
Waktu terus bergulir, kini hari sudah malam tapi Bintang belum juga menemukan dimana Tiara dan Tegar berada. Dia sudah menghubungi orang rumah tapi mereka bilang Tiara belum pulang sampai sekarang.
Siti juga bulak balik menghubunginya dan mengabarkan kalau Tiara belum ada sampai di Bandung. Bagitu juga Dian dan Ridho. Sampai larut malam Tiara tidak ada datang ataupun menghubungi mereka.
Pak Bambang sudah mengerahkan orang - orangnya untuk mencari informasi tentang keberadaan Tiara, Tegar dan juga sudah mengirimkan data tentang mobil Tiara.
Sekitar pukul sepuluh malam Pak Bambang mendapat telepon dari anak buahnya.
"Lapor Pak, kami baru mendapatkan informasi bahwa plat kendaraan yang sama dengan yang Bapak berikan kepada kami siang ini mengalami kecelakaan di tol Jakarta menuju Bandung. Informasi yang kami dapatkan tidak ada korban jiwa tetapi sampai saat ini kami belum menemukan dimana keberadaan penumpangnya di rawat" Lapor orang suruhan Pak Bambang.
"Segera cari ke semua rumah sakit terdekat, cari juga ke semua rumah sakit yang ada di Bandung" perintah Pak Bagas.
"Baik Pak" jawab Pria yang ada di seberang.
Telepon terputus, Bintang yang tampilannya semakin kacau sangat terkejut mendengar Papanya menyebut - nyebut Rumah Sakit dalam teleponnya.
"Ada apa Pa? Apa Papa mendapatkan informasi tentang mereka?" tanya Bintang panik.
"Barusan orang suruhan Papa mendapatkan informasi kalau mobil dengan flat kendaraan yang sama dengan Tiara pakai mengalami kecelakaan di jalan Tol Jakarta - Bandung" ungkap Pak Bambang.
"Oh ya Allah Tiaraaaaa" Bintang tampak sangat terpukul dan dia mulai menangis.
Tubuhnya mulai bergetar dan Bintang terduduk diam tanpa reaksi apapun.
"Bin, kamu harus kuat. Yakinlah kita akan menemukan mereka" ucap Bu Bambang memberi semangat.
"Ma anak dan istriku tak tau ada dimana, bagaimana keadaan mereka dan apa yang terjadi dengan mereka Ma.. aku harus bagaimana Ma, tanpa mereka?" tanya Bintang.
Bu Bambang memeluk putranya penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Orang suruhan Papa sedang mencari ke semua rumah sakit terdekat dan rumah sakit Bandung. Menurut Papa lebih baik kita istirahat dulu malam ini, besok pagi - pagi kita pergi ke Bandung untuk mencari Tiara dan Tegar" ucap Pak Bambang.
"Tapi mana bisa aku istirahat dalam keadaan seperti ini Pa. Anak dan istrinlku tidak tau sekarang ada di mana? " jawab Bintang.
"Kamu harus istirahat Bin, agar besok pagi punya kekuatan untuk mencari mereka. Mama yakin kamu pasti kuat menghadapi ini semua" sambut Bu Bambang.
"Ayo.. kamu naik sana ke kamar kamu. Shalat dan berdoa kepada Allah, minta petunjuk agar besok kita bisa menemukan anak dan istri kamu. Setelah itu kamu tidur" perintah Pak Bambang.
"Ba.. baik Pa" jawab Bintang.
Dengan langkah gontai Bintang berjalan menuju lantai atas dan masuk ke kamarnya. Seperti nasehat Papanya, Bintang pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan segera melaksanakan shalat Isya.
Di akhir shalat Bintang berdoa dan memohon ke pada Allah.
"Ya Rabb.. tunjuki hamba jalan untuk menemukan istri dan putra hamba.. Selamatkan mereka dimanapun mereka berada. Berilah kami kesehatan dan kekuatan untuk menghadapi semua cobaan ini. Berikan keputusan yang terbaik untuk kami semua ya Allah. Hanya padaMU aku berserah dan hanya padamu aku meminta pertolongan. Ampuni semua dosa dan khilaf hamba, hamba sadar belum bisa menjadi suami yang tegas dan melindungi keluarga kecil hamba.. janganlah KAU beri cobaan yang tak bisa kami untuk memikulnya. Hamba mohon ya Rabb.. lindungi keluarga kecil hamba dari segala mara bahaya. Aamiiiin... " Bintang menangis sambil terisak.
