Tiara

Tiara
Semangat baru Tiara


__ADS_3

Di rumah Bintang


"Mas besok kita lihat Dewi yuk, hari ini kan libur kok mereka gak ke sini? Sekalian aku pengen lihat tempat tinggal mereka. Sejak Dewi menikah dengan Mas Bagas aku tidak tau seperti apa tempat tinggalnya dan bagaimana dia hidup" ujar Tiara.


"Dewi hidup dengan sangat baik sayang. Gak mungkin aku membiarkan dia menikah dengan orang yang tidak baik. Bagaimanapun Dewi adalah adikku, walau hanya adik ipar tapi aku sudah menganggapnya adikku sendiri. Aku adalah anak tunggal, memiliki banyak saudara adalah impianku agar tidak sepi" jawab Bintang.


"Iya aku tau, kamu juga menyayangi adik - adikku tapi aku ingin melihat sendiri keadaannya" balas Tiara.


"Baiklah kalau itu mau kamu, besok kita ke apartemen Bagas. Kita bawa anak - anak ya" ajak Bintang.


"Tapi Mas jangan kabari Mas Bagas. Biar aja jadi kejutan kita datang mengunjungi mereka" pinta Tiara.


"Iya sayang" Bintang mengecup kening Tiara dengan mesra.


"Sekarang kita tidur yuk... aku udah ngantuk" ajak Tiara.


"Tapi aku belum yank" sambut Bintang.


"Terus gimana donk? Mas mau ngapain?" tanya Tiara penasaran.


"Aku mau olahraga dulu ah biar ngantuk" jawab Bintang.


Tiara menyipitkan matanya, dia tau saat ini suaminya sedang modus padanya.


"Maaaas... " ujar Tiara.


"Hahahaha.. satu ronde aja yaank. Pleaseeeee... " pinta Bintang dengan wajah memelas membuat Tiara jadi tersenyum karena gak tega menolak permintaan suaminya.


"Yeees... " Bintang langsung tancap gas menyerang Tiara.


Inilah hikmah dari sebuah musibah kalau kita melihat dari sisi positif suatu masalah yang menimpa hidup kita. Allah memang sudah menarik satu nikmat tapi Allah menggantikannya dengan kenikmatan yang lain.


Allah sudah mengambil kandungan Tiara tapi sebagai gantinya Tiara tidak akan merasakan nyeri haid, mood turun naik karena lagi PMS, dia tidak ada libur shalat lagi dan yang paling menguntungkan untuk Bintang landasan Tiara ready setiap saat.


Bintang tidak akan pernah merasakan puasa lagi seperti Bagas dan Roy saat ini.


Hahahaha... tawa Bintang dalam hati mengingat kedua sahabatnya yang sedang berpuasa. Tanpa dia ketahui satu sahabatnya sudah berbuka dengan sangat manis. Bahkan satu hari ini dia sudah melakukannya berulang kali.


Keesokan harinya sesuai rencana Tiara dan Bintang mereka akan pergi ke apartemen Bagas untuk menjenguk mereka.


Tegar dan Zia sudah siap dari tadi. Setelah sarapan pagi Tiara mengambil Zia dari tangan baby sitternya dan menggendong Zia dalam pelukan Tiara.

__ADS_1


Mereka segera masuk ke dalam mobil Bintang dan melajukan perjalanan menuju ke apartemen Bagas.


"Mas singgah dulu ke toko kue ya. Mau beli makanan untuk kita makan di sana" pinta Tiara.


"Oke yank" jawab Bintang.


Saat Bintang melihat ada toko kue yang besar di tepi jalan menuju apartemen Bagas, Bintang segera menepikan mobilnya dan memarkirkannya di area parkir toko kue.


Mereka turun untuk memilih cake atau makanan yang akan mereka bawa ke apartemen Bagas.


Saat sedang sibuk memilih cake yang mereka inginkan tiba - tiba mereka di sapa oleh seseorang.


"Hai Bintang, sudah lama tak bertemu. Apa kabar?" Sapa seorang wanita.


Bintang dan Tiara melirik ke arah suara.


Lagi - lagi wanita jalan* ini, mengapa Jakarta ini sempit sekali? Sering sekali terjadi suatu kebetulan seperti ini? Umpat Bintang dalam hati karena kesal.


"Cuekin aja yank, gak penting" bisik Bintang pada Tiara.


Tiara mengikuti pesan suaminya dan kembali memilih cake yang akan mereka bawa ke apartemen Bagas.


Ternyata wanita itu adalah Siska sang mantan pacar Bintang.


"Siapa yang kamu sebut cacat Siska?" tangan Bintang kesal.


