Tiara

Tiara
Menebus kesempatan yang dulu


__ADS_3

Setelah keluar dari Butik mereka menuju Mall terbesar di Jakarta. Kini mereka berempat sudah berada di sebuah toko perhiasan di Mall tersebut.


"Mbak tolong perlihatkan pada kami cincin nikah yang terbaik di toko ini" pinta Bagas.


"Baik Mas, tunggu sebentar" jawab pegawai toko perhiasan.


Tak lama wanita itu menunjukkan kepada Bagas dan yang lainnya beberapa bentuk cincin pernikahan.


"Ini Pak koleksi terbaik dan terbaru di toko kami. Silahkan di lihat - lihat dulu" ucap wanita itu.


"Ayo Pak, Bu silahkan di lihat yang mana kalian suka" ujar Bagas.


"Sit ayo cari yang kamu suka" perintah Pak Wijaya.


Siti mendekat ke arah Pak Wijaya.


"Wi sini... cari juga cincin yang kamu suka untuk pernikahan kita. Walau masih empat atau lima bulan lagi gak apa - apa kita beli sekarang. Mumpung kita sudah di sini sekalian temani Bapak dan Ibu" ajak Bagas.


"Iya Mas.. " jawab Dewi.


Dewi dan Bagas juga melihat - lihat cincin yang mereka suka.


"Ini Mas, aku suka yang ini" tunjuk Dewi pada sepasang cincin pernikahan.



"Mbak ini pinter banget memilihnya, ini adalah koleksi terbaik kami" puji wanita pegawai toko.


Dewi jadi tertunduk malu.


"Bagus juga selera kamu ya Wi" Bagas juga memuji calon istrinya.


"Tapi untuk yang cowoknya jangan terbuat dari emas ya Mbak" pinta Dewi.


"Lho kenapa Wi?" tanya Bagas bingung.


"Karena pria tidak boleh memakai perhiasan emas Mas. Selain tidak boleh juga sangat berbahaya bagi kesehatan pria" Dewi menjelaskan


"Oh ya, aku malah baru tahu sekarang?" tanya Bagas.


"Benar Gas, pria tidak boleh memakai perhiasan emas. Bapak tidak bisa menjelaskan secara kesehatan tapi yang Bapak tau dalam agama kita juga melarang pemakaian emas untuk laki - laki. Silahkan kamu cari melalui internet penjelasannya" sambut Pak Wijaya.

__ADS_1


Bagas segera meraih ponselnya dan mencari informasi mengenai hal yang di sebutkan Dewi dan Pak Wijaya melalui google. Alangkah terkejutnya Bagas mendapatkan ilmu yang selama ini tidak pernah dia ketahui.


Sebagai informasi penggunaan perhiasan emas bisa merangsang dan membangkitkan proses yang terdapat di otak manusia. Itulah sebabnya penggunaan emas sangat berpengaruh pada kesehatan sistem saraf secara keseluruhan.


Salah satu dampak negatif penggunaan emas adalah terjadinya depresi. Meski tidak semua orang otomatis mengalaminya, tapi kemungkinan tersebut cukup besar. Selain itu penggunaan emas juga dapat menyebabkan kejang bagi penderita epilepsi. Terlebih jika perhiasaan yang dikenakan, seperti cincin terlalu kecil. Dalam jangka panjang hal itu bisa mengganggu sistem kapiler.


Selain itu atom pada emas dapat menembus kulit dan masuk dalam darah melalui pori-pori. Jika hal itu terjadi pada laki-laki dapat menimbulkan gangguan pada darah dan urine. Kedua cairan dalam tubuh tersebut akan mengalami migrasi emas. Jika terjadi dalam jumlah besar dan waktu lama, migrasi emas bisa memicu penyakit alzheimer, yang menyebabkan penderitanya kehilangan kemampuan mental dan fisik.


Atom emas yang mengendap dalam darah akan sampai ke otak. Hal inilah yang dapat memicu alzheimer. Penderita alzheimer bisa berbuat dan bertingkah laku seperti anak kecil. Itulah sebabnya penyakit alzheimer bukan penuaan normal melainkan penuaan yang dipaksakan.


Larangan penggunaan perhiasan emas hanya untuk laki-laki, sedangkan perempuan tidak masalah. Pasalnya perempuan secara rutin mengalami menstruasi atau datang bulan. Saat itulah endapan atom emas dalam darah akan dibuang keluar dari tubuh.


Penelitian yang dilakukan para ahli menemukan adanya lemak unik yang hanya ada pada wanita. Lemak ini bermanfaat mencegah unsur senyawa atom emas (Au) masuk ke dalam tubuh. Senyawa atom emas hanya mampu menembus kulit para perempuan tapi tidak mampu mencapai lemak, daging, apalagi darah.


