
"Saat dia berkata jujur di depan Ibu, Bintang dan Tiara, disitu Ibu baru tau kalau Bintang memberikan syarat kepada Bagas untuk menunggu kamu sampai kamu berusia dua puluh tahun. Sebelumnya Mas Wijaya juga pernah menyinggung hal pernikahan. Ibu keberatan menikahkan kamu dengan cepat karena kamu masih kuliah dan Ibu menganggap kamu masih kecil. Tapi Mas Wijaya mengingatkan Ibu kalau pada saat Ibu menikah dengan Mas Wijaya dulu, usia Ibu juga seumuran kamu. Mas Wijaya memberikan pandangan kalau pergaulan anak remaja sekarang sudah sangat memprihatinkan. Dari pada kalian terjerumus ke dalam dosa kalau memang sudah ada calon yang baik, bertanggung jawab, mapan dan terlebih sangat mencintai kamu kenapa nggak? Saat itu Ibu masih menolaknya lagi - lagi karena Ibu masih menganggap kamu terlalu kecil" ungkap Siti.
Dewi menatap wajah Siti yang tampak serius.
"Saat kamu di culik Ibu melihat perjuangan Bagas yang sangat berusaha untuk menemukan kamu. Berbuat dengan cara apapun dan dengan sekuat tenaganya. Di situ Ibu sadar Ibu tidak bisa menjaga kamu selamanya Nak dan ada pria yang sangat menyayangi kamu. Semoga kamu bisa belajar dari kisah hidup Ibu. Bagi kita seorang wanita lebih baik dicintai dari pada mencintai nak" Siti meneteskan air matanya.
"Karena jika dalam sebuah rumah tangga, jika lebih besar cinta sangat wanitanya makan wanitanya akan lebih banyak tersakiti. Apalagi memang sang pria sama sekali tidak mencintainya. Belajarlah dari hidup Ibu sayang... Bagaimana Bapak diperlakukan Bapak kamu. Walaupun dia Bapak kamu tapi lihatlah dari sudut pandang seorang pria dan wanita. Ibu tidak ingin kamu menjalani kehidupan yang sama dengan Ibu. Ibu tidak ingin kamu mempunyai nasib yang sama dengan Ibu. Kamu sudah dewasa Nak.. sudah bisa melihat dan menilai mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan yang salah. Walau usia kamu baru depan belas tahun Ibu yakin kamu bisa dengan dewasa menyikapi semua ini. Sudah mengerti apa maksud dan tujuan semua cerita Ibu ini" Dewi mendekati Siti dan menyeka air matanya.
"Bu.. aku.. aku bingung bagaimana sebenarnya perasaanku pada Mas Bagas. Di satu sisi aku merasa marah karena Mas Bagas sudah membohongiku berpura - pura memintaku sebagai guru kencan gadis di bawah umur. Dia bilang padaku punya calon istri yang seumuran dengan aku dan dia tidak tau gimana cara mendekatinya akhirnya aku mengajarinya. Aku malu Bu, semudah itu Mas Bagas mengerjaiku. Memanfaatkan kepolosanku mentang - mentang dia sudah biasa merayu wanita" Kini Dewi melepaskan unek - unek di hatinya. Dia menangis sambil terisak melepaskan rasa sakit di hatinya.
"Tapi.. tapi.. aku merasa nyaman dekat dengan Mas Bagas. Bisa bermanja - manja layaknya seorang adik kepada Kakaknya. Aku kan gak punya Kakak laki - laki Bu jadi aku menemukan sosok seorang Kakak dari Mas Bagas yang bisa menemani aku, melindungi aku dan memberikan perhatian kepadaku" ungkap Dewi masih terisak.
"Tapi anehnya lagi saat terakhir kami jalan, di hari yang sama saat Mas Bagas mengungkapkan perasaannya padaku. Kami bertemu dengan para wanita di masa lalu Mas Bagas. Mereka bermanja - manja dengan Mas Bagas di hadapanku. Walau Mas Bagas tidak meladeninya tadi mereka tetap saja berusaha merayu Mas Bagas. Mereka semuanya cantik - cantik Bu, sexy dan dewasa. Jauh banget dari aku. Tapi.. herannya mengapa aku marah dan tidak suka mereka berbuat seperti itu pada Mas Bagas" Dewi masih terus menangis.
