
"Bu, Kak Ara, Mas Bintaaaaaang.. baru saja di TV di siarkan kalau mobil lapas yang membawa Bapak mengalami kecelakaan dan Bapak lari dari mobil itu. Saat ini Bapak sudah menjadi buronan polisi" teriak Ali sambil berlari.
Sontak semua yang ada di situ tegang mendengar teriakan Ali.
"Apa..... " ucap mereka berbarengan. Semua berdiri dan saling pandang.
"Cepat - cepat lihat TV" ujar Bagas.
Bintang segera meraih remote TV dan memutar channel TV untuk mencari berita.
Berita terkini
Telah terjadi kecelakaan lalu-lintas di Jalan xxx. Kecelakaan beruntun ini terjadi ketika sebuah mobil mini bus melintas tiba - tiba di depan mobil lapas yang baru saja keluar dari pengadilan dan akan menuju Lapas XX. Sementara tidak ada korban jiwa tapi kecelakaan tersebut membuat seorang narapidana yang baru saja mendapat hukuman atas percobaan pembunuhan seorang pengusaha sukses bernama Bambang Prakasa, menghilang. Saat ini narapidana tersebut yang bernama Tarjo sudah ditetapkan sebagai buronan.
"Ya Allah Maaaas.... " ucap Siti sambil menangis.
"Bapaaaak" sambut Dewi.
Mereka saling berpelukan.
"Gimana ini Mas?" tanya Tiara sambil memeluk Bintang.
"Tenang sayang.. kamu lagi hamil. Semua akan teratasi" Bintang mencoba menenangkan Tiara.
Bintang menatap Papa dan mertuanya.
"Pa.. " ucap Bintang.
"Sebentar, Papa akan hubungi orang - orang Papa" jawab Pak Bambang.
Pak Bambang segera menghubungi anak buahnya.
"Siti.. menurutku kalian jangan pulang ke rumah. Bagaimana kalau kalian tinggal di rumahku saja?" ucap Wijaya.
"Maaas.. aku tidak mau merepotkan" jawab Siti.
"Menurutku lebih baik begitu Bu. Di rumah kalian cuma bertiga. Kita tidak tau, kapan saja Bapak bisa datang untuk mencari kalian" ucap Bintang.
"Iya Bu" sambut Tiara.
"Nanti kalau kamu mau ke cafe, kamu akan diantar oleh orang - orangku. Bila perlu aku akan menyewa bodyguard untuk kalian" ujar Wijaya.
__ADS_1
"Aku tidak bisa memutuskan sendiri Mas. Gimana Dew, Ali?" tanya Siti kepada anak - anaknya.
"Terserah Ibu saja. Kami ikut apapun keputusan Ibu" jawab Dewi.
"Beberapa hari ini tinggal saja dulu Bu di Jakarta. Kalau semua berkumpul di satu tempat menurutku aku kita lebih bisa menjaganya. Tinggal mengumpulkan beberapa penjaga" ujar Bagas.
"Iya Siti. Kalian tinggal di sini aja beberapa hari ini, jangan langsung pulang. Takutnya Tarjo memang mengincar kalian" sambut Bu Bambang.
"Baiklah, kami akan tetap di sini" jawab Siti.
"Kapan kalian mau pulang ke Bandung kabari aku. Biar aku jemput kalian ke sini" balas Wijaya.
Pak Bambang sudah selesai menelepon seseorang.
"Sebentar lagi akan datang beberapa orang yang Papa tugaskan untuk menjaga di rumah kamu" ujar Pak Bambang.
"Di rumah Papa juga. Lebih mudah mencari alamat rumah Papa karena Papa lebih terkenal dari aku. Sedangkan aku, rumah ini memang aku rahasiakan sebagai rumahku. Makanya kemarin Pak Tarjo menculik Tegar di sekolah. Aku rasa dia memang tidak mengetahui di mana alamat rumahku" sambut Bintang.
"Iya, Papa juga akan memperketat penjagaan di rumah Papa" jawab Pak Bambang.
Semua sibuk mencari informasi tentang larinya Tarjo dari berbagai info. Dari TV, internet dan sosial media.
"Siapa orang yang ada di balik ini semua. Siapa yang sudah membantu dia lari?" tanya Bintang.
"Apakah Ida?" tanya Tiara.
"Ida?" ucap Siti.
"Tadi di pengadilan aku sempat melihat Ida Bu, dia memakai selendang untuk menutupi rambutnya, memakai masker dan kaca mata hitam untuk menutupi wajahnya. Tapi aku yakin sekali dia adalah Ida" ungkap Tiara.
"Iya aku juga sempat melihat wanita itu walau aku tidak tau apakah dia benar Ida atau tidak tapi yang jelas di tengah persidangan wanita itu menghilang tak tau kemana dia pergi" sambut Bintang.
"Mengapa Ida sampai melakukan hal seperti itu?" tanya Siti tak percaya.
"Apa hubungan Bapak dengan mbak Ida Bu?" tanya Dewi.
"Apakah dia wanita ba... " ucap Ali.
"Tidak.. menurutku dia bukan wanitanya Bapak. Tapi kalau hubungan lain aku tidak tau. Bisa jadi Ida sangat dendam kepada Tiara setelah kejadian di acara reuni. Dia mengajak Pak Tarjo untuk bekerja sama menghancurkan kita, membalaskan dendamnya" potong Bintang.
"Ida itu anak dari mantan pacar Bapak kamu. Ibu pernah mendengarnya dari orang - orang di kampung kita saat mereka sedang bercerita. Tapi Bapak kalian tidak jadi menikah dengan Ibunya Ida karena Ibunya Ida sudah di jodohkan oleh keluarganya" ungkap Siti kepada Ali.
__ADS_1
"Bisa jadi Pak Tarjo masih mencintai Ibunya Ida Bu atau.... " ucap Bagas menggantung.
"Atau apa Gas?" tanya Roy penasaran.
"Ini menurut pemikiran aku ya.. Bisa jadi Ida itu adalah anaknya Pak Tarjo dengan Ibunya Ida tapi Ibunya Ida sudah kadung di nikahkan dengan pria lain. Kalau tidak aku rasa gak mungkin Pak Tarjo mau bekerja sama dengan Ida menjebak Tiara dan juga bisa jadi karena alasan itu saat ini Ida menyelamatkan Pak Tarjo" ungkap Bagas berfikir secara logika.
Semua terdiam mencoba mencerna dan menghubungkan dari semua cerita cerita Siti tadi. Apa hubungan Ida dengan Pak Tarjo
"Sudah.. sudah.. jangan melebar pembicaraannya yang penting kita fokus untuk memperkuat pertahanan. Biar urusan pencarian Tarjo kita serahkan ke polisi. Itu sudah tugas mereka mencari buronan yang lari. Besok Papa juga akan lapor ke polisi untuk meminta perlindungan karena bisa jadi kita adalah target si Tarjo itu" ucap Pak Bambang.
"Benar, lebih baik kita fokus pada keselamatan kalian di rumah ini dan juga keselamatan kamu Sa" sambut Pak Wijaya.
"Kamu jangan langsung pulang ke Bandung Jay, malam ini menginap saja lah di sini. Besok baru balik ke Bandung" balas Pak Bambang.
Wijaya berfikir sejenak.
"Baiklah. Aku akan menginap di sini malam ini" jawab Wijaya.
"Terimakasih Pak" sambut Tiara.
Tiara segera mencari dan memerintahkan asisten rumah tangganya mempersiapkan kamar untuk Wijaya menginap malam ini di rumahnya.
Satu jam kemudian orang - orang yang ditugaskan Pak Bambang untuk menjaga keamanan rumah Bintang sudah datang.
Ada enam pria berbadan tegap dan kekar, siap menjaga keamanan di rumah Bintang. Penjagaan di pos satpam depan di tambah. Kini ada empat orang yang berjaga di depan, dan empat orang berjaga di pintu depan rumah Bintang.
"Kalian tidak perlu khawatir, malam ini kalian harus tidur nyenyak. Tidak usah fikirkan apapun. InsyaAllah kita semua aman di sini" ucap Wijaya.
"Iya, orang - orang yang aku utus adalah orang - orang terbaik. Aku yakin Tarjo tidak akan bisa menembus penjagaan mereka" sambut Pak Bambang.
"Terimakasih Mas" jawab Siti.
"Sudah malam, kami pamit pulang dulu ya. Besok kita akan berkumpul lagi di sini" ucap Pak Bambang.
Pak Bambang beserta istri, Roy beserta istri dan Bagas pamit untuk pulang ke rumah mereka masing-masing. Meninggalkan Bintang bersama keluarganya di rumah.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1