
Bintang, Tiara dan Tegar sudah sampai di Rumah Sakit Ibu dan Anak. Mereka janjian dengan Bagas dan Dewi untuk datang bersama - sama menjenguk Dian dan anaknya yang baru lahir tadi pagi.
Kini mereka sudah sampai di ruang rawat inap Dian dan anaknya. Roy juga setia menemani istri dan anaknya.
"Assalamu'alaikum" ucap Tiara dan Bintang saat mereka memasuki ruangan Dian.
"Wa'alaikumsalam" jawab Dian dan Roy.
Bintang, Tiara dan Tegar mendekati Dian yang sedang menggendong anaknya.
"Gar lihat Om Roy punya adek baru" ujar Bintang.
"Selamat ya Mbak.. Mas.. atas kelahiran buah hatinya" ucap Tiara.
"Terimakasih Nan" jawab Roy dan Dian.
"Cowok atau cewek nih?" tanya Bintang.
"Anakku cewek" jawab Roy.
"Waaaah pas tuh bisa jadi calon mantu" potong Bagas yang baru masuk ke dalam ruangan rawat inap Dian.
"Maaaas... " panggil Dewi.
"Datang - datang bukannya ngucapin salam malah ngoceh aja langsung" sindir Bintang.
"Siapa yang mau jadi calon mantu?" tanya Roy bingung.
"Tuh anak kalian" dengan santainya Bagas menunjuk ke arah Tegar dan putri kecilnya Roy.
"Anakku masih kecil Bagaaaaas cepat sekali udah mau di nikahkan" protes Roy.
"Yup anakku juga masih kecil, masih baru sekolah udah kamu ajari gatel. Emangnya kamu yang gatel maksimal" ejek Bintang.
"Yang duluan nikah siapa? aku kan yang terakhir nikah diantara kalian semua. Jadi jelas kalau kalian yang lebih gatel dari aku" Bagas membela diri.
"Hey.. menikah itu bukan takaran gatel atau nggaknya lho Gas" protes Dian.
"Jadi maksud Mas aku yang paling gatel di antara semuanya?" tanya Dewi kesal.
"Mampu* lo, senjata makan tuan. Mau ngejek kami malah istri sendiri yang kena" umpat Roy.
"Hahahaa... aku yakin nanti malam dia pasti gak dapat jatah" bisik Bintang.
"Bukannya dia memang masih puasa?" balas Roy.
"Hahaha.. berarti bawaan kelamaan puasa otaknya gak beres" ejek Bintang.
"Hahahaha" Roy ikutan tertawa.
Bukan Bagas namanya yang sakit hati ataupun marah mendengar ledekan teman - temannya. Dia malah santai mendengarnya.
"Hai gadis kecil.. cantik sekali kamu. Untung aja Om Bagas udah nikah empat hari. Kalau gak mungkin Om bisa naksir sama kamu" Bagas sengaja menggoda anak Roy dan Dian.
__ADS_1
"Enak aja. Lo kira gua mau punya mantu kayak elo. Pas anak gua cukup umur untuk menikah, lo udah bangkotan. Jalan pun mungkin udah pakai tongkat" tolak Roy.
"Eits... delapan belas tahun lagi Om Bagas masih perkasa lho. Dan masih sangat kuat untuk menjaga Tante Dewi yang berumur tiga puluh tujuh tahun" jawab Bagas.
"Tapi umur Om Bagas udah jelita" sambut Bintang.
"Jelang lima puluh tahun hahahaha" potong Roy.
"Hahahaha... " Bintang dan Roy puas mengejek Bagas sesuka hati mereka tapi dasar Bagas muka tembok. Dia tetap aja cuek di ejek seperti itu.
"Hei di sini ada dua anak di bawah umur. Jaga omongan kalian. Aku tau pikiran kalian bertiga gam jauh - jauh dari selangkanga*" ujar Dian.
Tiara dan Dewi tertawa mendengar ucapan Dian kepada suami - suami mereka.
"Roy.. tiga hari lagi aku akan berbuka puasa, sedangkan kamu selamat berpuasa bro selamat empat puluh hari hahaha" gantian giliran Bagas yang mengejek Roy.
"Asem lu... " umpat Roy saat Bagas mengingatkan tentang bahasan itu yang memang sempat membuatnya galau setelah Dian melahirkan.
"Hahaha... kena juga kamu kan. Senjata makan tanaman" ledek Bagas.
"Mereka bertiga ini emang gak pernah dewasa kalau sudah ngumpul" ujar Dian.
