
Roy dan Dian berpamitan pulang dengan keluarga Bintang, begitu juga Bagas.
"Ra kami pulang dulu ya" ucap Dian sambil berpelukan.
"Iya Mbak, terimakasih ya sudah datang ke rumah kami ini" balas Tiara.
"Bu, Wi, kami pulang ya" sambung Dian kepada Siti dan Dewi. Ali dan Tegar sudah istirahat di kamar Tegar karena sudah malam. Mereka sudah ngantuk setelah lelah berenang seharian.
"Iya Yang, hati - hati ya. Kalau sudah mau nikah banyak cobaannya" nasehat Siti.
"Lebih banyak aku Bu cobaannya mana berat lagi dua tahu " potong Bagas.
Sontak Bintang dan Roy tertawa melihat tingkat sahabat mereka yang uring - uringan ini.
"Cobaan apa nak Bagas?" tanya Siti bingung.
Bintang mendelikkan matanya ke arah Bagas.
"Cobaan untuk menjadi orang yang benar" jawab Bagas.
"Kalau tentang itu ya jelas berat Nak Bagas cobaannya. Kamu harus kuat tapi yakinlah kalau kamu kuat pasti akan mendapat hasil yang baik" nasehat Siti
Tetiba wajah Bagas sumringah senang.
Dapat nasehat dan tambahan semangat dari calon Ibu mertua. Hati Bagas meletup - letup bak mercu suar.
"Dewi Mas pulang dulu ya. Kasih bekal donk" goda Bagas pada Dewi.
"Ehm... " sindir Bintang.
Roy hanya tertawa melihat tingkah Bagas yang sudah seberti ABG labil.
"Mas Bagas mau bekal, bentar ya Dewi bungkusin" jawab Dewi polos.
"Bu.. bukan yang itu Wi, Mas cuma bercanda" elak Bagas.
Roy semakin lebar tawanya membuat Dian semakin penasaran.
"Apa sih" bisik Dian.
"Sabar yank, nanti aku ceritain di mobil" jawab Roy.
"Aku pamit ya Bu, Wi. Sampai ketemu lagi lain waktu. Nanti kalau aku ada urusan di Bandung boleh mampir kan di Cafe?" tanya Bagas.
"Boleh" jawab Siti.
"Jangan Bu, dia ini banyak maunya. Nanti dia minta yang aneh - aneh lagi" potong Bintang.
"Gak apa - apa, Ibu akan sediain" sambut Siti.
__ADS_1
"Aamiin... bener ya Bu" balas Bagas.
"Ye... mau banget tuh" sindir Roy.
"Udah ah pulang sono, kagak usah berlama - lama pamitannya. Kami mau istirahat. Udah capek seharian dengar ocehan kamu" sindir Bintang.
"Maaas... apaan sih" Tiara menyenggol lengan Bintang. Dia merasa gak enak sama Bagas karena Bintang sudah mengusir Bagas secara paksa.
"Makasih ya Mas Bagas udah datang ke rumah kami" ucap Tiara.
"Iya Ra, nanti kalau aku santai aku mampir lagi kok" jawab Bagas.
"Awas kalau kamu datang di saat aku lagi gak ada di rumah" ancam Bintang.
"Iya.. aku bukan mau gangguin Tiara kok. Di hatiku sudah ada satu nama" Bagas melirik sebentar ke arah Dewi.
"Ehm.. kelamaan pamitnya keburu malam Gas. Udah ah, yuk pulang" ajak Roy.
Akhirnya Bagas masuk ke dalam mobilnya sedangkan Roy dan Dian masuk ke dalam mobil Roy. Mereka pulang dari rumah baru Bintang.
Di dalam mobil Dian.
"Ada apa sih Mas dengan Bagas malam ini? Sepertinya dari tadi kamu dan Bintang menyerang dia terus. Aku jadi curiga?" tanya Dian penasaran.
"Bagas menyukai seorang cewek" jawab Roy.
"Bagus itu. Eh tapi suka beneran atau cuma main - main? Secara Bagas kan seperti kamu juga playboy" sindir Dian.
"Kenapa begitu?" tanya Dian semakin penasaran.
"Itu syarat dari Kakak Ipar wanita yang disukai Bagas" ungkap Roy.
