
Bagas pindah ke mobil Roy dimana ada Dian juga di dalamnya. Sedangkan Bintang dan Tiara naik ke dalam mobil Bintang.
Tak lama mereka sudah sampai di Hotel tempat Bintang dan sahabatnya menginap tadi malam.
"Malam ini jangan ganggu aku ya" ucap Bintang pada Bagas dan Roy. Sedangkan Dian dan Tiara sedang ngobrol di loby hotel.
"Iya deeeh, kami kan teman paling ngerti sedunia" jawab Roy.
"Kami gak iri kok Bin, ntar malam tinggal cari teman bobok seperti kamu" sambut Bagas.
"Huuus... katanya mau tobat biar dapat istri yang baik" sindir Bintang.
"Hehehe.. becanda lho Bin. Mau dikasih ilmu gak? " balas Bagas.
"Ilmu apaan?" tanya Bintang bingung.
"Ilmu belah duren" jawab Bagas.
"Udah pernah kaleee" sambut Roy.
"Eh iya ya.. aku lupa. Tapi itu kan udah lama, pakai mabuk lagi, aku rasa Bintang udah lupa Bro" ujar Bagas.
"Udah kalian tenang saja. Itu sudah ilmu alam. Tanpa di ajari pasti udah tau. Pakai feeling aja udah jadi. Ogah gue diajari sama Casanova seperti kalian. Yang ada ilmunya malah yang aneh - aneh" jawab Bintang.
"Ya biar kamu gak bosan" balas Bagas.
"Kalau pengantin baru gak akan bosan Gas, kan udah halal. Makanya aku udah tobat Gas. Biar dapat yang spesial dan gak bosanin" sambut Roy.
"Tuh Gas kamu udah ketinggalan jauh dari Roy. Sepertinya kamu akan tertinggal sendiri" ledek Bintang.
"Masih ada Dian kok" ucap Bagas.
"Dian kan mau nikah bareng sama aku. Nanti pestanya digabung. Ya kan Yan?" tanya Roy ke arah Dian.
Tapi Dian sepertinya sedang bicara serius bersama Tiara. Mereka tidak mendengar apa yang dikatakan Bintang, Roy dan Bagas.
"Yank.. kalian bicara sih serius amat?" tanya Bintang.
Bagas menyikut tangan Roy.
"Yank Roy... ayaaaaank" ledek Bagas.
"Udah halal brooo" potong Bintang.
"Ini Mas lagi cerita sama Mbak Dian tentang tawaran kita sama Ibu" jawab Tiara serius.
"Eh iya aku lupa belum sempat cerita kemarin. Mumpung kamu dan Roy ada disini Yan. Aku dan Tiara tawarin Ibunya Tiara untuk gantikan Tiara mengelola Cafe di Bandung. Dari pada hidup terus sama Bapak Tiri yang kejam itu" ucap Bintang.
"Iya juga ya, pasti Ibunya Tiara juga sama bisa masak seperti Tiara" sambut Roy.
"Aku juga bilang gitu sama Tiara tadi. Dari pada kita susah cari orang yang bisa dipercaya mending Ibu Tiara saja. Lagian Ibu Tiara kan sudah kita kenal" ucap Dian.
"Tapi gimana dengan Bapak Tiri kamu Ra?" tanya Bagas.
__ADS_1
"Aku dan Mas Bintang nyuruh Ibu tinggalin Bapak, biar Ibu dan adik - adik tinggal di Bandung saja. Untuk apa coba hidup sama laki-laki pemalas dan tukang mabuk seperti itu" jawab Tiara.
"Jadi Ibu kamu setuju Ra?" tanya Roy.
"Ibu belum setuju Mas, Ibu minta waktu untuk berfikir" jawab Tiara.
"Tapi yang aku tangkap dari jawaban Ibu kemarin Ra, sepertinya Ibu takut ninggalin Bapak. Mungkin Bapak kamu suka mengancam Ibu, makanya Ibu jadi ketakutan seperti itu" ungkap Bintang.
"Laki-laki kurang ajar" umpat Bagas.
"Kasihan banget Ibu kamu Ra. Bukannya mendapat perlindungan dari suaminya tapi malah disakiti" ujar Dian.
"Semuanya pilihan Mbak, Ibu yang memilih itu. Sudah sejak dulu aku sering mengajak Ibu pergi meninggalkan Bapak tapi Ibu tidak pernah mau" jawab Tiara.
"Tapi sampai kapan Ibu kamu bisa tahan dengan semuanya Ra?" tanya Dian.
"Hanya Ibu yang tau Mbak" jawab Tiara.
"Tapi aku rasa Ibu sudah mulai bimbang makanya dia minta waktu pada kita untuk berfikir" sambut Bintang.
"Mudah - mudah kali ini Ibu berubah fikiran dan mau meninggalkan Bapak. Aku ingin Ibu dan adik - adik bahagia dan lepas dari rasa takut pada Bapak" ujar Tiara.
"Aamiin... " sambut yang lainnya.
