Tiara

Tiara
Grand Opening


__ADS_3

Sudah seminggu Tiara tinggal di Bandung. Tiara juga sudah menemukan sekolah yang cocok untuk Tegar dan Tegar pun sudah mulai sekolah.


Tiara sibuk mempersiapkan Grand Opening yang akan dimulai pukul tujuh malam. Pagi - pagi Tiara sudah sibuk di Cafe.


Untung Ridho dan Tari datang pagi - pagi jadi Tiara bisa menitipkan putranya kepada mereka sehingga Tiara bisa bekerja dengan tenang.


Siang harinya Dian sudah datang bersama beberapa Koki di Cafenya Jakarta untuk membantu Tiara di sini. Maklum Grand Opening pasti tamunya full.


Untuk menghindari keterlambatan hidangan mereka menyiapkan banyak koki.


"Gimana Ra seminggu disini, apakah kamu betah?" tanya Dian.


"Alhamdulillah betah Mbak. Tegar juga sudah mulai sekolah" jawab Tiara.


"Syukurlah kalau begitu. Tegarnya mana?" Dian mencari - cari keberadaan Tegar.


"Tegar di rumah Mbak sama Tari dan Ridho. Jam delapan tadi mereka sudah sampai di rumah" jawab Tiara.


"Mereka datang juga rupanya, nanti malam ajak ke sini aja Ra, acara pembukaan kan kamu bisa kasi undangan ke mereka" ucap Dian.


"Iya, InsyaAllah mereka akan datang Mbak ke sini" balas Tiara.


"Ya sudah kan semua persiapan sudah selesai. Kamu pulang gih, mandi dan ganti baju yang cantik. Kamu kan Manager di Cafe ini dan nanti malam akan bertemu dengan pemilik Cafe jadi harus tampil cantik" ucap Dian.


"Ba.. baik Mbak. Mbak gak bersiap - siap juga?" tanya Tiara.


"Aku juga mau balik ke Hotel, yuk kita keluar sama - sama" ajak Dian.


Mereka berdua keluar sambil membawa tas mereka. Dian naik mobilnya dan kembali ke Hotel sedangkan Tiara naik sepeda motornya dan balik ke rumahnya.


Setelah sampai di rumah Tiara langsung mandi dan bersiap - siap. Setelah habis maghrib mereka semua sudah berkumpul di teras depan rumah.


Ridho sudah mengeluarkan mobilnya dari garasi. Tegar duduk di depan bersama Ridho sedangkan Tari dan Tiara duduk di belakang.


Jam tujuh acara di mulai. Tampak Dian datang bersama dua teman laki-lakinya. Tiara menyambutnya dengan hormat dan ramah.


"Ra kenalkan ini Roy pemilik Cafe ini dan ini Bagas sahabat kami" ucap Dian.

__ADS_1


"Selamat datang Pak, perkenalkan nama saya Tiara Purnama" Tiara menjabat tangan kedua sahabat Dian dengan penuh hormat.


Tiara mempersilahkan mereka duduk di meja VIP dan memperkenalkan Roy kepada seluruh karyawan sebagai pemilik Cafe mereka.


Tamu undangan satu persatu juga sudah berdatangan. Acara pun dimulai dengan pemotongan pita setelah itu dilanjutkan dengan makan malam sekaligus mengenalkan menu yang di hidangkan di Cafe tersebut.


Alunan musik mengalun lembut menghibur pengunjung Cafe. Ridho, Tari dan Tegar juga duduk dalam satu meja yang khusus di pilihkan Tiara.


"Yan, wanita itu yang kamu kenalkan dulu kan di Cafe kamu? Kalau tidak salah saat itu dia sedang hamil?" tanya Bagas.


"Masih ingat saja kamu ya Bro" ledek Roy.


"Halaaah kamu juga pasti menerima dia karena alasan yang sama dengan yang aku fikirkan sekarang" sindir Bagas.


"Hei.. kalian ini memang tidak pernah berubah gak bisa banget lihat cewek cantik pasti langsung lapar. Ingat ya dia bukan wanita sembarangan. Kejadian yang dia alami saat itu adalah sebuah musibah" tegas Dian.


"Terus anaknya mana Yan?" tanya Bagas.


"Tuh duduk di sana" Dian menunjuk ke arah meja Ridho, Tari dan Tegar duduk.


Tegar keluar dari mejanya dan berjalan mendekati Tiara yang sedang berdiri di depan pintu Cafe menyambut para tamu undangan datang.


"Sayaaaang... kamu sudah pesan makanan? Duduk sana gih sama Papa Dho dan Tante Ai. Jangan ikutin Mama terus. Mama kan lagi kerja" ucap Tiara.


"Aku bosan Ma, makanannya belum dagang. Papa Dho dan Tante Ai sedang ngobrol berdua" jawab Tegar.


"Ingat sayaaaang, Mama lagi kerja jadi jangan gangguin Mama. Nanti kalau Bos Mama lihat gimana coba. Mama kan bisa kena marah" ujar Tiara.


"Iya deh, aku gak ganggu Mama lagi. Aku balik ke meja aja ya Ma. Dah Mama, selamat bekerja" ucap Tegar penuh kasih sayang.


"Makasih sayang. Muuaaach... " Tiara mengecup lembut pipi anaknya. Tegar segera berlari meninggalkan Tiara dan kembali ke mejanya semula.


"Kok adem ya lihat mereka. Anaknya gemas Bro lihatnya, gembul dan ganteng" ucap Bagas yang dari tadi melihat interaksi Tiara dan Putranya.


"Iya, kenapa aku jadi kepikiran kalau punya istri dan anak seperti itu ya" canda Roy.


"Woi.... ingat pesanku tadi. Jangan coba - coba sama Tiara. Awas kalian" ancam Dian.

__ADS_1


"Tapi wajah anak itu kok sepertinya familiar banget ya. Mirip siapa ya...?" tanya Roy.


Tuh benar apa yang aku duga selama ini. Mereka juga tidak asing begitu melihat wajah Tegar. Mudah - mudahan saja mereka tidak menebak wajah Bintang.


"Eh Bintang mana? Katanya dia datang kan Yan?" tanya Bagas.


"Ha... Bintang? Eh iya... katanya sih begitu. Hari ini dia ada meeting penting di Jakarta. Mungkin telat datangnya" jawab Dian.


"Huh anak itu selalu saja gila kerja setelah berpisah dengan Siska" ucap Bagas.


"Dia sih, kita udah sering ingatkan dia kalau Siska itu cewek gak benar, suka selingkuh dan main sama pria lain tapi Bintangnya aja yang cinta mati. Udah lihat dengan kepala sendiri Siska selingkuh baru dia sadar" sambut Roy.


"Kalian itu seperti baru kenal Bintang saja. Siska kan cinta pertamanya. Dari SMU dia sudah naksir banget sama Siska. Udah jadi Bos baru si Siska mau" jawab Dian.


"Dasar cewek matre, lihat Bintang jadi Bos baru dia melirik, dulu dia kemana aja? Dah gitu juga gak cukup cuma satu pria yang dia hisap hartanya" ujar Bagas kesal.


"Untung kita juga pemain ya Bro, gak mempan rayuannya pada kita" sambung Roy.


"Emang kalian juga dulu sempat di goda Siska?" tanya Dian tak percaya.


"Hahaaaa... cewek gitu mah dari lirikan matanya aja kita udah tau suka main belakang. Kita emang pecinta wanita tapi gak suka mengembat pacar sahabat sendiri" jawab Roy.


"Gila ya tuh cewek. Ih geram aku lihatnya" guman Dian kesal.


"Mending cewek yang lagi nunggu tamu di depan. Bosan lihat wanita yang jualan, cewek yang begitu kayaknya adem di bawa ke rumah buat jadi istri" ujar Roy.


"Lo mau tobat bro?" tanya Bagas.


"Kenapa nggak. Capek juga melalang buana, waktu terbuang sia-sia. Mungkin udah saatnya aku kembali pulang" jawab Roy serius sambil terus menatap Tiara.


"Trus maksud lo mau cari yang banyak bonusnya. Beli satu gratis satu" goda Bagas.


"Why not? Aku juga bukan laki-laki yang bersih. Aku gak mau di bilang munafik. Cari yang masih suci sementara akulah perusak kesucian itu. Bagiku yang penting dia baik dan setia" tegas Roy


"Naaaah itu dia yang di tunggu - tunggu. Brooooo sini...... "


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2