Tiara

Tiara
Penyelamatan Tegar


__ADS_3

"Bintang.... " panggil Pak Bambang ketika melihat Bintang masuk ke dalam rumahnya.


Sontak Bu Bambang, Tiara, Bik Sumi dan Mang Kardi yang juga baru datang bersama Bintang tegang melihat pertemuan ayah dan anak yang sudah lama tak bertemu itu.


"Papa... " jawab Bintang.


Keduanya merasa kikuk dan serba salah tapi keduanya sadar bukan waktunya untuk bertahan dengan ego mereka masing-masing. Ada jiwa Tegar yang di pertaruhkan di sini.


"Apa langkah yang harus kita lakukan?" tanya Pak Bambang.


"Sebaiknya kita harus ke rumah orang tuanya Tiara. Aku curiga Tegar di bawa ke sana" jawab Bintang.


Tiara bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Bintang disusul oleh Bu Bambang.


"Ayo Mas kita ke rumah Bapak. Aku yakin Tegar pasti di bawa Bapak pulang ke rumahnya" ajak Tiara.


"Yank kalau sedikit saja dia melukai Tegar jangan salahkan aku kalau dia aku kirim ke penjara" ujar Bintang.


"Iya Mas, bukan hanya Mas saja. Aku juga tidak terima kalau Bapak sampai menyakiti Tegar" balas Tiara.


"Ayo kita pergi, Papa dan Mama ikut atau menunggu di rumah saja?" tanya Bintang.


"Kami ikut.. ayo Ma" ajak Pak Bambang.


"Ya sudah ayo kita berangkat" ucap Bintang.


"Mang Kardi" panggil Pak Bambang.


"Iya Pak" jawab Mang Kardi.


"Siapkan mobil" perintah Pak Bambang.


"Sudah Pak, di depan" jawab Mang Kardi.


Mereka langsung bergerak menuju rumah Ibu Tiara dulu. Tiara dan Bintang masuk ke dalam mobil mereka sedangkan Pak Bambang dan Bu Bambang masuk ke dalam mobil yang dikemudikan oleh Mang Kardi.


Mobil berjalan beriringan menuju rumah orang tua Tiara dulu. Pak Bambang menghubungi para anak buahnya


"Kalian ikuti dan pantau terus mobil kami tapi dari kejauhan saja jangan sampai terlihat. Kalau kami dalam keadaan bahaya baru kalian keluar" perintah Pak Bambang pada para anak buahnya


"Siap Bos" jawab salah satu suruhan Pak Bambang.


Akhirnya mereka sampai di sebuah perkampungan di pinggir kota Jakarta. Mereka berhenti di ujung jalan karena mobil tidak bisa masuk ke dalam perkampungan padat.


Setelah itu Bintang dan keluarganya melanjutkan perjalanan menuju rumah Bapak Tiri Tiara dengan berjalan kaki.


Dalam waktu lima belas menit mereka sudah sampai di depan rumah sederhana yang bahkan terkesan kumuh.


"Ini rumahnya yank?" tanya Bintang.


"Iya Mas" jawab Tiara.

__ADS_1


"Sebaiknya kamu, Papa dan Mama menjauh saja dulu. Biar aku saja yang menghadapi pria itu. Saat ini Tiara sedang hamil, Papa juga kan belum sehat betul, aku takut pria itu berbahaya. Lebih baik aku sendiri aja yang menghadapinya.


Kalian cukup memantau dari jauh kalau situasinya gawat segera panggil bantuan" perintah Bintang.


Pak Bambang, istrinya dan Tiara saling pandang.


"Sepertinya memang lebih baik seperti itu Ra, Papa tidak mau membahayakan kamu dan bayi yang ada di dalam kandungan kamu. Lebih baik kita menjauh dari sini" ajak Pak Bambang.


Mereka bertiga menjauh dari rumah Bapak Tiri Tiara.


Bintang mengetuk pintu rumah Bapak Tiri Tiara.


"Tok.. tok.. tok.. "


"Siapa?" terdengar suara dari dalam.


"Saya Bintang" jawab Bintang.


Tak lama pintu rumah terbuka, muncul sosok pria setengah baya dengan wajah kusut. Pria itu adalah Tarjo, Bapak Tiri Tiara.


"Siapa kamu?" tanya Tarjo.


"Saya Bintang, suaminya Tiara" jawab Bintang.


"Tiara... anak kurang ajar itu yang sudah membuat malu orang tuanya?" ujar Tarjo.


"Jaga sikap anda" ancam Bintang.


"Ya saya tau, dia anda jebak kan malam itu dan anda akan menjualnya kepada Juragan" jawab Bintang lantang.


"Da.. dari mana kamu tau?" tanya Tarjo.


"Karena saya ada bersamanya malam itu" balas Bintang.


"Oh jadi kamu pria yang sudah menghamilinya?" tanya Tarjo.


"Iya" jawab Bintang singkat.


"Ngapain kamu ke sini?" tanya Tarjo.


"Anda tidak usah pura - pura. Saya ingin menjemput putra saya" tegas Bintang.


"Putra kamu?" tanya Tarjo lagi.


"Anak kecil yang tadi barusan kamu culik dari sekolahnya. Saya sudah melihat rekaman CCTV dari sekolah Tegar dan Andalah tadi yang sudah menjemput Tegar di sekolahnya" ucap Bintang.


"Hahaha... kamu salah orang anak muda. Anak kamu tidak ada di sini" elak Tarjo.


"Papaaaaa.... " teriak Tegar dari dalam.


"Dasar biada* kamu sudah berbohong" Bintang langsung menendang Tarjo sampai Tarjo terjatuh ke belakang.

__ADS_1


Bintang langsung menerobos masuk ke dalam rumah Tarjo dan mencari sosok Tegar di dalam rumah.


"Tegaaaaar" panggil Bintang.


"Papaaaaa... " balas Tegar.


Bintang mendapati Tegar yang sudah terikat tali duduk di kursi meja makan. ada kain yang terikat di lehernya mungkin tadi kain tersebut dibuat untuk menutup mulutnya tapi sepertinya Tegar berhasil melonggarkannya.


Bintang secepatnya bergerak hendak melepaskan Tegar tapi ada tangan yang menarik dan menahannya.


"Enak saja kamu ingin melepasnya. Katakan dulu dimana Tiara dan Ibunya?" tanya Tarjo.


"Lepaskan.. Aku tidak tau dimana Ibunya, sedangkan Tiara ada di rumahku" jawab Bintang dengan tatapan mengancam.


"Kamu tidak bisa semudah itu mengambil bocah ingusan ini, langkahi dulu mayatku" Tarjo melayangkan pukulan ke wajag Bintang tapi dengan cekatan Bintang bisa mengelak dan melepaskan diri dari tangan Tarjo.


Mereka bertengkar dan bertarung dengan sekuat tenaga. Bintang beberapa kali memukul wajah Tarjo membuat sudut bibir Tarjo mengeluarkan darah.


"Kurang ajar" umpat Tarjo.


"Harusnya kata - kata itu kamu tujukan untuk diri kamu sendiri. Tiara sudah banyak menderita karena kamu" Bintang kembali memukul dan menendang Tarjo sehingga Tarjo terlempar dan menyentuh meja yang terbuat dari kaca sehingga kacanya pecah.


Praaaaaaang.... Terdengar suara kaca pecah dari dalam.


"Pa.. Ma... " ucap Tiara sambil menatap kedua mertuanya di luar rumah Tarjo.


Bintang tidak mau menyia - nyiakan kesempatan, dia segera melepaskan ikatan Tegar yang mengikat tubuh Tegar di kursi kayu.


Tarjo meraih pecahan kaca yang berukuran sedang, dia mengarahkannya ke arah Bintang dan ingin menyerang Bintang kembali.


"Papa awaaaaaas" teriak Tegar.


Bintang berbalik arah dan menendang Tarjo kembali. Tarjo yang sudah babak belur kembali terjatuh. Perlahan dia kembali mengumpulkan tenaganya dan kini dia sudah berdiri dengan gagah. Siap untuk menyerang Bintang kembali.


Tarjo berlari ke dapur dan mengambil pisau dapur kemudian mengarahkannya kepada Bintang.


"Tidak ada yang bisa keluar dari rumah ini dengan selamat, kalian harus mati di tanganku" ancam Tarjo.


Tarjo menghunuskan pisau tepat ke arah perut Bintang. Bintang yang sedang membuka tali ikatan Tegar dan kemudian ingin menggendong Tegar dan membawanya keluar dari rumah ini tak sempat lagi melihat dimana keberadaan Tarjo.


Dia hanya fokus kepada Tegar, dia harus segera mengeluarkan dan menyelamatkan Tegar.


Cruuuuk... suara pisau yang berhasil menembus tubuh seseorang.


"Aaaaaaaa" terdengar suara teriakan dan suara erangan karena menahan sakit.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2