
"Oh iya Roy, sekalian mau kasih tau kamu kalau Tiara mau pamit dari Cafe kamu karena dia dan Tegar akan ikut aku ke Jakarta. Mungkin dia kan menunggu sekitar satu bulan sampai kalian menemukan orang yang bisa menggantikan dia di Cafe" ungkap Bintang.
Tiara menatap wajah Roy, ada rasa sungkan yang sangat besar kepada Roy. Sangat berat untuk mengatakannya tapi harus dia lakukan.
"Mas Bintang mengajak aku dan Tegar untuk kembali ke Jakarta setelah menikah Mas Roy. Aku harap kamu bisa mengerti" Ujar Tiara.
"Tidak masalah Ra, aku sangat mengerti. Wanita yang baik seperti kamu ini pasti akan ikut kamanapun suami kamu pergi. Masalah Cafe tidak perlu kamu persoalkan" balas Roy.
"A.. aku akan membantu Mas. Satu bulan aku akan mengajari penggantiku cara menangani Cafe dengan baik. Mas atau Mbak Dian bisa segera mencari calon penggantiku" sambung Tiara.
"Kita akan cari sama - sama ya. Apa kamu punya usul?" tanya Dian.
Tiara menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada Mbak, Mbak atau Mas Roy?" tanya Tiara.
"Untuk saat ini aku belum punya kandidat yang bisa dipercayai untuk mengelola Cafe Kenanga di Bandung" balas Roy.
"Sama, aku juga belum punya calonnya" sambut Dian.
"Tapi jangan lama - lama ya Roy, Yan. Jangan lebih satu bulan. Sebentar lagi Tegar akan masuk sekolah dasar. Aku akan segera mempersiapkan semua kebutuhannya dan mendaftarkan dia sekolah di Jakarta" pinta Bintang.
"Iya kami ngerti Bin, itukan cuma alasan kamu saja. Bilang saja pengantin baru gak pengen lama - lama berjauhan" sindir Roy.
"Nah itu maksud aku, cuma aku gak enak saja mengatakannya" canda Bintang.
Roy menyenggol lengan Dian.
"Lihat Yan, pengaruh mau menikah sudah bisa bercanda. Biasanya serius" sindir Roy.
Dian tersenyum melihat sikap Bintang yang malu - malu.
"Awas kamu ya, nanti kalau kamu mau nikah akan ku balas habis - habisan" ancam Bintang.
"Hahaha.. sebentar lagi Bro, lagi usaha. Sabar ya" ucap Roy sambil tertawa nakal.
__ADS_1
"Oh ya benarkah? Secepat itu kamu bisa menemukan target baru?" tanya Bintang.
"Sebenarnya target lama Bin, cuma dulu dia menyukai orang lain makanya aku lari ke banyak wanita. Sekarang dia lagi free, aku baru pendekatan" Roy menggoda Dian.
"Serius rupanya. Siapa Roy?"desak Bintang.
"Nanti kamu pasti tak kok. Kalau sudah jelas perasaannya padaku. Baru aku katakan pada kamu sekalian kasih undangan. Secepatnya menyusul kalian" Roy menyindir Dian.
Dian hanya tersenyum malu tapi dia pura - pura tidak tau.
"Kamu tau Yan, siapa target barunya?" tanya Bintang.
Dian menatap Roy kesal karena telah berhasil membuatnya malu seperti ini.
"Mm.. nggak tau Bin. Aku gak tau siapa target barunya. Sudahlah gak usah diperpanjang nanti juga dia cerita sendiri" balas Dian.
Dibawah meja, Dian menginjak kaki Roy untuk memperingatkan Roy agar tidak terus menerus menggodanya.
Roy tersenyum sabar dan menatap wanita yang sebenarnya sudah sejak dulu dia sukai tapi karena dia tau Dian menyukai Bintang sahabat mereka Roy memilih mundur. Dia tidak ingin persahabatan mereka hancur karena masalah cinta.
Oleh sebab itu Roy mengalihkannya dengan bermain - main bersama wanita - wanita yang dia temui selama ini. Yaah.. mungkin karena perbuatannya itu membuat dia semakin jauh dengan Dian bahkan Dian sering mengejeknya dengan sebutan playboy.
Tapi Allah berkata lain, menyatukan Tiara dengan Bintang dan mungkin inilah kesempatan Roy untuk mewujudkan cinta pertamanya yang selama ini terpendam.
Mungkin Dian memang jodohnya walau harus dengan perjalanan panjang yang penuh lika - liku. Siapa tau keberuntungan itu berpihak padanya. Siapa sangka cinta pertama yang terpendam bisa terwujud dan dia bisa menikahinya.
Seandainya hal itu terjadi pasti Roy sangat bahagia. Sebisanya dia akan membuat Dian bahagia dalam hidupnya.
Perasaan ini belum dia ungkapkan kepada Dian. Karena jujur saja kemarin dia masih kecewa dengan penolakan dari Tiara. Tapi dengan cepat benih - benih cinta yang dulu telah dia kubur dalam - dalam kini kembali bersemi. Dan kali ini dia akan berjuang untuk mendapatkannya.
Roy sudah berjanji dalam hati akan dengan serius memperjuangkan cintanya pada Dian sampai Dian mau menikah dengannya. Apalagi orang tua Roy memang sudah sibuk mendesak Roy untuk serius berumah tangga.
"Doaku semoga kali ini kamu berhasil Roy mendapatkan wanita impian kamu" ujar Bintang serius.
"Aamiin.... " jawab Roy.
__ADS_1
Roy menyenggol lengan Dian.
"Di aminkan donk Yan, Ra. Semakin banyak yang mengaminkan kan lebih bagus. Doanya jadi terkabul" sindir Roy sambil memainkan matanya ke arah Dian.
"Aamiin... " sambut Tiara.
Dian menginjak kaki Roy kembali di bawah meja.
"Kamu Yan?" goda Roy.
"Aamiin.... " jawab Dian semakin malu.
"Alhamdulillah.. Kalau Dian udah mengaminkan aku yakin usahaku akan berhasil. Biasa doa Dian ampuh ni" Roy masih betah menggoda Dian.
"Betul itu. Aku sering di doain Dian. Termasuk dulu nyuruh aku nikahin Tiara. Buktinya sekarang terkabul" sambut Bintang.
"Iya.. iya.. semuanya sudah aku doain. Puas kalian?" jawab Dian kesal karena sudah malu karena rayuan asem Roy.
Awas kamu ya Roy, kalau Bintang dan Tiara sudah pulang bersiaplah aku sambel. Batin Dian.
Dian melirik wajah Roy kesal sedangkan Roy tertawa melihat Dian yang merah karena menahan malu. Tapi sayangnya hanya dia saja yang tau.
Tiara dan Bintang tidak sadar kalau saat ini dia sedang menggoda Dian habis - habisan. Karena hubungan Roy dan Dian yang masih menuju serius belum tersebar kemana pun. Hanya rahasia mereka berdua.
Dian belum mengatakan 'Ya' kepada Roy. dia hanya mengatakan kalau Dian akan memikirkannya. Dan Roy masih harus berjuang sampai kata - kata 'Ya' itu keluar dari bibir Dian.
"Yan minggu depan kita pergi bareng ya ke Bandung, aku gak ada teman ke sana. Kamu jangan tinggalin aku ya" Roy kembali menggoda Dian.
"Ya iyalah Roy. Dia pasti nungguin kamu, mana mungkin dia ninggalin kamu dan berangkat ke Bandung sendiri" sambut Bintang polos.
"Siapa tau aja dia berniat ninggalin aku. Awas ya kalau kamu pergi sendiri, aku akan mengejar kamu sampai ke ujung dunia sekalipun" Roy serius mengatakan kata - kata itu. Membuat Dian tertunduk karena malu.
"Nggak.. kamu tenang aja Roy. Kali ini aku akan nunggu kamu kok, jadi yang sabar ya... " akhirnya Dian memberi jawaban.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG