Tiara

Tiara
Pembicaraan dua pria


__ADS_3

"Mari masuk" ajak Wijaya kepada Bintang dan keluarga kecilnya.


"Iya Pak" jawab Bintang.


Bintang dan keluarganya masuk ke dalam rumah Bintang. Rumah mewah di tengah perkebunan teh yang sangat luas.


Bambang dan Wijaya duduk di ruang kerja Wijaya. Mereka duduk di depan jendela besar yang menghadap ke perkebunan teh.


"Semua perkebunan ini milik kamu Jay?" tanya Bambang.


"Semua hanya titipan Allah Sa" jawab Wijaya merendah.


"Hebat kamu" puji Bambang.


"Lebih hebat kamu pengusaha sukses" Wijaya balik memuji.


"Yang hebat itu aku Opa. Punya dua Opa yang hebat - hebat" potong Tegar.


"Hahaha.. Iya kamu benar sayang. Kamu yang paling hebat di sini" jawab Wijaya sambil menggendong Tegar.


Mereka bersantai dan beristirahat di rumah Wijaya. Sambil menikmati pemandangan kebun teh disekitar rumah Wijaya.


Mereka disuguhi teh hangat yang terbuat dari teh terbaik dari perkebunan Wijaya.


"Sruuuuup.. aaaah... nikmat sekali teh ini Jay" ucap Pak Bambang.


"Ini teh pilihan Sa" jawab Wijaya.


"Sejak kapan kamu membuka usaha ini?" selidik Pak Bambang.

__ADS_1


"Dulu aku bekerja di pabrik teh. Kecintaanku pada teh membuat aku bercita - cita ingin memiliki kebun teh sendiri" jawab Wijaya.


"Dan kamu berhasil mewujudkan cita - cita kamu" puji Pak Bambang.


"Semua berkat kerja keras Sa. Sama seperti kamu kan? Kamu juga bekerja sangat keras untuk meraih kesuksesan kamu" balas Wijaya.


"Tapi aku mengorbankan kebahagiaan putraku Jay" ucap Pak Bambang.


"Maksud kamu?" tanya Wijaya penasaran.


"Demi kesuksesan aku bekerja siang malam mengabaikan putraku. Dia sering kami tinggal sendiri di rumah. Kami pergi keluar kota dan keluar negeri meninggalkan dia bersama asisten rumah tangga kami di rumah. Dia selalu protes kepada kami tapi kami tidak pernah mendengarkannya. Kami melewatkan pertumbuhannya hingga sampai dia tamat SMU. Saat dia membutuhkan kami, kami selalu tidak ada di sampingnya. Saat dia terima rapot dengan prestasi yang baik, dia tamat sekolah bahkan dia sakit kami tidak ada di dekatnya. Hingga sampai dia tamat SMU akhirnya dia merasa bisa hidup tanpa kami orang tuanya. Dia pergi dari rumah dan hidup sendiri. Dia kuliah dengan biaya sendiri, dia bekerja sambil kuliah dan perlahan - lahan dia membangun usahanya sendiri sampai dia sukses seperti sekarang ini" ungkap Pak Bambang.


"Wah ternyata menantuku pria yang hebat ya" puji Wijaya.


"Selama tiga belas tahun kami tidak pernah bertemu Jay, aku mulai mendengar prestasinya di dunia bisnis saat dia berumur dua puluh lima tahun. Aku memantaunya dari kejauhan, mempelajari setiap gerakananya dalam berbisnis. Aku mengajarinya dari jauh, dengan membuat perusahaannya melewati rintangan dan krikil - krikil tajam dalam berbisnis. Dan akhirnya dia berhasil. Putraku akhirnya berhasil Jay, dia berhasil menjadi pria hebat walau terkadang aku merasa sedih karena dia membenciku karena hal itu" ungkap Pak Bambang sambil tersenyum tapi sudut matanya mulai mengeluarkan air mata.


"Hidup memang sangat keras Sa. Nasibku lebih buruk dari kamu. Aku meninggalkan anak dan istriku untuk merubah nasib. Setelah sepuluh tahun aku baru mempunyai lahan untuk menanam teh. Dari sepetak tanah semakin lama semakin lebar. Aku kembali ke kampung untuk menjemput mereka tapi sayang aku terlambat mereka sudah pergi lama dari rumah kami. Bertahun - tahun aku mencari mereka tapi aku tidak menemukan mereka" Kini giliran Wijaya yang menangis.


