Tiara

Tiara
Tidak bisa bertemu Ibu lagi


__ADS_3

Siti tiba di rumahnya sekitar jam lima sore.


"Dari mana kamu?" tanya Tarjo.


"A.. aku habis dari rumah teman Mas" jawab Siti ketakutan.


"Ngapain?" tanya Tarjo lagi.


"Mmm.. anu Mas, syukuran anaknya tamat kuliah" jawab Siti hati - hati.


"Dari tadi pagi?" bentak Tarjo.


Siti hampir saja melompat karena terkejut


"Di.. dia.. minta dibantuin Mas jadi pagi - pagi aku udah ke rumahnya bantuin dia masak" jawab Siti takut.


"Dengan baju cantik begini kamu masak?" desak Tarjo.


"I.. iya Mas, aku gak bawa baju ganti Mas karena setelah selesai masak kan dia gelar acara syukuran" balas Siti.


"Kamu sudah pintar bohong ya" teriak Tarjo.


"Aa.. aku gak bohong Mas" ucap Siti.


"Aliiiii.... " panggil Tarjo.


"Aaaaliiiiiiiii" teriak Tarjo.


"Yaaa Paaak" jawab Ali yang datang dari arah dapur dengan wajah ketakutan.


"Coba kamu jawab, Ibu kamu tadi kemana?" tanya Tarjo.


Ali menatap wajah Ibunya dengan rasa bersalah dan minta perlindungan.


"Cepat katakan" bentak Tarjo.


Ali terkejut, tubuhnya bergetar.


"Pe.. pergi ke a..acara wi...suda Kak Ara" jawab Ali terbata - bata.


"Yang kuaaaat" desak Tarjo.


"Pergi ke.. acara wisuda kak Ara" ulang Ali.


"Dengar?" teriak Tarjo ke arah Siti.


Ali terlihat sangat ketakutan dan mulai menangis.


"Aku sudah ingatkan kamu untuk tidak menemui dan berhubungan dengan anak itu lagi. Untuk apa kamu menghadiri wisudanya. Dia itu anak gak tau diri, bisanya cuma membuat malu orang tua saja. Hamil di luar nikah dan gak tau siapa Bapak dari anaknya" teriak Tarjo.


Siti segera menutup telinga Ali dan mencoba menenangkan Ali yang sedang nangis.


"Kamu lagi, jadi laki-laki gak boleh cengeng. Taunya nangis saja" bentak Tarjo pada anaknya.

__ADS_1


"Mas jangan marahin Ali, dia gak tau apa-apa" bela Siti.


"Apa? Mau belain anak lagi. Lihat hasil kerja kamu yang selalu membela anak - anak kamu. Apa hasilnya? hamil kan seperti Tiara?" ejek Tarjo.


"Dia di jebak Mas, dia diajak temannya ke diskotik dan diberi minuman yang tidak pernah dia minum sampai dia mabuk" bela Siti.


"Halaaaah dasar Tiaranya yang centil, di ajak ke diskotik kok mau. Dia kan bukan dipaksa datang ke situ. Kalau dia tidak mau dia bisa menolak dan pulang sendiri. Apa susahnya, tinggal panggil taxi" ucap Tarjo merendahkan.


"Itu sudah malam Mas dan bahaya untuk seorang gadis pulang sendiri" jawab Siti.


"Buktinya dia juga pulang sendiri kan? Dan pulang - pulang bunting" umpat Tarjo.


"Tapi Mas.... "


"Sudah.. sudah.. aku gak mau dengar alasan apapun dari kamu. Ingat, aku melarang kamu menemui dan berhubungan dengan Tiara lagi. Kalian juga dengar Ali, Dewi. Kalau tidak Bapak akan mengusir kalian dari rumah ini. Paham!! " ancam Tarjo.


Siti dan anak - anaknya hanya diam dan tidak berani menjawab ucapan Tarjo. Tarjo pergi meninggalkan rumahnya, seperti biasa dia akan bersenang - senang dengan teman - temannya sampai pagi.


Kaki Siti langsung lemas dan dia terduduk di lantai.


"Bu... maafkan Ali" Ali memeluk erat tubuh Siti.


"Iya nak. Gak apa-apa" jawab Siti.


"Bapak tadi mengancam Ali kalau tidak berkata jujur Bu, Ali ketakutan dan mengatakan semua. Ibu pergi dari pagi ke acara wisuda Kak Ara" bela Dewi.


"Iya gak apa - apa nak" Siti mencoba mendiamkan kedua anaknya.


"Nanti pasti ada jalan keluarnya nak, yang penting kita turuti saja dulu perkataan Bapak kamu. Kakak kamu juga saat ini keadaannya baik - baik saja" balas Siti.