"Herannya Mbak Dian bisa tahan ya temenan sama mereka bertahun-tahun?" tanya Tiara.
"Yah terpaksa Ra, karena mereka memperlakukan aku dengan istimewa. Aku selalu di traktir sama mereka bertiga secara bergantian tapi ya itu setelah aku selesai mengerjakan tugas - tugas mereka di kampus" jawab Dian.
"Hahaha.. pasti Mas Bagas kan Mbak yang paling malas diantara kalian?" tanya Dewi.
"Huuu... sudah aku duga" sambut Dewi.
Bagas menggaruk kepalanya yang tak gatal. Kalau sudah istrinya campur tangan Bagas takut untuk melawan. Takut istrinya itu ngambek dan gak mau pacaran.
Itu sangat berbahaya karena mulai malam ini Dewi akan memakai baju tidur yang kemarin dia belikan untuk istrinya. Rugi banget kan kalau tidak jadi pacaran nanti malam. Pikir Bagas.
"Om.. Tante.. nama adeknya siapa?" tanya Tegar menghentikan candaan mereka semua.
"Eh iya ya, aku baru ingat sekarang" sambut Roy.
"Lho kamu belum punya calon nama untuk anak kamu?" tanya Bintang.
"Sayang anak kalian perempuan, kalau laki - laki aku sih bisa langsung kasih saran.. Royan ( Roy dan Dian)" potong Bagas.
"Apa coba Royan? Yang ada itu Rayyan Mas Bagas, artinya bagus banget tuh" sambut Dewi.
"Iya benar atau Rian juga bisa kan?" ujar Tiara.
"Aku udah punya kok Mas" ucap Dian sambil tersenyum ke arah Roy.
"Apa Yank?" tanya Roy
"Asheeqa Zareen Dermawan" jawab Dian sambil tersenyum
"Wah bagus namanya, tapi artinya apa yank?" tanya Roy penasaran.
__ADS_1
"Asheeqa itu artinya yang di cintai, Zareen artinya penuh ekspresi dan senyum sedangkan Dermawan itu artinya pemurah dan juga nama keluarga kamu kan Mas" jawab Dian.
"Bagus Mbak" puji Tiara.
"Jadi artinya anak yang penuh ekspresi, senyum dan pemurah yang di cintai. Aku suka" sambut Roy senang.
"Untuk ada Dian. Bagusan nama anaknya dari pada nama Papanya" ledek Bagas.
"Nama itu kan doa orang tua Gas. Nanti kalau kamu punya anak juga pasti ingin nama yang terbaik untuk anak kamu" ungkap Dian.
"Iya.. benar kamu bilang. Mulai besok aku akan cari nama yang baik buat anak aku" balas Bagas penuh semangat.
"Woy.. belah duren aja belum udah sibuk mau cari nama anak" ledek Roy.
"Hahaha.. kamu terlalu bersemangat Ferguson" sindir Bintang.
"Sirik... gak apa - apa kan aku sediain dari sekarang" bela Bagas.
"Wi Mas Bagas di rumah selucu ini juga ya?" tanya Tiara sambil tertawa.
"Lucu banget Mbak, Aku malah berpikir Mas Bagas itu seumuran Tegar sangkin lucunya" jawab Dewi kesal.
"Anak - anak donk" ucap Tiara.
"Ya gitu deeeh.. Malah aku sampai heran, sebenarnya yang masih anak - anak itu siapa ya? Aku atau dia" sambung Dewi.
"Hahaha.. ada - ada saja kalian" ucap Tiara.
"Gar kamu gak mau gitu punya pacar?" tanya Bagas mendekati Tegar.
"Seperti Om dan Tante Dewi dulur sebelum menikah?" tanya Tegar polos.
"Gitu deh" jawab Bagas sambil tersenyum penuh arti.
"Hey Ferguson anakku masih kecil jangan kamu racuni" protes Bintang.
"Sama siapa Om?" tanya Tegar ingin tau.
"Tuh sama adek Sheeqa" Bagas menunjuk ke arah anak Roy yang masih dalam gendongan Dian.
"Gak mau ah, adenya terlalu kecil. Masih bayi" tolak Tegar.
"Good boy... jangan mau seperti Om Bagas doyan sama gadis dibawah umur" potong Roy.
"Aaah kamu gak asik Gar" ujar Bagas kesal karena niatnya ingin menggoda Bintang dan Roy gagal karena Tegar tidak bisa di ajak kerja sama.
"Hahahaha.. rasain kamu" tawa Roy dan Bintang. Juga diikuti Tiara, Dian dan Dewi.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1