"Ya sudah, udah mau maghrib kita naik yuk yank. Biarin saja mereka di sini, kita masih punya pekerjaan yang lain" ajak Bintang.
"Kerjaan apa Mas?" tanya Tiara polos.
Bintang tersenyum melihat wajah lugu istrinya.
"Oh ya Tuhaaan" sambut Tiara malu.
Sementara Roy, Bagas dan Dian hanya tersenyum melihat tingkah pengantin baru ini"
Bintang menarik lembut tangan istrinya dan menuntun istrinya menuju ke kamar pengantin mereka. Kamar yang tadi pagi di tinggalkan Bintang kini sudah di sulap menjadi kamar pengantin romantis.
Setelah Bintang pergi menuju tempat akad nikah team WO segera menghias kamar pengantin mereka.
Dengan jantung yang berdetak kencang Tiara masuk ke dalam kamar. Alangkah terkejutnya dia melihat pemandangan kamar pengantin mereka.
Sungguh tidak pernah dia bayangkan akan mengalami hal indah seperti ini. Dulu dia sempat bermimpi tapi langsung di tepisnya karena dia merasa dia tidak pantas untuk mendapatkan hal indah itu.
Dia sudah ternoda, jadi tidak pantas untuk mendapatkan hal istimewa seperti ini. Mimpinya menjadi pengantin sungguhan sudah dia kubur.
"Ayo masuk, jangan berdiri di depan pintu terus" ajak Bintang.
Tiara masuk dan menutup pintu kamar pengantin mereka.
"Maaas... " panggil Tiara.
"Kenapa hem?... " Bintang mengelus lembut pipi Tiara.
"A.. aku.. sangat bahagia. Terimakasih ya Mas" ucap Bintang.
__ADS_1
"Aku senang jika bisa membuat kamu bahagia. Kebahagiaan kamu adalah bahagiaku. Mari kita raih kebahagiaan kita bersama" Bintang mengecup kening istrinya penuh kasih sayang.
"Udah mau adzan maghrib Mas. Kita bersih - bersih dulu kemudian shalat maghrib yuk" ajak Tiara.
"Ya sudah bersiap - siap. Aku mandi duluan ya" sambut Bintang.
Tiara menganggukkan wajahnya.
Bintang masuk ke kamar mandi sedangkan Tiara mempersiapkan pakaian suaminya untuk pertama kali lembkap dengan perlengkapan shalat untuk mereka. Kemudian Tiara membuka jilbabnya. Setelah Bintang selesai gantian Tiara yang masuk ke kamar mandi.
Mereka melaksanakan shalat maghrib berjamaah. Lima belas menit berselang pelayan hotel datang membawa hidangan makan malam khusus untuk pengantin baru malam itu. Mereka makan malam romantis berdua di kamar tanpa gangguan siapapun.
Setelah selesai makan mereka melanjutkan shalat isya berjamaah. Doa yang panjang kembali mereka panjatkan tak henti - hentinya.
Bintang dan Tiara mengucapkan syukur yang sebesar - besarnya atas karunia yang Allah berikan untuk mereka berdua.
Mereka tidak pernah menyesali pertemuan pertama mereka walau memang awalnya tidak lah di kategorikan dalam pertemuan yang baik. Malah itu adalah dosa besar yang pernah mereka lakukan.
Tapi sebagai manusia tugas mereka untuk memperbaikinya. Mungkin atas niat itu Allah memberikan hadiah yang indah dengan mempertemukan mereka dalam hubungan yang lebih indah dan halal.
Kini mereka sudah berbaring dan berpelukan di atas tempat tidur. Menikmati quality time dimalam pengantin mereka.
Bintang berulang kali mengecup puncak kepala istrinya yang sangat wangi.
"Sayang... apakah kamu punya permintaan malam ini?" tanya Bintang.
Tiara menggelengkan kepalanya.
"Kamu tidak punya permintaan?" Bintang mendapat manik mata istrinya dalam.
"Permintaan apa Mas, semua sudah aku dapatkan rasanya aku sangat rakus kalau harus membuat permintaan lagi pada kamu malam ini" jawab Tiara.
"Kalau begitu kamu sudah siap?" tanya Bintang.
Tiara menganggukkan kepalanya malu.
"Asiiiik... jadi deh malam ini makan durennya" goda Bintang.
"Maaaas... " balas Tiara malu.
Tiara mencubit pinggang dan perut Bintang gemas karena malunya.
"Aaaaaw.. bawah dikit yank... " balas Bintang sambil tertawa.
Bintang langsung memegang wajah istrinya dengan kedua tangannya kemudian mulai mencicipi indahnya malam pertama pernikahan mereka.
Sesuatu yang sudah halal memang sangat indah dan menentramkan hati. Semoga Allah mengkaruniai keberkahan dalam rumah tangga mereka.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Maaf ya readers.. kalau MPnya tidak seperti yang kalian harapkan 🤭
Jangan bosan ya bacanya 😁