"Tapi semua berakhir indahkan. Kalian sudah berkumpul kembali menjadi satu keluarga yang utuh. Kamu beruntung Sa sangat beruntung. Allah masih sayang sama kamu. Di hari tua kamu, kamu dikelilingi oleh istri tercinta anak, menantu dan cucu kamu" Wijaya menepuk bahu Pak Bambang.


Bambang menatap wajah sahabatnya.


"Kamu jauh beruntung dari pada aku Sa.. Nasibku lebih buruk, saat bertemu dengan anak dan istriku kembali dalam keadaan seperti ini. Anakku kecelakaan dan istriku sudah menikah lagi. Hancur sudah harapanku selama ini Sa. Aku masih berharap bisa bertemu dan berkumpul kembali dengan keluargaku tapi nyatanya semua tinggal harapan. Aku dan Siti berpisah karena keadaan dan tak mungkin bersatu lagi. Awalnya aku sangat senang sekali bisa melihatnya kembali bisa bertemu dengannya lagi dan bisa membangun rumah tangga kembali. Tapi begitu melihat air matanya mengalir dan mengatakan kalau dia sudah menikah lagi duniaku sepertinya berhenti sesaat Sa. Untung aku masih punya Allah bersamaku yang memberiku kekuatan untuk menghadapinya. Yang penting aku bisa bertemu dengan anakku lagi dan juga bisa melihat Siti lagi. Walau hanya melihat Sa tak bisa kumiliki lagi" ungkap Wijaya dengan mata yang sudah basah.


"Jay.. masih ada jalan untuk kamu bersatu dengan Siti. Tarjo itu bajingan Jay, dia suka memukuli Siti. Dia sangat malas bekerja dan taunya hanya meminta uang Siti untuk minum dan mabuk - mabukan. Siti menderita Jay hidup dengannya. Kamu tega melihat Siti seperti itu?" tanya Pak Bambang.


"Kurang ajar. Bisa - bisanya dia menyakiti Siti ku" sambut Wijaya.


"Ayo Jay rebut kembali Siti dari Tarjo, buat dia bahagia. Persatukan kembali keluarga kalian yang sudah tercerai berai" ujar Pak Bambang memberi semangat kepada sahabatnya.

__ADS_1


"Apakah aku bisa Sa, apakah aku masih punya kesempatan?" tanya Wijaya pada Pak Bambang.


"Kesempatan terbuka lebar Jay dan aku yakin kamu bisa. Seperti dulu kamu mengejar cinta kamu pada Siti waktu kita muda" jawab Pak Bambang.


Wijaya terdiam dan mencoba mencerna semua ucapan Bambang sahabatnya.


Apakah benar yang Prakasa katakan? Sudah setua ini, apakah aku bisa kembali merebut hati Siti yang pernah aku sakiti dan kecewakan. Masihkah ada kesempatan aku untuk bahagia ya Allah.. Kalau memang masih ada tolong lancarkan dan permudahlah semuanya. Aku mohon.... Doa Wijaya dalam hati.


Sementara dari balik pintu Bintang dan Tiara yang semula ingin ikut bergabung bersama kedua orang tua mereka tertahan di depan pintu. Mereka mendengar curhatan hati kedua orang tua mereka.


Tanpa mereka sadari mata mereka berdua juga ikut basah. Mereka kini sadar dua pria yang ada di dalam sana sangat mencintai keluarga dan anak - anak mereka.


Selama ini hanya karena kesalah pahaman yang membuat seorang suami berpisah dengan istrinya dan seorang orang tua berpisah dari anaknya.


Mereka berdua sama - sama menghapus air mata mereka yang membasahi pipi mereka.


.


.


BERSAMBUNG


Hai guys... sudah lama tidak menyapa kalian.. jadi bulan ini aku mempunyai target yang harus aku capai. Karena di awal dan pertengahan bulan aku sibuk banget akhirnya di akhir bulan aku harus ngebut untuk mencapai targetku untuk novel ini.


Jangan terkejut ya kalau beberapa hari ini aku upnya sehari 4 - 5 bab.


Tapi aku mohon dukungan kalian untuk semua novel - novel ku agar aku lebih semangat.


Singgah ya di semua novelku...

__ADS_1


Terimakasih dan selamat membaca 🙏🙏


__ADS_2