
"Saya terima nikah dan kawinnya Tiara Purnama Binti Rahman dengan mahar seperangkat alat sholat dibayar tunai" ucap Bintang yang terdengar dari pengeras suara.
"Bagaimana saksi, sah?" tanya Kadi nikah
"Sah... " jawab para saksi.
"Barakallah... " sambut semuanya dan dilanjutkan dengan doa.
"Kamu dengan Siska? Kamu sudah terlambat. Kedatangan kamu sia - sia. Kini Bintang sudah menikah dan statusnya saat ini sudah berubah menjadi seorang suami jadi jangan pernah kamu berniat untuk mengganggu hidupnya lagi atau kamu akan lihat akibatnya" ancam Roy.
"Kisah cinta kamu yang kamu bangga - banggakan itu sudah selesai. Bintang tidak mencintai kamu lagi seperti dulu. Saat ini ada wanita yang sangat dia cintai yaitu istrinya" sambut Dian.
"Terimalah kenyataan pahit ini Siska. Penyesalan selalu datang terlambat. Saat dia sudah pergi dan tidak bisa kamu raih lagi baru kamu menyadari kalau dia sangat berharga. Tetapi semua percuma karena dia sudah menjadi sebuah masa lalu yang hanya bisa kamu kenang" tegas Bagas.
"Pergilah dari sini Siska dan cari target pria lainnya yang ingin kamu jadikan mesin ATM kamu. Karena cinta tulus di hati kamu itu tidak ada. Kamu hanya mencintai pria karena embel - embel harta kekayaannya saja. Untung saja kami sudah mengetahui kedok kamu sejak dulu dan kami tidak akan pernah tertipu dengan bujuk rayumu" ucap Roy lagi.
Dian sangat terkejut mendengar pengakuan Roy barusan.
Apa maksud perkataan Roy tadi? Apakah dia dan Bagas juga dulu sempat dibujuk dan dirayu Siska? tanya Dian dalam hati.
"Hahaha... wanita seperti kamu banyak diluar sana Siska tapi wanita seperti Tiara sangat langka dan Bintang beruntung mendapatkan istri seperti itu" sambung Roy.
"Sudah tunggu apa lagi. Kedatangan kamu tidak kami tunggu dan tidak kami nantikan. Pergi kamu dari sini. Kehadiran kamu tidak ada manfaatnya buat Bintang di sini" desak Dian.
"Awas kalian! Kalian sudah menghalangiku untuk mencegah Bintang menikah. Lihat saja akhir dari perbuatan kalian. Ingat! Ini semua belum berakhir, aku akan merebur kembali apa yang pernah menjadi milikku" ancam Siska tidak malu.
"Cobalah kalau kamu masih mempunyai nyali. Karena Bintang tidak sendiri. Dia punya kami disekelilingnya. Dulu memang dia buta karena cintanya pada kamu tapi syukur Tuhan masih menyayanginya dan menunjukkan dengan mata kepalanya sendiri kamu berselingkuh dan mengkhianati cintanya. Akhirnya dia sadar dan bisa melupakan kamu" jawab Roy.
Siska mengepalkan tangannya geram karena sia - sia dia datang jauh - jauh dari Jakarta. Semuanya gagal karena tiga orang yang ada di hadapannya ini.
Dengan sangat marah Siska berbalik badan dan pergi meninggalkan tempat Bintang menikah.
Dengan susah payah dia mencari tau informasi pernikahan Bintang ini. Setelah berhasil mengorek informasi dari seseorang yang bekerja di perusahaan Bintang akhirnya Siksa mendapatkan alamat tempat dia menikah.
Pagi - pagi sekali di berangkat dari Jakarta dan sampai di tempat yang dituju tepat waktu tapi tinggal sedikit lagi perjuangannya harus gagal karena Roy, Bagas dan Dian.
Siska masuk ke dalam mobil dan memukul stir mobilnya dengan kesal. Ingatannya kembali ke beberapa tahun silam saat dia masih menjadi segalanya bagi Bintang.
Apapun yang dia inginkan Bintang selalu memenuhi dan mengabulkannya. Sangat mudah mengendalikan Bintang pada saat itu karena cinta Bintang yang sudah membutakan matanya sehingga dia tidak mengetahui berulang kali Siska berkhianat di belakangnya.
__ADS_1
Siska fikir langkah terakhir dia meninggalkan Bintang adalah keputusan yang paling tepat karena pria yang dia dapatkan jauh lebih kaya dari Bintang pada saat itu.
Tapi siapa sangka roda berputar. Dalam lima tahun perusahaan Bintang sudah berkembang pesat dan Siska sering melihat wajah Bintang terpampang dalam majalah bisnis sebagai pengusaha muda penyayang baru di dunia bisnis.
