Tiara

Tiara
Kunjungan balasan dari Mama


__ADS_3

Kini hubungan Bintang dengan Mamanya sudah semakin baik. Seperti hari ini Bu Bambang dan Bik Sumi sudah janjian dengan Tiara akan berkunjung ke rumah Bintang. Tentu saja tanpa sepengetahuan Pak Bambang.


Bu Bambang pamit menemani Bik Sumi ke rumah saudaranya yang sedang pesta. Pak Bambang memberikan izin karena sudah menganggap Bik Sumi sebagai keluarga sendiri.


Mereka menaiki mobil yang dikemudikan oleh Mang Kardi. Saat ini mereka sedang berada di jalan menuju rumah Bintang. Sesuai dengan alamat yang diberikan Tiara lewat pesan singkatnya, akhirnya Bu Bambang dan rombongan sampai di rumah Bintang.


"Assalamu'alaikum" ucap Bu Bambang ketika masuk ke dalam rumah Bintang.


"Wa'alaikumsalam Omaaaaa" jawab Tegar riang dari dalam rumah.


Mereka kemudian saling berpelukan.


"Ini Oma bawakan sesuatu untuk kamu" Bu Bambang memberikan bungkusan untuk Tegar yang berisikan mainan.


"Ma.. jangan terlalu memanjakannya. Nanti dia main melulu kerjaannya" ucap Tiara.


"Gak apa Ra, Mama senang melihat wajahnya yang penuh ceria setiap menerima semua yang Mama belikan untuknya" jawab Bu Bambang.


Bintang datang dari arah kamarnya


"Mama sudah sampai rupanya" Bintang mencium tangan Mamanya kemudian memeluknya, begitu juga dengan Bik Sumi.


Tidak ada perbedaan antara Mamanya dengan Bik Sumi karena keduanya adalah orang tua Bintang. Bu Bambang tidak cemburu kepada Bik Sumi karena diperlakukan Bintang seperti itu.


Bu Bambang sangat mengerti, sejak dulu Bintang lebih dekat dengan Bik Sumi ketimbang dia Ibu kandungnya sendiri.


Tak lama Bintang juga mencium tangan Mang Kardi dan memeluknya.


"Wah rumah Den Bintang besar banget. Den Bintang hebat ya, masih muda tapi kesuksesannya sudah bisa mengimbangi Tuan Bambang" puji Mang Kardi.


"Belum lah Mang, masih lebih hebat Papa. Aku masih baru di dunia bisnis. Beda dengan Papa yang sudah puluhan tahun" balas Bintang.


"Ayo Ma, Bik Sumi dan Mang Kardi masuk, kita langsung ke dalam aja ya. Aku sudah menyiapkan menu spesial untuk menyambut kedatangan kalian" ajak Tiara.


"Yuk Ma" sambut Bintang.


Mereka kemudian berjalan menuju ruang makan. Tiara sudah mempersiapkan beberapa hidangan khusus untuk menyambut kedatangan mertuanya dan orang - orang penting dalam hidup Bintang dulu.


Mereka makan siang bersama sambil bercerita.


"Wah hebat ya Den istrinya pinter masak. Pantasan Den Bintang badannya makin gedek" puji Mang Kardi.


"Hahaha.. iya Mang. Aku malah takut gemuk, jadi harus lebih sering olah raga sekarang" jawab Bintang.


"Ini semua kamu yang masak Ra?" tanya Bu Bambang.


"Iya Ma" Tiara tersenyum hormat kepada Mama mertuanya.


"Non Tiara memang hebat" sambut Bik Sumi.


"Dia dulu sempat mengelola cafeku di Bandung Ma. Sekarang setelah menikah mertua aku yang mengelolanya. Cafe itu kini sangar berkembang karena masakananya memang terkenal enak" jawab Bintang.


"Oh ya, pantas saja kamu pinter banget masaknya" balas Bu Bambang.


Mereka menyantap semua masakan yang di hidangkan Tiara.


Tiba - tiba Tiara berlari ke arah kamar mandi membuat semuanya menatap Tiara dengan tatapan bertanya dan penasaran.

__ADS_1


Bintang bangkit dari duduknya dan menyusul Tiara ke kamar mandi belakang.


"Oeeeek.... oeeeek... " Tiara mengeluarkan semua isi perutnya. Makanan yang baru saja dia santap habis keluar semua dengan terpaksa.


Bintang menghampiri Tiara dengan wajah khawatir.


"Kamu kenapa yank, sakit?" tanya Bintang.


"Gak tau Mas, masuk angin mungkin karena telat makan" jawab Tiara pelan.


Bintang segera mengurut tengkuk Tiara dari belakang untuk meringankan rasa mual di perut Tiara.


