
Tiara tidak siap menghadapi halangan yang ada dihadapannya. Dia membanting stir ke kiri untuk mengelakkan terjadi kecelakaan sehingga mobilnya menabrak pembatas jalan dan seketika Tiara dan Tegar tak sadarkan diri karena benturan.
Mobil yang ada di hadapan mereka segera berhenti dan mencoba menyelamatkan Tiara dan Tegar yang sedang tak sadarkan diri di dalam mobil. Mereka kemudian memanggil ambulans untuk upaya penyelamatan.
Tiara dan Tegar dibawa ke Rumah Sakit terdekat dan mendapatkan pertolongan pertama.
Sementara Bintang sudah sampai di rumah orang tuanya satu jam yang lalu tapi Tiara tidak kunjung tiba. Bintang sudah berulang kali menghubungi Tiara tapi teleponnya tidak juga di jawab.
"Bagaimana Bintang?" tanya Pak Bintang khawatir.
"Tidak di jawab Pa" jawab Bintang panik.
Tampilan Bintang kini sudah acak - acakan. Dia sangat bingung kemana harus mencari Tiara di Jakarta ini.
"Coba kamu hubungi mertua kamu?" perintah Bu Bambang.
"Tiara gak mungkin ke sana Ma, dia sedang hamil dan membawa Tegar bersamanya. Lagian kalau dia kesana pasti saat ini Tiara belum sampai masih fi dalam perjalanan" jawab Bintang.
"Tidak ada salahnya kamu hubungi sekarang, nanti kalau Tiara memang ke sana dan sudah sampai kamu suruh mereka menghubungi kamu agar kita tidak mengkhawatirkan Tiara lagi dan kamu bisa menyusulnya ke Bandung dan menyelesaikan kesalah pahaman ini" sambut Pak Bambang.
"Iya Bin, ayo cepat hubungi Siti" desak Bu Bambang.
Bintang menekan nomor telepon mertuanya.
"Assalamu'alaikum Bu.. " ucap Bintang begitu telepon tersambung.
"Wa'alaikumsalam Bintang. Ada apa, tumben kamu telepon siang - siang begini?" tanya Siti penasaran.
"Iya Bu begini, ada yang ingin aku ceritakan pada Ibu. Tadi sepulang menjemput Tegar dari sekolah Tiara datang ke kantor aku untuk membuat kejutan tapi sayangnya Siska mantan pacar aku datang lebih dulu sebelum mereka sampai di kantorku. Terjadi kesalah pahaman Bu, Siska memeluk aku dari belakang dan Tiara melihat semua itu. Aku tak sempat menjelaskan kepada Tiara, dia sudah pergi membawa Tegar. Dan yang membuat aku khawatir saat ini Tiara menyetir mobil sendiri Bu dan sampai saat ini Tiara tidak mau mengangkat teleponku. Aku sangat bingung Bu, saat ini aku sedang di rumah Mama untuk mencari Tiara tapi dia tidak ada ke sini. Aku rasa bisa saja Tiara ke Bandung menemui Ibu. Kalau Tiara sampai tolong kabari aku ya Bu, agar aku segera kesana untuk menjelaskan semuanya" ungkap Bintang.
"Ya Allah Ara... apa yang terjadi dengan kamu nak?" ucap Siti.
"Mudah - mudahan tidak terjadi apa - apa dengan mereka Bu. Aku mencoba mencari mereka ke Jakarta dulu ya Bu. Kalau dia sampai Bandung tolong kabari aku" pinta Bintang.
"Iya Nak Bintang, begitu Tiara sampai Ibu akan segera menghubungi kamu. Ibu akan menahan agar Tiara tetap di sini dan tidak pergi kemana - mana" jawab Siti
"Baik Bu, terimakasih. Aku cari Tiara dulu di sini ya Bu" ulang Bintang.
"Iya Bintang dan hati - hati menghadapi Tiara. Wanita hamil biasanya lebih sensitif. Kamu harus sabar ya" Ucap Situ.
__ADS_1
"Iya Bu. Assalamu'alaikum" Bintang mengakhiri teleponnya.
"Wa'alaikumsalam" jawab Siti.
Pak Bambang dan istrinya menatap Bintang dengan penuh tanda tanya.
"Gimana Bin?" tanya Bu Bambang tak sabar.
"Tiara belum sampai Ma di Bandung, aku sudah berpesan pada Bu Siti untuk menghubungiku begitu Tiara sampai di Bandung" jawab Bintang.
Bintang mengacak rambutnya karena panik. Tiba - tiba dia teringat kepada Dian. Bintang segera menghubungi Dian.
"Halo Yan, kamu lagi dimana?" tanya Bintang langsung.
"Seperti biasa aku ada di Cafe" jawab Dian.
"Yan, ada Tiara gak di Cafe?" tembak Bintang tak sabar.
"Nggak, emang Tiara gak bilang sama kamu dia pergi kemana?" tanya Dian penasaran.
"Siska datang lagi Yan, dia muncul di kantorku tepat saat Tiara datang ke kantor. Siska memelukku dari belakang dan Tiara melihat semuanya. Aku tidak tau mengapa bisa Siska masuk ke ruangan ku. Aku rasa dia melakukan penyamaran karena tadi Siska memakai jilbab untuk mengelabui satpam di kantorku dan sekretarisku" ungkap Bintang.
"Yan kalau Tiara datang ke cafe tolong kabari aku ya dan tolong kamu tahan dia sampai aku datang menjemputnya" pinta Bintang.
"Kamu sudah menghubungi Tiara?" tanya Dian.
"Sudah tapi tidak di angkat. Pesanku juga jangankan di balas, dibaca saja kagak Yan" jawab Bintang.
"Coba kamu hubungi Ridho dan Tari Bin, siapa tau Tiara ke rumah mereka. Mereka satu - satunya teman terdekat Tiara di Jakarta ini" suruh Dian.
"Eh iya aku sampai lupa. Oke Yan aku coba hubungi Ridho dulu. Makasih ya Yan" ucap Bintang mengakhiri teleponnya.
Setelah menghubungi Dian, Bintang mencoba menghubungi Ridho.
"Dho maaf mengganggu. Kamu lagi dikantor ya" ucap Bintang langsung.
"Iya Mas, ada apa ya?" tanya Ridho bingung.
"Dho tolong tanyakin Tari, Tiara ada gak ke rumah kalian membawa Tegar? Aku tidak bisa menghubungi handphonenya" pinta Bintang.
__ADS_1
"Sebentar ya Mas aku coba telephone Tari dulu" Ridho menutup panggilan telepon Bintang.
Tak lama ponsel Bintang berbunyi. Peneleponnya tak lain adalah Ridho.
"Gimana Dho?" Tanya Bintang langsung.
"Tiada gak ada di rumah kami Mas. Emangnya ada apa sih? Maaf kalau aku jadi ikut campur?" tanya Ridho penasaran.
"Panjang ceritanya Dho.. Mantan pacarku datang ke kantorku dan tanpa aku sadari dia memelukku dari belakang dan sialnya disaat bersamaan Tiara datang bersama Tegar dan mereka melihat semuanya. Tiara langsung pergi Dho, tanpa aku sempat menjelaskan semuanya kepadanya. Aku sudah menghubungi keluarganya, Dian dan terakhir kamu tapi aku belum juga menemukannya. Aku tidak tau dimana mereka saat ini. Aku benar - benar sangat khawatir Dho karena Tiara membawa sendiri mobilnya tanpa bantuan supir. Aku takut terjadi sesuatu padanya" ungkap Bintang.
"Sabar Mas, mudah - mudahan tidak terjadi apapun dan semoga mereka baik - baik saja" sambut Ridho.
"Dho.. nanti kalau Tiara datang ke rumah kamu tolong kabari aku ya. Aku akan segera menjemputnya ke sana. Tolong ya Dho.. " pinta Bintang dengan memelas.
"Iya Mas, akan aku kabari kalau Tiara datang ke rumahku" jawab Ridho.
"Terimakasih Dho dan maaf kalau merepotkan kamu" ujar Bintang.
"Biasa aja Mas, Tiara kan sahabat aku dan Tegar sudah aku anggap sebagai anakku sendiri" ungkap Ridho.
"Iya Dho sekali lagi terimakasih" Bintang menutup teleponnya.
Bintang menatap wajah kedua orang tuanya.
"Mereka tidak ada di manapun Pa. Di Cafe Kenanga dan rumah sahabatnya Ridho. Oh ya Allah.. Tiara kamu dimana?" tanya Bintang frustasi.
Pak Bambang menepuk bahu Bintang untuk memberikan semangat.
"Kamu harus terus berdoa Bintang, semoga tidak terjadi apa - apa terhadap mereka" ucap Pak Bambang.
Tiba - tiba Bintang merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Jantungnya berdetak dengan kencang dan dia seperti mendengar Tiara memanggil namanya.
"Mas Bintaaaaaaang"....
" Ma.. Tiara Ma.... aku baru saja mendengar suaranya memanggil namaku... "
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG