
"Jadi kamu mencintai Mas Bintang?" tanya Tari.
Tiara menganggukkan kepalanya.
"Oh ya ampun Ra.... " sambut Tari.
"Aku kan gak mungkin bilang sama Mas Bintang Ai, aku punya harga diri. Kalau dia gak suka sama aku gimana coba. Kan gak enak kalau setiap ketemuan sama dia kami jadi canggung. Sementara kami setiap minggu pasti bertemu" ungkap Tiara.
"Mmm... kamu mau gak aku kasih saran?" tanya Tari.
"Apaan" jawab Tiara.
"Sini aku bisikin" Tari membisikkan sesuatu ide kapada Tiara.
"Kamu yakin ini berhasil?" tanya Tiara.
"Dia akan merasakan kehilangan kalau kamu sudah menjauh" jawab Tari.
"Kalau dia memang gak ngerasa apa - apa, misalnya biasa saja?" tanya Tiara.
"Ya lanjut aja menjauh dari dianya. Sekalian lupakan dia dan cari pria lain. Ngapain juga ngarep orang yang jelas - jelas gak ada rasa sama kita Ra. Capek nanti kamunya" balas Tari.
"Iya deh, gak ada salahnya ku coba. Setidaknya aku lega akan mendapatkan jawabannya meskipun bisa jadi itu hal yang buruk. Daripada aku bimbang terus mau maju atau mundur" ucap Tiara.
"Nah gitu lebih baik" sambung Tari.
"Makasih ya Ai" ujar Tiara.
"Ya sudah kamu siap - siap. Katanya Mas Bintang mau datang" perintah Tari.
"Oke aku siapin Tegar dulu" Tiara berjalan menuju kamar mereka dimana Ridho masih bermain dengan Tegar.
"Dho.. keluar gih, aku mau nyiapin Tegar. Sebentar lagi Papa nya mau datang" usir Tiara.
Tiara dan Ridho kini sudah seperti saudara. Ridho sudah lama mengubur perasaannya kepada Tiara dan memilih jalan untuk melabuhkan hatinya pada wanita lain yaitu istrinya Tari.
"Oke Bos" jawab Ridho. Dia pun segera keluar dari kamar tamu.
Satu jam kemudian Bintang sudah sampai di rumah Ridho.
"Assalamu'alaikum.. Maaf apakah ini rumah Ridho?" tanya Bintang sopan.
"Ya saya sendiri" jawab Ridho ketika menerima kedatangan Bintang di depan pintu rumahnya.
"Kamu masih ingat saya, kita pernah bertemu di toilet Cafe, waktu itu kamu sedang bersama Tegar dan saya kira Tegar adalah anak kamu. Ternyata dia anak saya" ucap Bintang.
"Ya saya kenal Anda, jauh sebelum itu. Saat Tiara melahirkan saya sempat mencari Anda di apartemen tapi Anda tidak ada" ungkap Ridho.
"Maaf waktu itu saya sedang mengalami masalah besar dalam hidup saya sehingga saya meninggalkan Jakarta hampir setengah tahun" jawab Bintang.
"Silahkan masuk" ajak Ridho.
Mereka masuk kedalam rumah Ridho.
__ADS_1
"Kita belum berkenalan. Saya Bintang Prakasa" Bintang mengulurkan tangannya.
"Saya Ridho Atmaja" sambut Ridho dan mereka saling berjabat tangan.
"Silahkan duduk" ucap Ridho mempersilahkan Bintang duduk.
Tak lama Tegar berlari dari arah kamar tamu.
"Papaaaaaa" teriak Tegar.
"Sayaaaang... Papa kangen" mereka saling berpelukan.
"Aku juga kangen Papa" jawab Tegar.
Dibelakang ada Tiara dan Tari yang berjalan menyusul Tegar.
"Kenalkan Mas sahabat aku" Tiara memperkenalkan Tari kepada Bintang.
"Bintang.. " ucap Bintang.
"Tari" sambut Tari, mereka saling berjabat tangan.
"Jadi mereka berdua sahabat kamu yang menikah di Jogja Ra?" tanya Bintang.
"Lho kok tau Mas?" tanya Tari.
"Waktu itu tidak sengaja saya bertemu Tegar dan Tiara diwaktu yang berlainan. Tegar sedang duduk di taman sedangkan Tiara waktu itu malah sedang menangis di taman. Katanya di dalam pesta ada seorang Ibu yang menghina dan merendahkannya" ungkap Bintang mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu.
Ridho menatap lekat wajah Tiara, tapi Tiara mencoba membuang muka dan tidak menanggapi perkataan Bintang.
"Baru kok. Dari kantor tadinya aku mau masuk tol langsung ke Bandung, karena telepon Tegar tadi aku langsung ke sini. Nih aku bawain makanan kesukaan Tegar KF*" jawab Bintang.
"Horeeeee.. Papa bawa KF*. Makasih Papaaaa" teriak Tegar senang.
Tegar kembali memeluk Papanya.
"Pa besok aku mau ke Ancol sama Mama, Eyang, Tante Dewi dan Om Ali. Papa mau ikut?" tanya Tegar memberi tawaran.
"Kalau boleh Papa mau" jawab Bintang.
"Boleh ya Ma.. Papa ikut?" rengek Tegar.
"Iya.. iya.. Papa kamu boleh ikut. Tapi malam ini jangan kemana - mana dulu ya. Nanti kamu kecapekan. Besok kan kita mau pergi seharian" jawab Tiara.
"Oke Ma. Kita gak kemana-mana kan Pa. Kita di rumah Papa Dho aja main game" ucap Tegar.
Membuat semua tersenyum mendengar ocehan Tegar. Anak itu memang sangat pintar mencairkan suasana.
Bintang melirik Tiara.. Kamu cantik sekali hari ini Ra. Akh... kamu memang selalu cantik tapi hari ini lebih cantik. Bisikan hati Bintang.
"Ra kita siapin makan malam yuk, biar Mas Bintang ikutan makan bareng kita" ajak Tari.
"Iya Ai" jawab Tiara.
__ADS_1
Ridho dan Bintang ditinggalkan bersama Tegar di ruang tamu. Bintang dan Ridho asik mengobrol tentang bola sedangkan Tegar sedang asik main game di HP Mamanya.
"Ra, aku lihat tadi Mas Bintang sering curi - curi pandang sama kamu" goda Tari.
"Ah itu mungkin perasaan kamu aja Ai. Biasanya kalau cuma bertiga dia suka dingin padaku. Cuma sama anaknya saja. dia sering bercanda dan tertawa" balas Tiara.
"Canggung kali Ra mau ngobrol sama kamu. Malu - malu gitu" ledek Tari.
"Sudah ah.. gak usah bicara itu lagi ntar dia dengar GR lagi" ucap Tiara.
"Mulai besok kamu praktekkan deh yang aku bilang" suruh Tari.
"Iya.. aku akan coba" jawab Tiara.
Malam itu mereka makan malam bersama di rumah Ridho dan Tari.
*****
Keesokan harinya jam delapan pagi Bintang sudah sampai di rumah Ridho untuk menjemput Tegar dan Tiara.
Dia menggunakan kaos kerah dan celana katun di bawah lutut plus kaca mata hitam. Terlihat sangat bergaya dan sangat tampan.
Ternyata dia membawa sepasang baju yang sama untuk Tegar dan menyuruh Tegar memakai baju itu.
Jadilah ayah dan anak itu pergi ke Ancol dengan baju couple.
Ditempat yang sudah ditentukan Tiara, Ibu dan dua adiknya sudah menunggu. Tepat pukul sembilan pagi Tiara sudah sampai di tempat itu dengan mobil Bintang dan Bintang sendiri yang membawanya.
"Masuk dulu Bu" perintah Tiara. Dia takut Bapaknya atau ada orang yang mengenal mereka melihat Tiara bertemu dengan Ibu dan adik - adiknya.
Di dalam mobil, baru Tiara mencium tangan Ibunya begitu juga Tegar. Dan adik - adiknya juga mencium tangan Tiara.
"Tegaaaaaar.. eyang kangen Tegar" ucap Siti.
"Tegar juga kangen eyaaang, Tante Dewi dan Om Ali" balas Tegar.
"Akhirnya bisa ketemu langsung sama Tegar. Tante sudah gak sabar dari kemarin sampai tadi malam rasanya sulit sekali tidur" ucap Dewi.
Tegar tersenyum lebar mendengar perkataan Tante nya itu.
"Oh iya Bu, kenalkan ini Mas Bintang, Papanya Tegar.... "
.
.
BERSAMBUNG
Pagi readers.. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram bagi pembaca yang beragama Islam. Dan buat teman - teman yang tidak memperingatinya, selamat liburan.
Semoga kita semua sehat selalu.
Oh ya... dukung terus novelku ya, jangan lupa like, koment dan votenya.
__ADS_1
Terimakasih