pulang kerja.


Bagas tersenyum melihat apa yang dipilih Dewi dan dia masukkan ke dalam troli.


"Sayang jangan terlalu banyak ngemil, nanti kamu tambah gendut. Ingat tiga minggu lagi kita resepsi lho. Kamu mau gaunnya gak muat" bisik Bagas.


"Ini buat jaga - jaga Mas, tenang aja. Nanti setiap hari aku akan olahraga" jawab Dewi.


"Oke deh istriku, sesuka kamu saja" Balas Bagas.


Bagas dengan sabar mendorong troli belanjaan mereka dan menunggu Dewi memilih semua yang ingin dia beli.


"Sayang jangan lupa beli coklat biar kamu gak stres" ucap Bagas mengingatkan.


"Eh iya untung Mas ingatkan. Sekalian sama es krimnya ya Mas" rengek Dewi.


Bagas tersenyum, istrinya ini benar - benar masih ABG. Baru di ingatin gitu aja senangnya udah pake banget. Terlihat dari wajah Dewi yang bersinar bahagia.


"Iya terserah kamu. Pilih aja semua kan yang kamu mau" jawab Bagas lemah lembut dan penuh kasih sayang.


"Asiiiiiiiik.... " teriak Dewi senang. Bagas membalasnya dengan tawa dan senyum bahagia.


Sementara di sudut sana seorang wanita yang sedang berbadan dua menatap kebahagiaan mereka dengan tatapan sendu.


Kamu sudah menemukan cinta kamu Gas. Aku kira dulu aku bisa menaklukkan hatimu dan berakhir dipelaminan bersama kamu tapi ternyata tidak. Sampai aku melakukan sebuah kesalahan. Tertarik dengan bujuk rayu Morgan untuk mengkhianati kamu dan lihatlah kini akhirnya aku yang menderita atas perbuatanku. Tangisnya dalam hati.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2