
Setelah selesai makan siang bersama dan berbincang - bincang Pak Bambang dan istrinya Ira, Tiara berpamitan pulang kepada mereka.
"Ayo sayang salim sama Opa dan Oma, biar kita pulang" perintah Tiara.
"Katanya tadi mau ke kantor Papa Ma?" protes Tegar.
"Iya.. iya.. setelah ini kita ke kantor Papa. Tapi sebelum pulang salim dulu donk sama Opa dan Oma" bujuk Tiara.
Bambang dan Ira tersenyum melihat anak laki - laki gembul itu. Tegar berdiri dan berjalan mendekati Bambang dan Ira.
"Opa.. Oma.. aku pulang dulu ya, nanti kita ketemu lagi. Jangan lupa ajak aku ke rumah Opa dan Oma" ucap Tegar.
"Hahaha.. iya sayang, nanti Oma undang kamu ke rumah Oma ya" sambut Ira.
Tegar mencium tangan Ira, Ira menunduk, mencium dan memeluk Tegar. Rasanya dia memang sudah sangat menyayangi anak ini.
Setelah itu Tegar mencium tangan Bambang. Bambang mengelus kepala Tegar.
"Harus rajin belajar dan nurut semua perkataan Mama dan Papa kamu ya" ucap Bambang.
"Iya Opa" balas Tegar.
Tiara kemudian bergantian dengan Tegar menjabat tangan Bambang dan Ira. Mereka berpamitan dan berpisah di Restoran itu.
Tegar dan Tiara masuk ke dalam mobil kemudian melaju menuju kantor Bintang. Sesampainya di loby kantor seorang satpam menahan mereka masuk.
"Maaf mau ketemu siapa Bu?" tanya petugas keamanan.
"Mau bertemu Bapak Bintang" jawab Tiara.
"Sudah ada janji?" tanya Laki - laki berbadan tegap itu.
"Belum, tadi kami berniat ingin buat kejutan datang ke sini" ungkap Tiara.
"Tapi kalau orang asing yang tidak dikenal di larang masuk Bu, apalagi bertemu dengan CEO Perusahaan ini" cegah pria itu.
"Tunggu sebentar ya" Tiara tersenyum lalu mengambil ponselnya di dalam tas kemudian mencoba menghubungi suaminya.
Tapi Bintang tidak menjawab panggilan Tiara sehingga Tiara tampak kecewa.
"Gimana Ma, diangkat teleponnya?" tanya Tegar.
"Belum sayang, mungkin Papa lagi sibuk" jawab Tiara.
Tiba - tiba sekretaris Bintang yang baru saja turun dari lift tanpa sengaja melihat Tiara di pintu masuk kantor.
Dia segera mendekati Tiara dan Tegar.
"Ada apa ini Pak?" tanya Rini, sekretaris Bintang.
__ADS_1
"Ibu ini ingin bertemu dengan Pak Bintang" jawab petugas keamanan.
"Maaf Ibu siapa ya?" tanya Rini.
"Saya Tiara, tolong sampaikan pada Pak Bintang barusan saya telepon gak di angkat" jawab Tiara.
"Ibu Tiara Purnama, istrinya Pak Bintang?" tanya Rini terkejut.
Tiara menganggukkan kepalanya. Pernikahan Bintang dan Tiara memang mendadak, pestanya juga di Bandung dan hanya orang - orang penting saja yang di undang.
Tiara memaklumi kalau tidak ada yang mengenalinya di sini. Oleh sebab itu Tiara tidak marah dan juga tidak mau bersikap sesukanya walau dia adalah istri pemilik perusahaan ini.
"Iya saya Tiara istrinya Pak Bintang" jawab Tiara ramah.
"Maaf Bu saya tidak tau" jawab petugas keamanan takut.
Pak Bintang kan baru menikah mengapa sudah mempunyai anak sebesar ini. Apakah dia menikah dengan janda? Fikir petugas keamanan itu.
"Saya juga mung maaf tidak mengenali Ibu. Mari Bu saya antar keruangan Pak Bintang. Memang tadi Pak Bintang sedang rapat makanya tidak mengangkat telepon dari Ibu" ungkap Rini.
Rini mengajak Tiara dan Tegar naik ke lantai paling atas dimana ruangan Bintang berada. Mereka menaiki lift khusus untuk para pejabat perusahaan.
Sesampainya di lantai atas Rini mengajak Tiara dan anaknya masuk ke ruangan Bintang.
Tok.. tok.. tok..
Rini mengetuk pintu ruangan Bintang.
"Syukurlah rapatnya sudah selesai Bu, Bapak ada di dalam. Silahkan masuk Bu" Rini mempersilahkan Tiara masuk.
"Terimakasih...... mmm" ucap Tiara terputus.
"Rini Bu, nama saya Rini" jawab Rini hormat.
"Terima kasih Rini" sambung Tiara.
Tiara dan Tegar masuk ke dalam ruangan Bintang. Tegar langsung berlari masuk ke dalam.
"Papaaaaaaa" teriak Tegar.
"Sayaaaaang... lho kalian datang ke sini. Kok gak ngabari Papa?" tanya Bintang terkejut.
"Rencananya mau buat kejutan tapi gagal karena kami di hadang di bawah. Aku hubungi ponsel kamu tapi gak di angkat. Untung ada Rini tadi yang tau namaku, jadinya kami di bawa ke sini" ungkap Tiara.
"Maaf sayang, aku tadi sedang rapat, baru saja selesai. Jadi ponselku dibuat silent. Aku tidak tau kalau kamu menelpon" Bintang keluar dari meja kerjanya dan menyambut Istri dan anaknya dengan pelukan.
"Iya Mas aku mengerti kok. Kamu sudah makan?" tanya Tiara.
"Sudah tadi sebelum rapat" jawab Bintang.
__ADS_1
Bintang mengajak istri dan anaknya duduk di sofa ruang kerjanya.
"Hey sayang, gimana pertemuan dengan Opa kamu itu. Apakah seru?" tanya Bintang penasaran.
"Seru Pa... aku dibelikan mainan superhero" jawab Tegar antusias dan senang sekali.
"Waaaaah enak sekali kamu punya Opa dan Oma" jawab Bintang tak kalah bahagia melihat putranya gembira.
"Iya donk, malah aku dan Mama di ajak je rumah mereka Pa lain waktu. Boleh ya Pa" pinta Tegar.
Bintang melirik ke arah istrinya meminta penjelasan.
"Pak Bambang dan istrinya ingin menjalin silaturahmi dan kekeluargaan Mas. Mereka sudah menganggap Tegar seperti cucu mereka sendiri. Karena katanya Pak Bambang hanya punya satu anak tapi belum memiliki cucu. Mereka mengundang kami untuk datang ke rumah mereka lain waktu" ungkap Tiara.
"Kamu pengen ke sana ya?" tanya Bintang pada putranya.
"Iya donk Pa, pengen banget. Kata Opa di rumahnya ada kolam renang dan aku boleh berenang kalau main ke rumahnya. Opa juga janji kalau nanti aku datang ke rumahnya Opa akan membelikanku mainan banyaaaaak sekali" jawab Tegar senang.
"Enak banget kamu yaaaa" Bintang mencubit pipi putranya.
"Sekarang kan aku punya dua kakek dan nenek. Yang satu eyang satu lagi Opa dan Oma. Banyak kan?" ujar Tegar.
"Hahaha... iya sayang banyak" balas Bintang.
"Kalian jangan pulang dulu ya, tungguin aku sampai selesai jam kerja. Nanti kita pulang bareng. Biar mobil kamu di antar supir aja ke apartemen. Sekalian malam ini kita makan malam di luar. Kan kamu tidak masak" ucap Bintang pada istrinya, Tiara.
"Nanti kalau Tegar ngantuk gimana Mas?" tanya Tiara.
"Tuh di sana ada ruang istirahatku. Kamu dan Tegar bisa tidur siang di situ" Bintang menunjuk sebuah pintu di dekat meja kerjanya.
"Waaaah hebat sekali kantor Papa, ada kamar tidurnya" Tegar terlihat takjub melihat ruang kerja Bintang.
"Iya donk sayang.. kalau Papa lelah bekerja seharian Papa kan bisa istirahat sebentar di kamar itu. Kalau kamu ngantuk masuk saja duluan nanti Mama menyusul" perintah Bintang.
"Oke Pa. Ma aku tidur duluan ya. Aku ngantuk sekali" punya Tegar.
"Iya sayang" jawab Tiara.
Tegar berlari menuju kamar istirahat di ruang kerja Bintang.
"Aku melanjutkan pekerjaanku sebentar ya sayang, tanggung tinggal dikit lagi. Kamu mau minum? Biar aku pesankan sama Rini" ucap Bintang menawarkan.
"Gak usah Mas aku masih kenyang. Aku tunggu kamu aja di sini" jawab Tiara.
Bintang kembali ke meja kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya sebelumnya sedangkan Tiara bersantai di sofa sambil membaca majalah.
Bintang sangat senang sekali hari ini dia mendapat kejutan dari istri dan anaknya seperti ini. Dia jadi lebih semangat untuk menyelesaikan pekerjaannya biar cepat pulang bersama keluarga kecilnya.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG