Tiara

Tiara
Kerjasama Morgan


__ADS_3

Sudah hampir dua minggu kedua orang tua Tiara dan Bintang berangkat umroh sekaligus bulan madu untuk Bapak dan Ibu yang baru menikah kembali. Sudah empat puluh hari Tiara melahirkan dan masa nifas Tiara sudah selesai.


Hari ini Bintang berencana untuk membawa Tiara ke dokter untuk memeriksa bekas jahitan operasi Tiara sekaligus memeriksa keadaan perut Tiara.


"Yank nanti aku pulang kerja kamu siap - siap ya. Kan kita mau ke dokter" ujar Bintang.


"Iya Mas, kita pergi berdua aja ya.. gak bawa Tegar dan Zia" jawab Tiara.


"Iya, kita cuma sebentar aja kok. Kamu kasih tau bibik stok ASI nya Zia" perintah Bintang.


"Iya Mas, nanti aku kasih tau Bibik juga gimana ngasi ASI untuk Zia" balas Tiara.


"Ya sudah Mas pergi ke kantor dulu ya. Yuk Gar kita berangkat" ajak Bintang. Tiara mencium tangan suaminya.


"Mama aku pergi sekolah dulu ya" Tegas mencium tangan Tiara dan kemudian bergegas menyusul Bintang ke luar rumah.


Bintang dan Tegar segera meninggalkan rumah dan berangkat menuju sekolah Tegar dulu setelah itu baru Bintang melanjutkan menuju kantornya.


Di perjalanan Bintang sempat menghubungi dokter kandungan Tiara. Ingin mengingatkan bahwa kondisi Tiara saat ini masih belum mengetahui kalau rahimnya sudah diangkat.


Agar nanti saat pemeriksaan dokter tidak salah bicara sehingga mengakibatkan Tiara shock. Sebenarnya bukan ingin merahasiakannya untuk seterusnya tapi Bintang merasa saat ini Tiara memang belum benar - benar siap untuk mendengar kebenaran apa yang terjadi akibat dia terjatuh saat mengandung Zia.


Dokter mau bekerjasama dengan Bintang untuk tetap merahasiakan keadaan Tiara saat ini. Semuanya menunggu Tiara sudah benar - benar sehat.


"Tapi Pak Bintang kita tidak bisa menyembunyikannya dalam waktu yang lama. Bulan depan jadwal datang bulan Ibu Tiara harusnya normal tapi nanti dia pasti akan bingung mengapa dia tidak datang bulan lagi. Karena wanita yang sudah diangkat rahimnya tidak akan mengalami datang bulan lagi" ungkap Dokter mengingatkan.


"Baik dok saya mengerti. Bulan depan orang tua dan mertua saya sudah pulang umroh. Saat itu terjadi keluarga dekat saya ada di dekat kami untuk memberikan dukungan dan semangat kepada istri saya. Saya harap pada saat itu istri saya akan lebih kuat menerima kenyataan pahit yang dia alami" jawab Bintang.


"Baiklah.. semoga semua berjalan dengan baik" sambut Dokter.


"Kalau begitu sampai ketemu sore nanti dok di Rumah Sakit. Terimakasih" ujar Bintang.


Bintang melajukan mobilnya menuju kantornya. Sesampainya di lapangan parkir perusahaannya Bintang, Bintang bertemu dengan Morgan.


"Hai Bintang" sapa Morgan.

__ADS_1


"Morgan? Ada apa kamu di perusahaanku?" tanya Bintang.


"Aku ingin menawarkan kerjasama dengan perusahaan kamu. Aku baru saja hendak ke loby dan membuat janji dengan kamu tapi ternyata langkahku sangat baik pagi ini. Aku bertemu dengan kamu langsung di sini" jawab Morgan.


"Oh mari kita bicarakan di ruanganku saja" ajak Bintang ramah.


"Baiklah tapi tunggu dulu, aku kesini tidak sendiri. Aku mengajak sekretarisku. Ayo Siska, kami bisa turun dari mobil" ujar Morgan.


Bintang sangat terkejut ketika melihat Siska turun dari mobil Morgan.


"Siska?" ucap Bintang.


"Kenapa, kamu kok terkejut melihat Siska? Bukankah hubungan kalian sudah selesai. Aku dengar kamu saat ini juga sudah menikah dan sudah memiliki anak?" tanya Morgan.


"Eh iya, aku sudah punya dua anak, mereka sepasang" jawab Bintang.


"Wah selamat, ternyata kamu sudah sangat sukses dalam hal rumah tangga dibanding kita semua" ucap Morgan terlihat tulus.


Morgan menjabat tangan Bintang dan Bintang menyambutnya dengan ramah. Mereka berjalan menuju ruangan Bintang. Morgan dan Bintang berjalan sejajar sedangkan Siska berjalan di belakang mereka.


"Silahkan duduk" perintah Bintang.


Morgan dan Siska duduk dengan sopan di atas sofa ruang kerja Bintang.


"Begini Bin ini aku berikan proposal kerjasama perusahaan kita. Kamu bisa membacanya terlebih dahulu. Nanti baru kita susun jadwal untuk pertemuan pertama membicarakan tentang kerjasama ini" ungkap Morgan.


"Oh boleh, aku akan membaca isi proposal ini. Setelah itu aku akan menghubungi kamu" jawab Bintang.


"Apa kabar kamu?" tanya Morgan untuk lebih mengakrabkan diri.


"Seperti yang kamu lihat aku baik" jawab Bintang.


Siska terus menatap Bintang dengan tatapan menggoda tapi Bintang tidak menanggapi bahkan sedikitpun tidak melirik ke arah Siska. Bintang menganggap Siska tidak ada di ruangan ini.


"Aku pernah bertemu Bagas, saat itu dia sedang berjalan dengan seorang gadis remaja yang ternyata aku tau bahwa gadis itu adalah adik ipar kamu. Kamu gak takut adik ipar kamu dirusak Bagas?" tanya Morgan mulai ke arah pribadi.

__ADS_1


"Bagas adalah sahabat aku, dia tidak akan merusak adik iparku dan juga persahabatan kami" jawab Bintang yakin.


"Tapi kamu kan tau sendiri latar belakangan pergaulan Bagas. Dia punya banyak pacar. Masak kamu membiarkan dia mengganggu adik ipar kamu?" pancing Morgan.


"Bagas dan adik iparku sudah menjalani hubungan yang serius dan sebentar lagi mereka akan menikah. Hanya tinggal menunggu waktu" jawab Bintang.


"Waaah... apa aku tidak salah dengar? Adik ipar kamu itu masih kuliahkan Bin?" tanya Morgan.


"Iya" jawab Bintang singkat


"Dia masih terlalu muda Bin, masak kamu membiarkannya menikah muda. Masa depannya masih panjang. Sayang masa - masa remajanya dia habiskan sebagai Ibu Rumah Tangga" ujar Morgan.


"Adik iparku tetap akan kuliar tidak ada yang berbeda. Yang berbeda hanya status mereka tapi itu lebih baik dari pada mereka pacaran dan akhirnya berbuat dosa lebih baik segera menikah" tegas Bintang.


"Hahaha ternyata kamu dan Bagas sudah jauh berubah" sambut Morgan.


"Hidup akan terus berjalan. Kita tidak tau kapan umur kita berakhir. Sebelum tiba saatnya lebih baik kalau kita terus memperbaiki diri" jawab Bintang.


Morgan bertepuk tangan.


"Kamu memang selalu jadi orang baik Bin, lihat Sis. Kamu menyesal dulu telah meninggalkan Bintang. Coba kalau kamu tetap setia pasti saat ini kamu adalah nyonya dari pemilik perusahaan besar ini" puji Morgan.


"Maaf Morgan aku rasa pembicaraan kita sudah sangat jauh dari urusan pekerjaan. Dan sebentar lagi aku juga ada pertemuan dengan clientku. Bukan maksud hati ingin mengusir kamu tapi aku benar - benar sibuk hari ini" Bintang mengusir secara halus.


"Hahaha.. baiklah Bintang, senang bertemu dengan kamu lagi. Mudah - mudahan kamu menyukai isi proposalku dan kamu bersedia bekerja sama dengan perusahaanku. Kalau begitu kami pamit undur diri dulu. Ayo Siska kita pergi dari sini" Morgan berdiri dan menjabat tangan Bintang.


"Ucapkan selamat tinggal pada mantan pacar kamu" ujar Morgan dengan nada mengejek.


Bintang menatap wajah Siska dengan tatapan dingin. Sungguh dia benar - benar ingin Morgan dan Siska segera keluar dari ruangannya. Dia sudah muak bertemu dengan dua manusia busuk ini.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2