
"A.. apa? Dok.. dokter me.. ngang.. kat.. ra... him.. ku?" tanya Tiara terbata.
Bintang menganggukkan kepalanya. Walau dia tidak mengeluarkan kata - kata tapi Tiara bisa menangkap apa arti dari anggukan Bintang.
"Ma.. Mas.. serius?" tanya Tiara lagi.
"Iya sayang.. maafkan aku. Aku tidak punya pilihan lain saat itu. Dokter mengatakan kalau kandungan kamu rusak karena benturan dan kamu mengalami pendarahan yang hebat sedangkan stok darah saat itu di Rumah Sakit sangat menipis. Dokter harus melakukan tindakan pengangkatan rahim kamu. Aku tidak punya pilihan lain, yang aku pikirkan saat itu yang penting kamu selamat. Kamu tetap ada di sisiku apapun yang terjadi. Aku dan anak - anak masih bisa melihat kamu dan kita bisa bersama - sama membesarkan mereka. Aku tak butuh yang lain sayang, hanya kamu.. kamu satu - satunya yang ada dalam hatiku " ungkap Bintang sambil terus menangis sambil memeluk Tiara.
Air mata Tiara kini jatuh membasahi pipinya. Mereka menangis bersama dan saling berpelukan. Tiba - tiba Tiara mengingat kejadian tadi pagi saat dia ke dokter kandungan.
Pantas saja dokter itu terlihat sangat salah tingkah. Pantas saja dokter mengatakan kalau Tiara tidak hamil dan pantas saja kalau Tiara tidak akan datang bulan lagi. Ternyata ini semua alasannya.
"Apakah kamu dan dokter sepakat untuk merahasiakannya dariku?" tanya Tiara.
"Iya sayang aku yang memintanya. Maafkan aku.. saat itu kondisi kamu sangat lemah di tambah lagi Tegar yang terus menangis karena merasa bersalah. Aku tidak bisa berpikir dengan jernih. Untuk menjaga semuanya tetap aman dalam batas waktu tertentu aku meminta dokter merahasiakannya tapi hari ini.. dokter mendesakku agar aku mengatakan yang sebenarnya kepada kamu. Lebih cepat lebih baik sebelum kamu mengetahuinya dari orang lain. Aku akan semakin merasa bersalah pada kamu. Dan kamu akan menyalahkan aku juga membenciku. Maafkan aku sayang.. Kamu harus tau dan percaya, apapun dan bagaimanapun keadaan kamu aku tetap dan sangat mencintai kamu" ungkap Bintang.
Tiara masih menangis terisak.
"Maafkan aku Mas.. aku yang salah.. semua karena salah aku. Jika saja hari itu aku tetap mendengarkan peringatan dari kamu agar tidak naik ke lantai atas mungkin hal ini tidak akan terjadi" ujar Tiara sambil terus menangis.
"Tidak sayang.. tidak ada lagi yang perlu kamu sesali. Semuanya sudah terjadi, ini sudah menjadi takdir Allah untuk kita. Seperti pertemuan kita kembali setelah lima tahun kita tidak pernah bertemu dan ternyata kamu mengandung dan membesarkan anakku" jawab Bintang untuk menenangkan Tiara.
"Tapi aku.. aku.. sudah tidak.. " ucap Tiara.
Bintang semakin mempererat pelukannya.
"Kamu tetap sempurna sayang.. sangat sempurna di mataku. Kamu tidak memiliki kekurangan apapun. Kamu adalah istri dah ibunl sempurna untukku dan anak - anak kita. Yakinlah Allah tidak akan memberi cobaan seberat ini jika kamu tidak sanggup melaluinya. Allah pilih kamu, pilih kita karena dia tau kita kuat dan bisa menerimanya" ungkap Bintang meyakinkan Tiara.
"Tapi kamu masih muda Mas, kamu punya keinginan memiliki banyak anak. Aku.. aku sudah tidak bisa lagi memberikannya untuk kamu" ujar Tiara.
"Yank.. " panggil Bintang.
__ADS_1
"Aku sudah cacat Mas, sementara diluar sana masih banyak wanita - wanita yang lebih baik dan lebih segalanya dariku" sambung Tiara.
"Yaaaank... " panggil Bintang lagi.
"Kamu masih berhak hidup lebih baik dan bahagia lagi Mas. Aku tidak bisa mengikat kamu dalam pernikahan seperti ini. Kamu.. kamu.. " ucap Tiara.
