Tiara

Tiara
Kekhawatiran semua orang


__ADS_3

Keesokan harinya Tiara pamit kepada Bintang untuk pergi ke supermarket membeli keperluan Zia sekaligus untuk menjemput Tegar sekolah.


Bintang yang sedang sibuk mengurusi pekerjaannya karena siang ini dia ada rapat dengan client. Dengan mudahnya Bintang memberikan izin kepada Tiara tanpa merasa curiga.


Karena merasa sangat takut kalau dia hamil sementara Zia masih terlalu kecil akhirnya Tiara memutuskan langsung ke rumah sakit untuk menemui dokter yang sudah membantunya persalinan saat melahirkan Zia.


"Selamat siang Dok" sapa Tiara.


"Selamat siang, Ibu Tiara? Ada apa anda kemari? Kok tumben cuma datang sendiri, Pak Bintangnya mana Bu?" tanya Dokter resah.


Perasaan Dokter sudah tidak enak karena wajah Tiara terlihat tidak seperti biasa. Ada raut khawatir, resah dan sedih tergambar di wajahnya.


"Ada yang ingin saya konsultasikan dengan dokter" ucap Tiara akhirnya.


"Oh silahkan. Silahkan duduk" jawab Dokter gugup.


Tiara duduk tepat di hadapan Dokter, dia meremas tangannya mencoba tenang.


"Mmm.. anu begini Dok. Setelah melahirkan saya belum juga datang bulan. Padahal sudah lebih dua bulan saya melahirkan putri saya. Saya ingin diperiksa Dok apakah saya hamil. Soalnya ini sangat aneh, dulu waktu melahirkan putra pertama saya, saya tidak mengalami hal ini. Datang bulan saya lancar - lancar saja" ungkap Tiara.


Dokter menghela nafas. Apa yang dia khawatirkan akhirnya terjadi juga. Tidak mudah bisa merahasiakan semua ini pada seorang pasien. Apalagi pasien tersebut pintar dan sangat cekatan dan ceriwis.


"Baiklah kalau begitu silahkan Ibu berbaring di tempat tidur pemeriksaan ya. Saya akan segera memeriksa keadaan Ibu" perintah Dokter.


Tiara berdiri dan kemudian mendekati tempat tidur dan naik di atasnya. Kini Tiara sudah berbaring telentang di atas tempat tidur dan siap untuk di periksa Dokter.


Dokter pura - pura mengolesi gel ke perut Tiara lalu melakukan pemeriksaan. Dia harus melakukannya agar pasien atau Tiara tidak curiga. Dokter berusaha merahasikannya karena janjinya kepada suami pasien yang tak lain adalah Bintang.


Biarlah ini masalah keluarga mereka. Setelah ini Dokter berencana untuk menyuruh Bintang mengatakan yang sebenarnya kepada Tiara. Karena tak bisa masalah besar ini di rahasikan terus pada Tiara.


Lambat laun dia akan curiga dengan keadaannya dan akan terus bertanya untuk mendapatkan jawabannya.


"Semuanya normal Bu, baik tapi tidak ada tanda - tanda kehamilan. Itu artinya Ibu tidak sedang hamil" ungkap Dokter.


"Alhamdulillah.. akhirnya saya lega. Ke khawatiran saya tidak terbukti" Sambut Tiara.

__ADS_1


Dokter merapikan alat pemeriksaannya dan kembali duduk di kursinya.


"Apa penyebab semua ini terjadi Dok?" tanya Tiara curiga.


"Banyak faktor bu. Bisa jadi hormon ibu terganggu, mungkin karena Ibu sedang menyusi. Nutrisi yang Ibu peroleh dari makanan semuanya habis di transfer untuk ASI. Makanya sel telur tidak berkembang dan tidak terjadi pembuahan yang menyebabkan Ibu hamil. Yang kedua karena Ibu stres atau terlalu lelah. Santai saja jangan terlalu tegang Bu. Rileks... " ungkap dokter.


Tiara tampak lebih lega karena dokter bisa menjelaskan dengan sangat baik dan Tiara bisa menerima penjelasan Dokter tersebut.


"Sampai berapa lama saya bisa seperti ini?" tanya Tiara lagi.


Gantian dokter yang tegang karena pertanyaan Tiara semakin sulit untuk di jawab Dokter.


"Saya tidak bisa pastikan sampai kapan tapi yang jelas semua ini terjadi karena Ibu sedang menyusui" jawab Dokter.


"Bisa sampai dua tahun?" tanya Tiara lagi.


"Bisa jadi bu" jawab Dokter.


Tiara merapikan pakaiannya dan kembali duduk di kursi tepat di hadapan Dokter.


"Terimakasih Dok. Kalau begitu saya pamit undur diri" ujar Tiara.


