Tiara

Tiara
Ada yang berbeda


__ADS_3

Setelah Tegar sehat seperti biasa Bintang balik ke Jakarta setiap hari minggu malam.


Sudah berlalu satu bulan dari peristiwa Tegar demam. Akhir pekan ini Bintang akan ke Bandung lagi untuk menjenguk Tegar.


Satu bulan ini Roy selalu ikut ke Bandung dan sudah sebulan ini juga Bintang dan Roy tidak menginap lagi di rumah Tiara untuk menjaga omongan tetangga.


Setiap Bintang datang dia bertemu dengan Tegar di luar atau di Cafe. Ada yang berbeda yang di rasakan Bintang.


Tidak ada lagi makan bersama bertiga dia, Tiara dan Tegar di rumah. Tiara juga tidak pernah ikut setiap kali Abin yang dah Tegar pergi. Tiara selalu beralasan menjaga Cafe padahal ada Roy.


Entah mengapa Bintang merasa semakin jauh dengan Tiara. Dan dia merasa sakit setiap ke Cafe selalu melihat Roy dan Tiara semakin dekat.


Seperti sore ini Bintang melihat Tiara dan Roy duduk di sudut Cafe sambil bercerita dan bercanda. Sesekali Tiara tersenyum manis... sangat manis sekali. Tetapi bukan untuknya dan bukan bersamanya.


Sementara Bintang hanya berdua saja dengan Tegar di ruang kerja Tiara. Tiba - tiba terlintas di benak Bintang untuk menyampaikan sesuatu kepada Tegar.


"Sayaang... " panggil Bintang.


"Ya Pa... " jawab Tegar.


"Kamu bosan gak perginya sama Papa berdua terus?" tanya Bintang.


"Nggak... aku senang sekali pergi berdua sama Papa" Jawab Tegar.


"Maksud Papa kamu gak pengen gitu pergi bertiga sama Papa dan Mama? Kita kan udah lama banget gak pergi bertiga?" pancing Bintang.


"Mau.. Pa. Mau banget. Kita pergi bertiga yuk sama Mama" ajak Tegar.


"Sana ajak Mama kamu, tapi ingat jangan bilang Papa yang suruh kamu ya. Kamu bilang saja kalau kamu yang pengen" ucap Bintang mengajari anaknya.


"Oke Pa.. Tegar temui Mama dulu ya" balas Tegar.


Bintang tersenyum dan melihat anaknya berlari menghampiri Mamanya. Bintang melihat Tegar merengek meminta sesuatu kepada Tiara.


Anaknya itu memang sangat pinter dan hebatnya bisa di ajak kerjasama. Bintang tersenyum lebar. Tak lama Tegar menarik paksa tangan Mamanya dan kembali ke ruang kerjanya.


Bintang langsung pasang gaya pura - pura tidak tau. Dia memegang ponselnya dan melihat - lihat sesuatu untuk menutupi sandiwara dia dan anaknya.


"Papa yuk kita pergi. Mama sudah mau ikut" ucap Tegar.


"Kemana?" tanya Bintang. Bintang menatap Tiara.


"Gak tau nih Mas, tiba-tiba Tegar merengek minta pergi bertiga. Aku gak enak meninggalkan Mas Roy di sini" jawab Tiara.


"Gak apa - apa tuh Ra, Roy pasti mengizinkan. Ya sudah kita pergi yuk" balas Bintang.


Tiara mengambil Tasnya dan mereka keluar bersama - sama.


"Roy pinjam Tiara sebentar ya. Tegar ngajak pergi bertiga" ucap Bintang.

__ADS_1


"Oke Bin, santai saja" jawab Roy.


Bintang membuka pintu mobilnya, Tegar masuk dan duduk di belakang.


"Lho sayang kamu kok duduk di belakang? Ke depak donk temani Papa kamu" ucap Tiara.


"Aku ngantuk Ma, mau tiduran di belakang. Nanti kalau sudah sampai bangunin ya" ucap Tegar.


Bintang tersenyum dalam hati, apa anaknya ini tau ya isi hatinya. Kok bisanya anaknya melakukan sesuatu yang tidak dia perintahkan.


Tiara akhirnya yang duduk di depan di samping Bintang.


"Jadi kemana nih kita, mau makan bukannya tadi sudah makan di Cafe?" tanya Tiara.


"Kita mau kemana Gar? Kamu pengennya kemana?" tanya Bintang.


"Papa kita ke Ciater yuk" ajak Tegar.


"Ciater? Kamu serius Gar? Sudah sore ini, sampai di sana bisa malam Gar, ngapaian?" tanya Bintang terkejut.


Dia tidak ada memberi ide kepada Tegar jalan - jalan ke sana.


"Aku pengen mandi air panas Pa. Kata temanku kalau mandi air panas itu asiknya malam hari. Mereka pergi bersama Papa dan Mama mereka. Aku kan juga pengen pergi sama Mama dan Papaku" jawab Tegar.


Sontak Tiara dan Bintang saling pandang. Ada rasa bersalah dihati mereka masing-masing. Walau mereka sudah lengkap memberikan perhatian kepada putra mereka tapi ternyata masih saja ada yang kurang.


Selama ini mememang mereka tidak pernah jalan bertiga terlebih sudah satu bulan mereka tidak pernah bersama - sama bertiga.


"Ya sudah kalau begitu kita pulang dulu ya ke rumah ambil baju" bujuk Tiara.


"Gak keburu Ra, kelamaan. Mending kita beli saja. Sambil jalan ketemu Mall atau toko pakaian lengkap kita singgah" potong Bintang.


"Pa, Ma.. ini bisa ddisebut piknik kan?" tanya Tegar lugu.


"Bisa sayang" jawab Bintang penuh kasih sayang.


"Horeeeee..... akhirnya aku piknik bersama Papa dan Mama yeaaaaaaay.. " teriak Tegar senang.


Bintang segera menjalankan mobilnya menuju arah ke Ciater. Di tengah perjalanan mereka singgah sebentar ke Mall untuk mencari pakaian mereka.


Mereka bertiga jalan masuk ke dalam Mall. Tegar memegang tangan Papanya di sebelah kanan sedangkan tangan Mamanya di sebelah kiri. Wajahnya terlihat sangat senang sekali bahkan beberapa kali dia melompat berpegangan pada kedua tangan orang tuanya.


Tiada dan Bintang sangat senang melihat wajah anaknya yang ceria. Hati Bintang menghangat.


Apalagi sempat Bintang melihat beberapa karyawan di Mall berbisik.


"Anaknya tampan ya.." bisik seorang wanita.


"Wajar saja, Mamanya cantik dan Papanya juga ganteng. Keluarga yang sangat bahagia" sambut teman di sebelah wanita itu.

__ADS_1


Bintang melihat pantulan tubuh mereka dari kaca.


Benar kata mereka, kami sudah terlihat seperti keluarga bahagia. Batin Bintang.


Tiara mengajak mereka masuk ke bagian pakaian dan memilih beberapa pakaian untuk Tegar dan dirinya sendiri.


"Ra, pilihin baju untukku donk" pinta Bintang.


"Aku gak tau selera Mas Bintang" jawab Tiara.


"Apa aja yang penting kamu yang pilihin. Pilih dua pasang ya Ra untuk nanti malam dan besok" perintah Bintang.


"Baju mandinya Pa?" tanya Tegar.


"Eh iya untung kamu ingatin sayang" jawab Bintang.


"Tiga deh Ra, kalau begitu" sambung Bintang.


"Oke... " jawab Tiara.


Tiara dengan sigap memilih perlengkapan mandi dan baju untuk mereka bertiga. Satu pasang untuk dipakai mandi, satu pasang baju tebal untuk tidur karena udara di sana pasti sangat dingin dan satu pasang lagi baju untuk besok mereka pulang.


Tiara juga membeli handuk dan pakaian dalam.


"Mas... " panggil Tiara.


"Ya" jawab Bintang.


"Pakaian dalam kamu?" tanya Tiara malu.


"Pilihkan saja" ucap Bintang sambil tersenyum kepada Tiara.


Benar - benar sudah seperti pasangan suami istri ya. Tiba-tiba Bintang merasa sangat senang.


"Ukurannya?" tanya Tiara.


"L" jawab Bintang singkat.


"Oke" balas Tiara.


Karena terlalu malu membelikan pakaian dalam Bintang Tiara tidak berlama-lama berada di area pakaian dalam pria. Dia segera mengambil pakaian dalam dengan ukuran yang disebutkan Bintang lagi dan tidak mau memilih model yang aneh - aneh.


Tiara segera memasukkannya ke dalam keranjang dan mereka pergi ke kasir.


Bintang menyadari kalau saat ini Tiara sedang salah tingkah karena masalah pakaian dalam barusan. Wajahnya terlihat sangat merah menahan malu.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2