Bagas mencari informasi itu dari internet dan dia sangat terkejut mendapatkan ilmu yang baru saja dia ketahui saat dia sudah sebesar ini. Selama ini dia mengira emas adalah perhiasan yang boleh dipakai oleh siapapun juga.


Ilmu yang sangat bermanfaat bagi kesehatannya dan ternyata jauh sebelumnya Rasulullah SAW sudah melarang pria untuk memakai emas.


"Terimakasih Pak pencerahannya, sekarang aku tau alasannya mengapa pria dilarang menggunakan perhiasan emas" jawab Bagas.


Bagas menatap pegawai toko perhiasan.


"Mbak apakah cincin ini terbuat dari emas?" tanya Bagas.


"Bisakah kami meminta kalian membuatkan perhiasan yang sama dengan ini tapi tidak terbuat dari emas untuk cincin prianya. Berapa pun harganya akan saya bayar. Ketepatan kami juga tidak ingin segera memakainya jadi masih ada waktu untuk menempahnya kan?" pinta Bagas.


"Baik Pak, kami akan membuatkan perhiasan yang sama terbuat dari perak atau tembaga. Kapan kira - kira Bapak menginginkannya siap?" tanya wanita itu.


"Sekitar empat bulan lagi" jawab Bagas tegas.


"Baik Pak waktunya masih lama, masih banyak waktu untuk kita buatkan sesuai dengan pesanan Bapak" ujar wanita itu dan dia segera mencatat permintaan Bagas.


"Kalau untuk Bapak dan Ibu yang mana?" tanya wanita itu ramah.


Siti dan Pak Wijaya kembali melihat - lihat.


"Mmmm... yang ini. Bagaimana Sit, apakah kamu suka?" tanya Pak Wijaya. Pak Wijaya menunjuk ke arah sepasang cincin yang indah.



"Suka Mas, tadi juga aku ingin mengatakan yang ini" jawab Siti.

__ADS_1


"Hahaha... aku memang sudah tau selera kamu. Dari tadi mata kamu selalu memandang ke arah sepasang cincin ini" sambut Pak Wijaya.


Siti pun tersenyum malu karena Pak Wijaya mengetahui isi hatinya.


"Kami juga meminta yang sama dengan mereka. Pilihan kami jatuh kepada sepasang cincin ini tapi kami ingin untuk cincin prianya tidak menggunakan bahan emas" pinta Pak Wijaya kepada pegawai toko.


"Baik Pak segera akan saya buat permintaan pemesanannya" jawab wanita itu. Dia segera mencatat daftar pemesanan untuk Pak Wijaya dan Bu Siti


"Kapan cincin ini akan di ambil Pak?" tanya Pegawai itu.


"Sekitar tiga bulan lagi, tapi tolong kalian kabari sebelum dekat waktunya ya" pinta Pak Wijaya lagi


"Baik Pak. Akan segera kami siapkan dua pesanan untuk Bapak, Ibu, Mas dan Mbak ini" jawab wanita itu segera.


Tiba - tiba saja pandangan mata Pak Wijaya tertuju pada sebuah gelang emas yang sangat indah.


"Boleh saya melihat ini" pinta Pak Wijaya sambil menunjuk pada sebuah gelang emas.


"Bisa Pak, tunggu sebentar" jawab wanita yang ada di depan mereka.


Wanita itu membuka lemari tempat penyimpanan perhiasan yang dimaksudkan Pak Wijaya dan mengambil gelang yang di minta Pak Wijaya.


"Ini Pak" ucap wanita itu.



"Kamu suka Sit?" tanya Pak Wijaya kepada Siti sambil memberikannya kepada Siti.


"Mm.. Mas untuk apa?" tanya Siti terkejut.


"Aku ingat dari dulu sampai sekarang aku belum sempat memberikan benda seperti ini kepada kamu. Aku sangat tau, semua wanita pasti sangat suka memakai perhiasan. Izinkan aku memberikan ini untuk menebus kesempatan yang dulu belum pernah aku lakukan pada kamu" ujar Pak Wijaya.


Mata Siti tampak berkaca - kaca. Perlahan senyumnya mulai terbit dari wajah Siti.


"Berikan tangan kamu" pinta Pak Wijaya.


Siti mengangkat tangannya dan Pak Wijaya memasangkan gelang indah tersebut di pergelangan tangan Siti. Perhiasan itu kini semakin indah berada di tangan Siti.


"Terimakasih Mas" jawab Siti terharu.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2