Tiara

Tiara
Maaf aku berbohong


__ADS_3

"Dulu kan waktu aku ketemu kamu pertama kali di Cafe kamu sedang hamil Ra. Anak kamu sehat? Dimana sekarang anak kamu?" tanya Bintang.


Deg......


Jantung Tiara seperti berhenti berdetak. Pertanyaan yang selama ini aku hindari. Batin Tiara.


"Sehat Mas, dia tidak ada bersamaku saat ini" jawab Tiara.


"Maaf bukannya aku ingin tau kehidupan pribadi kamu. Mengapa kamu tidak mencari pria yang sudah menghamili kamu Tiara?" tanya Bintang.


"Karena dia sudah memiliki kekasih Mas dan aku tidak ingin dia terpaksa menerima aku dan anakku. Tapi yang paling aku takutkan, dia tau dan malah mengambil anakku dari sisiku" jawab Tiara jujur.


"Itukan hanya ketakutan kamu saja Tiara. Siapa tau kalau kamu jujur bukan hal itu yang terjadi. Misalnya dia mau menerima kamu dan anak kamu mungkin dan kalian hidup bersama bahagia" sambut Bintang.


"Hidupnya dan hidupku bagaikan langit dan bumi Mas. Aku rasa sangat sulit untuk dia bisa menerima aku. Aku dari keluarga yang tidak berada sedangkan dia dari keluarga kaya. Jangankan dia, keluarganya juga pasti tidak akan setuju menerimaku" ungkap Tiara sedih.


"Harta bukan yang utama Tiara yang penting kesetiaan. Malah kalau berlimpah harta susah menemukan orang yang tulus. Biasanya orang pasti mempunyai maksud tertentu untuk mendekati kita" balas Bintang.


Tiara dan Bintang sama - sama berfikir tentang nasib mereka. Tiara memikirkan tentang Bintang sedangkan Bintang memikirkan Siska.


Siska mendekati Bintang juga karena harta dan Siska juga bukan wanita setia. Mungkin sudah berulang kali Siska mengkhianatinya hanya saja Bintang di butakan cinta.


"Sepertinya Mas juga punya pengalaman yang buruk ya" sindir Tiara.


"Semua kehidupan pasti akan melalui badai Tiara. Tidak akan ada yang hidupnya selalu tenang tapi tidak ada kehidupan yang riweh seperti pasar malam. Pasti ada suka duka, bahagia dan sedih, patah hati dan jatuh cinta, kecewa dan berbunga-bunga. Semua datang silih berganti. Yakinlah kalau kamu sedang berada di bawah itu semua untuk menguatkan kaki kamu untuk menopang tubuh kamu dan jika pijakan kamu sudah kokoh dan kuat bersiaplah untuk naik. Tak akan selamanya kamu di basah tapi juga tak akan selamanya di atas. Maknanya apa, saat kamu di bawah bersabar dan terus berusaha. Kalau kamu sudah di atas jangan sombong dan lupa diri" nasehat Bintang.


Entah mengapa kata - kata yang baru saja Bintang katakan seperti air dingin yang sedang mengguyur tubuh Tiara yang sedang kepanasan. Rasanya sangat sejuk mendengarnya.


Andaikan... Aaakh .. kembali Tiara membenci kata - kata itu. Kalau saja tidak ada kata andaikan di muka bumi ini mungkin tidak akan ada penyesalan. Dan penyesalan itu selalu datang belakangan.


"Mas sudah sore, kita kembali ke Hotel yuk. Waktuku sudah habis" pinta Tiara.


"Kamu seperti kisah dalam dogeng sepatu kaca saja Tiara, pakai limit waktu. Apakah kalau kamu pulang tengah malam kamu akan berubah menjadi buruk rupa?" goda Bintang.


"Hahaha.. Mas bisa saja" balas Tiara.


Bintang melihat senyum di wajah Tiara. Sepertinya wanita yang bersamanya ini sudah melupakan kesedihannya.


"Terimakasih ya Mas sudah membawa saya ke sini dan sudah menghibur saya. Saya jadi lebih lega sekarang" ucap Tiara.

__ADS_1


"Sama - sama. Kalau kamu balik ke Bandung dengan suasana hati seperti tadi. Aku sangat merasa bersalah pada Roy karena sudah bisa dipastikan hidangan di Cafe nya tidak enak. Habis pengelolanya sedang bersedih" rayu Bintang.


"Ternyata Mas Bintang bisa bercanda juga, saya kira Mas tipe pria yang serius" balas Tiara.


"Kalau dilihat dari luar, seperti yang kamu duga tadi Tiara tapi kalau aku sudah merasa nyaman biasanya semua akan mengalir begitu saja" ungkap Bintang.


Tiara tersenyum menatap wajah Bintang. Sore sudah hampir habis nanti Tegar bisa - bisa mencarinya. Tiara tidak mau terjadi sesuatu pada putranya itu.


Mereka kembali berjalan menyisiri alun - alun kota dan berhenti di depan mobil Bintang. Kemudian kembali menuju hotel.


Saat di dalam perjalanan Bintang teringat akan sesuatu.


"Tiara... kamu sudah kenal sama semua karcayawan Cafe?" tanya Bintang.


"Sudah Mas, aku sudah kenal semua. Cafe kan sudah berjalan empat bulan. Semua sudah akrab dan saling kenal lebih dalam" ungkap Tiara.


Bintang tampak seperti ragu - ragu.


"Ada apa Mas? ada yang ingin Mas tanyakan?" tanya Tiara penasaran.


"Iya, ada yang ingin aku tanyakan. Kamu tau gak siapa karyawan yang sudah memiliki anak laki-laki kira - kira berumur empat tahun?" tanya Bintang.


Deg... Ya Allah mengapa semakin dekat dengan Mas Bintang aku jadi semakin tau. Bukannya dia bertanya tentang Tegar? Karena hanya aku yang memiliki anak laki-laki berusia empat tahun di Cafe.


"Pada saat grand opening Cafe aku bertemu dengan anak laki-laki itu. Gak tau kenapa senang aja lihat anak itu. Anaknya ganteng dan gembul membuat aku gemas melihatnya" jawab Bintang.


"Emang Mas ketemu dimana sama anak itu? Kog Mas tau dia anak karyawan Cafe? Bisa saja kan dia anak dari pengunjung atau tamu di Cafe?" elak Tiara.


"Ketemu di toilet kamar mandi. Iya ya bisa jadi dia anak pengunjung Cafe" jawab Bintang.


Huh... syukurlah. Sepertinya Mas Bintang terima dengan jawabanku dan semoga tidak bertanya tentang Tegar lagi. Maaf Mas aku berbohong. Ucap Tiara dari dalam hatinya.


"Besok kamu pulang naik apa? Ketepatan aku bawa mobil sendiri dan santai. Kita bisa pulang bareng nanti biar aku singgah ke Bandung" Bintang memberi penawaran.


"Ga.. gak usah Mas. Ngerepotin aja, aku udah pesan tiket kereta kok ke Bandung besok siang" jawab Tiara.


Gawat, kalau pulang sama kamu ketahuan donk aku sudah berbohong sama kamu. Dan aku tidak mau kamu bertemu lagi dengan Tegar. Cukup sekali saja kamu bertemu dengannya di Cafe. Batin Tiara.


"Nanti malam acara kamu kosong? Ketepatan aku cuma sendirian di sini. Kalau kamu ada waktu kita kan bisa keliling kota lagi nanti malam" ajak Bintang.

__ADS_1


Duh Mas Bintang ini dari tadi kok desak jalan bareng terus ya. Aku jadi semakin takut nih dekat - dekat dia. Ucap Tiara dalam hati.


"A.. ada Mas. Aku punya janji jalan sama teman" jawab Tiara.


"Emangnya kamu punya teman di sini?" tanya Bintang.


"Punya, yang tadi nikah itu" jawab Tiara mengingatkan.


"Ah kamu, pengantin baru malah kamu ganggu Ra. Nanti malam itu, malam pertama mereka. Biarkan saja mereka berdua. Kalau kamu bareng mereka bisa - bisa kamu hanya jadi nyamuk hahaha" ujar Bintang sambil tertawa.


Tiara tersenyum kecut.


"Hahaha... gimana ya Mas habisnya kami sudah janjian" tolak Tiara.


"Oke deh kalau begitu.. Kalau kamu butuh bantuan jangan sungkan hubungi nomorku" Bintang memberikan kartu namanya di laci dasbor mobilnya.


"Iya Mas, terimakasih atas waktunya sore ini dan terimakasih Mas sudah menghibur aku" ucap Tiara.


"Gak apa - apa. Santai aja Ra, anggap saja aku teman kamu. Kalau berteman kan memang harus seperti itu saling hibur saat yang lain lagi sedih atau punya masalah. Nanti siapa tau kamu yang hibur aku saat aku mengalami hal yang sama" jawab Bintang.


Tiara terdiam. Semoga lain kali tidak ada lagi seperti ini Mas. Aku harus segera menjauh dari kamu. Batin Tiara.


"Su.. sudah sampai ya. Sekali lagi makasih ya Mas atas bantuannya sore ini. Aku pamit dulu" Tiara menundukkan kepalanya memberikan hormat kepada Bintang.


"Oke Tiara, sampai ketemu lagi lain waktu" balas Bintang.


Tiara keluar dari mobil Bintang dan langsung masuk ke dalam hotel, dan menghilang masuk ke dalam lift.


Hah.. cepat sekali dia pergi. Sepertinya sedang terburu - buru. Aku lupa menanyakan dia di kamar yang mana? Akh.. tapi mengapa aku jadi ingin tau semua tentang dia ya?? Batin Bintang bertanya.


.


.


BERSAMBUNG


Pagi readers.. jangan lupa semangat hari ini.


Semoga hari ini cerah, secerah hati kalian ya 🥰

__ADS_1


Selamat membaca, semoga kalian terhibur. Like, komentnya aku tunggu ya.. apalagi kalau kalian beri hadiah aku pasti sangat seeeenang sekali 😍😍


Terimakasih


__ADS_2