Tiara

Tiara
Jalan bersama mertua


__ADS_3

"Kenal.. dulu mereka sempat pengen tempah baju pernikahan di Butik saya tapi entah mengapa gak jadi dan tidak pernah lagi datang berdua" jawab designer.


"Ya iyalah wong dia udah lari sama pria lain. Untung saja anak saya segera sadar kalau dia bukan wanita baik - baik" sambut Sekar.


"Jadi Nona cantik ini sekarang istrinya Bintang?" tanya sang designer.


"Iya, saya adalah istrinya Mas Bintang" jawab Tiara.


"Kamu lebih cantik, kecantikan kamu alami. Dari pada Siska cantik karena dibantu polesan" puji designer.


"Terimakasih Tante" jawab Tiara malu.


"Tolong kamu buatkan gaun yang cantik ya buat acara tujuh bulanan mantu saya hari jumat ini. Jumat siang sudah bisa di jemput kan? Dan langsung bisa di pakai ya" pinta Sekar.


"Iya, nanti setelah selesai gaunnya saya loundry terlebih dahulu" balas designer.


"Sudah selesai Tante?" tanya Tiara.


"Sudah.. sudah selesai semua" jawab Designer.


"Ya sudah kalau begitu kami pamit pulang ya" ucap Sekar.


"Baik Nyonya" balas designer tersebut.


Setelah keluar dari Butik langganan Sekar, mereka masuk ke dalam mobil dan mobil melaju menuju sebuah Mall.


"Lho kita mau jalan lagi Ma?" tanya Tiara.


"Iya sayang... kan kamu sudah tujuh bulan kehamilannya jadi kita sudah bisa belanja untuk perlengkapan bayi girlnya" jawab Sekar.


"Mama... " protes Tiara.


"Gak apa - apa. Mama mau membalas beberapa tahun lalu saat kamu hamil Tegar. Saat itu kami semua tidak ada di samping kamu, menemani dan menguatkan kamu" ungkap Sekar.


Tiara merasa terharu dengan ucapan mertuanya.


"Terimakasih Ma" jawab Tiara.


"Eh Ra, gimana rencana pernikahan Mama kamu sama Mas Jay?" Sekar mencoba mengorek informasi dari Tiara tentang sahabatnya itu.


"Bapak dan Ibu akan menikah setelah masa iddah Ibu selesai Ma" jawab Tiara.


"Berapa bulan lagi ya?" Sekar tampak sedang berpikir.


"Dua bulan lagi Ma. Kemarin kami sudah ngobrol dengan Bapak dan Ibu. Gimana kalau pernikahan mereka di selenggarakan bersamaan dengan aqiqah anakku ini nanti" Tiara mengelus lembut perutnya.


"Wah iya seru juga itu" sambut Sekar senang.

__ADS_1


"Akhirnya mereka bisa bahagia setelah melewati berbagai rintangan ternyata cinta mereka tidak pernah pudar" ujar Sekar


"Iya Ma... aku tau Bapak dan Ibu sudah sangat tidak sabar atas pernikahan mereka tapi memang harus menunggu waktu kan? Gak bisa nikah begitu saja" sambut Tiara


"Nanti kalau mereka menikah kita bantuin yuk.. Kita dandani Siti dengan cantik sekali sampai membuat Mas Jay pangling. Pasti Mas Jay senang sekali" ujar Sekar bersemangat.


"Terserah Mama saja" balas Tiara.


Mereka sampai di Mall yang mereka tuju dan langsung masuk ke dalam baby shop yang terbesar di gedung itu.


Sekar dan tiara memilih berbagai pernak - pernik untuk anak kedua Tiara dan Bintang yang berjenis kelamin perempuan. Tiba - tiba ponsel Tiara berbunyi.


"Assalamu'alaikum Mas" sapa Tiara. Ternyata suaminya yang sedang menelpon.


"Wa'alaikumsalam. Kamu jadi pergi sama Mama?" tanya Bintang.


"Jadi, ini lagi bareng Mama cari perlengkapan dedek bayi" jawab Tiara.


"Mas baru aja keluar kantor, Mas nyusul ke situ ya?" ujar Bintang.


"Boleh, datang aja ke sini" balas Tiara.


"Mall mana yank?" Bintang balik bertanya.


"Mall XXX Mas" ujar Tiara.


Telepon terputus.


"Siapa Ra, Bintang?" tanya Sekar.