"Sudah mendingan?" tanya Bintang.


"Sudah Mas" Jawab Tiara.


Setelah berhasil menetralkan perutnya Tiara berdiri dan berhadapan dengan Bintang.


"Haaaaah... " Tiara menghempaskan nafasnya dengan kasar.


"Sudah lega?" tanya Bintang.


"Masih belum, tapi sudah lebih baik ketimbang tadi" jawab Tiara.


"Mau aku buatkan teh hangat?" Bintang memberi penawaran.


"Boleh Mas tapi jangan terlalu manis ya" pinta Tiara.


"Iya sayang, kamu balik aja ke meja makan bersama yang lainnya nanti aku menyusul sambil membawa teh untuk kamu" perintah Bintang.


"Gak apa - apa sayang, kesehatan kamu lebih penting" balas Bintang.


Tiara berjalan kembali ke meja makan bergabung dengan mertuanya, Bik Sumi, Mang Kardi dan Tegar.


"Kamu kenapa Ra?" tanya Bu Bambang.


"Cuma masuk angin Ma" jawab Tiara.


Tak lama Bintang datang dengan membawa segelas teh manis hangat untuk Tiara.


"Apa itu Den?" tanya Bik Sumi.


"Teh manis hangat untuk Tiara Bik, tadi dia habis muntah pasti mulutnya pahit dah lemas" jawab Bintang.


"Wah Den Bintang udah semakin mandiri sekarang. Udah pinter buat teh manis, apalagi buatnya khusus untuk istri tercinta" goda Mang Kardi.


"Udah terbiasa Mang, berapa tahun tinggal sendiri menempah aku menjadi sosok yang mandiri. Semuanya harus bisa aku kerjakan sendiri" jawab Bintang.


Tanpa sadar kata - kata Bintang kembali membuat Bu Bambang sedih dan merasa bersalah.


"Maaf Ma bukan maksud aku membuat Mama merasa sedih. Aku hanya menceritakan bagaimana kehidupanku dulu" Ucap Bintang.


"Mama hanya merasa bersalah sayang, karena Mama dan Papa makanya kamu harus menjalani hidup seperti itu" sambut Bu Bambang.


"Mungkin memang lebih baik seperti itu Ma. Kalau tidak aku pasti akan jadi anak yang manja dan sombong karena semuanya serba ada dan bisa aku dapatkan tanpa kerja keras" balas Bintang.


Tiara kembali lagi berlari ke kamar mandi dan langsung dikejar oleh Bintang.

__ADS_1


"Ueeeek.. ueeeek" Tiara kembali muntah, tubuhnya semakin lemas.


"Yank, kita ke dokter yuk. Kamu kok muntah - muntah terus" ucap Bintang khawatir.


Bu Bambang dan Bik Sumi datang menyusul mereka.


"Ra.. " panggil Bu Bambang.


"Ya Ma" jawab Tiara lemah.


"Kamu sudah datang bulan, bulan ini?" tanya Bu Bambang menyelidik.


"Belum Ma" jawab Tiara tanpa berfikir panjang.


Bu Bambang dan Bik Sumi saling pandang.


"Kenapa Mama tanya begitu?" tanya Bintang bingung.


"Mama dan Bik Sumi menduga kalau Tiara hamil" ungkap Bu Bambang.


Tiara dan Bintang saling pandang.


"Yank kamu sudah telat datang bulannya?" tanya Bintang.


Tiara diam dan sedang berfikir.


"Iya Mas, sudah telat seminggu" jawab Tiara.


"Mang Kardi" panggil Bu Bambang.


"Ya Nyaaah.. " jawab Mang Kardi.


"Tolong pergi ke apotik belikan test pack" perintah Bu Bambang kepada Mang Kardi.


"Test pack?" tanya Mang Kardi bingung.


"Iya, alat test kehamilan" jawab Bu Bambang.


Mang Kardi langsung mengerti dengan situasi yang terjadi. Dia langsung pergi mencari test pack untuk Tiara pastinya.


Tiga puluh menit kemudian Mang Kardi kembali dengan membawa bungkusan di tangannya.


"Ini Den, test packnya. Langsung di pakai aja Den sama Non Tiara biar jelas. Lebih cepat lebih bagus jadi bisa langsung dijaga" pesan Mang Kardi.


"Iya Mang, makasih ya" jawab Bintang.


Bintang memberikan bungkusan yang diberikan Mang Kardi tadi kepada Tiara. Bintang menuntun Tiara ke kamar mandi dan membantunya.


Tak lama kemudian mereka berdua keluar kamar mandi.


"Bagaimana?" tanya Bu Bambang tak sabar.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2