Tiara

Tiara
Dewi selamat


__ADS_3

"Bapaaaaaaaaak" teriak wanita itu.


Sontak Siti, Tiara dan Ali melirik ke belakang ke arah suara wanita yang menjerit histeris.


"Idaaaaaaa" ucap Siti dan Tiara.


Ida lari ke dalam ambulance, saat Tarjo akan di turunkan Ida langsung menghambur dan memeluk Tarjo erat.


"Bapaaaaak.. jangan pergi Pak. Jangan tinggalkan aku sendiri Pak" tangis Ida.


"Daaa" panggil Tiara.


"Puas kamu? Sekarang Bapakku sudah mati, kamu senang kan?" teriak Ida.


"A.. apa maksud kamu Da?" tanya Siti.


"Bapak adalah Bapak kandungku. Dia dulu berpacaran dengan Ibuku tapi sayang keluarga Ibu tidak setuju dan malah menikahkan Ibuku yang sedang mengandungku dengan pria pilihan mereka. Sejak itu aku hidup terpisah, saat Ibuku mau meninggal baru Ibu mengatakan kalau aku adalah anaknya. Kalian telah menghancurkan hidupku terlebih kamu Ra. Kamu merebut semua apa yang menjadi milikku. Bapak adalah Bapak kandungku tapi dia malah tinggal dengan kamu yang hanya anak tirinya. Kalian meninggalkan Bapak sendiri dan lari menjauhinya bahkan dengan teganya kalian memenjarakan Bapak sekarang Bapak meninggbal juga karena kalian. Aku benci kalian, aku benci" hujat Ida.


"Kamu jangan bicara sembarangan Dah, kamu tau kan bagaimana kehidupan aku selama tinggal bersama Bapak. Bapak di penjara karena perbuatannya sendiri Dah" jawab Tiara.


"Jadi kamu melakukan semua karena balas dendam kepada Bapak?" tanya Ida.


"Astaghfirullah Dah aku gak pernah ingin balas dendam pada Bapak. Kan sudah aku bilang Bapak di hukum karena perbuatannya sendiri" jawab Tiara.


"Sudah sayang gak usah dengerin dia, sebentar lagi dia juga akan di hukum atas perbuatannya" cegah Bintang.


"Puas kamu menghancurkan hidupku, setelah perbuatan kamu di acara reuni hingga aku diceraikan oleh suamiku" teriak Ida kepada Bintang dan Tiara.


"Kamu menuai apa yang kamu tanam. Heran di kasih teguran sama Allah kok gak sadar ya dan bertaubat. Malah nyalahin orang lain atas kesalahan yang kamu kerjakan di masa yang akan lalu" jawab Bintang kesal.


"Pak polisi tangkap wanita ini jangan biarkan dia lama - lama di sini" teriak Bagas.

__ADS_1


"Tidak, Bapaaaaaaaaak" Ida mulai meronta - ronta ketika polisi ingin menarik dan membawa Ida.


Tarjo segera di bawa ke UGD untuk di otopsi, karena hari sudah malam mereka akan melaksanakan pemakamannya besok pagi.


Bintang dan keluarga pulang kembali ke rumah Wijaya di Lembang. Walau ada duka tapi mereka sudah lega. Dewi sudah di temukan dan Ida sudah di tangkap.


Dewi, Siti dan Ali naik di mobil Wijaya sedangkan Bintang, Tiara dan Bagas naik di mobil Bintang. Mobil Tiara yang sekarang sudah dipakai Siti di Bandung sudah lebih dulu kembali di bawa supir.


Sesampainya di rumah Wijaya barulah Dewi menceritakan semuanya.


"Bagaimana ceritanya kamu bisa di culik?" tanya Wijaya.


"Sepulang kuliah aku minta tolong Mamang untuk singgah ke Mall membeli beberapa keperluan untuk kuliah, tiba - tiba Mbak Ida mengancamku dengan senjata tajam dan memaksaku ikut dengannya. Di mobil aku ketahuan telepon Mas Bagas. Dia sangat marah padaku dan akhirnya tanganku di ikat dan mataku di tutup. Aku dibawa ke suatu tempat dan di sana sudah ada Bapak. Bapak menyuruh Mbak Ida merias wajahku, Bapak ingin menjualku kepada Juragan. Uangnya akan dia pakai untuk melarikan diri ke luar pulau Jawa bersama Mbak Ida " ungkap Dewi sambil menangis.


"Gila ya, padahal Dewi anak kandungnya sendiri" umpat Bagas.


"Ternyata... Mbak Ida adalah anak Bapak sama mantan pacar yang sangat dia cintai. Ba.. Bapak sangat menyayangi Mbak Ida karena dia lahir dari hasil cinta bukan seperti aku dan Ali yang lahir karena ***** hiks.. hiks.. " sambung Dewi.


"Astaghfirullah.... " sambut Siti.


"Ya ampuuuun.... " ujar Tiara sambil mengelus perutnya.


"Dan.. pada saat Mbak Ida merias aku dan memakaikan aku baju pengantin tiba - tiba kalian datang bersama para polisi. Bapak mengancam polisi dengan tumbalnya aku. Bapak mengacungkan pisaunya ke leherku dan membawa aku ke dalam mobil tapi saat aku masuk ke mobil polisi langsung menembak Bapak dan mengenai dadanya. Da.. darah terus mengalir dari dada Bapak yang terkena peluru. Dan sa... saat di ambulance Bapak memintaku menuntunnya untuk bersahadat. Bapak meminta maaf dan menyuruhku menjaga Ibu dan Ali hiks.. hiks.. dan Ba.. pak pergi Hu.. Hu.. Hu.... " Tangis Dewi akhirnya pecah.


"Sabar ya Wi... " ujar Tiara.


Siti memeluk erat tubuh putrinya dan mencoba menenangkannya.


"Sudahlah.. sebaiknya kita maafkan saja semua kesalahan Bapak dan do'akan dia semoga Allah memaafkan semua kesalahannya" nasehat Siti.


"Ya.. Ibu kalian benar, bagaimanapun dia adalah Bapak kalian. Ikhlaskan dan maafkan semua kesalahannya agar jalannya di sana di permudah" sambut Wijaya.

__ADS_1


"Lebih baik kita istirahat saja, besok pagi kita siap - siap mengurus pemakaman Tarjo" ujar Wijaya.


"Iya, sebaiknya Ibu, Dewi dan Ali istirahat ya. Kamu juga yank, kamu kan lagi hamil jangan banyak fikiran dan jangan terlalu capek. Kita istirahat sekarang yuk" ajak Bintang.


"Iya Mas, yuk Bu istirahat" ujar Tiara pada Siti.


Semua bergegas istirahat ke kamarnya. Dewi yang merasa haus sebelum ke kamar dia mampir ke dapur dulu untuk mengambil minum. Semua tingkah laku Dewi tak luput dari pantauan Bagas.


Kesempatan ini tidak di abaikan Bagas, dengan sigap dia langsung menghampiri Dewi sang pujaan hatinya.


"Wi... kamu yang sabar ya.. Bapak kamu sudah tenang di sana. Mungkin ini memang jalan yang terbaik untuk Bapak kamu dari pada dia harus mendekam lama di penjara. Seperti kata kamu tadi Bapak kamu masih beruntung Wi, disaat - saat terakhirnya Allah masih memberikan dia kesempatan untuk bertaubat. Dan kamu lebih beruntung bisa menjadi orang terakhir yang menemani juga menuntuk kepergian Bapak. Kamu anak yang baik, pemberani dan kuat" ucap Bagas memberi semangat.


Dewi kembali menangis teringat kata - kata Bapaknya.


"Bapak juga berkata seperti itu Mas, Bapak bilang... Ba.. Bapak bilang aku anak yang baik hiks.. hiks.. " isak Dewi.


"Ma.. maaf Wi bukan maksudku ingin membuat kamu bersedih lagi. Aku tadinya ingin menghibur kamu tapi kamu malah kembali menangis" ujar Bagas bingung.


"Gak apa - apa Mas. Makasih ya Mas, Mas sudah cukup banyak membantuku" ucap Dewi.


"Sudah sewajarnya Wi aku membantu kalian. Kamu kan keluarga dari sahabat aku" jawab Bintang.


Dan kamu adalah masa depan aku Wi, apapun akan aku lakukan untuk memastikan kamu selamat. Sambung Bagas dalam hati.


"Aku pamit ke kamar duluan ya Mas" ucap Dewi.


"Iya Wi, istirahat yang cukup ya. Semoga kamu mimpi indah" sambut Bagas.


Mimpikan aku ya Wi. Bisik Bagas dalam hati


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2