"Iya Ma, barusan Mas Bintang keluar dari kantor trus katanya mau nyusul ke sini" jawab Tiara.


Sekar menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah laku putranya.


"Emang Bintang itu gak bisa lama - lama pisah sama kamu. Istrinya baru sebentar aja dipinjam Mamanya eh udah mau diambil lagi" komentar Sekar.


Tiara tersenyum mendengar perkataan mertuanya.


"Ya sudah Ra, kita pilih lagi. Nanti saat Bintang datang kita tinggal makan aja. Kamu pasti lapar kan? Kalau sudah hamil besar seperti ini cepat banget lapar" ujar Sekar.


"Iya Ma, berat badanku nambah terus" sambut Tiara.


"Gak apa - apa. Nanti setelah melahirkan pasti cepat turunnya karena menyusui dan mengurus anak. Kamu mau pakai baby sitter?" tanya Sekar.


"Mungkin nggak deh Ma. Biar aku aja yang urus sendiri. Aku juga gak kerja kok Ma. Lagian udah ada bibik yang bantu - bantu di rumah bisa bantuin ngurusin Tegar dan masak" jawab Tiara


"Kamu emang wanita baik ya Ra dan gak manja" puji Sekar.

__ADS_1


"Ah Mama.. kan emang udah kodrat wanita Ma jadi ibu rumah tangga" balas Tiara.


"Mama dulu gak seperti kamu. Walau Mama gak kerja Mama selalu ikut kemanapun Papa pergi. Mama terlalu takut kehilangan Papa dulu, karena di luar sana kan banyak sekali yang mau godain Papa. Mama sampai mengabaikan Bintang dan dia hidup sendiri dengan si Bibik" ungkap Sekar.


Wajahnya tampak sedih kalau mengingat masa lalu keluarganya dulu.


"Sudahlah Ma, semua sudah berlalu. Yang penting sekarang hubungan Mama, Papa dan Mas Bintang sudah membaik. Hubungan aku, Ibu dan Bapak juga sudah baik. Malah Bapak dan Ibu sebentar lagi akan bersatu dan menikah. Aku sangat bahagia sekali Allah sudah memberikan banyak kebahagiaan dalam hidupku" ujar Tiara.


"Kita harus terus bersyukur, Allah sangat sayang pada kita. Semua berakhir dengan indah, walau dulu terasa sangat berat menjalaninya. Ternyata sebuah kesabaran akan berbuah indah" sambung Sekar.


"Iya Ma, terkadang kita saja yang tidak sabar setiap kali Allah kasih kita cobaa yang berat" ungkap Tiara.


"Dan terkadang kita lalai dan suka berburuk sangka kepada Allah. Kita merasa Allah jahat kepada kita karena sudah memberikan kita cobaan yang sangat berat. Padahal terkadang musibah itu bukan sekedar cobaan tapi teguran bahkan hukuman atas kesalahan - kesalahan kita di masa lalu" ujar Sekar.


"Iya Ma" sambut Tiara.


"Ada lagi yang ingin kamu beri?" tanya Sekar.


"Sudah Ma, udah cukup malah ini kebanyakan" Jawab Tiara.


"Tidak sayang untuk kamu tidak ada yang banyak. Mama akan belikan apapun yang kamu dan cucu Mama mau" ujar Sekar.


"Terimakasih Ma" balas Tiara.


Mereka segera membayar semua belanjaan mereka dan meminta pihak toko langsung mengantarnya ke alamat rumah Bintang.


Setelah selesai bertransaksi mereka segera keluar dari baby shop dan berjalan keliling Mall untuk mencari tempat makan yang diinginkan Tiara. Maklum kalau wanita hamil keinginan untuk makan sangat banyak.


Bersyukur Tiara mempunyai mertua yang sayang dan sangat pengertian kepadanya. Apapun yang dia inginkan mertuanya pasti akan berusaha memenuhinya.


"Kamu mau makan dimana?" tanya Sekar.


"Dimana aja Ma" jawab Tiara.


"Kamu pengennya makan apa?" tanya Sekar lagi.


Tiara berpikir sebentar.


"Mmm... aku pengen makan korean food Ma" jawab Tiara malu.


Sekar tersenyum menatap menantu kesayangannya yang ketepatan juga putri dari sahabatnya. Sekar menarik tangan Tiara dan menggandengnya.


"Kalau begitu kita makan korean food, yuuk.. " ujar Sekar.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2