Siti tersenyum mengerti apa yang sedang di rasakan putrinya. Itu adalah hal wajar, pertama Dewi baru kali mulai ada rasa pada seorang pria, yang kedua usia mereka sangat jauh. Dewi masih polos dan lugu pikirannya masih lurus dan dia sedang proses bertumbuh menjadi wanita dewasa. Ketiga karena usia, tubuhnya memang belum terlihat terlalu menggoda dia belum pintar berdandan membuat dia jadi merasa kecil dan tidak percaya diri untuk di cintai dan mencintai Bagas.
Siti mengelus lembut kepala putrinya.
"Itu namanya cemburu Nak.. Kamu marah kalau pria yang kamu sukai di dekati wanita lain. Cemburu artinya cinta berarti kamu sudah mencintainya" sambut Siti.
__ADS_1
"Tapi Mas Bagas itu kan Kakak aku Bu umurnya sama seperti Mas Bintang. Aku.. aku merasa nyaman di dekatnya karena menganggap dia sebagai kakakku" elak Dewi.
"Sekarang coba Ibu tanya, saat kamu melihat Mas Bintang mesra - mesraan dengan Kak Ara, apakah kamu merasa marah?" tanya Siti.
Dewi menggelengkan kepalanya dan segera menghapus air matanya. Siti tersenyum lembut kepada Dewi.
"Itulah hubungan kakak dan adik. Kamu tidak merasa cemburu kepada Kak Ara karena kamu tidak mempunyai perasaan apapun pada Masmu Bintang. Kamu hanya menganggap Bingtang adalah Kakak kamu tapi pada Bagas berbeda nduk" ujar Siti menjelaskan kepada Dewi.
Dewi terdiam kemudian menatap wajah Siti.
"Jadi aku harus bagaimana Bu?" tanya Dewi bingung.
"Begitu ya Bu?" tanya Dewi polos.
Siti kembali menganggukkan kepalanya.
"Tapi seminggu ini kami memang tidak ada berhubungan Bu dan aku memang merasa kehilangan. Ingin sekali aku menyapa Mas Bagas dan menghubunginya tapi aku masih kesal padanya bahkan ketika aku melihat wajahnya kemarin aku masih sangat marah padanya. Kalau marah kan berarti benci Bu bukan rindu?" tanya Dewi bingung.
"Benci sama cinta itu tipis nak. Benci karena terlalu rindu juga ada lho. Karena kamu terlalu kangen makanya kesal tapi coba nanti kalau gak lihat dia lagi pasti kamu sedih. Gak percaya? Coba deh nanti kamu buktikan" tantang Siti.
__ADS_1
"Iya Bu, aku akan jalankan semua yang sudah Ibu ajarkan padaku. Tapi kalau kelamaan nanti Mas Bagas di sambet cewek lain gimana Bu. Cewek Mas Bagas kan banyak, yang suka dia juga banyak?" tanya Siti.
"Kalau kamu gak suka tentu itu tidak akan menjadi masalah bagi kamu. Kamu pasti tetap cuek menanggapinya tapi sebaliknya kalau kamu suka ya kamu pasti takut kehilangannya. Kalau kamu takut dia pergi dengan wanita lain ya kamu perjuangkan dia nak. Kejar dia dan raihlah kebahagiaan kamu" ungkap Siti.
Siti menatap putrinya itu dan merapikan rambut yang keluar sedikit dari balik jilbabnya.
"Kamu percaya kan dengan jodoh?" tanya Siti.
Dewi menganggukkan kepalanya.
"Seperti Kakak kamu Ara, lima tahun yang lalu tanpa sadar dia dan Bintang melakukan kesalahan dan lahirlah Tegar tapi jodoh siapa yang tau setelah lima tahun mereka bertemu dan akhirnya dapat bersatu dalam ikatan pernikahan. Begitu juga dengan jodoh kamu nak. Kamu tak perlu takut kehilangan, bukan berarti kamu harus pasrah bukaaaan... kita di suruh untuk tetap berusaha dan berjuang dibantu juga dengan doa setelah itu pasrahkan kepada Allah. Kalau memang Bagas itu adalah jodoh kamu dia pasti akan kembali kepada kamu walaupun di luar sana buanyak sekali wanita yang menggodanya" ungkap Siti menenangkan.
Dewi mencoba menyelami semua perkataan Siti dan merekamnya dalam ingatannya. Ini adalah fase pendewasaan diri Dewi. Semoga Dewi berhasil mengambil keputusan yang tepat untuk masa depannya.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1