
Sesuai dengan janji Bintang kepada Tegar, keesokan harinya mereka semua pergi jalan - jalan. Kali ini Bintang mengajak mereka berkunjung ke Ciwidey.
"Kita mau ke mana Pa?" tanya Tegar.
"Ciwidey sayang" jawab Bintang sambil menyetir mobilnya dengan serius.
"Kawah putih Mas?" tanya Ali tak percaya.
"Iya Al, kamu pernah ke sana?" tanya Bintang sambil tersenyum melirik kaca spion.
"Belum Mas" jawab Ali antusias.
"Yes hore.. kita ke kawah putih Om. Om suka?" tanya Tegar.
"Suka donk" jawab Ali ceria.
"Tante Dewi senang?" tanya Tegar satu - persatu.
"Senang" jawab Dewi cepat.
"Eyaaaang?" lirik Tegar kepada Eyangnya.
"Senang sayang, asalkan bersama kamu" jawab Siti.
"Horeeee.... aku juga senang, semuaaaa senang" teriak Tegar senang.
Sekitar jam delapan pagi mereka sudah berangkat dari rumah menuju Ciwidey. Jarak tempuh dari rumah Tiara ke Kawah Putih sekitar dua jam.
Jam sepuluh pagi mereka sudah sampai di lokasi tujuan. Suasananya sudah mulai ramai. Mungkin karena akhir pekan membuat pengunjung bertambah.
"Cantik sekali ya Mas" ucap Tiara begitu mereka sampai di lokasi wisata.
"Kamu belum pernah kemari sayang?" tanya Bintang.
"Belum, kami kan baru beberapa bulan di Bandung dan aku juga sibuk mengurus Cafe jadi aku tidak sempat mengajak Tegar jalan - jalan ke sini" jawab Tiara.
"Ali.. Ali.. tolong fotoin Kakak sama Ibu di sini" teriak Dewi pada Ali.
"Tante aku ikut donk" ucap Tegar.
"Sini.. sini sayang berdiri di dekat eyang" ajak Siti.
Tiara tersenyum melihat seluruh keluarganya sudah bisa tersenyum bahagia. Rasanya hal seperti ini sudah sangat lama dia impikan. Ibu dan adik - adiknya tepatnya mereka semua lepas dari ancaman Bapak Tirinya yang taunya hanya menindas saja.
Tidak pernah Bapak Tirinya itu memberikan kebahagian kepada mereka semua sejak kecil dan anehnya Ibunya sanggup bertahan selama itu.
Tiara memandangi wajah Ibunya. Apakah yang Ibu rasakan saat ini? Apakah Ibu bahagia atau malah sedih karena berpisah dengan Bapak dan sebentar lagi akan menyandang status janda untuk yang kedua kalinya? Batin Tiara.
"Mengapa cuma melihat saja, ayo kesini Ra. Kita foto bersama" ajak Siti.
"Iya Bu. Yuk Mas, kita belum pernah foto lengkap kecuali saat kita menikah" ajak Tiara.
__ADS_1
Tiara menarik mesra tangan suaminya untuk mendekati Ibu dan adik - adiknya. Ali meminta bantuan seorang wisatawan lok yang juga sedang berjalan - jalan di situ untuk mengambil foto keluarga mereka.
Bintang memberikan hpnya untuk mengambil foto mereka. Ada beberapa fose di beberapa lokasi. Semua senang dan tersenyum bahagia.
Setelah itu mereka berjalan dan berkeliling kawah putih menikmati udara dingin.
Bintang berjalan sambil bergandengan tangan.
"Kamu bahagia sayang?" tanya Bintang.
"Iya Mas, terimakasih" jawab Tiara terharu.
"Mengapa kamu yang mengucapkan terimakasih. Harusnya aku yang berkata seperti itu" balas Bintang.
"Mungkin kalau tidak ada kamu, kami tidak akan bersatu dan berkumpul seperti ini. Aku tidak akan bisa melihat senyum bahagia Ibu dan adik - adikku" ungkap Tiara.
"Sama, aku juga begitu. Kalau kamu tidak ada aku juga tidak akan sebahagia ini. Hidupku akan terasa hampa, menggapai dunia yang tidak pernah ada habisnya dan tidak tau kapan waktunya aku berhenti dan pulang. Kamu membuat hidupku menjadi sempurna, memiliki keluarga dan bahagia. Lihatlah menikah dengan kamu aku mendapatkan seorang anak, Ibu dan dua saudara. Hebat bukan, paket lengkap" senyum Bintang sambil menggenggam tangan Tiara dan menciumnya.
"Hidup kita jauh berbeda ya Mas, beratnya cobaan hidup yang kami jalani karena keterbatasan dan ketiadaan harta. Dan juga cobaan mempunyai Bapak Tiri seperti itu. Sedangkan kamu, semua terpenuhi. Apapun yang kamu inginkan dan kamu butuhkan bisa segera terpenuhi dan tercapai tetapi kamu malah merasa sepi dan sendiri" ujar Tiara.
