Tiara

Tiara
Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Jam tujuh pagi Bintang sudah sampai di rumah Tiara. Mereka sarapan pagi bersama, setelah itu Bintang pergi mengantarkan Tegar ke sekolah. Baru Bintang kembali ke rumah Tiara dan bertemu dengan Pak RT Komplek Perumahan yang Tiara tempati.


"Mas Bintang kan? Ada perlu apa Mas pagi - pagi ke sini? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Pak RT.


"Begini Pak RT, saya mau sampaikan kepada Pak RT niat baik saya dan Tiara. InsyaAllah sabtu depan kami akan melangsungkan pernikahan di komplek ini. Saya mau minta tolong kepada Pak RT, karena saya tinggal di Jakarta waktu saya tidak banyak untuk mengurus surat - surat pernikahan kami. Apakah Pak RT bisa membantunya?" tanya Bintang lansung tanpa basa - basi.


"Mas Bintang mau menikah dengan Mbak Tiara. Waaah akhirnya ya Mas, selamaaaaaat... Soal surat - menyurat biar nanti saya uruskan saja Mas. Mas tinggal kirimkan semua berkas yang diperlukan" jawab Pak RT.


"Alhamdulillah, terimakasih sebelumnya ya Pak RT. Saya jadi gak enak sudah merepotkan Bapak" balas Bintang sungkan.


"Aah tidak masalah Mas Bintang, sudah tugas dan tanggung jawab saya membantu warga di kompleks ini. Apalagi ini tujuannya suci, pasti saya akan dapat pahala sudah membantu melancarkan semua urusan pernikahan Mas Bintang dan Mbak Tiara" ucap Pak RT.


"Allah yang membalas semuanya ya Pak RT, semoga Pak RT dan keluarga sehat - sehat mendapat limpahan rahmat Allah SWT" balas Bintang.


"Aamin.. doa yang sama juga untuk Mas Bintang dan calon keluarga kecilnya" sambut Pak RT.


"Kalau begitu saya pamit dulu ya Pak RT, mau cetak undangan dan cari WO" ucap Bintang pamit.


"Semoga lancar acaranya sampai hari H ya Mas Bintang" sambut Pak RT.


"Aamiin.. Terimakasih Pak RT" balas Bintang.


Bintang kembali ke rumah Tiara.


"Gimana Mas?" sambut Tiara begitu Bintang sampai di rumah.


"Pak RT mau membantu kita, nanti dia akan wa surat - surat yang perlu untuk adminit pernikahan kita. Kamu sudah siap?" tanya Bintang.


"Sudah Mas, yuk kita berangkat" ajak Tiara.


Bintang dan Tiara masuk ke dalam mobil dan mereka langsung menuju percetakan untuk memesan kartu undangan pernikahan mereka. Setelah dari situ mereka melanjutkan pencarian WO.


Bintang mendapatkan rekomendasi dari rekannya WO yang bagus di Bandung. Dengan mudah mereka mencari alamatnya dan memesan konsep pernikahan mereka yang sederhana.


Pernikahan Bintang dan Tiara hanya diadakan di rumah komplek. Jam delapan pagi akad nikah dilangsungkan setelah itu dilanjutkan dengan syukuran dan makan siang bersama.


Acara rencananya akan berlangsung dari pukul delapan pagi sampai pukul lima sore. Tamu undangan yang akan mereka undang tak lain adalah keluarga dekat, para sahabat dekat. Beberapa anak buah Bintang yang menjabat di perusahaannya, beberapa client dekat, teman - teman, karyawan Cafe Kenang Bandung dan para tetangga komplek rumah Tiara.


"Mengenai make up dan pelaminannya bagaimana Pak Bintang?" tanya pengelola WO.


"Kamu maunya yang bagaimana Ra?" tanya Bintang.


"Yang sederhana aja Mas, make up juga yang natural aja" jawab Tiara.


"Ini bisa Ibu pilih contoh pelaminannya" Team WO memberikan buku yang berisi gambar - gambar pelaminan.


Bintang dan Tiara melihat - lihat gambar yang ada di dalam buku.


"Kalau yang ini gimana Mas?" tanya Tiara.

__ADS_1



"Terlalu sederhana Ra" ucap Bintang.


"Mas gak suka ya?" tanya Tiara.


"Suka tapi nanti apa kata karyawan kantor dan clinetku Ra. Mereka kira aku pelit. Untuk nikah saja cuma modal dikit" jawab Bintang.


