
"Kami tidak menyangka Ida sehajat itu pada kamu Ra" ucap Putri.
"Sudahlah dan tolong.. jangan di bahas lagi" jawab Tiara.
Bintang memandang wajah istrinya cinta. Dia menggenggam mesra tangan Tiara.
"Terimakasih Mas" bisik Tiara kepada Bintang.
"Satu persatu permasalahan kira sudah teratasi sayang. Asalkan kita tetap saling bergandengan tangan, yakinlah semua akan bisa kita lewati" ucap Bintang meyakinkan Tiara.
Acara reuni berlanjut, kini Tiara bisa menikmati acara tersebut sampai selesai. Semua temannya memuji kecantikannya sekarang dan juga terpesona dengan ketampanan Bintang.
Setelah selesai acara tersebut mereka kembali ke rumah Ridho untuk menjemput Tegar. Karena malam sudah larut Tegar sudah tidur.
Bintang menggendongnya sampai ke dalam mobil.
"Terimakasih ya Dho maaf kami jadi merepotkan kalian" ujar Tiara pada Ridho.
"Gak apa - apa Ra, kami juga senang bertemu Tegar lagi" balas Ridho.
"Salam untuk Tari ya. Assalamu'alaikum" ucap Tiara pamit.
"Wa'alaikumsalam" jawab Ridho.
Bintang kembali menyalakan mobilnya dan menjalankannya menuju apartemen mereka.
"Yank, besok aku punya kejutan lagi untuk kamu" ucap Bintang saat mereka masih di dalam perjalanan.
"Kejutan lagi Mas? Aku jadi trauma Mas dengan kejutan kamu. Setelah apa yang terjadi tadi" jawab Tiara.
"Kita harus menyelesaikannya yank, mau sampai kapan kamu mengelak dari semua itu. Jalan satu - satunya ya kita harus menghadapinya. Bukan mengalah terus, sampai orang itu jadi besar kepala dengan perbuatannya. Aku rasa dia sudah mendapatkan balasannya. Melihat wajah suaminya tadi aku yakin dia pasti akan di ceraikan malam ini juga" ungkap Bintang.
"Aku tidak menyangka ternyata Ida menikah dengan pria lain. Aku kira dia akan menikah dengan Diki" balas Tiara.
"Jodoh siapa yang tau Ra. Apa yang dia jalani belum tentu baik untuk masa depannya" ucap Bintang.
Tiara menarik nafas panjang.
"Rasanya aku tak sanggup untuk mendapatkan kejutan lagi Mas. Karena kehadiran kamu dalam hidupku itu adalah kejutan yang terbesar" ungkap Tiara.
Bintang tersenyum bahagia.
"Kamu dan Tegar pasti sangat senang sekali besok" sambut Bintang.
"Lho kejutannya untukku dan Tegar juga?" tanya Tiara penasaran.
"Untuk keluarga kecil kita sayang" balas Bintang.
Mobil melaju menuju apartemen mereka. Karena malam sudah semakin larut jalanan sudah sepi, dengan waktu yang singkat mereka sudah sampai di apartemen.
******
__ADS_1
Seperti janji Bintang tadi malam, hari ini dia akan membuat kejutan kecil untuk keluarga tercintanya.
Pagi itu setelah sarapan pagi bersama Bintang membawa anak dan istrinya ke suatu tempat.
"Kita mau ke rumah siapa Mas?" tanya Tiara bingung.
"Lihat saja sayang, nanti kamu pasti akan tau" jawab Bintang.
Sampailah mereka di sebuah rumah mewah dengan halaman luas. Rumah tersebut berlantai dua dengan cat putih. bagian depan terdapat pilar - pilar yang membuat rumah tersebut seperti istana.
"Rumah siapa ini Mas, besar sekali" puji Tiara terpesona.
"Rumah milik yang punya donk sayang" jawab Bintang tersenyum.
"Iya yang punya siapa?" tanya Tiara lagi.
Bintang hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Tiara. Mereka masuk ke halaman rumah tersebut dan mengajak anak dan istrinya turun.
"Den Bintaaang, silahkan masuk" ucap seorang pria setengah tua yang datang menghampiri mobil mereka.
Pria itu membuka pintu rumah. Bintang dan keluarga kecilnya masuk ke dalam rumah. Alangkah terkejutnya Tiara melihat foto pernikahannya dengan Bintang terpampang jelas dan besar di ruang tamu begitu mereka memasuki rumah tersebut.
"Maaas" ucap Tiara.
Bintang tersenyum menatap istrinya.
"Papa apakah ini rumah kita? Kok ada foto Papa dan Mama di situ?" Tegar menunjuk foto yang terpajang di dinding.
"Serius Pa?" tanya Tegar tidak percaya.
"Barang - barang kita Mas?" tanya Tiara bingung.
"Aku sudah menyuruh orang untuk membawa beberapa pakaian saja selebihnya biar saja di sana. Nanti kapan - kapan kan kita bisa main dan menginap di apartemen untuk mencari suasana baru" jawab Bintang.
Mereka masuk ke dalam ruang tengah yang sangat besar. Ada TV yang sangat besar di ruangan tersebut. Bisa sekaligus digunakan untuk ruang TV dan ruangan pertemuan keluarga. Kemudian terhubung juga dengan ruang makan setelah itu di belakangnya ada dapur yang sangat lengkap dan mewah.
Di depan teras belakang terdapat kolam renang yang sangat besar. Tegar pasti akan sangat puas berenang di kolam itu.
"Nanti kita foto bertiga ya dan akan di pajang di dinding itu?" Bintang menunjuk dinding di ruang keluarga yang tergabung dengan ruang TV.
Tegar dan Tiara menganggukkan kepala mereka dengan bahagia.
"Kalian senang?" tanya Bintang.
"Senang Mas" jawab Tiara.
"Pelukannya mana?" tagih Bintang.
Sontak Tiara dan Bintang saling berpelukan.
"Nah sekarang kejutan selanjutnyaaaaa " ucap Bintang misterius.
__ADS_1
"Ada kejutan lagi?" tanya Tiara penasaran.
"Ada, tuh lihat siapa yang ada di kolam renang" Bintang menunjuk ke arah kolam renang.
"Om Ali... Tante Dewi dan eyaaaaaaang" teriak Tegar sambil berlari ke arah teras belakang yang terhubung dengan kolam renang.
"Ibu... " panggil Tiara.
Mereka berjalan menuju arah belakang.
"Maaaas kamu kok banyak banget buat kejutan untuk kami?" Tiara berjalan sambil memeluk suaminya.
"Karena kalian adalah kehidupanku. Kalau aku ingin bahagia terlebih dahulu aku harus membahagiakan kalian" jawab Bintang.
"Terimakasih Mas" ucap Tiara.
"Sama - sama sayang" Bintang mengecup kening Tiara mesra.
Mereka kini sudah berkumpul di teras belakang.
"Ibu kapan sampai?" tanya Tiara pada Siti.
"Baru saja, tadi malam Bintang mengabari Ibu, katanya pagi - pagi sekali supir akan menjemput kami ke Jakarta. Ada sesuatu yang akan dia tunjukkan pada kita semua, katanya" lapor Ibu.
Tiara tersenyum melihat Ibunya sekarang terlihat lebih sehat, lebih segar dan lebih berisi membuat Ibunya kini kelihatan lebih cantik sejak pindah ke Bandung.
"Saat sampai di sini Ibu tanya sama supir, ini rumah siapa? Kata supir rumah baru kalian, dan hari ini kalian akan pindah. Kami di suruh menunggu di rumah ini" sambung Siti.
"Mas Bintang emang pinter ya buat kejutan. Dan berhasil, kami semua terkejut melihat rumah ini" puji Dewi.
"Bagaimana kalau kita semua berkumpul di sini?" tanya Bintang.
"Trus Cafe di Bandung gimana Mas?" tanya Tiara.
Siti menarik nafas panjang.
"Sepertinya gak usah nak Bintang. Lebih baik kami tinggal di Bandung saja. Ibu merasa lebih aman dari Bapak kalian kalau tinggal di Bandung, Ibu juga sudah betah di sana. Ibu bisa bekerja di Cafe dan senang bertemu dengan pada karyawan cafe setiap harinya" tolak Siti.
"Iya Mas, kami juga sudah betah sekolah di Bandung, ya kan Kak Dew?" sambut Ali.
"Iya Mas Bintang. Mending kami tinggal di Bandung aja deh, aku juga senang membantu Ibu di Cafe sepulang sekolah" sambung Dewi.
"Ya sudah kalau begitu. Kalau itu semua membuat kalian bahagia aku tidak akan memaksanya. Kalau hari libur seperti ini kita juga bisa saling bertemu. Bandung kan gak jauh. Kalian yang datang ke sini atau kami yang main ke Bandung, ya kan yank" ucap Bintang kepada Tiara.
"Iya Mas. Terimakasih Mas untuk semuanya" ulang Tiara tanpa henti...
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1