Tiara

Tiara
Liburan


__ADS_3

Mereka sampai di Ciater tepat pukul tujuh malam. Suasana disana sangat ramai mungkin karena ini adalah akhir pekan. Banyak keluarga yang berlibur ke sini.


Bintang memilih Hotel and Resort Sari Ater untuk tempat mereka menginap malam ini.



Begitu sampai di Hotel Tegar sudah kegirangan dan tak sabar untuk berendam air panas.


"Papa ayo cepat kita mandi... " teriak Tegar.


"Sebentar sayang, Papa mau pesan kamar dulu untuk kita" jawab Bintang.


"Sudah Mas aku saja yang pesan. Sepertinya Tegar sudah tidak sabar. Ini pakaian mandi Mas dan Tegar" jawab Tiara sambil menyerahkan pakaian berenang Tegar dan Bintang.


"Ya sudah, kamu yang pesan kamarnya. Nih kartu debit aku pinnya tanggal lahir Tegar" Bintang memberikan kartu debit nya kepada Tiara.


Tiara memesan dua kamar untuk dia dan Bintang yang letaknya bersebelahan. Setelah itu Tiara membawa bungkusan belanjaan mereka, berisikan pakaian dan perlengkapan mandi yang tadi mereka beli sebelum menuju ke Hotel ini.


Setelah selesai meletakkan semua barang, Tiara kembali ke kolam air panas dan melihat Tegar dan Bintang sedang asik berendam.



"Mamaaaaa... " panggil Tegar.


"Ya sayaaang" jawab Tiara sambil membawa handuk untuk Tegar dan Bintang.


"Masuk ke sini... " ajak Tegar.


"Gak usah deh, Mama males mandi malam - malam begini" tolak Tiara.


"Ah Mama gak seru.." balas Tegar.


Bintang berbisik ke telinga Tegar.


"Sayang kamu mau tau cara agar Mama kamu ikutan mandi?" tanya Bintang sambil berbisik.


Tegar hanya menganggukkan kepalanya.


"Papa pura-pura ke toilet sebentar setelah itu kamu pura - pura kedinginan biar Mama kamu datang jemput kamu. Gimana?" Bintang memberi ide.


"Oke Pa, setuju" jawab Tegar senang.


"Kita mulai ya" ujar Bintang.


Bintang segera berdiri dan meninggalkan Tegar di kolam.


"Ra sebentar ya, aku mau ke toilet. Kamu lihatin Tegar sebentar" ucap Bintang sambil mengedipkan matanya ke arah Tegar.


"Iya Mas, tapi jangan lama - lama ya. Kasihan Tegar sendirian itu" jawab Tiara.


"Iya, gak lama kok" balas Bintang.


Bintang berjalan menjauh dari mereka. Tak lama kemudian Tegar mulai menjalankan aksinya.

__ADS_1


"Mama... dingin sekali. iiiiih... tolong Ma aku kedinginan" jerit Tegar.


Tiara melihat sekeliling tapi Bintang tak kunjung datang. Akhirnya Tiara masuk ke dalam kolam dan mendekati Tegar.


Tiara memeluk dan mencoba menggendong Tegar, tapi karena Tegar gendut disamping itu juga susah membawanya keluar dari dalam air akhirnya dia dan Tegar terjatuh.


"Hahaha... baju Mama basah jadinya. Ayo Ma kita mandi lagi" ucap Tegar senang. Rencana mereka berhasil.


"Lho katanya kamu kedinginan" jawab Tiara bingung.


Bintang pun terlihat sudah masuk ke dalam kolam.


"Aku cuma pura-pura biar Mama masuk ke dalam kolam. Ya kan Pa" ucap Tegar.


"Ternyata ini rencana kalian berdua ya. Awas kamu" Tiara menyiram Tegar dengan air dan membuat cipratan air di udara.


"Papa tolong aku, serang Mamaaaa.... " teriak Tegar.


Bintang ikutan menyerang Tiara, mencipratkan air ke arah Tiara. Mereka saling siram dan menjerit gembira.


Belum pernah mereka merasakan kedekatan dan kebahagian seperti ini. Malam ini kebahagiaan itu sungguh sempurna untuk Tegar.


Tiga puluh menit mereka bermain dan berendam dan akhirnya perut mereka mulai terasa lapar.


"Mama aku lapar" rengek Tegar.


"Kalau begitu kita udahan mandinya ya. Yuk bersih - bersih di kamar dan ganti baju. Setelah itu baru kita makan" ajak Tiara.


Mereka naik dan masuk ke dalam hotel dan berjalan menuju kamar mereka.


