Tiara

Tiara
Melayani suami


__ADS_3

Setelah selesai belanja Bagas dan Dewi segera pulang menuju apartemen mereka. Mereka sampai tepat saat Adzan Maghrib berkumandang.


Bagas meletakkan semua belanjaan mereka di dapur apartemennya. Dewi melihat sekeliling apartemen Bagas dengan senyuman di wajahnya.


"Kamu suka dengan apartemen ini?" tanya Bagas.


"Suka.. sangat suka. Ini sekarang akan menjadi rumahku juga. Lihat ya Mas, kamu jangan protes, aku akan membuat sentuhan - sentuhan manis di apartemen kamu ini. Apartemen kamu ini sangat gelap dan kelihatan banget maskulinnya. Kurang sentuhan wanita" komentar Dewi.


Bagas langsung menarik tubuh istrinya dan memeluknya manja.


"Makanya aku ajak kamu tinggal di sini sayang agar kamu bisa menyentuh semua yang ada di sini. Bukan hanya menyentuh seluruh isi apartemen ini tapi kamu bisa menyentuh seluruh hidupku" sambut Bagas.


"Apalagi menyentuh tubuhku, aku sangat suka" kata - kata terakhir sengaja dia bisikkan di telinga Dewi sehingga membuat wajah Dewi memerah.


"Maaaas.. mandi gih trus shalat maghrib. Setelah itu kita makan malam, aku akan masak sesuatu yang enak untuk kamu" ucap Dewi untuk menutupi perasaan malunya.


Bagas tersenyum melihat tingkah malu - malu istrinya.


"Kamulah satu - satunya wanita yang pernah datang ke sini selain Mamaku. Tidak pernah ada yang lain. Apartemen ini sekarang sudah menjadi milik kamu juga, milik kita berdua, rumah kita dan tempat kita tinggal bersama. Lakukanlah semua yang membuat kamu senang di sini. Aku memberi kamu kebebasan asalkan kamu bahagia. Karena kebahagiaan kamu adalah kebahagiaanku" Bagas mengecup lembut kening istrinya.


"Terimakasih ya Mas" sambut Dewi.


"Sama - sama sayang. Yuk aku tunjukin kamar kita" ajak Bagas.


Bagas menarik lembut tangan Dewi dan membawanya masuk ke kamar mereka.


"Kamu bebas menatap semua isi apartemen ini, kami adalah Nyonya di sini. Oke sayang" tegas Bagas.


Dewi mengangguk sambil tersenyum.


"Mas mandi ya, biar aku siapin baju Mas" ucap Dewi.


"Gak usah sayang, biar aku yang siapain sendiri. Kamu kan baru datang di apartemen ini jadi kamu masih belum tau tempat penyimpanan barang - barang aku. Besok kamu perkenalan dulu ya sama semuanya" potong Bagas.


"Baiklah kalau begitu. Ya sudah Mas mandi sana, biar aku siapain makan malam kita" balas Dewi.


"Kiss dulu donk" pinta Bagas manja.

__ADS_1


"Mas nanti waktu maghrib nya habis lho" elak Dewi malu..


"Sedikit aja yank.. " rengek Bagas.


Dewi langsung mengecup bibit Bagas dengan cepat, walau dia harus jinjit karena tinggi Bagas jauh di atasnya. Setelah itu dengan cepatnya Dewi balik badan dan berlari keluar kamar.


Tingkah Dewi barusan membuat Bagas tertawa dan sangat bahagia. Istrinya itu memang selalu membuatnya gemas dan ingin terus memeluknya.


Dewi kini sudah berada di dapur apartemen Bagas. Dia segera menyusun barang - barang belanjaannya. Kini dia merasa benar - benar sudah menjadi istri dan dia sangat senang akan hal itu. Tidak ada ketakutan atau keraguan lagi seperti saat pertama Bagas melamarnya untuk menjadi istri Bagas.


Bahan makanan yang basah segera Dewi masukkan ke kulkas. Pengalamannya bersama Ibunya dan juga pengalamannya membantu Bu Siti di Cafe membuat Dewi tidak canggung lagi melakukan semuanya.


Bahan makanan yang kering dia simpan di lemari. Setelah semua selesai di dusun Dewi berinisiatif memasak spaghetti aja malam ini untuk menu makan malam mereka berdua.


Karena waktunya sudah malam, masakan yang simpel, cepat dan enak ya hanya itu yang saat ini dia pikirkan. Dengan cekatan Dewi menyiapkan semua bahan makanannya kemudian memasakanya. Tak butuh waktu lama spaghetti ala Dewi sudah siap di sajikan.


Dewi menatanya di meja makan, memasang lilin aromaterapi di tengah meja makan Bagas agar terlihat lebih romantis.


Dewi menata sendok, garpu dan gelas juga serta menuangkan minum didalam gelam.


Sempurna.. ucap Dewi dalam hati.


"Wangi banget yank.. kamu masak apa sih?" tanya Bagas yang tiba - tiba datang dari arah belakang Dewi.


Bagas segera merangkulkan kedua tangannya ke perut Dewi dan memeluk Dewi dari belakang. Bagas meletakkan kepalanya di pundak Dewi


Dewi dapat mencium harumnya rambut dan tubuh Bagas yang baru selesai mandi.


"Mas aku masih bau" elak Dewi.


"Siapa bilang kamu bau, istriku ini wangi sekali. Malah sangkin wanginya aku sudah sangat lapar dan tak sabar ingin memangsanya tapi sayang dia lagi libur. Jangan lama - lama ya yank liburnya" ucap Bagas sambil mengelus lembut perut Dewi.


"Satu minggu lho Mas" jawab Dewi.


"Gak bisa di percepat?" tanya Bagas.


Dewi tersenyum mendengar pertanyaan Bagas.

__ADS_1


"Kalau emang bisa, aku malah berencana ingin memperlambat nya" sambut Dewi.


"Lho kok begitu?" tanya Bagas penasaran.


"Iya, biar Mas tambah panas dingin" jawab Dewi nakal.


"Ih berdosa lho kamu buat suami jadi seperti itu" desak Bagas.


"Ya karena takut dosa makanya gak jadi. Udah deh yuk kita makan, keburu dingin nanti gak enak lagi" ajak Dewi.


"Kamu masak spaghetti?" tanya Bagas ketika melihat makanan yang tersaji di meja makan.


"Iya, kenapa. Mas gak suka?" tanya Dewi.


"Suka, siapa bilang Mas gak suka. Apalagi masakan istri tercinta pasti Mas akan melahapnya sampai habis tak bersisa" jawab Bagas sambil mengecup lembut pipi Dewi.


"Ya sudah makan yuk, aku sudah lapar" ajak Dewi.


Bagas melepaskan pelukannya dan mulai duduk di meja makan, Dewi duduk disampingnya. Malam ini Bagas makan dengan di layani oleh istrinya. Dewi terlihat sangat cekatan sekali melayani Bagas, membuat Bagas tersenyum melihat semua yang dikerjakan Dewi untuk dirinya.


Aaaah indahnya menikah ternyata, pantasan Bintang dan Roy betah banget di rumah dan susah kalau di ajak makan malam di luar. Ternyata seperti ini rasanya. Akhirnya aku bisa merasakannya juga. Cihuuuuuy.. sekarang aku sudah punya istri dan kini aku sedang dilayani istriku.. Teriak Bagas dalam hati.


Mereka makan malam berdua di apartemen Bagas. Jangan di tanya bagaimana perasaan keduanya, pastinya sangat senang donk. Hanya mereka berdua yang ada di apartemen itu tanpa ada gangguan dan ledekan dari orang lain. Mereka bisa bebas melakukan apapun tanpa harus malu dilihat oleh orang lain.


Setelah selesai makan Dewi langsung mencuci piring dan peralatan masama yang kotor sedangkan Bagas pamit ke ruang kerjanya untuk memeriksa beberapa pekerjaannya. Maklumlah dia sudah hampir seminggu cuti. Besok dia harus kembali bekerja.


Setelah semua pekerjaan Dewi selesai Dewi segera masuk ke kamar dan membuka kopernya untuk mengambil baju tidurnya kemudian Dewi mengambil satu set piyama kesayangannya dan membawanya ke kamar mandi.


Dewi sempatkan untuk berendam sebentar karena dia mengira Bagas akan lama di ruang kerjanya tapi ternyata dia salah. Saat Dewi keluar kamar mandi ternyata Bagas sudah berbaring santai di atas tempat tidur sambil menonton TV.


Alangkah terkejutnya Bagas ketika melihat Dewi yang baru keluar dari kamar mandi. Dewi tersenyum tanpa merasa bersalah atas apa yang telah dia lakukan.


Ya Tuhaaan mengapa malam keduaku ini sedih banget ya. Tadi malam aku sudah di lambung tinggi dengan lingerie yang Dewi pakai. Buru - buru aku siapkan pekerjaanku untuk bisa mengulang kembali kejadian tadi malam. Walau belum bisa coblos setidaknya pacaran dulu tapi... Kok malam ini Dewi malah memakai baju piyama hello kitty sih. Berasa banget mau tidur bareng anak kecil. Yaaaaah.... Dewiiiii.... teriak batin Bagas.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2