Tiara

Tiara
part 7


__ADS_3

Lima belas menit kembali berlalu, setelah sebelumnya buku yang ke dua Tiara serahkan ke laki laki yang bernama Daren. Kini, Tiara kembali berjalan menelusuri pasar berharap ia menemukan seseorang yang ia anggap mampu untuk memegang buku terakhir.


Tiara Terus saja berjalan melewati kerumunan orang yang sedang berdesak desakan yang berada di pasar itu.


" Huh, kemana lagi aku harus pergi ya,.." ucap Tiara pelan sembari terus berjalan melewati celah di antara kerumunan.


Dua puluh menit berlalu lagi. Dan matahari pun sudah sedikit condong kebarat, namun Tiara belum juga menemukan orang yang ia cari.


" Huh, Dimana aku harus menemukan orang yang terakhir ya,.. waktunya sudah semakin sore lagi.." gumamnya pelan sembari mengelap keringat yang sudah membasahi dahinya.


Tak mau menyerah begitu saja, Tiara Kembali melangkahkan kakinya, dan mengedarkan pandangannya ke setiap sudut yang berada di pasar itu. hingga perhatiannya Akhirnya tertuju pada seorang laki laki yang sedang mengenakan pakaian putih abu abu dan sedang duduk termenung di depan emperan dari gerai seseorang yang sedang tutup.


" Ha,.. kurasa Aku sudah menemukannya." ucapnya girang sembari melangkahkan kakinya menuju tempat laki laki itu.


" Hai kak,.." Ucap Tiara pelan setibanya ia ke tempat laki laki tadi.


Sementara laki laki yang sedang Tiara sapa itu, segera mengangkat kepalanya yang tadi tertunduk, lalu ia menatap anak yang sedang menyapanya itu. Raut wajah aneh dan bingung dapat terlihat dari ekspresi laki laki itu, begitu ia mendongakkan kepalanya dan mendapati seorang anak kecil Yang menurutnya sangat asing.


" Apa kamu sedang menyapa aku.." ucap laki laki itu sembari menatapi Tiara.


" Iya kak. Tia sedang menyapa kakak. memang siapa lagi yang ada disini kalau bukan Kakak." ucap Tiara sembari memandangi sekelilingnya yang memang hanya di lalui para pejalan kaki tanpa ada seorang pun yang ikut duduk atau sedang berhenti di tempat itu.


" Oh,.. Kupikir kamu salah mengenali orang dan menyapa orang yang salah tadi." ucap laki laki itu sembari Menarik kembali tatapannya dari Tiara.


" Boleh Tia duduk kak..?" Tanya Tiara sembari menatapi tempat kosong di samping laki laki itu.


" Selagi tidak ada tulisan di larang duduk disini, ya duduk saja. toh bukan aku kok yang punya pasar ini hingga bisa melarang kamu mau duduk dimana saja." Ucap laki laki itu ketus sembari menatap Tiara yang langsung mendelik setelah mendengar perkataannya barusan.


" Jangan ketus ketus kak jadi orang, nanti orang orang yang ada di sekitar kakak pada takut dan lari loh.." ucap Tiara membalas perkataan dari laki laki itu, sembari langsung mengambil tempat kosong di samping laki laki itu, untuk diduduki.


" Bodo amat.." ucap laki laki itu sembari menatap Tiara yang sudah duduk di sampingnya dan sedang meraih tasnya yang ada di punggung.


" Ada apa kamu kesini dan menghampiriku, apa kamu mengenalku?" ucap laki laki itu pada akhirnya sembari masih menatap Tiara yang sedang membuka tas dan menarik sebuah buku Yang berwarna hitam dari sana.


" Tia tidak mengenal kakak. tapi, Tia mau mengenal kakak. oh ya kak, perkenalkan nama aku Tiara. kakak bisa memanggilku dengan Tia saja atau Tiara pun boleh. Kalau nama kakak siapa??" ucap Tiara sembari menatap laki laki yang sedang menatap bingung dirinya itu.


" Namaku Brian." ucapnya singkat lalu membuang pandangan ke arah lain.

__ADS_1


" Oh ya kak, Tia lihat dari seragam yang kakak gunakan, kakak pasti anak SMA."