"Begitulah hidup sayang, apa yang kita lihat di depan mata belum tentu seindah yang kita bayangkan. Harta memang bukan segalanya tapi rasa syukur yang membuat semuanya cukup. Aku sadar selama ini aku masih kurang bersyukur bahkan aku tidak tau apa tujuan hidupku sebelumnya" ungkap Bintang.
"Kita harus saling menguatkan dan mengingatkan Mas. Saling melengkapi dan menyempurnakan walaupun kesempurnaan itu sendiri hanya milik Allah. Benar yang Mas katakan. Rasa syukur yang membuat semuanya terlihat sempurna. Walau masih terasa kurang tapi kalau hati kita lapang menerimanya pasti akan cukup" sambut Tiara.
Bintang melihat anggota keluarga barunya semua sudah letih berjalan.
"Sudah puas jalan - jalannya? Yuk kita cari penginapan kita untuk malam ini" ajak Bintang.
"Siap Boooos" balas Bintang.
Bintang menggendong Tegar sampai ke mobil, anak itu kini sangat senang sekali mempunyai orang tua yang lengkap. Ada Papa dan Mamanya juga Eyang, Tante dan Omnya yang sangat menyayanginya.
Mereka masuk ke dalam mobil dan mulai mencari Resort yang nyaman untuk mereka menginap malam ini.
Pilihan Bintang jatuh di Bubu Jungle Resort
Bintang memilih Villa yang mempunyai fasilitas lengkap dan mewah untuk mereka semua. Villa yang berbentuk sangkar burung yang muat untuk mereka berenam.
Ada tiga kamar yang tersedia di sana. Ali akan tidur bersama Tegar. Dewi bersama Ibu sedangkan Bintang dan Dewi kembali merasakan honeymoon mereka. Tapi sayang saat ini Bintang sedang puasa. Bintang sedikit kecewa.
"Mas tempat ini terlalu mewah, apa gak bisa kita menginap di tempat yang lebih biasa - biasa saja?" ajak Tiara.
"Tidak sayang... lebih nyaman di sini" jawab Bintang.
"Tapi Mas" protes Tiara.
"Kamu tidak perlu memikirkan yang lainnya. Sekarang nikmati saja ya. Biar kita semua bahagia, jangan mikir ini itu, okey?" potong Bintang.
"Baiklah" jawab Tiara.
Ali dan Tegar yang berkeliling villa datang sambil berlarian.
__ADS_1
"Serius Mas, Kak kita menginap di sini?" tanya Ali tidak percaya.
"Iya, kalian suka?" tanya Bintang.
"Suka Mas" jawab Ali.
"Suka Pa, aku suka sekali. Horeeee... Om kita bisa berenang sepuasnya" teriak Tegar.
Siti tersenyum melihat cucu dan anak bungsunya berteriak kegirangan.
"Ibu dan Dewi tidur di kamar bawah ya bersama Ali dan Tegar. Kami di atas, gak apa - apa kan bu?" tanya Bintang.
"Gak apa - apa. Lagian pas sekali, kalian kan jadi tidak terganggu. Bisa sambil bulan madu lagi" goda Siti.
"Aah Ibu ada aja" balas Tiara, malu.
Tak lama pelayan datang membawakan makan siang untuk mereka.
"Yuk makan dulu, setelah itu baru boleh berenang" ajak Tiara kepada Tegar dan Ali.
Mereka semua berkumpul di meja makan dan menikmati makan siang bersama. Setelah makan Ali, Tegar dan Dewi segera berenang di kolam renang.
Mereka belum pernah liburan semewah ini, sehingga mereka sangat merasa sangat senang sekali.
Waktu berlalu, malam harinya semua sudah masuk ke kamar masing-masing. Tiara dan Bintang juga sudah naik ke lantai atas letak kamar mereka.
Tiara baru saja keluar dari kamar mandi dengan memakai kimono baju tidurnya.
"Mas sudah shalat isya?" tanya Tiara.
"Sudah tadi waktu kamu di bawah sama Ibu" jawab Bintang.
Tiara membuka kimono baju tidurnya kini dia hanya memakai lingerie.
"kamu mau menggodaku ya disaat aku berpuasa?" Bintang merapatkan tubuhnya ke tubuh istrinya kemudian memeluknya.
"Oh jadi kamu gak mau buka puasa malam ini?" Goda Tiara.
"Kamu, sudah bisa?" tanya Bintang terkejut.
Tiara tersenyum dan menggangguk.
"Kapan, kok aku gak ada lihat kamu shalat tadi?" tanya Bintang gak percaya.
"Aku sengaja shalat di kamar Ibu. Mau buat kejutan untuk kamu" jawab Tiara sambil tersenyum.
"Nakal kamu sekarang ya.... " Bintang langsung menerkam istrinya. Sudah seminggu dia berpuasa, malam ini dia akan berbuka dengan sangat manis.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1