Tiara

Tiara
Acara berjalan dengan lancar


__ADS_3

Sepeninggal Siska pesta kembali berjalan dengan lancar dan terkendali. Tiara duduk di meja yang sama dengan Roy dan Dian.


"Gila ya si Siska, obsesi banget pengen dapatin Bintang. Segala cara akan dia lakukan termasuk menjebak kamu Bin" ujar Dian.


"Untuk dia masih bisa di gertak ya Bin" sambut Roy.


"Aku gak asal gertak Roy. Aku punya rekaman CCTV dari hotel dan pihak hotel juga sudah menemukan pria yang menyamar sebagai pelayan. Pria itu mengaku kalau dia memang di bayar Siska untuk mengantarkan makanan yang aku pesan malam itu. Dan makanan itu sudah dia kasih bubuk obat tidur sehingga setelah makan aku merasa sangat ngantuk. Pihak Hotel memang benar - benar akan menuntut Siska atas dasar pencemaran nama baik karena aksinya nama Hotel itu jadi jelek. Orang pasti akan takut untuk menginap di Hotel itu karena takut terjadi hal yang sama. Pelayanannya bisa di bayar untuk berbuat kejahatan. Aku juga sudah menghubungi pengacara. Aku akan menuntutnya karena sudah menjebak aku malak itu" ungkap Bintang.


"Kali ini Siska benar - benar kena batunya. Tapi aku heran ya kok dia gak bareng Morgan ke sini. Lihat tuh Morgan datang dengan wanita lain" Roy menunjuk ke arah Morgan berada.


Morgan sedang berjalan menuju ke pelaminan dimana Bagas dan Dewi duduk.


"Selamat Gas, atas pernikahan kalian. Tapi bukan berarti aku akan kalah saat ini. Lihat saja gimana kelanjutannya" ancam Morgan.


"Hahaha... kamu jalan bersama seorang cewek saja masih bisa bicara akan merebut wanita orang lain. Kasihan ya kamu, punya hobby suka merebut milik orang lain. Sini aku ajarkan hidup yang tenang. Mumpung masih banyak waktu untuk berubah. Carilah wanita yang memang masih bebas belum menjadi milik orang lain. Hidup kamu pasti akan lebih tenang. Ingat usia, tidak mungkin selamanya kamu akan hidup seperti ini. Aku bukan mengalah pada kamu tapi aku mundur dari dunia persaingan dengan kamu. Aku tidak berminat lagi bersaing apapun dengan kamu. Aku ingin hidup tenang Gan bersama istriku tercinta. Aku berkata seperti ini karena masih menganggap kamu sebagai temanku. Walau sejak kuliah kita selalu hidup dalam persaingan tapi aku tidak berniat lagi bersaing dengan kamu" ujar Bagas.


"Cih .. itu namanya mengalah" ejek Morgan.


"Terserah kamu mau bilang apa? Toh kita sedang tidak memperebutkan juara dari sebuah pertandingan. Tapi kalau kamu memang ingin terus bersaing denganku, mengapa kita tidak bersaing dalam hal kebaikan. Siapa kelak yang hidupnya lebih baik itulah pemenangnya. Bagaimana, apakah kamu mau bersaing denganku?" tantang Bagas.


"Aku tak butuh tawaranmu" bantah Morgan.


Morgan melirik ke arah Dewi.


"Hai manis berhati-hati lah pada suamimu ini. Aku yakin kelak kau pasti akan menyesal menikah dengannya. Dan pada saat kau menyadarinya datanglah padaku, aku akan siap menampungmu" ucap Morgan dengan wajah mengejek.


"Tidak akan. Jangankan datang kepadamu, melihat wajahmu saja aku sangat muak" jawab Dewi.


Dewi menggenggam tangan Bagas dengan kuat.


"Pak silahkan lanjut, mohon maaf tidak bisa berlama - lama jabatan tangan karena tamu yang lain menunggu untuk memberikan selamat" desan team WO kepada Morgan.


Morgan akhirnya pergi dari atas pentas dan segera meninggalkan pesta tersebut.


"Mas aku sangat takut tadi" ujar Dewi kepada Bagas.


"Tenang sayang, semua sudah berlalu. Dia sudah pergi, tidak ada lagi yang perlu kamu takutkan" ucap Bagas menenangkan Dewi.

__ADS_1


Pesta terus berlanjut sampai sore. Satu persatu tamu undangan pulang dan gedung sudah mulai sepi. Bagas dan Dewi juga sudah turun dari pelaminan dan duduk bersama para teman - teman mereka.


"Kalian tadi lihat Morgan gak?" tanya Bagas.


"Lihat" jawab Roy.


"Dia datang gak bareng Siska lho. Aku curiga diantara mereka memang telah terjadi sesuatu karena terakhir aku lihat mereka bertengkar di Bandung. Tapi hari ini aku gak lihat Siska" ungkap Bagas.


"Siska udah aku usir" sambut Bintang.


"Ha? Serius Bin? Kok bisa?" tangan Bagas terkejut.


"Dia sudah menghina Tiara, untuk apa juga dia ada disini, gak ada untungnya juga kan?" jawab Bintang.


"Kamu pasti gak percaya Tiara menamparnya" potong Roy.


"Serius Kak?" tanya Dewi tak percaya.


Tiara menganggukkan kepalanya.


"Iya, habis dia masih aja bilang kalau Kakak cacat. Kyak dia sempurna aja" jawab Tiara.


"Iya rasanya aku udah lega banget, gak ada rasa takut. Aku gak tau kekuatan dari mana bisa berbuat seperti itu" ungkap Tiara.


"Kekuatan dari aku donk yank.. kan tadi aku udah salurkan ke kamu" potong Bintang.


"Udah sore, kalian belum shalat ashar kan, cepetan naik ke kamar kalian" perintah Tiara.


"Iya Kak, yuk Mas" jawab Dewi.


Bagas dan Dewi segera naik ke kamar mereka yang terletak di lantai Hotel paling atas.


Sesampainya di kamar Bagas langsung membantu Dewi untuk membuka pakaiannya. Mereka membersihkan diri dan segera shalat ashar.


Tak lama kemudian Dewi duduk di atas tempat tidur sambil memijit kakinya.


"Kenapa kakinya?" tanya Bagas lembut.

__ADS_1


"Pegal Mas tadi kan kita kebanyakan diri, mana aku pakai high heels lagi" jawab Dewi.


"Sini coba Mas pijitin" ujar Bagas.


"Gak mau ah, Mas Bagas modus. Nanti pijitnya pakai plus.. plus.. " tolak Dewi.


Bagas tersenyum..


"Tadi malam kan sudah, malam ini aku janji kita istirahat aja gak ngapain - ngapain. Besok pagi kan kita mau honeymoon jadi di tunda aja. Nanti di sana baru dipuasin" ujar Bagas.


"Bener ya" sambut Dewi.


"Ya kalau gak khilaf" jawab Bagas.


"Tuh kaaan Mas Bagas modus" potong Dewi.


"Hahaha... nggak sayang. Sebentar lagi juga kita mau turun kan ke bawah. Para keluarga udah pada mau bubar pulang" balas Bagas.


"Iya deh" jawab Dewi.


Sekitar lima belas menit Bagas memijit kaki Dewi tak lama terdengar adzan maghrib. Mereka langsung shalat berjamaah setelah itu baru turun ke bawah untuk makan malam bersama keluarga sebelum semuanya bubar.


Bagas dan Dewi sudah turun ke lantai dasar dan langsung menuju restoran Hotel. Disana sudah berkumpul semua keluarga inti.


Papa dan Mama Bagas, Bapak dan Ibu Dewi, keluarga kecil Bintang juga Papa dan Mamanya Bintang dan terakhir Ali, adiknya Dewi.


Mereka duduk bersama di depan meja makan yang cukup besar. Sebelum acara makan malam di mulai Bagas berdiri.


"Sebelum acara makan malam kita dimulai izinkan saya dan istri mengucapkan ribuan terimakasih kepada semua keluarga yang dengan letihnya ikut mensukseskan resepsi pernikahan kami ini. Kami tau mungkin kami tidak bisa membalasnya, semoga Allah lah yang membalas kebaikan kalian semua. Semoga kita semua senantiasa dalam keadaan sehat, dijauhkan dari segala mara bahaya dan tolong doakan kami agar secepatnya kami bisa menyusul Bintang dan Tiara memberikan kalian cucu - cucu yang lucu - lucu" ucap Bagas.


"Aamiin.. " sambut semuanya.


"Baiklah kalau begitu mari kita nikmati makan malam ini" sambung Bagas.


Mereka pun mulai menikmati hidangan makan malam yang disediakan oleh pihak hotel.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2