" Iya benar. laluu??"


" Nggak apa apa kak. Tia heran aja, kenapa kakak ada disini dan termenung sendirian." ucap Tiara lagi sembari menatap Brian yang langsung menghembuskan nafas panjang setelah mendengar perkataan Tiara barusan.


" Bukan urusan kamu. lagi pula memang kenapa kalau aku duduk disini sendirian. masalah buat kamu??" Balas Brian ketus.


" Nggak sih kak. Cuma Tia sedikit heran aja. hehe" ucap Tiara sembari terkekeh kecil.


" oh ya kak,.. ini Tia ada buku yang mau di berikan ke kakak. semoga kakak mau menerimanya." Ucap Tiara sembari menyodorkan buku yang sebelumnya ia keluarkan dari tasnya itu.


" Buku,.. Buku apa ini??" Ucap Brian sembari mengambil buku yang Tiara sodorkan lalu hendak membukanya.


" Jangan dibuka sekarang kak. bukanya nanti aja setelah Tia pergi." Ucap Tiara yang langsung menghentikan pergerakan dari Brian.


" Memang kenapa kalau Aku buka bukunya sekarang..?"


" Nggak knapa knapa sih kak. Tia hanya pengen nanti aja kakak buka dan baca bukunya setelah Tia pergi."


" Memang apa isi buku itu, hingga aku harus nunggu kamu pergi dulu baru aku bisa membacanya."


" Sangat berguna untukku,.. kenapa kamu bisa bilang seperti itu, memang kamu tau apa yang sedang terjadi dalam hidupku hingga kamu pakai beri aku buku segala." ucap Brian sembari membolak-balikkan buku itu.


" Tia nggak tau sih kak. cuma hati Tia bilang, kalau buku itu akan sangat berguna untuk kakak kedepannya. jadi Tia mau, kakak pelajari dan jaga buku itu." ucap Tiara lagi sembari mengambil botol minum yang ada di dalam tasnya lalu meminumnya.


" Hah, baiklah jika itu menurutmu. aku akan menerima buku ini, karna jujur aku jadi sangat penasaran dengan isinya." Ucap Brian yang langsung membuat senyum lebar merekah di bibir Tiara.


"Terimakasih kak." ucapnya pelan


"Oh ya kak. Tia nggak bisa lama lama disini. Tia harus segera pergi. karna ada hal lain yang harus Tia urus." ucap Tiara sembari merapikan kembali tasnya dan beranjak berdiri.


" kamu mau pergi sekarang,.. tapi bagaimana dengan buku ini?" ucap Brian yang langsung menghentikan Tiara yang hendak melangkah.


" Kakak bisa menjaga dan mempelajarinya. karna Tia memang memberikan buku itu ke kakak untuk kakak miliki."


" Oh, baiklah kalau begitu.. Terimakasih ya Ara."

__ADS_1


" Ara..??"


" iya, itu nama panggilanku untukmu. karna aku nggak suka memanggil nama orang lain itu, dengan nama yang sudah di kenal orang." ucap Brian sembari tersenyum.


" Oh,.. jadi Ara itu, nama panggilan baru untuk Tia. Tia pikir tadi Tia salah dengar." ucap Tiara sembari mengangguk kecil.


" Bukan. itu nama panggilan ku untuk mu. Ingat ya,.. jangan sampai lupa." ucap brian lagi.


"Iya kak, hehe. terimakasih atas nama barunya. sampai jumpa lagi di lain waktu kak. Tia pergi dulu ya. jangan lupa untuk mempelajari bukunya." ucap Tiara sembari melambaikan tangannya, dan melangkah pergi.


" Rambut pirang dan mata Biru. sungguh cantik." ucap Brian sembari tersenyum tipis.


" semoga kita bisa bertemu lagi dilain waktu." ucapnya menambahkan.


.


.


.


.


.


.


" Hiduplah sesuai dengan apa yang baik menurutmu. jangan terlalu mendengarkan orang lain. karna belum tentu mereka yang berbicara, mengetahui apa apa tentangmu.


Hanya ikuti kata hatimu. maka kamu akan bahagia."


.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya,..🙏


**see you in the next chapter 🙏🙏


__ADS_2