
Malam ini Bagas dan Morgan berbincang hingga larut malam. Tanpa sadar mereka sudah bercerita dari hati ke hati tentang kehidupan. Bahkan kopi yang merek pesan sudah habis untuk yang kedua kalinya.
"Astaghfirullah.. udah jam satu malam Gan, aku harus balik ke kamar. Aku takut istriku terbangun dan tak melihat aku disampingnya dia menjadi gusar" ucap Bagas ketika dia terkejut melihat angka di jam tangannya.
"Oke Gas lanjut, aku juga mau balik ke kamar. Besok ada meeting pagi dengan client" sambut Morgan.
"Sekali lagi terimakasih ya udah selamatin istri aku" ujar Bagas
"Oke gak masalah. Jaga baik - baik Dewi kamu kalau gak nanti akan aku rebut" canda Morgan.
"Untuk yang satu ini aku tidak akan menyerah kepada kamu. Aku serius, hidup pun akan aku pertaruhkan demi untuk dia" jawab Bagas.
"Hahaha.. gak nyangka bisa juga kamu jadi bucin" ledek Morgan.
"Gak apalah bucin sama istri sendiri. Asik lho.. makanya kamu buruan nikah" pesan Bagas.
"Iya, secepatnya aku akan menyusul kamu" balas Morgan.
"Yuk ya aku naik dulu. Sampai ketemu di lain waktu. Daaah..." Bagas bergegas dan melambaikan tangannya.
"Okey" balas Morgan.
Bagas langsung masuk ke dalam lift dan menuju lantai paling atas dimana kamarnya berada. Sesampainya dia dikamarnya Bagas melihat baju tidurnya sudah dipersiapkan istrinya di atas tempat tidur.
Aah istirku ini memang paling oke.. puji Bagas dalam hati. Bagas bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian.
Setelah itu Bagas kembali ke kamar dan naik ke atas tempat tidur dimana istrinya sedang tidur dengan nyenyaknya.
Bagas menarik pelan tubuh Dewi dalam dekapannya. Setelah itu Bagas mengecup lembur bibir Dewi sebelum dia menutup matanya untuk tidur.
"Selamat tidur sayang, semoga mimpi indah" ucap Bagas pelan.
Bagas menutup matanya kemudian dia menyusul istrinya di alam mimpi.
*****
Keesokan paginya petualanganpun di mulai. Bagas mengabulkan permintaan Dewi mereka akan pergi honeymoon ala wisatawan lokal tanpa kemewahan.
Bagas menyewa sepeda motor untuk dipakai mereka keliling kota Bali. Rencana hari ini mereka akan berjalan di seputaran kota Bali saja dengan mengendarai sepeda motor. Besok baru mereka berjalan lebih jauh lagi ketempat - tempat yang romantis.
Dewi memeluk erat pinggang Bagas saat diatas sepeda motor. Dengan kaca mata hitam dan lengkap dengan helmnya mereka melaju mengelilingi Kota.
Bagas kembali merasakan suasana baru di kota ini. Tak pernah dia melakukan hal seperti ini di kota ini. Tapi kini dia sangat beruntung sudah melakukannya karena ternyata rasanya berbeda dan dia sangat menyukai dan menikmatinya.
"Beneran kencan ala anak ABG ya naik sepeda motor" ujar Bagas.
"Seru kan Mas?" tanya Dewi.
"Seru sekali sayang. Mas sangat suka" jawab Bagas.
Dewi tersenyum manis dan Bagas dapat melihatnya dari kaca spion motornya.
Setelah lelah berkeliling mereka kini mencari tampat duduk santai di tepi pantai.
"Mas ada es krim. Aku mau" rengek Dewi.
__ADS_1
"Oke kita beli ya" sambut Bagas.
Mereka berjalan menuju penjual es krim. Bagas memesan dua es krim untuk mereka berdua. Kemudian mereka duduk di pinggir jalan sambil menikmati es krim yang mereka beli.
"Bli... tolong fotokan kami" pinta Bagas.
Penjual es krim langsung memotret mereka yang sedang duduk sambil makan es krim.
Setelah tukang es krim selesai memotret mereka dia mengembalikan handphone Bagas.
"Terimakasih" ujar Bagas.
Kemudian Bagas melihat hasil jepretan si tukang es krim. Bagas tersenyum kemudian melirik ke arah istrinya.
"Sayang kamu itu ya... makan es krim kok seperti anak kecil gitu sih" ujar Bagas sambil membersihkan kotoran es krim di pinggiran bibir Dewi.
Dewi spontan menghindar karena dia mengira Bagas modus pengen godain dia.
"Aku mau bersihin kotoran di wajah kamu. Mau aku bersihin pakai tangan atau aku bersihin pakai bibir?" ancam Bagas.
Dewi menunjuk ke arah tangan Bagas.
"Kalau begitu tenang donk" ujar Bagas.
Dewi terdiam dan pasrah ketika Bagas menyapu bibir nya dengan lembut menggunakan tisu.
"Lihat foto kita" ujar Bagas sambil memperlihatkan handphonenya ke arah Dewi.
"Maaaas fotoku jelek disitu, hapuuus" pinta Dewi.
"Maaaaas" protes Dewi. Dewi pura - pura ngambek.
"Hahaha... iya.. iya.. nggak kok sayang. Cukup aku simpan aja buat kenang - kenangan kita berdua saat kita tua nanti. Aku akan tunjukkan kepada anak - anak kita kalau aku sangat bahagia hidup bersama Mama mereka" ujar Bagas.
Dewi menatap Bagas dengan tatapan haru.
"Mereka pasti senang kan melihat aku berhasil sudah membuat Mamanya bahagia" sambung Bagas kembali.
Seketika Dewi merangkul pinggang Bagas dengan mesra.
"Makasih sayang, kamu sudah membuat aku sangat bahagia. Aku beruntung bertemu kamu dan menjadi suamiku" ucap Dewi.
"Aku juga beruntung bertemu kamu sayang" balas Bagas.
"Btw tadi malam jam berapa Mas kembali ke kamar?" tanya Dewi.
"Jam satu yank" jawab Bagas.
"Kok aku gak dengar?" tanya Dewi lagi.
"Kamu kan lagi mimpi enak - enak. Sampai mendesa* aah.. aaah" goda Bagas.
"Serius?" tanya Dewi tak percaya.
"Serius.. ya sekalian deh aku kerjain" jawab Bagas.
__ADS_1
"Pantesan tadi malam aku ngerasa ada yang raba - raba tubuh aku gitu" balas Dewi.
"Hahaha.. kamu itu serius amat sih.. duh aku jadi gemes liat kamu" Bagas mengecup kening istrinya.
"Ngobrol apa aja sama Morgan tadi malam?" Selidik Dewi.
"Banyak... Morgan sepertinya udah tobat deh. Otaknya udah kembali ke jalan yang benar" jawab Bagas.
"Emang otak bisa jalan ya?" tanya Dewi lugu.
"Bisa donk yank, contohnya aku saat ini. Otakku sudah jalan jauh ni yank. Dia sedang travelling bersama kamu di atas ranjang" goda Bagas.
"Ih Mas Bagas kan emang itu aja yang ada di otaknya" balas Dewi.
"Tau aja. Udah dua hari libur. Nanti malam kita uwuk.. uwuuk.. ya" pinta Bagas.
"Tergantung" jawab Dewi.
"Tergantung apaan?" tanya Bagas.
"Tergantung Mas Bagas bisa gak buat aku travelling juga saat ini" Jawab Dewi.
"Serius?" tanya Bagas sambil tersenyum nakal.
"He.. eeh.. " balas Dewi.
Bagas segera merapatkan tubuhnya dan memeluk istrinya erat. Tangannya mulai menggoda.
"Mas bukan begitu. Maksud aku Mas harus bawa aku jalan - jalan keliling Bali hari ini" protes Dewi.
"Yaaah aku kira begituan" ucap Bagas.
"Dasar Mas Bagas si otak mesum" ledek Dewi.
"Suami kamu yank.. " balas Bagas.
"Terus Morgan cerita apa lagi?" tanya Dewi.
"Dia bilang, katanya sekarang dia melihat aku berbeda. Aku tampak lebih santai dan bahagia. Ya aku cerita, kalau aku bahagia karena sudah bertemu dengan Dewiku. Kalau dia ingin bahagia dia harus menemukan pero hatinya. Eh tapi aku cerita tentang seorang wanita yank. Kamu ingat gak waktu kita belanja bertemu dengan wanita hamil. Yank kamu cemburu lho" ucap Bagas.
"Ingat, emang kenapa?" tanya Dewi penasaran.
"Rita itu dulu kan emang mantan pacar aku yang direbut Bagas Saat aku cerita kalau Rita hamil wajah Morgan seperti terkejut begitu. Aku jadi curiga, apa Morgan ya.. yang hamilin Rita?" tanya Bagas.
"Mudah - mudahan nggak Mas. Kasihan wanita itu kalau Morgannya gak mau tanggung jawab" jawab Dewi.
"Semoga hal yang terbaik deh untuk mereka berdua. Sebenarnya Morgan itu baik cuma salah bergaul aja. Rita juga cewek baik - baik kok. Seandainya Rita belum menikah, aku setuju kalau mereka yang menjadi pasangan" ujar Bagas.
"Ya kita doakan saja mereka berdua Mas,. semoga mereka berdua bahagia" sambut Dewi.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1