Tiara

Tiara
Permintaan Maaf Part. 3


__ADS_3

"Boleh aku bertanya sesuatu Siska. Beberapa bulan belakangan ini aku menyimpannya sendiri. Ini tentang Morgan. Dua bulan yang lalu aku melihat kamu dan Morgan bertengkar di salah satu parkiran Mall di Bandung. Aku lihat kamu menangis saat itu dan Morgan juga terlihat sangat murka. Apa yang terjadi pada kalian berdua? Hingga pada saat pernikahanku kamu tidak datang berdua dengan Morgan?" tanya Roy penasaran.


Siska tersenyum menatap Bagas.


"Sebelumnya aku ingin mengucapkan selamat kepada kamu Gas dan istri kamu. Maaf pada saat pesta pernikahan kalian kita tidak sempat bertenu karena aku sudah membuat keributan lebih dulu dengan Bintang dan Tiara. Sehingga aku diusir dari pesta kalian. Selamat atas pernikahan kalian, selamat atas kehamilan istri kamu. Semoga kalian mendapatkan keberkahan dalam berumah tangga. Diberikan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warrahmah. Langgeng sampai kakek nenek dan hingga maut memisahkan. Semoga kalian sekeluarga sehat - sehat sampai lahiran" ucap Siska tulus.


"Aamiin.. terimakasih Sis" sambut Bagas.


"Dua bulan yang lalu untuk pertama kalinya aku mulai telat datang bulan. Aku kira aku hamil. Walau aku memang belum melakukan test pack. Dan aku menceritakan itu kepada Morgan. Agar dia bersiap - siap kalau memang benar aku hamil, dia harus bertanggung jawab pada anak yang aku kandung. Tapi Morgan marah besar, dia meminta aku menggugurkan kandunganku dan tidak mau bertanggung jawab. Dia marah karena aku akan menghalanginya untuk meraih kebahagiaannya. Saat itu Morgan hendak membatalkan pernikahan kalian dan ingin merebut istri kamu Gas" ungkap Siska.


"Sejak saat itu aku minum dan makan apa saja yang bisa mencegah aku hamil sampai beberapa hari kemudian aku pendarahan. Aku kira aku benar - benar sudah keguguran. Tapi ternyata itulah awal mulai penyakitku ini. Hingga bulan berikutnya aku telat datang bulan lagi. Aku sangat senang karena sebulan yang lalu aku berhasil menjebak Bintang, aku kira aku hamil kembali dan kesempatan ini akan aku gunakan untuk menjadi istri Bintang walau hanya menjadi istri kedua tak mengapa. Aku akan menerimanya. Tapi kembali, kemarin aku pendarahan parah dan aku harus memeriksakannya ke dokter kandungan. Itu sebabnya kemarin tanpa sengaja kita bertemu di praktek dokter kandungan. Aku mengira aku sudah keguguran lagi tapi ternyata tidak.. Dokter menemukan sesuatu yang mencurigakan dan hari ini aku melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya seperti yang kalian baca di dalam kertas itu" sambung Siska.


Semua mendengarkan cerita Siska merasa simpatik dengan apa yang dia alami. Walau dulu mereka sempat sangat membenci Siska tapi rasa kasihan mereka kepada Siska lebih besar.


Semuda itu, wanita ini akan menjalani semuanya sendirian tanpa ada dukungan dari orang - orang terdekatnya. Apakah dia bisa kuat menerimanya?


"Apakah ada yang bisa kami bantu Siska?" tanya Tiara tulus menawarkan bantuan.


"Tidak Tiara, terimakasih kamu masih berbaik hati memberikan bantuan kepadaku. Aku hanya meminta Bintang membatalkan tuntutannya dan dia sudah memenuhinya. Itu saja cukup dan aku sangat berterimakasih akan hal itu" jawab Siska.


"Jika kamu membutuhkan bantuan lain jangan sungkan untuk memintanya kepada kami Siska" sambut Dian.


Siska tersenyum lembut, terlihat wajahnya masih sangat sedih dan putus asa.


"Kalian sudah sangat baik kepadaku. Kalian bisa memaafkan aku dengan tulus saja aku sudah merasa sangat beruntung. Kalian tidak menyimpan dendam kepadaku. Itu akan meringankan langkahku" jawab Siska.


"Kapan kamu akan pergi?" tanya Roy.


"Secepatnya, setelah aku mengurus semua barang - barang yang aku punya di Jakarta ini. Aku akan segera kembali ke rumah orang tuaku di kampung" jawab Siska.

