Tiara

Tiara
Menebar kabar bahagia


__ADS_3

Acara makan siang Bintang bersama keluarga Tiara sudah selesai. Bintang dan Tiara sudah mendapatkan restu dari Ibu Tiara hanya tinggal dari keluarga Bintang. Sebenarnya sejak awal Bintang tidak berniat untuk mengundang Papa dan Mamanya tapi tadi entah mengapa perkataan calon mertuanya sangat mengganggu perasaannya sehingga dia harus memikirkan ulang tentang niatnya itu.


Sepulang dari Restoran mereka singgah sebentar ke sebuah Butik untuk memesan pakaian yang mereka pakai di acara pernikahan nanti, begitu juga dengan Siti, Dewi dan Ali. Mereka juga ikut mengukur baju untuk baju seragam keluarga.


Setelah urusan pakaian selesai Bintang dan Tiara mengantarkan Siti dan adik - adik Tiara balik ke tempat semula mereka menjemput mereka.


"Nanti aku kabari lagi ya bu jam dan harinya Ibu dan adik - adik akan di jemput sama supirnya Mas Bintang" ujar Tiara.


"Iya Ra, Ibu pulang ya.. kalian hati - hati nanti di jalan saat balik ke Bandung" balas Siti.


"Ibu dan adik - adik juga baik - baik di rumah ya. Jangan sampai rencana minggu depan ketahuan Bapak" jawab Tiara.


"Iya. Tegar Eyang pulang dulu ya sayang, sampai ketemu lagi minggu depan" Siti mencium kening cucunya.


"Dah Eyaaaang" balas Tegar dengan senyum polosnya.


"Bintang terimakasih udah mengantar kami ya, Ibu pulang dulu. Hati - hari menyetirnya" pesan Siti.


"Iya bu, harusnya aku yang ngucapin terimakasih karena Ibu sudah merestui hubungan kami" balas Bintang.


Siti membalasnya dengan senyuman. Dia bersama Dewi dan Ali keluar dari mobil Bintang setelah itu melanjutkan berjalan sampai ke rumahnya.


Setelah mengantar Ibu dan adik - adiknya, Tiara dan Bintang melanjutkan perjalanan ke rumah Ridho dan Tari.


"Assalamu'alaikum Papa.... " panggil Tegar.


"Wa'alaikumsalam... eh ada anak Papa rupanya datang. Masuk sayang" jawab Ridho yang menyambut mereka dengan senang.


Bintang, Tiada dan Tegar masuk dan langsung duduk di ruang keluarga.


"Dho, Ai, kami gak bisa lama - lama ya. Hanya singgah dan mau mengabari kalau minggu depan aku dan Mas Bintang akan menikah. Kalian datang ya ke pernikahan kami" ujar Tiara.


"Alhamdulillah Ra.... akhirnya kamu menikah juga... Senang sekali mendengarnya" sambut Tari.


Tari yang duduk bersebelahan dengan Tiara langsung memeluk Tiara dengan penuh kasih sayang.


"Iya Ai, kamu datang ya. Gak perlu repot - repot bantu ngurus ini itu yang penting kalian datang saja. Kamu kan lagi hamil, gak boleh capek - capek" ucap. Tiara.


"Kami pasti datang. Ini dalah hari bahagia kamu, gak mungkin kami tidak datang" balas Tari.


Tiara tersenyum bahagia.


"InsyaAllah Mas, Ra kami akan datang. Ibu kamu sudah di kabari Ra?" tanya Ridho.

__ADS_1


"Sudah Dho, barusan sebelum ke sini kami ketemuan sama Ibu dan adik - adik untuk meminta restu Ibu" jawab Tiara.


"Syukurlah kalau begitu. Mereka datang kan? " balas Bintang.


"InsyaAllah datang" jawab Tiara.


"Ya udah barengan aja nanti datangnya sama kami. Kami juga cuma berdua aja, masih muat kok kalau ditambah Ibu dan adik - adik kamu" ajak Ridho.


"Gak usah Dho.. biar supir saya aja nanti uang yang jemput mereka. Lagian mereka juga datangnya beberapa hari sebelum hari H" tolak Bintang lembut.


"Baiklah Mas kalau begitu. Sekali lagi selamat untuk kalian berdua ya. Nah Tegar sekarang sudah senangkan. Mulai minggu depan tegar akan tinggal bersama Papa dan Mama" ujar Ridho kepada Tegar.


"Kata Mama kami tinggal berdua dulu Pa di Bandung, nanti kalau pekerjaan Mama sudah selesai baru kami pindah lagi ke Jakarta di rumah Papa" jawab Tegar bijak.


"Lho kenapa Ra. Apa kamu gak bisa langsung meninggalkan Cafe. Aku rasa Mas Roy dan Mbak Dian pasti kasih izin?" tanya Ridho.


"Hanya satu bulan kok Dho.. Sampai kami mendapatkan penggantiku saja untuk mengurus Cafe itu" jawab Tiara.


"Ooo.. begitu" balas Ridho.


"Kami tidak bisa berlama - lama ya Dho, setelah ini mau singgah ke Cafe kenanga. Mau ngundang Mbak Dian" ujar Tiara.


"Iya, hati - hati di jalan ya calon pengantin baru" goda Ridho.


Setelah mengundang Ridho dan Tari mereka kembali melanjutkan perjalanan ke Cafe Kenanga. Tiara dan Bintang terkejut karena ada Roy di sana.


Kemarin Roy balik ke Jakarta alasannya karena harus segera balik ke Singapore tapi ternyata tidak. Tiara maupun Bintang mengerti mengapa Roy berbuat seperti itu.


Itu hanya alasannya saja agar dia bisa segera meninggalkan Bandung. Mungkin karena kecewa atas penolakan Tiara.


Mereka terlihat begitu canggung ketika bertemu dengan Roy di Cafe. Sedangkan Roy dan Dian sudah menduga hal ini akan terjadi secepatnya. Pasti saat ini Tiara sudah menerima perasaan Bintang.


"Hai Bin, Ra. Hai Tegar... " sapa Roy ramah.


"Hai Om Roy... " Balas Tegar.


Tiara menatap wajar Bintang, Bintang membalasnya dengan tatapan menenangkan.


"Duduk Ra, dari tadi kok berdiri saja di situ" ajak Dian tersenyum.


"Ah iya Mbak.... " balas Tiara salah tingkah. Tiara duduk tepat di sebelah Dian dan Tegar.


Tegar sedang asik memainkan mainan robotnya.

__ADS_1


"Ada apa ini Bro? Kok tumben ke Jakarta bertiga, ada kabar gembira kah?" goda Roy.


Bintang tersenyum dan duduk di samping Roy.


"Iya, aku dan Tiara mau menyampaikan kabar gembira kepada kalian kalau minggu depan kami akan menikah" ucap Bintang.


"Waaaaw garcep ya... Aku turut bahagia" Roy menepuk bahu Bintang untuk memberikan semangat.


"Selamat ya Ra, Bintang akhirnya kalian bisa bersatu menjadi keluarga yang utuh" ucap Dian tulus.


"Terimakasih ya Mbak" balas Tiara sambil tersenyum malu - malu.


"Selamat Ra, akhirnya kamu dan Bintang bisa menikah dan membangun keluarga yang lengkap dan sempurna untuk Tegar" ucap Roy sambil tersenyum ikhlas dan tulus kepada Tiara.


"Terimakasih Mas" jawab Tiara.


"Kami harap kalian berdua bisa hadir dalam pernikahan kami di Bandung minggu depan" ujar Bintang.


"Di Bandung, kenapa? Kenapa gak di Jakarta saja?" tanya Roy.


"Tiara maunya di Bandung Roy, jadi bisa ngundang teman - teman di Cafe, Tetangga di komplek dan juga keluarga dekat Tiara di Bandung. Tadi kami baru membicarakannya dengan Ibu Tiara" jawab Bintang.


"InsyaAllah kami akan datang di hari bahagia kalian berdua. Ini berita yang sangat menggembirakan untuk kita semua. Sudah lama sebenarnya aku berharap hal ini terjadi tapi sayang ya Ra, sahabat aku yang ini geraknya lambat banget. Harus ada rivalnya baru dia sadar sama perasaannya" sindir Dian.


Bintang tertawa mendengar perkataan Dian.


"Hahaha... kamu bisa aja Yan" bantah Bintang.


"Iya, masak waktu aku kirim pesan goodluck dia cuma jalan terimakasih Yan? Aku yakin pasti saat itu dia bingung apa maksud pesan aku. Tapi sok kekeh gak mau nanya" goda Roy.


Bintang menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Jadi maksud kamu waktu itu, utk menyemangati aku?" tanya Bintang.


"Ya iyalah agar kamu berjuang untuk memenangkan hati Tiara, aku kan sudah kalah dan mundur secara teratur. Nih anak pintar - pintar begok ya" balas Roy gemas.


"Hahaha...." Bintang dan Dian tertawa lepas sedang Tiara hanya senyum malu - malu.


"Oh iya Roy, sekalian mau kasih tau kamu kalau Tiara mau pamit dari Cafe kamu karena dia dan Tegar akan ikut aku ke Jakarta. Mungkin dia kan menunggu sekitar satu bulan sampai kalian menemukan orang yang bisa menggantikan dia di Cafe" ungkap Bintang.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2