Sejak saat itu Tiara tidak bisa lagi bertemu dan berhubungan dengan Ibu dan adik - adiknya. Demi keamanan mereka Tiara memilih untuk tetap diam dan tidak berusaha melawan peraturan yang telah dibuat Tarjo, Bapak Tiri Tiara.


Dua bulan berlalu, kehamilan Tiara sudah berusia empat bulan. Perutnya sudah terlihat semakin membesar.


Di Cafe semua teman - temannya sudah tau masalah yang dialami Tiara dan mereka sangat baik, mau membantu Tiara di saat Tiara dalam keadaan susah.


Bersyukur Tiara masih di kelilingi oleh orang - orang baik. Teman kerja Tiara semua tau kalau Tiara bukanlah wanita jahat yang sembarangan berkenalan apalagi berkencan dengan seorang pria.


Mereka percaya kalau Tiara memang benar-benar di jebak sehingga dia mabuk dan hamil. Mereka sering membantu dan memanjakan Tiara yang sedang hamil saat bekerja.


Tiara tidak boleh terlalu lelah dan tidak boleh mengangkat sesuatu yang berat. Sering sekali Tiara diberikan kerjaan yang santai dan ringan.


Tiba saatnya Ridho lulus kuliah. Besok adalah acara wisuda Ridho. Keluarganya dari kampung sudah datang ke Jakarta.


Ibu dan Bapak Ridho menginap di kos - kosan mereka. Saat kedua orangtuanya tiba di kosan mereka, Ridho mengenalkan Tiara sebagai temannya.


"Kenalkan Pak, Bu ini Tiara" ucap Ridho.


Tiara menjabat tangan kedua orang tua Ridho dengan hormat. Dia menjabat dan mencium tangan Bapak dan Ibu Ridho.


"Tiara Bu, Pak" ucap Tiara memperkenalkan diri.


"Kami Bapak dan Ibunya Ridho, baru datang dari kampung" jawab Bapak Ridho.

__ADS_1


Ibu Ridho memperhatikan penampilan Tiara dari atas sampai ke bawah. Dia melihat perut Tiara yang sudah semakin terlihat.


"Kamu lagi hamil?" tanya Ibu Ridho.


"Iya Bu" jawab Tiara ramah.


"Sudah berapa bulan?" selidik Ibu Ridho.


"Empat bulan Bu" jawab Tiara.


"Suaminya mana?" tanya Ibu Ridho penasaran.


"Gak ada Bu" jawab Tiara jujur.


"Lagi di luar kota mungkin Bu" ucap Bapak Ridho merasa gak enak kalau istrinya terlalu ikut campur dengan hidup Tiara.


"Ooo... Kami masuk dulu ya" Ibu Ridho pamit dan masuk ke dalam kamar Ridho.


Malam ini Bapak dan Ibu Ridho tidur di kamar Ridho sedangkan Ridho akan menumpang di kamar teman kos mereka yang lainnya.


"Kamu istirahat aja Ra, kamu kan baru pulang kerja. Gak boleh terlalu capek. Ingat pesan dokter" ucap Ridho mengingatkan.


"Iya Dho. Aku masuk ke kamar ya" jawab Tiara.


"Oke, selamat malam Ra. Mimpi indah" balas Ridho.


Tiara masuk ke dalam kamarnya, Ridho pun masuk ke dalam kamarnya dimana Ibu dan Bapaknya sedang beristirahat.


"Ibu lihat sepertinya kamu mempunyai perhatian khusus pada wanita itu?" selidik Ibu Ridho.


"Aku kasihan melihatnya Bu, hamil dan tidak ada suaminya" jawab Ridho.


"Kasihan apa cinta? Perasaan Ibu mengatakan apa yang kamu lakukan itu lebih dari sekedar kasihan" bantah Ibu Ridho.


Ridho hanya diam dan berusaha mengerjakan sesuatu agar Ibunya berhenti mencari tau tentang Tiara.


"Kemana suaminya?" tanya Ibu Ridho ingin tau.


"Dia.. dia wanita yang baik Bu. Empat bulan yang lalu dia di jebak temannya dan mabuk sehingga dia bertemu seorang pria dan hamil" jawab Ridho jujur.


"Tuh benar ke khawatiran aku Mas. Mana ada wanita baik - baik hamil di luar nikah. Itu namanya dia perempuan nakal" tegas Ibu Ridho.


"Bu.... " tegur Bapak Ridho.


"Ibu tidak suka kalau kamu dekat apalagi suka dengan dia. Di luar sana masih banyak perempuan baik - baik. Apalagi besok kamu akan di wisuda, kamu akan menjadi sarjana dan sebentar lagi akan mendapatkan pekerjaan bagus untuk masa depan kamu. Jaga jarak kamu dengan wanita itu. Ibu tidak suka" larang Ibu Ridho.


"Bu.... "


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2