
Minggu sore waktunya Bintang kembali ke Jakarta. Seharian dia malas - malasan di rumah. Rasanya sangat berat sekali untuk kembali ke Jakarta.
Tiara bisa merasakan hal itu, dia berusaha memberi semangat untuk suami tercintanya.
"Maaaas... dinikmati aja LDR nya. Kan seru juga Mas kita bicara pacaran setelah menikah" bujuk Tiara.
Bintang terdiam mendengar penjelasan dari Tiara. Dan wajahnya langsung tersenyum.
"Iya, kamu benar juga ya Ra. Kita jadi bisa pacaran. Kamu sudah pernah pacaran belum?" tanya Bintang.
Tiara menggelengkan kepalanya.
"Seumur ini kamu belum pernah sekalipun pacaran?" tanya Bintang tak percaya.
Walaupun dia juga baru satu kali pacaran yaitu bersama Siska tapi setidaknya dia sudah pernah merasakan pacaran selama tiga tahun.
Tiara kembali menggelengkan kepalanya.
"Jadi aku yang pertama untuk kamu?" tanya Bintang bersemangat.
Tiara menganggukkan kepalanya.
"Semuanya? Aku pacar pertama kamu, cinta pertama kamu dan aku pria pertama yang menyentuh kamu?" tanya Bintang tak percaya.
Tiara kembali menganggukkan kepalanya lagi.
Bintang langsung memeluk dan mencium puncak kepala istrinya.
"Terimakasih sayang memberikanku posisi yang sangat istimewa. Aku pertama segalanya bagi kamu tapi maaf kami bukan yang pertama bagiku. Aku pernah pacaran dan mencintai orang lain. Aku janji kamu adalah orang terakhir yang akan aku cintai seumur hidupku. Kamu gak marah kan?" tanya Bintang.
"Enggak Mas, itu kan masa lalu kamu. Mana bisa aku menyuruh kamu untuk menghapusnya. Kalau itu di hapus, itu namanya kamu lupa ingatan donk. Iiih aku gak mau, nanti kamu juga lupa padaku" jawab Tiara.
Bintang tersenyum.
"Aku tidak akan pernah melupakan kamu, karena jantung ini berdetak selalu menyebut nama kamu" ujar Bintang.
"Gombal" balas Tiara.
"Serius yank, aku sangat mencintai kamu. Saat ini dan seterusnya kamu adalah segalanya bagiku" tegas Bintang.
"Nah sekarang udah semangat kembali kan. Udah balik sana ke Jakarta. Nanti kami kemalaman sampai Jakarta. Besok katanya ada meeting penting di kantor. Kalau lama sampai nanti kamu kecapekan Mas trus besok jadi gak fokus kerjanya" nasehat Tiara.
"Istriku emang paling pengertian, sampai ngurusin waktu istirahat dan jam kerjaku. Jadi pengen cepat - cepat boyong kamu dan Tegar ke Jakarta" balas Bintang.
"Sabar ya, aku ajari Ibu dulu di Cafe. Oh iya aku mau minta tolong juga sama kamu. Tolong urusin surat pindah sekolah Dewi dan Ali ke Bandung ya Mas?" tanya Tiara.
"Iya sayang.. semua permintaan kamu akan Mas penuhi. Kamu kan pemilik hatiku. Kalau kamu ngambek, hatiku sakit rasanya" goda Bintang.
__ADS_1
"Gombal" ucap Tiara sambil tertawa.
"Serius" Bintang mencuri kecupan di bibir Tiara.
"Ini juga serius" Bintang melanjutkan kecupan panjang dan dalam.
"Untuk bekal aku selama lima hari yank, tunggu aku hari jumat ya. Nanti kalau aku sudah sampai Bandung aku janji akan ajak kamu pacaran beneran deh. Lihat saja, aku akan buat kejutan untuk kamu" ucap Bintang.
Tiara tersenyum melihat manisnya sikap suaminya sore ini. Tiara menuntun suaminya untuk keluar kamar.
"Mas ini semua berkas sekolahku dan Ali" ucap Dewi sambil menyerahkan semua berkas sekolah mereka.
"Nak Bintang, Ibu boleh meminta sedikit bantuan lagi pada kamu. Maaf kalau permintaan Ibu ini merepotkan kamu" ujar Siti.
"Tidak apa Bu, Ibu jangan sungkan lagi padaku. Aku kan menantu Ibu, itu artinya aku juga anak Ibu. Kalau perlu sesuatu jangan malu untuk memintanya padaku" jawab Bintang.
"Nanti kalau Nak Bintang mengurus surat pindah Dewi dan Ali tolong bilang sama pihak sekolah untuk merahasiakan kemana Dewi dan Ali akan pindah. Ibu takut Bapak akan mendatangi sekolah mereka dan mencari informasi ke sana" pinta Siti.
"Baik Bu, nanti akan saya urus. Selama seminggu ini Dewi dan Ali istirahat saja dulu. Lagian wajah Ali juga belum sembuh memar dan luka - lukanya. Sambil istirahat kalian bisa sekalian cari - cari sekolah yang bagus dekat dari sini. Nanti bisa minta sama Kak Tiara untuk lihat - lihat sekolah baru kalian" ucap Bintang.
"Terimakasih ya Mas" jawab Dewi dan Ali.
Bintang berjongkok di hadapan putranya.
"Sayang.. Papa balik dulu ke Jakarta. Sekarang kan kamu sudah tidak kesepian lagi di rumah. Ada Eyang, Tante dan Om Ali di rumah. Janji ya jangan nakal dan jaga Mama kamu" ucap Bintang.
"Anak pintar, jangan lupa telepon Papa ya kalau Mama kamu nakal" Bintang mengedipkan sebelah matanya kepada Tiara.
"Salim Papa nya sayang" perintah Tiara.
Tiara dan Tegar mencium tangan Bintang bersamaan, setelah itu Bintang pamit pada mertua dan kedua adik iparnya.
"Aku pergi dulu ya Bu, titip istri dan anakku" ucap Bintang.
Tiara tersenyum mendengar ucapan menantunya itu.
"Kamu hati - hati di jalan. Pelan - pelan saja bawa mobilnya" pesan Siti.
"Iya Bu" jawab Bintang.
Bintang segera menyalakan mobilnya dan bergerak keluar rumah Tiara. Setelah itu dia mulai melakukan mobilnya menuju Tol dan meninggalkan kota Bandung.
Sekitar jam sembilan malam Bintang sudah sampai di apartemennya. Kini dia kembali merasa sepi dan sunyi. Di apartemen ini hanya ada dia sendiri.
Bintang segera melakukan panggilan Video Call ke ponsel istrinya.
"Assalamu'alaikum Mas.. " ucap Tiara.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam sayaaang" jawab Bintang cerah.
"Sudah sampai Mas?" tanya Tiara.
"Sudah baru saja" jawab Bintang.
"Mas sudah makan?" tanya Tiara.
"Sudah tadi di jalan sebelum sampai ke apartemen. Anak kita mana?" tanya Bintang.
"Nih udah tidur, tadi seharian main sama Ali. Kata Ibu dia kelelahan" jawab Tiara.
"Kok kata Ibu, emangnya kamu kemana tadi?" selidik Bintang.
"Aku ke Cafe sebentar bareng Dewi. Mau cek keadaan Cafe Mas. Kan ini hari libur pasti rame pengunjung Cafe" ungkap Tiara.
Bintang terdiam dan tampak sedih.
"Kamu kenapa Mas, kog wajahnya manyun gitu?" tanya Tiara.
"Kangen kamu dan Tegar. Di sini sepi Ra" ujar Bintang.
"Itu lagi kan yang di bahas. Sabar sayaaaang.. dinikmati aja. Kan sekarang kita lagi pacaran ini" balas Tiara.
"Iya ya udah kayak anak ABG aja. Rindu itu berat biar Dilan aja. Kalau seluruh dunia ini Dilan yang nanggung rasa rindunya, aku rasa Dilan akan mati muda yank" ujar Bintang.
"Hahaha... bisa juga kamu bercanda ya Mas. Aku kira kamu seriusan orangnya, soalnya selama ini diantara kedua teman kamu itu kamu yang paling irit bicara" balas Tiara.
"Itukan sama orang lain, kalau sama istriku sendiri pastilah aku foya - foya gombalnya" goda Bintang.
"Hahaha.. jangan kebanyakan juga Mas bisa gumoh akunya" ucap Tiara.
"Kamu tambah cantik aja, baru saja aku tinggal udah tambah cantik. Bikin aku makin kangen" puji Bintang.
"Baru berpisah beberapa jam lho Mas" protes Tiara.
"Iya.. iya... mulai malam ini aku akan menghitung hari" ucap Bintang.
"Udah seperti judul lagu saja" balas Tiara.
Indahnya pacaran setelah nikah... lebih indah dari pada waktu Bintang pacaran dengan Siska dulu. Itulah yang Bintang rasakan saat ini. Tiara Purnama benar - benar memberikan cahaya bulan Purnama yang terang dalam hidupnya. Membuat hidup Bintang menjadi lebih cerah dan bersinar.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1