Tiara

Tiara
Tegar punya adek


__ADS_3

Tiara dan Bintang keluar dari kamar mandi dengan membawa alat tes kehamilan.


"Bagaimana?" Tanya Bu Bambang dengan wajah yang sudah tidak sabar.


Bintang memberikan alat tes kehamilan Tiara kepada Mamanya. Bu Bambang langsung melihat hasilnya.


"Alhmdulilah... Tegar kamu akan mempunyai adik" ucap Bu Bambang kepada cucunya Tegar.


"Benar Ma, Pa? Aku akan segera punya adik?" tanya Tegar.


"Iya sayang" jawab Bintang sambil terus memegang Tiara yang masih dalam keadaan lemah.


"Ayo.. ayo.. bawa Tiara ke kamar, dia pasti lagi mabuk karena hamil" ucap Bu Bambang.


Bintang segera membawa Tiara ke kamar mereka dan membaringkannya perlahan di atas tempat tidur.


Tiara mengambil posisi yang nyaman untuk dia berbaring. Dia sengaja meninggikan bantalnya agar perutnya tidak terasa lebih mual.


"Apakah seperti ini juga yang kamu alami saat kehamilan Tegar?" tanya Bintang.


Tiara menganggukkan kepalanya.


"Oh sayaaang maafkan aku tidak ada di samping kamu pada saat itu" ungkap Bintang.


"Gak apa - apa Mas, semua itu kan sudah keputusan aku waktu itu jadi aku tidak mempersalahkannya lagi.


"Jadi apa yang bisa membuat kamu lebih nyaman pada saat seperti ini?" tanya Bintang.


"Aku suka mencium bau minyak kayu putih Mas untuk menahan gejolak mual di perutku" jawab Tiara.


Bintang segera mencari mintak kayu putih di dalam laci lemari dekat tempat tidurnya.


"Ini sayang. Mau aku oleskan di perut dan punggung kamu?" ucap Bintang menawarkan.


Tiara mengangguk lemah. Bintang segera membuka pakaian Tiara di bagian perut kemudian Bintang mengolesinya dengan minyak kayu putih.


Bintang sekalian membelai lembut perut Tiara.


"Sayang baik budi ya di perut Mama... Kasihan nih Mamanya lemes" bisik Bintang di atas perut Tiara.


Tiara mengelus rambut Bintang penuh kasih sayang.


"Sini Mas, aku mau cium wangi minyak kayu putihnya biar gak mual lagi" pinta Tiara.


"Udah lega?" tanya Bintang.


"Sudah mendingan Mas. Tapi aku laper karena isi perutku tadi keluar semua" jawab Tiara.

__ADS_1


"Kamu mau makan apa?" tanya Bintang.


"Aku pengen makan nasi goreng Mas" balas Tiara.


"Sebentar ya aku pinta sama bibik di bawah" ucap Bintang.


"Aku mau nasi goreng buatan kamu" ujar Tiara dengan mata penuh harapan.


"Aku kan gak bisa masak yank" jawab Bintang.


"Tapi pengen makan nasi goreng buatan kamu" Air mata Tiara mengalir di pipinya.


"Lho.. lho.. kok malah nangis? oke.. oke.. Mas akan masak nasi goreng untuk kamu" balas Bintang.


"Jangan lama ya Mas" sambung Tiara.


"Iya, sebentar ya. Aku ke bawah dulu" Bintang segera bangkit dan melangkah ke luar kamarnya dan turun ke lantai satu. Kemudian Bintang berjalan menuju dapur. Membuat Mamanya, Bik Sumi dan Mang Kardi penasaran dengan apa yang sedang dia lakukan.


"Kamu ngapain ke dapur Bin?" tangan Bu Bambang.


"Tiara kelaperan Ma karena semua isi perutnya sudah keluar tadi waktu dia muntah" jawab Bintang.


"Trus?" ucap Bu Bambang penasaran.


"Dia minta nasi goreng" jawab Bintang dengan wajah sedih.


"Kenapa wajah kamu jadi seperti itu?" selidik Bu Bambang.


Sontak perkataan Bintang membuat Mamanya, Bik Sumi dan Mang Kardi tersenyum mengerti.


"Mmmm... Non Tiara ngidam itu Den" ucap Mang Kardi.


"Ngidam?" tanya Bintang bingung.


"Wanita hamil itu suka meminta sesuatu yang aneh - aneh Den. Katanya itu permintaan dari dalam dan itu namanya ngidam kalau tidak di turuti bisa - bisa si Ibu ngambek dan menangis" jawab Bik Sumi.


"Pantas saja" ucap Bintang.


"Pantas apanya?" tanya Bu Bambang ingin tau.


"Pantasan tiba - tiba Tiara menangis saat aku tolak untuk memasakkan nasi goreng untuknya. Padahal sebelumnya Tiara bukan tipe perempuan cengeng. Aku bahkan sangat terkejut tadi melihat Tiara menangis" ungkap Bintang.


Mama Bintang menepuk bahu putranya


"Kalau istri lagi hamil kamu harus jadi suami siaga. Apapun permintaannya harus di penuhi, kamu juga harus sabar karena moodnya perempuan hamil bisa langsung berubah - ubah. Bisa marah, ngambek, nangis dan juga manja. Kamu harus lebih perhatian dan mandiri, urus diri kamu sendiri karena istri kamu saat ini sedang lemah dan tidak bisa melayani kamu seperti biasa. Wanita hamil juga gampang lelah dan tidak boleh banyak bekerja" nasehat Bu Bambang.


"Iya Ma" jawab Bintang.

__ADS_1


Bintang tersenyum. Akhirnya aku bisa ada di sampingnya di saat dia sedang hamil. Aku bisa menebus kesalahanku saat dia mengandung Tegar dulu.


"Lho Den kok malah melamun sambil senyum - senyum. Teh dan nasi gorengnya cepetan di antar, keburu dingin lho" ucap Bik Sumi mengingatkan.


"Eh iya Bik jadi kelupaan" jawab Bintang.


Bintang segera naik ke lantai dua menuju kamarnya dan melihat Tiara sedang berbaring sambil memejamkan matanya. Bintang mendekati istrinya dan bertanya dengan suara yang sangat pelan.


"Yank.. kamu sedang tidur?" tanya Bintang.


"Mmm... nggak Mas. Aku hanya memejamkan mata karena kepalaku sangat pusing" jawab Tiara.


"Mau aku ambilkan obat?" Bintang menawarkan.


"Kalau sedang hamil gak boleh sembarangan minum obat Mas, harus tanya Dokter dulu obat apa yang aman untuk diminum" balas Tiara.


"Jalan begitu besok kita ke Dokter ya" ajak Bintang.


"Besok minggu Mas, hari senin aja kita perginya" ucap Tiara.


"Ya sudah, nih minum dulu tehnya. Mudah - mudahan bisa menambah tenaga kamu. Setelah itu baru makan nasi gorengnya" Bintang menyuguhkan teh hangat yang dia buat sendiri di dapur.


Tiara duduk dan bersandar di dinding tempat tidur dia meminum teh hangat yang di berikan Bintang.


"Sruuuup..... aaah" gumamnya.


Setelah itu Tiara mulai memakan nasi goreng buatan suaminya dengan lahap. Ajaib.. nasi gorengnya habis di makan Tiara dengan lahapnya.


Bintang tersenyum senang mengetahui istrinya saat ini sedang hamil tapi sekaligus iba melihat istrinya tak berdaya seperti ini.


"Jika separah ini setiap kamu hamil aku semakin merasa bersalah pada kamu dulu sayang. Kamu diusir dari rumah saat ketahuan hamil, kamu harus menyelesaikan kuliah kamu dan harus bekerja di cafe" ucap Bintang dengan wajah sedih.


"Mas saat hamil Tegar tidak separah ini, mungkin saat itu Tegar mengerti apa yang sedang dialami Mamanya. Jadi kami berdua harus sama - sama berjuang untuk bertahan hidup. Sedangkan anak kamu yang ini sepertinya lebih manja. Dia tau saat ini Papanya selalu ada di samping Mamanya dan selalu siaga" jawab Tiara.


"Apa anak kita yang ini perempuan ya, jadi lebih manja" ujar Bintang sambil mengelus lembut perut Tiara.


"Kita belum tau Mas, masih terlalu dini. Nanti setelah empat bulan usia kandunganku baru kita bisa melihatnya" sambut Tiara.


"Aku jadi tidak sabar sayang, menjalani hari - hari kita ke depan" ucap Bintang dengan semangat dan tersenyum gembira.


"Sekarang aja kamu bilang gak sabar, nantinya kamu pasti lelah dan bosan" sindir Tiara.


"Nggak sayaaang... aku akan menjadi suami yang siaga buat kamu dan akan menjadi Papa yang siaga juga untuk anak - anak kita" tegas Bintang.


Bintang mengecup lembut kening Tiara penuh cinta kasih.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2