"Jadi yang mana Mas?" tanya Tiara bingung.


"Kalau yang ini gimana?" tanya Bintang.



"Ya sudah, aku ikut aja apa mau Mas" jawab Tiara.


"Kamu suka nggak? Masak maunya terpaksa" goda Bintang.


"Nggak, aku gak terpaksa kok. Aku suka" balas Tiara.


"Ya sudah Mbak, pelaminannya yang ini" Bintang menunjuk gambar pelaminan yang mereka mau.


"Make upnya pakai MUA ya Mbak?" ujar team WO.


"Iya" jawab Tiara.


"Gaunnya gimana?" tanya Mereka.


"Makannya mau menu apa?" tanya Team WO.


Tiara memilih menu makanan yang akan disajikan dalam acara pernikahannya. Semua sudah siap di catat oleh Team WO.


"Ada lagi Mas, Mbak request lainnya?" tanya Team WO.


"Itu aja Mbak, nanti kalau ada kami kabari lagi secepatnya" jawab Bintang.


"Baiklah kalau begitu" balas Team WO.


"Kami pamit dulu masih ada yang mau di cari lagi sebelum saya balik ke Jakarta" ujar Bintang.


"Baik Mas, silahkan" jawab wanita itu.


Setelah selesai urusan WO Bintang dan Tiara melanjutkan pencarian mahar untuk pernikahan mereka nanti.


Bintang membawa Tiara masuk ke sebuah Mall terbesar di Bandung dan mereka masuk ke dalam Butik khusus menjual pakaian Muslimah dan perlengkapan shalat.


Mereka berkeliling Butik tersebut untuk mencari barang yang sesuai dengan yang mereka cari.


"Ra, inikan mahar aku untuk kamu. Aku saja yang pilih ya. Boleh kan?" tanya Bintang.

__ADS_1


"Kenapa Mas, kamu takut aku pilih yang sederhana lagi?" sindir Tiara.


"Aku ingin kasih yang terbaik buat kamu calon istriku di hari pernikahan kita. Please Ra biar aku saja yang memilihnya" pinta Bintang.


"Ya sudah kalau begitu, kamu saja yang pilih" balas Tiara.


Bintang langsung mencari mukena yang memang produk unggulan di Butik itu.


"Tunjukkan kepada saya mukena yang paling bagus untuk mahar pernikahan saya" pinta Bintang kepada karyawan Butik.


"Tunggu sebentar ya Pak" jawab karyawan Toko.


Tak lama wanita itu datang dengan membawa beberapa contoh mukena yang di jual di Butik tempat dia bekerja.


"Ini Pak, silahkan Bapak pilih. Ini juga ada beberapa gambar mukena yang memang tidak kita pajang di Etalase Butik" ucap wanita itu.


Bintang melihat gambar mukena sedangkan Tiara memegang bahan mukena yang dibawa wanita itu dari tempat penyimpanan Butik di dalam.


"Ini bahan mukenanya terbuat dari apa?" tanya Bintang.



"Bahan dasarnya sutera tapi di bordir lagi Pak pinggiran mukenanya. Full bordirdi bagian depan dada sampai ke bawah. Ini juga produk paling unggul dan terlaris di sini Pak" ungkap pelayan itu.


"Oke saya pilih yang ini" pinta Bintang.


"Berapa harganya Mbak?" tanya Tiara.


"Harganya lima juta Mbak" jawab wanita itu.


Ya Tuhan... udah hampir seperti mukena artis. Ucap Tiara dalam hati.


"Maaaas... " panggil Tiara.


"Kenapa, kamu mau ngelarang aku karena harga mukena ini? Ra.. tolong biarkan aku memberikan yang terbaik untuk kamu" tegas Bintang.


"Tapi baik bukan harus mahal Mas" bantah Tiara.


"Aku memang tidak mengerti bahan dan model mukena Ra. Yang aku tau aku ingin memberikan kamu yang terbaik. Kamu akan menjadi istriku, maka jangan berfikiran pantas atau tak pantas. Kamu sangat pantas memiliki semua apa yang aku punya. Semua akan menjadi milik kamu dan putra kita" ungkap Bintang.


.


.


BERSAMBUNG


Hai readers... gimana kabarnya? Semoga semuanya sehat ya dan tetap semangat membaca novelku.


Jangan lupa komentar, like, vote dan hadiahnya ya..

__ADS_1


Terimakasih....


__ADS_2