__ADS_1


"Mungkin kamu butuh bantuan untuk mengurus barang - barang kamu di sini?" tanya Roy memberikan penawaran.


"Tidak Roy, aku sudah mempercayakan semuanya kepada seseorang. Dia nanti yang akan mengurus semuanya. Yang penting aku bisa pergi dengan tenang. Hari ini saja aku sudah sangat beruntung bisa bertemu dengan kalian semua sehingga aku mempunyai kesempatan untuk meminta maaf langsung kepada kalian. Terimakasih.. terimakasih banyak kalian semua sudah mau memaafkan aku. Mungkin kalau suatu saat kalian mendengar kabar tentang kepergianku, tolong kenanglah aku dalam kebaikan dan tolong doakan aku. Dosaku sangat banyak, aku takut itu pasti akan memberatkanku kelak di akhirat " pinta Siska.


Dia kembali menangis setiap mengingat tentang dosa - dosanya. Tiara kembali membelai punggung Siska mencoba menenangkan Siska kembali.


"Kami akan mengingat kamu sebagai orang yang baik, semoga kamu bisa kuat dan ikhlas menerima semua kenyataan ini Siska" sambut Tiara.


Siska menghapus air mata di pipinya.


"Kalau begitu aku pamit pulang kepada kalian semua. Hari sudah semakin sore, aku harus secepatnya menyelesaikan semuanya sebelum waktuku habis. Terimakasih semuanya" Siska berdiri dari kursinya dan berjabat tangan dan berpelukan dengan Tiara, Dewi dan Dian


Kemudian dia menjabat tangan Bagas yang masih berbaring di tempat tidur.


"Semoga kamu lekas sembuh ya" ucap Siska tulus.


"Terimakasih Siska. Doa yang sama juga buat kamu" balas Bagas.


"Aamiin... " sambut Siska.


Kemudian Siska menjabat tangan Bintang dan Roy bergantian.


"Kalian juga semoga semakin sukses kedepannya" ucap Siska pada mereka berdua.


"Terimakasih Sis" jawab Bintang.


"Aku pamit ya, daaah semua" Siska melambaikan tangannya dan segera melangkah keluar dari ruang rawat inap Bagas.


Mereka semua menatap kepergian Siska dengan rasa iba dan kasihan. Berbagai pemikiran yang mereka simpan di benak mereka masing-masing.

__ADS_1


Kisah Siska ini adalah pengalaman dan pelajaran hidup bukan hanya pada Siska tapi mereka juga bisa mengambil hikmah dari semuanya.


Apa yang kita tanam selama ini, itu juga nanti yang akan kita panen hasilnya. Jika selama ini kita menanamkan kebaikan pasti diakhir cerita kita akan menerima semua kebaikan itu.


Tapi sebaliknya jika selama ini keburukan dan kebusukanlah yang kita tanam pada akhirnya kebusukan itu akan tercium dan bencana yang akan kita terima selanjutnya.


Kini hanya tinggal mereka sepeninggal kepergian Siska. Mereka saling tatap dan hening sesaat.


"Bagaimana tadi kamu bisa bertemu dengannya?" tanya Roy.


"Kami gak sengaja bertabrakan. Aku lihat wajah dan penampilannya sangat kacau. Dia memohon kepadaku dengan wajah yang sangat menyedihkan agar aku mau meluangkan waktu untuk mendengarkan ceritanya" jawab Bintang.


"Pantas saja kamu lama sekali kembali. Aku sudah menunggumu dari tadi sampai aku sudah tidak selera lagi makan bubur yang kamu beli" ujar Bagas.


"Lho jadi Mas mau makan apa?" tanya Dewi bingung.


"Aku pengen makan soto dan harus Bintang yang membelinya" pinta Bagas.


"Mampu* lo" umpat Roy. Roy tersenyum melihat Bintang dikerjain Bagas lagi.


"Ah bodoh aku gak mau belikan apapun lagi untuk kamu" tolak Bintang kesal.


"Tapi Mas Bagas belum makan dari tadi pagi Mas Bintang. Gimana donk, kasihan dia kalau tidak makan. Bisa - bisa semakin lemas. Tolong donk Maaas" pinta Dewi memohon.


"Kalau gak karena istri kamu yang memintanya padaku, udah aku tinggal kamu dari tadi" ancam Bintang kepada Bagas.


Bagas dan Roy tersenyum melihat wajah kesal Bintang. Tapi walaupun dia sangat kesal, dia tetap pergi mencari soto untuk Bagas.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2