
"Aku mengatakan ini karena aku sudah menganggap Ibu sebagai orangtua aku sendiri. Ibu mau gak tinggalin Bapak dan pindah sama Dewi dan Ali ke sini? Ke Bandung? Aku bisa bilang sama Roy, Ibu saja yang menggantikan Tiara di sini. Atau aku beli saja sekalian Cafe Roy, biar Ibu yang kelola?" tanya Bintang.
"Tidak semudah itu Nak Bintang" tolak Siti.
"Kenapa Bu? Ibu masih mencintai Bapak setelah tau siapa yang menjebak Tiara lima tahun yang lalu? Apakah Ibu bisa terima suami Ibu ingin menjual anak kandung Ibu sendiri?" tanya Bintang.
Siti terdiam tidak tau dia harus berkata apa lagi.
"Bu, seorang suami yang baik adalah seorang pria yang bisa memberikan kenyamanan dan keamanan di rumah. Melindungi istri dan anaknya. Bukan malah menakuti dan menyakiti istri juga anak - anaknya bahkan tega menjebak anak tiri dan ingin menjualnya. Bukankah kalau kita sudah menikah, anak istri adalah anak kita juga. Masak Bapak mau menjual anaknya Bu? Pria seperti tidak pantas untuk dipertahankan Bu" tegas Bintang.
"I... Ibu.. tidak bisa semudah itu meninggalkannya. Ada Dewi dan Ali" jawab Siti.
"Aku rasa Dewi dah Ali juga setuju kalau kalian pindah ke Bandung dan menjauh dari Bapak" sambut Bintang.
"Ibu takut nak Bintang" ujar Siti akhirnya.
"Kenapa takut Bu? Ibu diancam Bapak? Bagaimana kalau aku laporkan Bapak ke pihak berwajib?" tantang Bintang.
"Jangan nak Bintang" cegah Siti.
"Bu, aku selalu ada di belakang Ibu. Tolong pertimbangkan tawaran aku ini. Aku akan membicarakan hal ini pada Roy, aku yakin Roy akan mengerti. Dan aku juga yakin Dian dan Roy setuju kalau Ibu yang menggantikan Tiara" sambung Bintang mencoba meyakinkan calon mertuanya itu.
"Ibu akan coba mempertimbangkannya Nak Bintang" jawab Siti.
Tak lama Tiara datang dari arah belakang dan merasa heran dengan tampilan wajah Bintang dan Ibunya. Sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting.
"Lagi bicara apa? Kok sepertinya serius sekali?" tanya Tiara.
"Ini Ra. Aku kasih tawaran sama Ibu, bagaimana kalau Ibu saja yang gantikan kamu untuk mengelola Cafe di Bandung. Dari pada repot - repot dan capek - capek cari orang yang bisa dipercaya mending Ibu saja yang jaga Cafe. Aku yakin kepintaran kamu memasak pasti menurun dari Ibu" jawab Bintang.
"Iya, benar kata kamu Mas. Aku kok gak kefikiran ya... Ibu saja ya Bu yang gantiin aku mengelola Cafe Kenanga di Bandung ini. Nanti aku juga bilang sama Mbak Dian dan Mas Roy. Aku yakin mereka setuju. Ibu juga gak langsung aku tinggal kok. Selama satu bulan ini aku akan temani dan ajari Ibu bagaimana mengelola Cafe nya. Dari pada Ibu kerja di pabrik. Usia Ibu sudah berapa Bu? Apa Ibu mau terus - terusan menjadi buruh pabrik?" tanta Tiara.
"Ibu belum bisa menjawabnya sekarang Ra" balas Siti.
__ADS_1
"Ibu sulit untuk meninggalkan Bapak? Ibu mau mempertahankan Bapak sampai kapan Bu? Apa Ibu masih kuat menerima semua pukulan dari Bapak setiap kali Bapak meminta uang untuk dia pakai buat mabuk - mabukan?" tanya Tiara.
Siti menunduk dan terdiam.
"Rumah tangga seperti apa yang ingin Ibu pertahankan kalau Bapak mengajak semuanya untuk menjauhi surga Bu? Memang benar Bu, surga seorang istri terletak pada suaminya, tapi suami yang bagaimana dulu? Kalau suami tidak pernah mengajarkan dan mengajak Istri dan anak - anaknya menuju kebaikan, mengenal Allah bukan malah sebaliknya Bu. Jangankan mengajarkan shalat, mengaji dan berbuat kebaikan. Setiap hari Bapak malah mendidik kami untuk menjadi seperti dia. Dia membuat contoh yang tidak baik untuk anak - anaknya" desak Tiara.
Siti meneteskan kembali air matanya.
"Aku mohon Bu, di sisa usia Ibu raihlah kebahagiaan.. Aku tidak sanggup melihat Ibu terus menderita. Sudah cukup Ibu berbakti kepada Bapak selama ini, menjadi istri yang baik walau begitulah sikap Bapak kepada Ibu. Tolong Bu terima tawaran aku dan Mas Bintang" pinta Tiara.
"Ibu akan mempertimbangkannya Ra, Ibu juga sudah bilang pada Bintang hal yang sama. Kalau sekarang Ibu belum bisa memberikan jawaban. Tolong beri Ibu waktu untuk berfikir" balas Siti.
"Baiklah Bu, Ra sudah sore aku mau balik ke Hotel dulu ganti baju dan istirahat. Barusan juga Roy, Dian dan Bagas mengirim kabar kalau mereka sudah sampai di hotel. Aku pergi dulu ya.. " pamit Bintang.
"Iya Mas, kamu hati - hati ya... " jawab Tiara.
Bintang pergi meninggalkan rumah Tiara dan melaju menuju Hotel yang sudah disediakan team WO untuk fasilitas pengantin baru.
"Cieee... calon pengantin baru.. auranya memang beda ya" sindir Bagas.
"Beda gimana?" tanya Bintang tidak mengerti.
"Wajah kamu terlihat berseri - seri dan semakin tampan" jawab Bagas.
"Makanya kalian segera menyusul biar bisa merasakan apa yang sedang aku rasakan saat ini" sambung Bintang.
"Tenang bro sebentar lagi aku akan menyusulmu. Gimana Yan kamu mau bareng gak nikahnya?" balas Roy.
Dian mendelikkan matanya ke arah Roy dan Roy membalasnya dengan menjulurkan lidahnya mengejek Dian.
"Ada aja kamu Roy, nikah kog ngajak Dian barengan. Entar dikira kalian pelit atau kurang modal, acara nikahnya di gabung" oceh Bagas tidak mengerti.
Hanya Dian dan Roy saja yang tau apa maksud perkataan Roy. Sedangkan Bagas dan Bintang sibuk dengan fikiran mereka masing-masing.
__ADS_1
"Ah kamu dari kemarin bilang sebentar lagi... sebentar lagi tapi sampai sekarang siapa calon kamu saja aku tidak tau" sindir Bandung.
"Tenang sebentaaaar lagi, kalian sabar ya. Aku aja masih sabar kok" balas Roy.
"Eh tadi sebelum ke Bandung aku singgah sebentar ke Butik langganan Dian untuk mengambil busana pernikahan aku dan Tiara. Tanpa sengaja saat aku mau masuk ke dalam Butik, aku menabrak seorang wanita. Kalian tau gak siapa wanita itu?" tanya Bintang.
"Mana kami tau, kan yang nabrak kamu?" jawab Bagas.
"Wanita itu adalah Siska" jawab Bintang.
"Apa, Siska?" tanya Roy, Bagas dan Dian serentak.
"Iya Siska, dan entah mengapa feelingku langsung tidak enak begitu bertemu dia. Aku merasa dia pasti mencari tau tentang kabar aku sekarang dan aku yakin kalau dia mengetahui aku akan menikah, dia pasti akan menyusun rencana untuk merusak acaraku" tegas Bintang.
"Trus gimana Bin?" tanya Roy.
"Makanya aku mau meminta bantuan kalian untuk menjaga dan mengawal akad nikahku besok. Diantara semua tamu undangan besok hanya kalian yang mengenal wajahnya. Tolong jaga pintu masuk, begitu ada dia langsung kalian hadang dan usir keluar dari lokasi pesta. Aku tidak ingin dia merusak hati bahagiaku" perintah Bintang.
"Oke Bin, besok kami akan berjaga - jaga jangan sampai apa yang kamu khawatir itu bisa terjadi" jawab Dian.
.
.
BERSAMBUNG
Hai readers.. maaf ya lama upnya. Sebenarnya aku sudah up dari jam tujuh pagi tapi gak tau kenapa review terus sampai aku coba up ulang eeeh semua ketikanku hilang.
Ku menaaaangiiiiiiiis... 😭😭😭
Aku harus mengetik ulang dan mengingat- ingat apa yang sudah aku ketik sebelumnya.
Semoga kalian senang ya dengan cerita ini. Terima kasih atas dukungan kalian semua.
__ADS_1