"Yank.." panggil Bintang, kali ini suaranya lebih kuat membuat Tiara tersentak kaget.
Bintang menatap wajah Tiara dengan sangat lekat.
"Aku tidak butuh yang lain, aku tidak peduli dengan yang lain. Apapun kelebihan yang mereka punya diluar sana aku tidak peduli. Aku maunya kamu, hanya kamu. Kamulah istriku satu untuk selamanya" tegas Bintang.
"Ta.. tapi Mas... " ucap Tiara.
"Tidak ada tapi tapian.. aku mencintai kamu tanpa syarat. Aku menyayangi kamu dengan segala kelebihan dan kekurangan kamu. Begitu juga kamu kan? Kamu juga mau kan menerima kekurangan dan kelebihan aku?" tanya Bintang dengan terus menatap mata Tiara.
Tiara menganggukkan kepalanya. Bintang menghapus air mata Tiara yang menetes di pipi
Bintang menggenggam tangan Tiara dan menciumnya.
"Jadi semuanya tau, Papa, Mama, Bapak, Ibu dan semuanya?" tanya Tiara.
Bintang menjawabnya dengan anggukan.
"Semuanya sayang.. kami sangat menyayangi kamu, kami tidak mau kamu terluka. Kami menunggu hingga waktu yang tepat, kamu lebih siap untuk mendengarnya. Tidak ada niat kami ingin membohongi kamu, semua demi kesehatan kamu" jawab Bintang untuk meyakinkan.
Tiara diam dan sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Ingat perkataan Mas yang terakhir ya.. jika di kehidupan depan ada seseorang yang akan merusak rumah tangga kita, siapapun itu yang datang dari masa lalu Mas atau siapapun juga kamu jangan minder. Kamu harus percaya diri dan labrak saja mereka ataaaaau... kita ke notaris atau pengacara saja kalau tidak aku akan buat perjanjian di depan mereka secara hukum kalau aku tidak akan menduakan kamu" ujar Bintang.
"Apa sih Maaaaaas" Tiara memukul dada Bintang dengan refleks.
__ADS_1
"Aaaaw... yank kamu menyakitiku" protes Bintang.
"Kalau kamu menduakan aku, mending aku sunat kamu satu kali lagi" ujar Tiara.
"Habis donk yank.. terus kamu kan jadi gak bisa enak - enakan lagi" goda Bintang.
"Biarin dari pada Mas enak - enakan sama wanita lain" jawab Tiara.
Bintang tersenyum dan kembali memeluk istrinya.
"Mari kita ambil hikmah dari semua ini, Allah membuat satu permasalahan dalam hidup kita agar kita bisa memetik pesan apa yang sedang Allah kirimkan untuk kita. Mungkin dua anak saja cukup untuk kita, kamu juga gak perlu lagi kan sibuk - sibuk cari cara untuk jaga - jaga. Minum pil KB atau yang lainnya. Kamu jadi KB secara alami. Kamu tidak akan pernah haid lagi, Allah semakin sayang pada kamu. Kamu jadi gak pernah tinggal shalat lagi. Setiap hari kamu selalu bisa shalat terus sampai tua dan hikmah bagiku.... kamu mau tau?" bisik Bintang ke telinga Tiara.
"Apa Mas?" tanya Tiara dengan sedikit geli karena udara hangat terasa di dekat telinganya keluar dari bibir Bintang.
"Aku bisa kapan saja enak - enakan sama kamu tanpa takut Zia akan punya adek dan juga tanpa harus menunggu tanggal merah kamu selesai. Landasan aku ready setiap saat" goda Bintang sambil tersenyum.
"Seperti saat ini... aku sengaja bawa kamu ke sini untuk menikmati quality time bersama kamu tanpa ada gangguan. Kita bisa melakukannya sampai kita capek, gimana?" tanya Bintang sambil terus menggoda tubuh Tiara.
Seketika bulu kuduk di tubuh Tiara berdiri.
"Maaaaaas" Balas Tiara.
Bintang mengecup lembut kening Tiara.
"Aku mencintai kamu sayang... sangat.. sangat... cinta.. tidak akan ada yang bisa menggeser ataupun menggantikan kamu sayang, se.. la.. ma.. nya... percayalah" Bintang kembali memeluk Tiara dengan mesra dan memulai pertempuran mereka.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1