Pria tampan dengan masa depan yang sangat cerah, memiliki perusahaan besar di kota Jakarta. Dan kemarin saat bertemu Bintang lagi, Siska sangat senang.
Dia fikir keberuntungan sedang berpihak padanya tapi ternyata dia harus kecewa mendengar Bintang akan menikah.
Dengan emosi Siska menyalakan mesin mobilnya dan pergi dari lokasi pesta. Hatinya sangat kaca saat ini.
Sementara Roy, Bagas dan Dian menatap kepergian mobil Siska dari komplek perumahan Tiara tinggal. Setelah mobil Siska dipastikan pergi, baru mereka kembali ke dalam rumah Tiara.
Tiada sedang mencium tangan Bintang dengan takjim setelah Bintang menyerahkan mahar nikah untuk Tiara.
Setelah itu Bintang dan Tiara meminta restu dan mencium tangan Ibu Tiara, Pakde dan Bukde Tiara yang datang dari kampung.
Roy, Bagas dan Dian mendekat kepada Bintang dan Tiara. Mereka memberikan selamat kepada sahabatnya itu.
"Selamat ya Bin, Tiara. Semoga rumah tangga kalian SAMAWA dan kalian bahagia sampai kakek nenek" ucap Dian.
"Terimakasih Yan" jawab Bintang.
"Aamiin... doain saja ya" sambut Bintang.
"Selamat ya Ra, semoga kamu bahagia mendapat suami dingin seperti Bintang" canda Bagas kepada Bintang.
"Tenang.. Tiara akan menghangatkanku" potong Bintang.
Tiara hanya tersenyum malu mendengar ocehan para sahabat Bintang yang sudah sangat dia kenal sejak dulu.
"Papa Mama..... " panggil Tegar.
"Anak ganteng Papa, sini sayaaaang... " panggil Bintang.
Bintang ingin menggendong Tegar tapi langsung di tolak Tegar.
"Kenapa kamu menghindar hem?" tanya Bintang.
"Kata Tante Dewi hari ini aku tidak boleh di gendong Papa, karena nanti ganteng Papa bisa hilang" jawab Tegar.
__ADS_1
Sontak semua tertawa mendengar jawaban lucu Tegar.
Para tamu undangan dan tetangga satu persatu menghampiri menyalami Bintang dan Tiara untuk mengucapkan selamat.
Acara akad nikah sudah selesai dengan lancar tanpa halangan sedikitpun. Walau Bintang tidak tau kalau tadi hampir saja pernikahannya hendak di gagalkan oleh wanita pengganggu.
Acara dilanjutkan dengan pesta resepsi sekaligus syukuran atas pernikahan Bintang dan Tiara. Walau bisa dibilang pestanya sangat sederhana tapi menurut Tiara ini sudah sangat mewah.
Tidak pernah dia membayangkan pesta pernikahan seperti ini. Semua bagaikan mimpi untuknya. Menikah dengan Bintang sama sekali tidak berani dia bayangkan.
Tapi semua sudah nyata terjadi dan saat ini dia sedang duduk di samping Bintang di atas pelaminan. Bintang tidak pernah melepaskan tangannya sedetikpun. Bintang selalu menggenggam mesra tangan istrinya itu.
"Sudah sah kan? Berarti sekarang aku bisa donk dipanggil sayang" bisik Bintang.
Wajah Tiara langsung memerah karena malu.
"Maaaaas" panggil Tiara pelan.
"Sayaaang.. " jawab Bintang
"Malu ah banyak orang" ucap Tiara.
"Berarti kalau berdua saja gak malu lagi kan?" goda Bintang.
Tiara makin menundukkan kepalanya karena malu membuat Bintang semakin gemas melihat wajah istrinya itu.
Hari ini dia benar - benar bahagia karena telah menikah dengan wanita cantik dan baik seperti Tiara. Sungguh tidak pernah dia bayangkan sedikitpun akan menikah dengan Tiara sebelumnya sampai dia mengetahui Tegar adalah anaknya dan Tiara lah wanita yang dia cari selama lima tahun lebih. Sejak tragedi malam panas mereka malam itu.
Sejak mengenal Tiara hidup Bintang berubah menjadi lebih baik lagi dan penuh warna. Dia kini mempunyai rumah tempat dia kembali setelah lelah seharian mencari nafkah di luar sana. Dan akan ada istri dan anaknya yang menanti kepulangannya di rumah.
Tiba - tiba mereka terkejut dengan suara seseorang yang datang dari arah depan.
"Den Bintang.... "
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1