Tiara

Tiara
Senangnya Menggodamu Part. 2


__ADS_3

Setelah selesai mengundang Roy dan Dian, Bintang dan Tiara pamit balik ke Bandung. Bintang mengantarkan Tiara dan Bintang ke rumahnya. Mereka sampai di Bandung tepat jam sepuluh malam.


Tegar sudah tidur di kursi belakang mobil Bintang. Sesampainya di rumah, Bintang langsung menggendong Tegar dan membawanya masuk ke dalam kamar.


Tiara dengan sigap mengganti baju Tegar dengan baju tidur kemudian mematikan lampu kamar Tegar dan menggantinya dengan lampu tidur.


Setelah itu mereka keluar kamar dan berjalan menuju pintu keluar.


"Mas langsung pulang ke Jakarta?" tanya Tiara.


"Nggak donk Tiaraaaa.. aku mau bareng kamu mengurus pernikahan kita. Besok kita temui Pak RT untuk mengurus surat - surat pernikahan kita. Trus besok kita cetak undangan kemudian mencari WO yang akan menyiapkan semua segala sesuatu yang diperlukan. Besok juga kita akan mencari cincin nikah kan?" ungkap Bintang.


Tiara terdiam mendengar semua penjelasan Bintang. Sungguh Tiara belum memikirkan semuanya. Dia saja masih belum percaya kalau minggu depan dia akan menikah. Rasanya seperti mimpi sebentar lagi mereka akan menjadi suami istri.


"Kamu mau mahar apa?" tanya Bintang.


"Seperangkat alat shalat saja Mas" jawab Tiara.


"Yakin kamu hanya minta itu saja?" tanya Bintang serius.


"Aku tidak mau memberatkan Mas" balas Tiara.


"Ra aku bisa memberikan kamu lebih" ujar Bintang.


"Seperangkat alat shalat saja cukup Mas. Kamu akan menjadi imamku jadi marilah pernikahan ini kita mulai dari situ. Menikah adalah untuk beribadah Mas dan ibadah wajib yang harus kita kerjakan setiap harinya adalah shalat. Cukup itu saja mas bagiku sudah cukup. Maka penuhilah mahar itu untuk menikahiku" ungkap Tiara.


"Kamu memang wanita yang baik Mas, di luar sana sangat banyak wanita yang akan meminta mahar yang jauh lebih mahal dan mewah dari itu. Aku memang beruntung mendapatkan kamu" ucap Bintang.


"Selama Mas tetap istiqomah untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, suami yang soleh, Papa yang bertanggung jawab bagi Tegar aku sudah sangat bahagia Mas. Mengenai materi bisa kita cari bersama dan kebahagian tidak melulu dari materi tapi kebahagiaan itu berasal dari ketenangan jiwa. Apabila jiwa kita sudah tenang pasti hati akan lapang dan kita akan merasa bahagia" jawab Tiara.


"Kamu benar Ra, dulu saat bersama orang tuaku semua materiku terpenuhi tapi aku merasa hampa, kesepian dan tidak bahagia" sambut Bintang.


"Rajinlah beribadah Mas, InsyaAllah kamu akan mendapatkan ketenangan jiwa" balas Tiara.


"Aku ingin beribadah bersama kamu Ra, dukung aku menjadi suami yang soleh ya dan satu hal yang perlu kamu tau. Biar hanya aku saja yang mencari nafkah. Kamu cukup dirumah saja mengurus aku dan anak - anak kita" tegas Bintang.


"Iya Mas, karena itu adalah caraku beribadah. Mengurus kamu dan anak - anak kita kelak" sambut Tiara.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu aku kembali ke Hotel ya, kita kan belum menikah jadi aku belum bisa menginap di sini. Sabar ya, minggu depan kita akan tinggal bersama selamanya" ikrar Bintang.


Tiara tersenyum mendengar perkataan Bintang.


"Aku akan bersabar Mas, menunggu lima tahun saja aku sabar apa lagi seminggu Mas" goda Tiara sambil tersenyum.


"Udah pinter godain aku ya, sepertinya aku yang sudah gak sabar menunggu seminggu lagi Ra" Bintang menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Kamu harus kuat Mas.. Sabar itu akan berbuah manis" ucap Tiara.


"Tapi godaan setan juga berat Ra, aku rasanya udah pengen banget peluk kamu sekarang" rayu Bintang.


"Maaaaaas" wajah Tiara cemberut dan dia memukul lengan Bintang.


"Tuh kan kamu sentuh - sentuh aku lagi. Iman aku bisa kuat Ra tapi imron aku lemah. Kalau tetangga lihat aku peluk kamu di sini kan bahaya. Bisa - bisa malah malam ini juga kita di nikahkan. Eh tapi sepertinya lebih baik begitu kan. Bukanya lebih cepat itu lebih baik?" goda Bintang.


"Maaaaaaas" panggil Tiara kesal.


"Hahaha... kamu makin cantik Ra kalau cemberut" rayu Bintang lagi.


"Kamu ngusir aku Ra?" tanya Bintang.


"Lebih baik aku yang ngusir Mas dari pada tetangga yang usir paksa kamu" jawab Elfa.


"Iya deh... demi kamu apapaun akan aku lakukan. Gunung tinggi akan kudaki, lautan ku seberangi" gombal Bintang.


"Ih Mas makin lebay ah" balas Tiara sambil mendorong tubuh Bintang dari belakang untuk mengusir Bintang dari rumahnya.


"Sabar Ron.. kamu harus ngalah sama si Iman. Minggu depan kita puas - puasin ga Ron... " ucap Bintang.


Ingin rasanya Tiara nyubit pinggang Bintang sangkin kesal nya di gombalin terus sama Bintang. Mungkin wajah Tiara saat ini udah merah seperti tomat.


Bintang masuk ke dalam mobilnya.


"Aku pergi dulu ya Ra, mimpi indah bidadari surgaku. Mimpikan aku malam ini ya" goda Bintang lagi sambil tersenyum nakal.


"Mas aku jadi geli dengar ocehan kamu dari tadi" protes Tiara.

__ADS_1


"Hahaha... Assalamu'alaikum Ra" Bintang menyalakan mobilnya.


"Wa'alaikumsalam" jawab Tiara sambil melambaikan tangannya ke arah Bintang.


Tiara tersenyum dan terus menatap kepergian Bintang sampai tak terlihat lagi.


*****


Sementara di sebuah Rumah Sakit di Jakarta. Seorang pria sedang terbaring lemah di atas tempat tidur karena dia baru saja sadar dari operasi pasang cincin di jantungnya.


"Ma.. siapa yang menyelamatkan aku saat aku terjatuh di Restoran kemarin?" tanya Pria itu.


"Kamu ingat Mas anak kecil yang pernah kita temui di Restoran waktu kita makan di Mall bulan lalu?" tanya Istrinya.


"Anak kecil yang mana?" tanya Pria itu.


"Anak yang aku bilang mirip putra kita. Kalau aku gak salah namanya Tegar" jawab istrinya.


"Tegar? Anak yang kita temui di restoran bersama kedua orang tuanya itu?" tanya pria itu.


"Iya Mas, dia yang melihat kamu jatuh kemudian dia berteriak minta tolong. Kamu tau Mas? Dia memanggil kamu eyang? Dan dia terlihat sangat khawatir melihat kamu tidak sadarkan diri" ungkap Istrinya.


"Dari mana kamu tau, apakah kamu melihatnya?" tanya pria itu lagi.


"Aku sudah menanyakannya kepada pihak Restoran. Aku meminta data anak itu siapa tau mereka mengenal orang tuanya. Aku ingin mengucapkan terimakasih kepadanya karena dia telah menyelamatkan kamu Mas. Kata Dokter kamu tiba di Rumah Sakit dalam waktu yang tepat. Telat sedikit saja nyawa kamu tidak akan tertolong lagi Mas. Kita berhutang budi kepada anak kecil itu. Dia sangat pemberani dan juga tampan. Tatapannya mengingatkan aku pada putra kita" ungkap Istrinya sedih.


"Ma.. sudahlah. Aku tidak mau membahasnya di sini dan dalam keadaan aku seperti ini. Kamu mau aku terkena serangan jantung lagi?" tanya pria itu.


Istrinya menggelengkan kepalanya masih dengan tatapan sedih.


"Ya sudah Ma, nanti kalau aku sudah keluar dari rumah sakit dan sudah sembuh kita akan cari anak itu. Aku ingin mengucapkan terimakasih langsung kepadanya" ucap pria itu.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2