Tubuhnya lelah, hatinya lebih lelah. Dia tak bisa membayangkan apa yang terjadi dengan istri dan anak - anaknya. Bintang bangkit dari sujudnya dan berbaring di atas tempat tidur.
Bintang kira hidupnya sudah sempurna. Dia mempunyai keluarga yang utuh saat ini. Istri dan anaknya, kedua orangtuanya dan dia juga mempunyai tambahan keluarga yaitu keluarga istrinya.
Tapi namanya hidup selalu saja ada cobaan yang dilalui hanya saja Bintang tidak pernah menduga seberat ini cobaan yang harus dia lalu. Dia tidak sanggup kalau harus hidup sendiri lagi dan kehilangan orang yang paling dia sayangi.
Karena terlalu lelah menangis dan berfikir keras hari ini akhirnya Bintang tertidur. Matanya masih basah dengan air matanya.
Pak Bambang dan istrinya melihat keadaan putra mereka dari balik pintu kamar Bintang. Tak pernah mereka melihat Bintang serapuh dan sehancur ini.
Dulu saja Bintang sangat kuat dan keras, bahkan dia berani mengambil tindakan untuk pergi dari rumah karena marah kepada orang tuanya karena merasa diabaikan. Tapi kini Bintang terlihat sangat lemah dan tak berdaya.
Bu Bambang menangis melihat putra mereka seperti ini.
__ADS_1
"Pa.. aku tak sanggup melihatnya seperti ini. Rasanya lebih baik melihatnya marah dari pada menangis seperti itu" ucap Bu Bambang.
"Sabar Ma.. semua itu proses pendewasaan diri Bintang. Dia sudah memasuki fase berumah tangga. Dan dimasa itu angin semakin kencang menerpa Ma. Dia harus kuat dan kokoh untuk bertahan. Papa yakin Bintang kuat menghadapi semua ini. Kita tetap berdoa semoga menantu dan cucu kita baik - baik saja" ucap Pak Bambang mengingatkan istrinya.
Bu Bambang masih terus terisak.
"Sudah Ma... kita harus bisa lebih tenang dari Bintang agar dia juga tidak terlalu panik. Saat ini dia butuh dukungan dari kita. Mari kita tebus kesalahan kita beberapa tahun yang lalu karena telah mengabaikan Bintang dan sibuk dengan kegiatan kita. Kini kita harus memberikan perhatian dan dukungan khusus untuknya Ma" ungkap Pak Bambang.
"Iya Mas" Bu Bambang menghapus air matanya yang membasahi pipinya.
"Ya sudah yuk kita istirahat agar besok lebih segar dan kuat menemani Bintang untuk mencari Tiara dan Tegar. Besok kita berangkat ke Bandung Ma dan bertemu dengan Siti baru sama - sama kita mencari Tiara dan Tegar" ajak Pak Bambang.
"Iya Mas, yuk kita ke kamar istirahat" balas istrinya.
Sementara di sebuah rumah sakit kecil di sebuah kota kecil yang tak jauh dari Bandung.
"Bagaimana keadaan mereka?" tanya seorang pria yang sudah terlihat tua.
"Anaknya sudah sadarkan diri Pak tapi Ibunya belum. Sepertinya perempuan itu saat ini sedang hamil" jawab sangat asisten.
"Wanita hamil mengendarai sendiri mobilnya dari Jakarta menuju Bandung. Di samping itu dia juga membawa anak kecil bersama. Sungguh wanita pemberani. Kamu sudah mendapatkan informasi mengenai mereka?" tanya Pria tua itu.
"Kami sudah mencari ponselnya Pak tapi tidak ditemukan. Kalau tas beserta isinya sudah kami temukan dan sedang diperiksa oleh anak buah kita" jawab asisten pria itu.
"Besok pagi cari informasi lengkap tentang wanita ini. Kita harus mendapatkan alamat ataupun informasi tentang suami dan keluarganya. Kita harus mengabari keluarganya. Pasti saat ini mereka sangat khawatir karena tidak bisa menghubungi wanita ini" perintah pria itu.
"Baik Pak akan segera kami laksanakan" jawab sang asisten.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG