
"Aku ingin berubah Gas, aku bosan hidup seperti ini. Entah mengapa aku terus merasa hampa dan tak tau kemana tujuan hidupku" ungkap Morgan.
"Itu yang dulu aku rasakan Gan sampai akhirnya aku melihat Bintang hidup dengan tenang bersama istrinya Tiara. Aku lihat dia berubah menjadi sangat tenang dan bahagia. Aku tanya apa yang membuatnya berubah seperti itu? Dia jawab, dia sudah menemukan rumah tempat dia pulang setelah lama berkelana. Saat aku menemukan Dewi aku yakin dialah rumah tempat aku kembali setelah aku letih berkelana dan berjalan mengarungi hidup ini. Kamu tau Gas? Ternyata harta tidak bisa membeli sebuah kebahagian" Bagas dan Morgan sama - sama melihat ke arah lautan.
Saat ini Morgan dan Bagas sedang bicara dari hati ke hati layaknya seorang teman bukan sebagai musuh.
"Saat kami hendak pergi ke Bali Dewi memintaku untuk melakukan perjalanan lain seperti biasanya. Dia tau bagaimana selama ini aku hidup penuh dengan kemewahan sedangkan dia sejak kecil selalu hidup dengan kesulitan. Setelah Tiara menikah dengan Bintang perlahan - lahan hidup mereka berubah. Tetapi itu tidak membuat mereka lupa diri. Bahkan mereka mengajarkan kepada aku dan Bintang bagaimana caranya bersyukur dengan apa yang kita punya" ungkap Bagas.
Morgan masih tetap mendengarkan semua cerita Bagas.
"Tadi malam Dewi mengajakku makan malam sederhana bahkan sangat - sangat sederhana. Kami makan malam di warung pinggir jalan sekitar Pantai Kuta. Aku rasa kalau aku mengajak kamu kesana, kamu pasti menolak. Begitu juga awal yang aku rasakan. Tapi ternyata aku salah Gan, saat aku sudah masuk ke warung itu aku lihat warungnya nyaman, bersih dan saat aku mekan ternyata hidangan mereka enak semua Gan. Aku mendapatkan sesuatu yang berbeda yang tampak bisa aku lukiskan. Makan dengan penuh keringat karena sambel yang sangat pedas tapi enak dan aku terus ketagihan dan akhirnya aku kenyang dan puas" sambung Bagas.
"Sekarang aku berpikir begitu juga dengan kehidupan ini, kalau kita dengan mudah mendapatkan apa yang kita mau, hidup dengan segala kemewahan tanpa ada tantangan rasanya bosan bukan?" tanya Bagas.
Morgan menganggukkan kepalanya.
"Ternyata hidup memang harus bervariasi Gan. Pahit, asin, asam dan terakhir manis. Bukan manis, asam, asin dan terakhir pahit. Tadi malam aku sudah merasakan semua itu dan saat aku keluar dari warung itu aku berniat, suatu saat aku akan datang kembali ke warung itu. Pengajaran yang simpel tapi sangat berarti dalam hidup ini. Jika kita hidup tanpa rasa syukur kita akan letih Gan. Kita akan merasa terus menerus haus akan dunia ini hingga sampai pada titik bosan dan lelah tapi tidak tau harus berbuat apa. Rasa syukur akan memberikan kita benteng atau tahapan. Nih aku sudah sampai pada titik ini. tinggal memutuskan mau lanjut atau cukup sampai di situ. Rasa syukur itu seperti alarm dalam hidup kita, bahwa kita sudah bisa melewati sebuah tahapan kehidupan. Kalau tidak ada rasa syukur kita terus saja berlari mencari sesuatu yang kita tidak tau ujungnya. Bisa kamu bayangkan letih dan hampanya hidup ini?" ujar Bagas.
"Bisa Gas, saat ini itulah yang sedang aku rasakan terlebih setelah kamu menikah. Aku seperti hilang semangat hidup untuk bersaing" ungkap Morgan.
Bagas tersenyum mendengar jawaban jujur Morgan.
"Hahaha.. ternyata aku hebat ya bisa membuat kamu jadi semangat hidup. Berarti aku donk peri hati kamu" goda Bagas.
"Sialan kamu.. aku masih selera sama perempuan" tolak Morgan.
Morgan kembali menatap ke arah pantai.
__ADS_1
"Tadi saat kita bertemu di pesawat aku perhatikan kamu dan istri kamu. Aku melihat ada yang berubah dari kamu. Sekarang kamu lebih santai, sederhana dan rileks seperti gak ada beban" ujar Morgan.
"Ya kamu benar, aku juga sadar akan hal itu dan semuanya sungguh nikmat Gan" sambut Bagas.
"Aku melihat saat kita sampai di Bandara kamu dan istri kamu singgah di mushola untuk shalat. Wajah kamu terlihat sangat tenang dan tentram Gas" ungkap Morgan.
Bagas menarik nafas panjang.
"Kamu ingin merasakannya, coba deh kamu lakukan sekali dijamin kamu pasti ketagihan. Persis sama seperti saat aku melihat Bintang berubah dulu. Aku sangat penasaran. Diam - diam aku mengikuti dan mencobanya ternyata rasanya luar biasa Gan. Nanti saat kamu sudah mencobanya kamu pasti akan tau sendiri bagaimana rasanya " jawab Bagas semangat.
Morgan memperhatikan wajah Bagas yang berbinar, sepertinya dia memang sangat bahagia saat ini. Sesuatu yang dia sudah lupa kapan terakhir dia merasakan hal seperti itu.
"Aku ingin mencari dan menemukan peri hatiku Gas. Dewi punya adik lagi gak?" tanya Morgan.
"Punya" jawab Bagas.
"Serius" balas Bagas dengan senyum nakalnya.
"Namanya Li.. Aaaa.. Liii" jawab Bagas.
"Sialan lo.. lo kira gua jeruk makan jeruk" umpat Morgan.
"Hahahaha.... " tawa Bagas pecah.
Tiba - tiba Bagas ingat sesuatu.
"Eh Gan kamu masih ingat Rita gak?" tanya Bagas.
__ADS_1
Morgan terkejut tapi setelah itu dia berhasil menetralkan sikapnya seperti semula.
"Ingatlah" jawab Morgan.
"Beberapa minggu yang lalu aku bertemu dengannya saat belanja bersama istriku. Dia sedang hamil lho... perutnya udah besar, aku rasa usia kandungannya sudah lumayan tuh" cerita Bagas.
Benarkah? Ternyata dia membohongiku dan mempertahankan kandungannya. Ucap Morgan dalam hati.
"Oh ya?" tanya Morgan pura - pura.
"Kamu tau dia sudah menikah?" tanya Bagas.
"Aku gak tau. Emang kenapa? Kamu gak tanya sama dia, udah nikah apa belum?" Morgan balik bertanya.
"Aku sudah bertanya tapi dia tidak menjawabnya dan langsung pergi seperti sedang mengelak dengan pertanyaanku. Wajahnya langsung tampak sedih saat aku bertanya seperti itu, membuat aku jadi merasa bersalah. Aku melihat dia pergi, aku merasa tubuhnya sangat rapuh dan kesepian. Entah mengapa firasat aku mengatakan kalau dia sedang menanggung beban yang sangat besar. Mungkin dia punya masalah yang sangat berat. Sayang padahal dia wanita baik lho.. kita lah yang salah suka mempermainkan wanita seperti dia. Tapi aku jujur sama kamu saat aku pacaran dengan dia, aku belum bertindak jauh padanya. Gak tau kalau kamu ya hahaha... tapi bener deh Gan, aku ngerasa kasihan melihat dia seperti itu. Berjalan dengan wajah sedih sambil mengelus perutnya, heran kemana suaminya coba. Istri udah susah payah mengandung dan membawa benihnya di dalam perut eh malah diabaikan dan dibiarkan sendiri. Pria tak bertanggung jawab. Mending gak usah nikah kalau jadi pria seperti itu. Walau aku playboy dulu aku selalu bermain bersih dan aman. Aku tidak mau menambah kesalahan setelah kesalahan yang sebelumnya aku lakukan. Saat melakukannya aku tau itu perbuatan salah tapi setidaknya kalau wanita itu tidak hamil aku tidak menambah kesalahanku itu yang mengakibatkan rusaknya masa depan" ujar Bagas panjang.
Kata - kata Bagas saat itu benar - benar menusuk hati Morgan. Tapi herannya dia tidak merasa marah kepada Bagas karena sudah begitu. Morgan malah merasa bersalah dengan apa yang telah dia lakukan dulu.
Morgan menarik nafas panjang.
Maafkan aku Tuhaaaan...
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1