"Kenapa kamarnya ada dua Ma?" tanya Tegar.


"Iya untuk Papa dan Mama" jawab Tiara.


"Terus aku tidur dimana?" tanya Tegar bingung.


"Terserah kamu sayang mau milih tidur sama Mama atau sama Papa" jawab Bintang lembut.


"Aku mau tidurnya bertiga" jawab Tegar.


"Gak bisa sayang" tolak Tiara.


"Kenapa gak bisa?" tanya Tegar.


Tiara bingung untuk menjawab apa. Tidak mungkin dia mengatakan pada anaknya kalau Tiara dan Bintang belum menikah jadi tidak boleh tidur di kamar yang sama.


Mana mungkin anak kecil berumur hampir lima tahun mengerti penjelasan seperti itu.


"Kalau kita tidur bertiga gak muat donk tempat tidurnya" jawab Bintang.


"Kalau begitu aku saja yang tidur sendiri. Papa dan Mama tidur satu kamar, aku di kamar yang satu lagi. Kata teman - temanku Papa dan Mama mereka itu tidur satu kamar. Mereka baru tidur terpisah sama Mama dan Papanya. Bukan seperti aku, kalau dulu saat Papa tidur di rumah kami Papa selalu tidur di kamarku. Sekarang malah Papa gak pernah lagi tidur di rumah" ucap Tegar.


Tuh kan, anak ini pasti akan terus bertanya sebelum dia mendapatkan jawaban yang memuaskan hatinya. Akhirnya mau tak mau Tiara harus memberikan penjelasan kepada Tegar.

__ADS_1


"Gak boleh sayang karena Papa dan Mama belum menikah. Jadi tidak boleh tidur satu kamar. Itu sebabnya dulu Papa selalu tidur di kamar kamu" Ungkap Tiara.


"Kalau begitu Papa dan Mama menikah saja sekarang, biar kalian bisa tidur satu kamar?" Protes Tegar.


Tiara dan Bintang terdiam dan tidak tau harus berkata apa lagi.


"Dengar ya sayang, Papa dan Mama belum bisa menikah sekarang. Jadi untuk malam ini kita tidurnya tetap terpisah, Okey" jawab Bintang bijak.


"Trus kapan Papa dan Mama menikah?" tanya Tegar lagi.


"Do'akan saja secepatnya ya. Sekarang kamu mau ikut Papa atau Mama?" tanya Bintang.


"Aku ikut Papa saja ya nanti mandinya pakai pancuran ya Pa" pinta Tegar.


"Oke Bos kecil. Tapi tidak ada waktu main - main lagi ya. Karena sudah malam dan kamu sudah lapar. Nanti kamu masuk angin" balas Bintang.


Bintang menggiring Tegar masuk ke kamarnya sedangkan Tiara masih terpana dengan jawaban Bintang barusan


Mengapa Mas Bintang menyuruh Tegar untuk mendoakan agar aku dan dia menikah? Bukannya dari awal tidak ada kesepakatan seperti itu? Apa dia... Akh aku gak mau terlalu baper. Mending aku mandi dan ganti baju, udah dingin banget ini. Batin Tiara.


Tiara segera masuk ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian. Setelah itu mereka turun kembali ke Restoran bawah untuk makan malam.


Satu jam sudah mereka selesai makan, Tegar terlihat sudah capek dan ngantuk.


"Kita balik ke kamar yuk" ajak Bintang.


"Yuk Pa, aku sudah ngantuk sekali" jawab Tegar.


Mereka bertiga kembali ke kamar.


"Jadi sudah kamu putuskan malam ini mau tidur sama siapa?" tanya Bintang.


"Aku mau tidur sama Papa dan Mama. Pleaseee... kali ini saja" rengek Tegar lagi.


"Sayang tadi kan Mama sudah bilang gak bisa" tolak Tiara lembut.


"Bagaimana kalau kita bertiga satu kamar sampai kamu tidur. Nanti setelah kamu tidur baru Papa pindah ke kamar Papa. Mau?" Bintang memberi ide.


"Mau Pa, benar ya sampai aku tertidur" tanya Tegar.


"Iya sampai kamu tidur" balas Bintang.


Bintang ikut masuk ke kamar Tiara dan mereka naik ke atas ranjang kamar Tiara. Agar suasananya tidak canggung Tiara sengaja menghidupkan TV. Jadi sambil menunggu Tegar tidur dia dan Bintang bisa menonton TV.


Tiga puluh menit kemudian mata Tiara sudah mulai ngantuk. Dia melirik kedua pria yang ada di sampingnya. Ternyata mereka berdua sudah tertidur.


"Duh.. bagaimana ini? "


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2