
Sepekan berlalu, kini Pak Bambang sudah diperbolehkan pulang ke rumah oleh Dokter. Siti dan kedua anaknya juga sudah balik ke Bandung diantar supir Bintang. Sedangkan Bagas kembali ke Singapura untuk urusan perusahaannya.
Bintang kembali ke aktivitasnya sehari - hari mengurus perusahaannnya. Hari ini pekerjaannya sangar banyak karena sudah dia tunda seminggu selama Papanya dirawat di Rumah Sakit.
Proses hukum untuk Tarjo terus berjalan. Bintang memakai jasa pengacara terkenal untuk menuntut Tarjo dengan hukuman yang paling tinggi.
Untung saja istrinya sedang hamil saat ini kalau tidak Bintang ingin sekali rasanya menjadi keberadaan Ida mantan teman Tiara yang dulu ikutan menjebak Tiara.
Pasti dia yang sudah melaporkan dan memberikan informasi pada Tarjo tentang kehidupan Tiara sehingga Tarjo bisa menemukan sekolah Tegar.
Kalau keamanan rumah Bintang tidak perlu takut lagi karena Bintang membuat penjagaan yang ketat di rumahnya. Tiara juga tidak boleh lagi bepergian sendirian kalau tidak bersama supir.
Sejak peristiwa penusukan Pak Bambang Tiara lebih sering bertemu dengan kedua orang tuanya. Itu membuat Bintang merasa lebih lega. Karena orang - orang tersayangnya kini sudah berkumpul sehingga tidak sulit lagi untuk memantau keselamatan mereka.
Seperti hari ini pagi - pagi sebelum Bintang berangkat ke kantor terlebih dahulu Bintang mengantarkan Tegar ke sekolah setelah itu dia mengantarkan istri tercintanya ke rumah orang tuanya baru setelah itu Bintang pergi ke kantor.
Walau jadi lebih lama sampai ke kantor tapi tidak masalah buat Bintang yang penting dia bisa membahagiakan orang - orang yang paling dia sayang.
Bintang sudah menyampaikan kepada Tiara kalau hari ini dia akan pulang malam karena lembur. Dan Tiara akan berada di rumah Papa dan Mamanya sampai nanti malam Bintang yang akan menjemput mereka setelah pulang dari kantor.
Tiara dan Bu Bambang melanjutkan keingingan Tiara yang tertunda minggu lalu yaitu memakan mangga muda dari pohon mangga halaman rumah Pak Bambang.
Karena Pak Bambang masih dalam masa pemulihan, kali ini Mang Kardi yang bertugas untuk mengambil mangga muda dari pohon.
Pak Bambang hanya menyaksikan kegiatan mereka dari teras belakang rumah. Sudah seminggu ini Pak Bambang merasakan hidupnya kembali bersinar dan bersemangat.
Kini rumahnya tak lagi sesepi dulu, ada Tiara dan Tegar yang akan selalu datang ke rumahnya menemaninya dan bermain bersamanya.
Pak Bambang sudah menyuruh Mang Kardi memberi mainan yang banyak untuk Tegar kalau dia sedang bermain di rumah ini. Pak Bambang juga sudah menugaskan Bik Sumi untuk membersihkan kamar Bintang dulu. Untuk tempat istirahat Tiara kalau mereka sedang main ke rumah ini.
__ADS_1
Setelah mengambil mangga muda Bu Bambang dan Tiara duduk santai di sofa teras belakang rumah bergabung bersama Pak Bambang.
Tak lama Bik Sumi datang dengan membawa bumbu rujak yang dia ulek dengan sangat sederhana. Hanya menggunakan cabai di ulek pakai gula dan kecap.
Mmmm... air liur Tiara sudah deras mengalir dan tak sabar untuk segera menikmati mangga muda dari hasil halaman rumah mertuanya.
"Gimana Ra, enak?" tanya Bu Bambang.
"Enak banget Ma... " jawab Tiara sambil terus memakan mangga muda itu.
"Melihat kamu makan, gigi Papa rasanya ngilu banget Ra. Gak asem tuh mangganya?" tanya Pak Bambang.
"Nggak Pa, enak banget mangganya Pa" jawab Tiara lagi.
"Itulah kalau namanya hamil muda Pa. Kalau kita dalam keadaan normal seperti ini tidak akan sanggup makannya pasti asyeeeem banget" sambut Bu Bambang.
Pak Bambang memperhatikan wajah menantunya yang sedang asik makan mangga muda.
"Ra.. kamu kenal Siska mantan pacarnya Bintang?" tanya Pak Bambang.
"Papa.. ngapain sih nanya - nanya begituan sama Tiara. Wanita itu kan bagian dari masa lalu Bintang, ngapain coba di ingat - ingat?" ucap Bu Bambang tak enak hati pada Tiara.
"Kenal Pa, aku pernah melihatnya sekali saat aku sedang mengandung Tegar. Waktu itu usia kandunganku tiga bulan. Hari itu aku baru saja di wisuda dan aku merayakannya dengan makan di sebuah restoran mewah bersama sahabat aku. Di situ aku bertemu dengan Mas Bintang dan pacarnya. Karena aku sudah memakai jilbab mungkin Mas Bintang tidak mengenaliku sehingga dia berlalu begitu saja. Waktu itu sahabat aku ingin menemui Mas Bintang tapi karena aku melarangnya dan ditambah lagi kandunganku kram. Aku kesakitan, jadi kami segera meninggalkan restoran itu" ungkap Tiara.
"Kenapa kamu gak mau menemui Bintang saat itu Ra, kamu kan sedang hamil anaknya?" tanya Bu Bambang.
"Tegar ada karena ke khilafan kami Ma, bukan karena kami ingin dan dengan sadar membuatnya. Aku juga melihat pada saat itu Mas Bintang sangat mencintai pacarnya. Aku tidak mau menjadi perusak hubungan orang lain dan menjual alasan aku hamil anaknya Mas Bintang. Aku takut Mas Bintang tidak mengenaliku dan menyuruhku berbohong atau aku takut Mas Bintang menyuruhku untuk menggugurkan kandunganku. Makanya saat itu aku memilih diam dan membesarkan anakku sendiri" ungkap Tiara.
"Kamu sangat kuat waktu itu ya Ra, kamu di usir Bapak Tiri kamu. Kamu bekerja sambil mengandung plus kamu juga berhasil menyelesaikan kuliah kamu di saat bersamaan. Kamu hebat Ra" puji Bu Bambang.
__ADS_1
"Syukurlah akhirnya Bintang memilih kamu karena dari informasi yang Papa dapatkan mantan pacarnya Bintang yang bernama Siska itu adalah wanita yang gak benar. Dia hanya memanfaatkan cinta Bintang untuk mendapatkan fasilitas dan kekayaan Bintang" ucap Pak Bambang.
"Yang aku dengan dari Mas Bagas, Mas Roy dan Mbak Dian, Siska itu memang wanita seperti itu Pa. Setelah kejadian itu aku tidak pernah lagi bertemu dengan wanita itu. Gak tau kalau Mas Bintang Pa, Ma. Apakah setelah putus dia pernah bertemu lagi dengan mantan pacarnya itu" balas Tiara.
"Papa akan beri Bintang peringatan jangan sampai dia tertipu lagi dengan bujuk rayu wanita iblis itu. Kalau Setan sangat sulit mengusirnya, dia pasti sangat senang kalau kita sampai tergoda" ucap Pak Bambang.
"Oh iya aku baru ingat Ma, aku pernah bertemu dengan wanita itu sekali lagi. Waktu itu aku menemani Mbak Dian mempersiapkan pernikahannya dengan Mas Roy. Tapi saat itu dia hanya mengatakan kata - kata yang menyakiti Mbak Dian sih Ma, Pa. Tapi aku dan Mbak Dian tidak memperdulikannya. Akhirnya dia kesal dan meninggalkan kami" sambung Tiara.
"Lain kali kalau bertemu dia lagi lebih baik menghindar Ra, apalagi kamu sedang hamil seperti ini. Papa tidak mau dia melakukan sesuatu yang membahayakan kamu dan kandungan kamu" ujar Pak Bambang.
"Iya Pa" balas Tiara.
"Terus gimana kabar teman kamu yang dulu ikut menjebak kamu di diskotik Ra?" tanya Bu Bambang.
"Kabar terbaru yang aku kenal dari teman - teman yang aku temui di reuni kampus beberapa bulan yang lalu. Kata mereka Ida sudah bercerai dengan suaminya Ma. Karena suaminya merasa telah di bohongi oleh Ida. Dia mengaku pada suaminya kalau dia sebelumnya diperkosa makanya dia sudah tak berseg lagi saat menikah dengan suaminya dan suaminya itu bisa menerima dengan lapang dada. Eh rupanya Ida berbohong, apalagi waktu reuni Mas Bintang sudah mempersiapkan rekaman CCTV saat Ida dan pacarnya dulu menjebakku di diskotik. Suaminya semakin marah kepada Ida Pa karena hal itu" ungkap Tiara.
"Kalian harus berhati - hati. Orang yang seperti itu hatinya sudah dikuasai dendam dan kebencian. Sampai kapanpun dia pasti tidak senang melihat kalian bahagia. Jika ada kesempatan dia pasti akan berbuat jahat. Papa yakin dia juga yang memberi tahu kepada Bapak Tiri kamu mengenai keberadaan kamu di Jakarta. Sampai Bapak Tiri kamu bisa tau dimana Tegar sekolah" ungkap Pak Bambang.
"Aku dan Mas Bintang juga sudah menduga seperti itu Pa, makanya Mas Bintang memperketat penjagaan dan keamanan rumah, aku dan Tegar" balas Tiara
"Semoga tidak terjadi lagi hal - hal yang tidak di inginkan ya Ra" sambut Bu Bambang.
"Aaamiiin.. "
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1