
Keesokan harinya Bintang dan Tiara juga Tegar kembali ke apartemen Bintang. Begitu mereka masuk ke dalam apartemen, Tiara sangat terkejut melihat perubahan apartemen tersebut.
"Waaah Mas hebat sekali mereka, satu hari saja sudah bisa merubah suasana di apartemen ini" ucap Tiara.
Kini dia terlihat tebih bersemangat.
"Iya donk sayang, Mas kan minta sama pengelola kalau Mas ingin suasana baru di apartemen ini. Sekarang semuanya sudah berubah kan? Kamu suka?" tanya Bintang.
"Suka Mas" jawab Tiara.
"Tegar, malam ini kita sudah bisa tidur di apartemen ini. Kamu juga sudah bisa tidur di kamar kamu" ujar Bintang.
"Asiiiik..... makasih Papa" jawab Tegar.
"Sama - sama sayang... kamu sudah bisa main di kamar kamu" balas Bintang.
"Oke Pa, Ma aku ke kamar dulu ya" Tegar segera berlari menuju kamarnya kemarin.
Tegar sangat senang, kini dia mempunyai kamar pribadi yang penuh dengan mainan dan kamarnya di hias dengan pernak - pernik superhero kesukaannya. Membuat dia lebih semangat pindah ke rumah baru.
Bintang menarik mesra tangan istrinya dan menuntunnya jalan menuju kamar mereka.
"Kamu masih trauma?" tanya Bintang.
Tiara meraba dadanya, jantungnya berdetak normal. Dia kini sudah lebih tenang dari pada kemarin.
Tiara segera menggelengkan kepalanya.
"Nggak Mas" jawab Tiara.
Bintang membuka pintu kamar mereka dan mengajak Tiara masuk. Tiara menarik nafas panjang dan melihat sekeliling kamar mereka.
"Bagaimana sayang?" tanya Bintang.
"Bagus Mas, sangat berbeda dengan kemarin dan aku suka" jawab Tiara lega.
Sungguh luar biasa pengaruh uang, dalam satu malam saja bisa merubah suasana di apartemen ini. Batin Tiara.
"Alhamdulillah syukurlah kamu suka. Aku jadi lega. Bagiku kebahagian kamu yang utama sayang. Kalau kamu tidak nyaman tinggal di apartemen kita bagaimana kita mau menjadi kehidupan kita ini ke depan. Walau memang kita berencana untuk memiliki rumah tapi kan kita gak bisa langsung pindah. Aku inginnya membangun sebuah rumah sesuai dengan keinginan kita bersama. Rumah masa depan kita bersama anak - anak kita nanti. Jadi tidak perlu terburu - buru dan untuk sementara kita tinggal di sini. Kenyamanan kamu yang paling penting sayang" ucap Bintang sambil memandang jauh kedalam mata Tiara.
__ADS_1
Tiara memeluk erat tubuh suaminya.
"Terimakasih Mas, kamu begitu menyayangiku. Sebenarnya aku tak butuh itu semua asalkan tetap bersama kamu" sambut Tiara.
"Kamu layak mendapatkan yang terbaik dari apa yang bisa aku lakukan untuk kamu dan anak kita karena kalianlah tujuan hidupku sekarang dan nanti. Aku tidak butuh yang lain" balas Bintang.
Bintang membalas pelukan mesra istrinya.
"Besok kita cari sekolah baru untuk Tegar kemudian mendaftarkannya setelah itu kita cari mobil untuk kamu ya" ujar Bintang.
"Maaas... aku terlalu banyak mendapatkan semuanya dari kamu. Aku sangat takut Mas kalau aku akan terbiasa akan hal itu dan bisa membuatku serakah" balas Tiara.
"Aku tau istriku ini seperti apa. Istriku ini adalah istri yang selalu bersyukur dan tidak pernah menuntut dan mengeluh. Kamu tidak memintanya padaku tapi aku yang memberikan semuanya untuk kamu. Memberikan apa yang bisa dan layak aku berikan untuk kamu. Kamu jangan merasa sungkan atau tidak enak hati lagi ya. Semua milikku sudah menjadi milik kamu, nikmatilah sayang. Sudah saatnya kamu bahagia. Jangan fikirkan orang lain ya" tegas Bintang.
Tiara merasa haru mendengar kata - kata mesra dari suaminya. Tanpa dia sadari air matanya mengalir di pipi.
"Sayang... " panggil Bintang lembut.
"Biar saja Mas, ini air mata bahagia. Aku bahagia menjadi istri kamu. Terimakasih Mas, terimakasih semua yang telah kamu lakukan untuk membahagiakanku" ujar Tiara.
Bintang tersenyum dan perlahan mengecup lembut bibir istrinya. Menikmatinya dan menyalurkan rasa cinta yang dalam untuk istrinya terkasih.
"Sudah adzan maghrib Mas, kita shalat ya, Mas wudhu duluan ya. Biar aku panggil Tegar, kita shalat bersama - sama" ucap Tiara.
Bintang melepaskan pelukannya dari Tiara dan bergegas melangkah ke kamar mandi sedangkan Tiara memanggil Tegar dan mengajaknya untuk shalat berjamaah bersama mereka.
Sudah begitu banyak kebahagiaan yang Allah berikan untuk keluarga kecil mereka. Kini saatnya mengucapkan rasa terimakasih yang sangat dalam kepada Sang Maha Pencipta atas semua karuaniaNYA.
Setelah Bintang selesai mengambil wudhu gantian Tiara setelahnya. Sementara Tegar sudah siap menunggu kedua orang tuanya di kamar.
Mereka shalat maghrib bersama - sama dengan khusyuk. Setelah itu mereka sama - sama berdoa untuk rumah tangga mereka.
Semoga Allah menganugerahi rumah tangga yang sakinah mawaddah warrahmah untuk rumah tangga Bintang dan Tiara. Dan di berikan anak - anak yang soleh dan solehah. Aamiin...
Setelah selesai shalat maghrib, Tiara bergegas ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk mereka.
"Yank kamu mau kemana?" tanya Bintang.
"Kedapur Mas, mau masak untuk makan malam kita" jawab Tiara.
__ADS_1
"Yank gak ada apa - apa di dapur. Aku tidak pernah belanja dan masak" ungkap Bintang sambil tersenyum.
"Jadi gimana donk ini?" Tiara balik bertanya.
"Kita makan di luar aja yuk setelah itu belanja, gimana?" balas Bintang.
"Boleh, Tegar mau?" Tiara melirik putranya.
"Mau Ma" jawab Tegar.
"Kalau begitu kamu bersiap ya. Mama mau ganti baju dulu setelah itu kita keluar" perintah Tiara pada Tegar.
"Siaaaaap" jawab Tegar sambil tersenyum.
Bintang menggeleng - gelengkan kepalanya karena gemas melihat tingkah putranya.
Sepuluh menit kemudian mereka sudah berada di mobil menuju restoran yang tidak jauh dari apartemen Bintang. Setelah selesai makan malam mereka singgah ke supermarket terdekat untuk berbelanja.
Bintang mendorong troly untuk membawa barang - barang yang ingin mereka beli. Sambil berbincang-bincang dan bercanda mereka memilih barang yang mereka inginkan.
Mencari, memilih dan mengambilnya setelah itu meletakkannya ke dalam troly. Bintang merasa inilah kehidupan nyata yang akan dia jalani ke depannya bersama keluarga kecilnya.
Hidup yang sudah lama dia impikan bersama orang - orang tercintanya. Hanya mimpi yang sederhana seperti ini.
Makan malam bersama, berbelanja, memasak, shalat berjamaah, bersenda gurau dan bercengkrama sambil menonton TV di rumah.
Kehidupan yang tidak pernah dia dapatkan dulu bersama kedua orang tuanya. Bintang sangat bersyukur dengan apa yang dia miliki saat ini.
Dia juga berjanji tidak akan mengulangi kesalahan orang tuanya dalam membina rumah tangga dan membangun sebuah keluarga.
Bintang akan menciptakan kehangatan di dalam keluarga kecilnya. Melindungi mereka dan memberikan kenyamanan di dalam rumah. Kasih sayang dan seluruh perhatian untuk istri dan anak - anaknya nanti.
Dalam hidup kita pasti akan merasakan susah dan senang, seperti sebuah perjalanan kadang mendaki dan kadang menurun. Seperti berlayar, terkadang anginnya kencang di sertai ombak yang tinggi dan bergulung tapi tak selamanya seperti itu. Akan ada nantinya angin yang tenang dan hari yang cerah.
Bintang sangat mengerti perjalanan hidup. Dia tidak meminta angin yang selalu tenang tidak juga menginginkan angin kencang. Apapun kelak yang akan mereka hadapi dalam hidup ini Bintang hanya meminta agar Allah senantiasa memberikan rumah tangganya kekuatan untuk menghadapi itu semua.
Begitulah doa Bintang untuk keluarga kecilnya. Semoga Allah mengabulkan doa - doanya.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG