
"Kalau aku pulang dan membawa Tegar dan Tiara menghadap mereka, kira - kira apa yang akan mereka katakan ya Yan?" ucap Bintang.
Dian menarik nafas panjang.
"Aku gak tau Bin, aku gak pernah mengenl kedua orang tua kamu. Bukannya kita bertemu di kampus setelah kamu lari dari rumah orang tua kamu. Dan aku hanya mengenal mereka dari berita - berita. Tapi seiring berjalannya usia. Aku yakin mereka pasti sudah berubah. Apalagi kalau mereka tau sudah memiliki cucu Bin. Kata orang biasanya kita lebih sayang kepada cucu dari pada anak. Apakah itu benar atau tidak aku juga tidak bisa menjawab karena aku belum punya cucu. Jangankan cucu anak saja aku belum punya" jawab Dian.
"Jangankan anak, calon bapaknya saja belum ada" sindir Bintang.
"Nah betul itu yang kamu bilang" sambut Dian.
"Makanya buruan cari Bapaknya dulu baru buat anak" goda Bintang.
"Ah gampang lah itu, tinggal calling pelanggan VIP Cafe kita yang keren, kaya dan macho" jawab Dian santai.
"Hahaha.. gayamu Yan.. Yan.. padahal kamu di kelilingi tiga pria seperti selera kamu itu tapi sampai sekarang masih jomblo" ejek Bintang.
"Kalian kan para sahabat aku. Gak ***** kalau sama kalian" tolak Dian.
"Itu karena kamu menolak pesona kami Yan. Apalagi Roy dan Bagas sang casanova. Untung Roy udah tobat sekarang, tinggal si Bagas" goda Bintang.
"Iiiih... gak lah ya. Yang dua casanova yang satu Bapak tanpa status. Punya anak tapi status masih single. Ngeri aku lihat riwayat percintaan kalian bertiga" jawab Dian.
"Hahaha.... " tawa Bintang.
"Makasih ya Yan, kamu sudah mengurangi ke galauan hatiku. Malah aku jadi bisa ketawa di tengah ke galauanku" ucap Bintang.
******
Sementara Roy bersama Tiara dan Tegar sedang menuju Taman Mini Indonesia Indah.
"Kita mau kemana Om?" tanya Tegar kepada Roy.
"Kita mau ke Wo Wzonia" jawab Roy.
"Apa itu? " tanya Tegar bingung.
"Taman bermain. Nanti di dalamnya kamu bisa puas bermain kapal bajak laut, mini golf, trus ada dinosaurus, trampolin, sluncuran dan lain - lain" ungkap Roy.
"Benar Om?" tanya Tegar.
"Iya benar. Sabar ya sebentar lagi kita sampai" balas Roy.
Tegar sangat senang, dia bersenandung sambil melihat - lihat dari kaca jendela.
Sampailah mereka di Wo Wzonia.
Tempat wisata anak di Jakarta yang menghasilkan sarana hiburan indoor yang cukup seru untuk anak - anak. Taman bermain ini berkerja sama dengan franchise Singapura dan menghasilkan taman bermain untuk umur 3 hingga 12 tahun.
__ADS_1
Wahana yang disediakan di tempat ini juga cukup unik, sebut saja kapal bajak lagi dengan konsep glow in the dark. Selain itu, ada beberapa wahana lainnya yang sayang jika dilewatkan, seperti mini gofl dengan replika dinasaurus, trampolin, seluncuran, jembatan gantung, ruang balon, dan terowongan.
Selain itu ada juga ruang Space Ball.
Ruang yang satu ini menyuguhkan permainan perang – perangan anak-anak yang cukup seru. Di tambah lagi dengan ruangan yang glow in the dark yang semakin membuat permainan semakin seru.
Tegar mencoba semua permainan yang ada di situ dengan sangat riang gembira. Ini adalah pengalaman baru baginya.
Tiara juga senang bisa melihat putranya bermain dengan gembira.
"Makasih ya Mas sudah bawa Tegar ke sini" ucap Tiara.
"Iya Ra, aku senang melihat Tegar gembira seperti itu. Bagaimanapun nanti kalau kita menikah dia juga akan menjadi anakku" tegas Roy.
Entah mengapa hati Tiara sakit mendengar Roy berkata seperti itu. Dia takut akan membuat Roy kecewa jika pada waktu yang di tentukan dia akan menolak Roy. Karena sampai saat ini Tiara belum bisa menerima Roy dalam hatinya.
Tiara hanya tersenyum diam membalas perkataan Roy.
Setelah hampir seharian mereka menemanimu Tegar bermain, mereka memutuskan untuk pulang. Dan sebelum sampai di rumah Ridho, Roy mengajak Tegar dan Tiara makan di salah satu restoran keluarga.
Roy masuk ke sebuah Mall di Jakarta.
"Kita mau ke Mall Mas, ngapain?" tanya Tiara bingung.
"Mau makan" jawab Roy.
"Gak apa - apa Ra, sekali - sekali makan di sini" jawab Roy.
Mereka masuk ke Lippo Mall Puri dan berjalan ke Restoran Seroeni yang terletak di lantai 1, Jl. Puri Indah Boulevard blok U1, Puri, Jakarta Barat.
Di Restoran ini banyak menu yang dapat dipilih juga beragam, seperti banana blossom duck salad, kerabu young mango salad, chicken popcorn, crispy enoki mushromm, fried fish finger, hokkien fried spring roll, dan malay cheese tofu.
Ini adalah Restoran keluarga yang sangat nyaman. Malam itu banyak tamu yang datang ke Restoran tersebut, mungkin karena hari libur.
Roy, Tiara dan Tegar duduk di Meja yang terletak di sudut. Mereka sengaja memilih tempat itu agar Tegar nyaman bermain dengan robot - robotannya yang tadi baru dibelikan Roy.
Tiara dan Roy memilih menu makanan untuk mereka makan malam ini. Sedangkan Tegar sedang asik dengan mainannya.
"Mas aku titip Tegar sebentar ya, aku mau ke toilet" ucap Tiara.
"Iya Ra" jawab Roy sambil memainkan ponselnya dan mengecek pesan yang masuk.
Tiba - tiba ada panggilan telepon masuk.
"Tegar, Om sebentar keluar terima telepon ya. Kamu jangan kemana - mana. Mama lagi di toilet, sebentar lagi juga datang" ujar Roy kepada Tegar.
"Iya Om, aku gak akan kemana - mana. Aku tunggu Mama aja di sini" jawab Tegar santai.
Roy berjalan keluar dari Restoran itu, suara musik di dalam Restoran mengganggu konsentrasinya untuk berbicara melalui telepon.
__ADS_1
Telepon yang dia terima sangat penting, dari salah satu client penting di perusahaanya. Jadi Roy harus menerima telepon itu.
Tegar duduk sendiri di meja sambil bermain robot barunya.
"Hai sayang... kamu sendirian?" tanya seorang wanita paruh baya.
"Tidak eyang, aku bersama Mama dan teman-temannya" jawab Tegar ramah.
Dia menyebut wanita itu eyang karena Tegar merasa wanita itu hampir sama usianya dengan eyangnya, Ibunya Tiara.
"Mana Mama kamu sayang?" tanya wanita itu ramah.
"Mama lagi ke kamar mandi eyang" jawab Tegar lagi.
"Kalau begitu kamu hati - hati ya, jangan kemana-mana dan jangan mau ikut sama siapapun yang kamu tidak kenal. Tunggu saja Mama kamu di sini" ujar wanita itu.
"Iya Eyang" jawab Tegar sopan.
"Anak pintar. Siapa nama kamu sayang?" tanya wanita itu.
"Nama aku Tegar. Tegar Prakasa" jawab Tegar lantang.
Wanita itu terdiam dan tampak terkejut. Tak lama Roy sudah kembali ke mejanya.
"Maaf ada yang bisa saya bantu Bu?" tanya Roy kepada wanita itu.
"Eh tidak, saya melihat anak ini bermain sendiri. Saya kira dia ketinggalan" jawab wanita itu.
"Oh tidak, saya tadi sedang bertelepon di luar tapi saya tetap memantau anak saja dari jauh kok" jawab Roy.
"Ini anak kamu?" tanya wanita itu.
"Iya ini anak saya, Tegar" tegas Roy.
"Baik.. kalau begitu saya permisi dulu ya, maaf kalau sudah mengganggu anak kamu" ucap wanita itu sambil terus menatap wajah Tegar.
"Ah tidak apa - apa Bu" balas Roy.
Wanita itu kembali ke mejanya dimana suaminya sedang menunggu.
"Lama sekali kamu baliknya Ma?" tanya suami wanita itu.
"Aku tadi melihat seorang anak kecil Pa, mirip banget sama putra kita. Tapi saat aku melihat Papanya ternyata orang lain. Entah mengapa ketika melihatnya aku merasa sangat dekat. Rasanya orang asing yang seperti keluarga dekat"....
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1