"Silahkan dan hati - hati di jalan" sambut Dokter.


Mereka saling berjabat tangan dan kemudian Tiara melangkah pergi meninggalkan ruangan praktek sang Dokter.


Dokter tersebut segera menghubungi Bintang. Dia segera meraih ponselnya dan menelepon Bintang.


"Selamat siang Pak Bintang" sapa Dokter


"Siang Dok? Ada apa Anda menghubungi saya diwaktu seperti ini. Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya Bintang terkejut.


"Ya ini berita yang harus segera Anda ketahui Pak. Baru saja istri Anda datang ke praktek saya untuk memeriksakan dirinya" ungkap Dokter.


Alangkah terkejutnya Bintang ketika mendengar laporan Dokter.

__ADS_1


"Istri saya, Tiara?" tanya Bintang dengan nada yang sedikit lebih kuat.


"Ya Ibu Tiara. Dia memeriksakan kandungannya karena dia tidak mengalami datang bulan, bukan ini. Saya sudah berusaha untuk menjelaskannya secara kedokteran dan alhamdulillah sepertinya dia menerimanya tapi Pak.. ini hanya bersifat sementara. Sebaiknya Bapak secepatnya memberitahu istri Bapak tentang kenyataan yang sebenarnya. Sebelum dia semakin curiga dan memeriksakan kandungannya ke Rumah Sakit lain" jawab Dokter.


Bintang terdiam tak tau harus berkata apa.


"Bagaimanapun satu hal yang paling penting terjadi dalam hidup kita, sebuah rahasia besar lebih baik kita ketahui langsung dari orang terdekat kita dari pada istri Bapak mengetahuinya dari orang lain nanti dia akan lebih terluka dan membenci Bapak. Saya harap Bapak bisa mempertimbangkan ucapan saya ini. Coba pikirkan baik - baik Pak bagaimana cara menyampaikannya kepada Ibu Tiara. Melihat kondisinya saat ini, Ibu Tiara sudah semakin membaik dan sangar kuat. Saya yakin kekuatan mentalnya juga lebih kuat. Bapak harus bisa meyakinkan beliau dan tunjukkan padanya bahwa Bapak tidak keberatan dengan keadaannya sekarang dan Bapak tetap nyaman berada di dekatnya walau dia sudah memiliki kekurangan " nasehat sang Dokter.


"Ba.. baik Dok.. Saya akan segera memikirkan bagaimana cara mengungkapkan kebenaran ini pada istri saya. Terimakasih atas nasehat, saran dan perhatian Dokter kepada istri saya dan keluarga saya" ujar Bintang.


"Sama - sama Pak Bintang. Kalau begitu saya tutup teleponnya ya.. selamat siang" Dokter mengakhiri panggilan teleponnya.


"Selamat siang Dokter" balas Bintang.


Bintang terdiam sesaat mencoba memikirkan apa yang baru saja disampaikan oleh Dokter kandungan yang menangani persalinan istrinya saat melahirkan anak kedua mereka.


Benar nasehat dokter tersebut. Kalau Tiara mengetahuinya dari orang lain dia pasti akan lebih terluka. Sepertinya aku memang harus segera mengatakan semua kebenarannya. Ya Allah tolong bantu aku untuk bisa menyampaikan semua ini kepada istrinya dan tolong beri kami kekuatan terlebih istriku. Kuatkan hatinya untuk bisa menerimanya. Amiin.. Doa Bintang dalam hati.


Bintang kembali meraih ponselnya dan menghubungi Mamanya.


"Assalamu'alaikum Ma... Mama bisa tidak menginap di rumahku malam ini? Setelah ini aku juga akan menghubungi Ibu di bandung dan akan memintanya datang juga ke Jakarta?" tanya Bintang.


"Wa'alaikumsalam. Menginap di rumah kamu Bin? Bisa, tapi ada apa? Mengapa Mama dan Siti kamu pinta utnuk datang dan kumpul di rumah kamu malam ini?" tanya Sekar bingung sekaligus penasaran.


"Keadaannya semakin genting Ma. Tiara sudah mulai curiga dengan keadaan tubuhnya. Baru saja Dokter menghubungi aku dan mengatakan kalau Tiara baru saja memeriksakan dirinya ke Rumah Sakit karena bulan ini Tiara belum juga datang bulan" jawab Bintang.


"Oh ya Allah... Jadi bagaimana Bi? Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Sekar khawatir.


"Malam ini aku akan memberi tahu kebenarannya Ma. Makanya aku butuh kehadiran Mama dan Ibu di rumah. Hari ini juga aku akan sampaikan pada Tiara bahwa rahimnya sudah diangkat saat melahirkan Zia kemarin" tegas Bintang.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2