"Tuh istri kamu. Sombong banget sejak jadi Nyonya Bintang" jawab Siska.


"Jaga mulut kamu Siska. Aku curiga dulu mulut kamu gak tamat pas sekolah. Jadi Nyonya Bintang ya emang harus sombong. Karena sangat sulit untuk menjadi Nyonya Bintang, bahkan sampai ada yang mengemis untuk dijadikan yang kedua" sindir Bintang.


Tiara melirik ke arah Bintang sesaat kemudian melanjutkan aksinya memilih cake.


"Yank kue yang ini aja ya" Tanya Tiara dengan nada manja.


"Oke yank aku setuju, bungkus aja" perintah Bintang.


"Cih wanita gak bisa melahirkan anak lagi itu namanya cacat. Lagian kamu ngapain juga pertahanin wanita cacat seperti dia" sambung Siska.


Tanpa sadar hampir saja Bintang ingin menampar Siska kalau tidak di tahan oleh tangan Tiara.


"Maaaas jangan" cegah Tiara.

__ADS_1


"Aku sudah peringatkan kamu untuk menjaga mulut busuk kamu Siska. Jangan sampai aku bertindak kasar pada kamu. Udah yank cepetan bayar pesanan kamu. Kita harus segera pergi dari sini sebelum aku berbuat kasar pada wanita iblis ini" pesan Bintang pada Bintang.


"Iya Mas" jawab Tiara cepat.


Tiara segera membayar cake yang dia pilih kemudian memberikannya kepada Bintang.


"Yuk Gar kita ke mobil, di sini banyak setan" ucap Bintang pada Tegar dan sedikitpun dia jijik melihat ke arah Siska.


Bintang langsung menggandeng Tegar keluar dari toko kue. Tiara menyusul Bintang dari belakang sambil menggendong Zia.


Tiara berhenti sesaat ketika berpapasan dengan Siska.


"Walau kata kamu aku sudah cacat tapi aku sudah mempunyai dua berlian dalam rumah tangga kami jadi aku tidak akan pernah merasa mempunyai kekurangan lagi di depan Mas Bintang. Dari pada kamu masih sempurna tapi aku yakin barang milik kamu sudah pernah di isi oleh pria manapun" sindir Tiara kepada Siska.


Sontak Siska terkejut mendengar perkataan Tiara. Dia tidak menyangka ternyata Tiara bisa dan berani melawannya. Dia kira wanita ini akan takut atau menangis mendengar kata - kata kasar yang sengaja Siska lontarkan kepada Tiara.


Dan dari mana Tiara bisa tau keadaannya sebenarnya. Apa Bintang pernah mengatakan sesuatu tentangnya kepada Tiara.


Saat Siska ingin membalas perkataan Tiara, Tiara sudah melangkah jauh berjalan mengikuti Bintang.


Hati Siska teradat sangat panas sekali. Dia benar - benar marah setelah mendengar ucapan Tiara yang terdengar mengejeknya.


Sial... wanita itu sudah merasa menang. Jangan berbesar hati dulu perempuan kampung. Saat ini kamu bisa tertawa dan merasa sombong. Lihatlah sebentar lagi kamu akan menangisi kepergian suami kamu. Aku tidak akan menyerah dengan mudah. Kita lihat saja nanti aku atau kamu yang akan menjadi Nyonya Bintang untuk selamanya. Tegas Siska dam hati.


Tiara dan Bintang juga anak - anaknya kini sudah berada di dalam mobil. Entah mengapa setelah berhasil mengeluarkan apa yang Tiara tahan selama ini kepada Siska. Hati Tiara merasa sangat plong dan lega sekali.


Tiara tertawa dalam hati karena keberaniannya tadi melawan Siska. Dia sendiri tidak tau dari mana dia mendapatkan keberanian seperti itu. Selama ini Tiara lebih memilih mengalah dari pada bertengkar tapi berkat dukungan dari Bintang dan juga Mbak Dian dan Dewi, kini Tiara bertekad dalam hati akan mempertahankan dan memperjuangkan apa yang telah menjadi miliknya.


Sampai kapanpun dia tidak akan menyerah dan membiarkan siapapun merusak rumah tangganya dengan Bintang. Siapapun itu dia akan melawan dan kini Tiara akan diam seperti dulu lagi.


Ikrar Tiara dalam hati.


Tiara melirik suaminya yang sedang serius menyetir mobil dan fokus melihat ke depan.


Mas.. mulai saat ini aku akan menjadi wanita pemberani, seperti yang pernah kamu pesankan padaku. Aku akan berjuang menjaga keharmonisan rumah tangga kita. Tegas Tiara.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2