"Aneh, ada syarat seperti itu. Siapa sih cewek itu. Aku jadi semakin geregetan nih sangkin penasarannya" desak Dian.
"Kalau aku bilang kamu pasti gak percaya" ucap Roy.
"Iiiih malah di buat teka - teki biar aku makin penasaran. Udah gak sabar nih" ujar Dian.
"Aku juga gak sabar banget yank nikah sama kamu. Pengennya malam ini langsung jabat tangan Papa kamu dan ucapkan ijab kabul" goda Roy.
"Maaaas" Dian mencubit tangan Roy.
"Aaw... iya.. iya. Aku sebutin nih nama ceweknya tapi kamu jangan histeris ya" goda Roy membuat Dian semakin tak sabar.
"Udah cepetaaaaa... " desak Dian.
"Bagas menyukai Dewi" jawab Roy singkat.
"Apa?????" teriak Dian.
__ADS_1
"Tuh kan histeris. Biasa aja lagi" sambung Roy.
"Maaas Dewi itu masih kecil. Baru juga tamat SMU, masak Bagas gak ngerasa Dewi itu masih adek - adek. Bisa - bisanya dia menganggap Dewi sebagai wanita dewasa yang akan dijadikan istri" oceh Dian.
"Bisa donk yank, gak ada yang salah. Dewi bukan sodaranya jadi sah - sah aja kalau Bagas menyukainya. Selain Dewi cantik, Dewi juga baik dan solehah seperti kamu dan Tiara" jawab Roy.
"Tapi Dewi masih delapan belas tahun sedangkan Bagas tiga puluh satu tahun. Bedanya tiga belas tahun Mas" protes Dewi.
"Nah makanya Bintang gak setuju. Tapi Sepertinya Bagas emang serius suka sama Dewi jadinya Bintang kasih syarat sama Bagas. Tunggu Dewi berusia dua puluh tahun baru Bintang boleh mendekati Dewi" jawab Roy.
"Bagas mau nikahi Dewi saat berumur dua puluh tahun?" tanya Dian.
"Tergantung kalau pada saat itu Dewi juga menyambut perasaan Bagas. Kalau Dewi belum ada rasa berarti Bagas harus berjuang lagi untuk mendapatkan hati Dewi. Itu artinya tambah lagi waktunya dan Bagas semakin tua hahaha" jawab Roy sambil tertawa karena lucu melihat sahabatnya itu kena karma atas perbuatannya selama ini.
"Ih kamu, teman lagi dapat masalah kamu malah tertawa. Kasihan juga Bagas kalau begitu. Kenapa Bintang kasih syarat seperti itu?" tanya Dian.
"Karena Bintang merasa umur Dewi masih terlalu muda untuk sebuah hubungan serius disamping itu Bintang mau Dewi fokus dulu untuk masuk kuliah jangan mikirin cinta - cintaan dulu. Nanti bisa gak jadi kuliahnya" ungkap Roy.
"Iya juga sih, saat aku berusia delapan belas tahun belum kefikiran tuh buat nikah" balas Dian.
"Kalau diusia itu kamu sudah mau nikah Mamasmu ini juga belum siap Neng. Allah tidak akan memberikan sebuah cobaan kalau umatNya tidak bisa menghadapinya" sambut Roy.
"Lagian ganjen banget aku kebelet nikah umur delapan belas tahun" sambung Dian.
"Gak ganjen kok cuma genita aja. Tapi aku suka" gombal Roy.
"Apaan sih" balas Dian.
*****
Sementara di kamar utama rumah baru Bintang.
Tiara dan Bintang sudah bersih - bersih dan bersiap - siap mau tidur.
"Mas kenapa tadi pas mau pulang tingkah kalian aneh deh sama Mas Bagas? Sepertinya kalian habis - habisan ngerjain dia. Kasihan tau Mas" ucap Tiara.
"Habis kesal lihat dia, si fedofil" umpat Bintang.
"Ih apaan sih gitu ngomongnya. Mas Bagas kan sahabat kamu, masak kamu juluki dia seperti itu?" tanya Tiara.
"Habis dia itu memang fedofil. Sukanya sama anak kecil" jawab Bintang.
"Anak kecil, siapa?" tanya Tiara penasaran.
"Dia suka sama Dewi" jawab Bintang.
"Apa? Mas Bagas suka sama Dewi?.... "
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG