Tiara

Tiara
Adeknya Tegar


__ADS_3

Hari ini jadwalnya Tiara cek kandungan. Karena usia kandungannya sudah lebih empat bulan sudah bisa mengetahui jenis kelamin bayi yang ada di dalam kandungan. Bintang sangat antusias untuk menemani Tiara cek kandungan kali ini.


"Sayang kamu sudah daftar ke dokter kandungan kan untuk nanti sore?" tanya Bintang.


"Sudah Mas" jawab Tiara.


"Jam empat kamu siap - siap ya aku jemput. Aku akan pulang cepat hari ini" ujar Bintang sambil memeluk Tiara dari belakang dan mengelus lembut perut istrinya.


"Mas cepetan sini aku pasangin dasinya" ucap Tiara.


Bintang memutar tubuh istrinya dan menghadap ke arahnya. Dia tersenyum melihat wajah cemberut Tiara.


"Pagi - pagi kok cemberut sih?" goda Bintang..


"Habis Mas ini bukannya dia yang muter malah akunya yang di puter. Emangnya aku es puter apa" jawab Tiara.


"Kamu buat Mas semakin gemas aja" Bintang menarik lembut hidung istrinya.


Tiara segera mengalungkan dasi ke leher Bintang dan kemudian memasangkan dasi Bintang. Tak lama kemudian Bintang terlihat semakin rapi dan tampan.


"Udah cakep nih suami aku. Awas ya kalau di kantor nakal" Tiara mengencangkan dasi Bintang hingga Bintang hampir tercekik.


"Aaaaww... ampun yank, aku gak akan nakal. Janji deh" jawab Bintang.


Bintang mengecup lembut kening Tiara.


"Yuk kita sarapan, aku udah laper kehabisan tenaga karena jenguk si adek tadi malam" goda Bintang.


Refleks Tiara mencubit pinggang Bintang.


"Aaawwww..... sakit yank" ucap Bintang.


"Habis kamu nakal sih" balas Tiara.


Bintang merangkul Tiara dan menuntunnya berjalan turun ke lantai dasar dan berjalan menuju dapur. Tiara menyiapkan piring Bintang dan mengambilkan makanan untuk sarapan pagi Bintang.


"Pagi sayang... nanti sore kita temani Mama ke dokter ya. Kamu mau ikut gak?" Bintang menyapa putranya.


"Mau donk Pa, aku kan mau lihat adek" jawab Tegar.


"Kalau begitu nanti siang sepulang sekolah kamu makan dan langsung tidur siang ya. Biar sore gak ngantuk di jalan" perintah Tiara.


"Oke Ma" balas Tegar.


"Anak pintar" Bintang mengacak rambut Tegar.


"Papa jangan acakin rambutku donk. Aku udah genteng nih, nanti sampai di sekolah aku diketawain teman - teman" protes Tegar.


Bintang dan Tiara tersenyum melihat wajah Tegar yang sedang kesal. Tegar kembali merapikan rambutnya tapi kembali di rusak oleh Bintang.


"Papaaaaaaa" teriak Tegar.


"Hahahaha..... " Bintang tertawa lebar melihat wajah Tegar yang sudah merah karena menahan amarah.


"Ayo cepat sarapannya biar kita gak terlambat sampai sekolah kamu" perintah Bintang.


"Emmm... assseeedaapnya nasi goreng Mama" puji Tegar.


Tiara tersenyum memendengar pujian putranya.

__ADS_1


"Iya donk kan yang buat ayanknya Papa" sambut Bintang.


"Mama emang terbaik" balas Tegar.


"Papa?" tanya Bintang.


"Papa nggak" goda Tegar.


"Lho kok nggak?" tanya Bintang pura - pura kesal.


"Karena Papa udah acak - acak rambut aku" jawab Tegar kesal.


"Hahaha... mau Papa acakin lagi rambut kamu" goda Bintang jahil.


"Gak mau" jawab Tegar cepat.


"Sudah.. sudah.. makannya yang serius donk, nanti bisa tersedak" ujar Tiara mengingatkan.


Mereka melanjutkan sarapan pagi yang hangat pagi itu bersama keluarga kecilnya. Setelah selesai sarapan Bintang dan Tegar pamitan ke Tiara untuk berangkat ke sekolah dan kantor.


"Mama aku pergi dulu ya, Mama dan adek bayi baik - baik di rumah ya" ucap Tegar sambil mengelus perut Tiara.


Tiara menunduk dan mengecup kening Tegar.


"Iya sayang kamu juga hati - hati di sekolah ya" balas Tiara.


"Yank aku pergi dulu ya, jangan lupa pesan aku tadi. Jam empat kamu dan Tegar udah siap - siap. Begitu aku datang kita langsung pergi ke dokter" ujar Bintang.


"Iya Mas" balas Tiara.


Tiara mencium tangan suaminya sebelum suaminya berangkat kerja. Dan Bintang membalasnya dengan mengecup kening Tiara mesra.


*****


"Sayang... bangun yuk mandi sebentar lagi Papa datang lho. Katanya mau ikut Papa dan Mama ke dokter lihat adik bayi" ucap Tiara membangunkan Tegar yang masih nyenyak tidurnya


Dengan sangat berat Tegar membuka matanya.


"Sudah sore Ma?" tanya Tegar dengan mata yang masih tertutup.


"Sudah, yuk cepat bangun. Mama udah siap ni tinggal nungguin kamu. Begitu Papa datang kita langsung pergi" bujuk Tiara dengan lembut


Akhirnya Tegar membuka matanya dan bangun. Tiara membantu Tegar mandi sore ini biar cepat selesai, waktunya sudah mepet. Sebentar lagi Bintang akan sampai di rumahnya.


Setelah selesai Tegar dan Tiara duduk santai di depan TV sambil menunggu Bintang datang.


Tin.. tiiiiiin....


Bunyi suara klakson mobil Bintang.


"Mama... Papa sudah datang" teriak Tegar.


Tiara meraih tasnya dan berdiri mengikuti Tegar yang sudah lari duluan ke depan rumah.


"Bik kami pergi dulu ya" ucap Tiara kepada asisten rumah tangganya.


"Iya Nonton Ara" sambut si Bibik.


Tiara dan Tegar langsung masuk ke dalam mobil Bintang. Tak berlama - lama lagi Bintang langsung melakukan mobilnya menuju prakter Dokter kandungan.

__ADS_1


Satu jam kemudian mereka sudah sampai di praktek Dokter kandungan. Sambil menunggu nama Tiara dipanggil mereka duduk di ruang tunggu.


"Mama.. Mama.. nanti aku bisa tau gak adek aku cowok atau cewek?" tanya Tegar ingin tau.


"Bisa sayang, bulan ini kita sudah bisa lihat jenis kelami*nya adik kamu. Cowok atau cewek" jawab Tiara.


"Kamu maunya apa?" tanya Bintang iseng.


"Aku mau adekku cewek, nanti dia akan pakai baju princess terus aku akan jadi pangerannya jagain adek bayi" jawab Tegar sambil berkhayal.


Tiara dan Bintang tersenyum bahagia mendengar jawaban Tegar. Mereka juga berharap seperti itu agar keluarga kecil mereka semakin lengkap.


"Doa donk biar adeknya Tegar cewek" sambut Bintang.


Tegar langsung mengangkat kedua tangannya ke atas.


"Ya Allah.. berikanlah aku adek perempuan ya Allah. Aamiin" doa Tegar. Dia langsung mengusapkan kedua tangannya ke wajahnya.


"Aamiin... " sambut Tiara dan Bintang. Mereka tersenyum mendengar doa tulus Tegar


"Ibu Tiara Purnama" panggil perawat.


"Iya.. " sambut Bintang cepat.


"Mama.. yuk.. nama Mama dipanggil barusan" ajak Tegar penuh semangat.


"Iya sayang sebentar ya... " Tiara berdiri pelan - pelan dan berjalan menuju ke dalam ruangan praktek di susul oleh Tegar dan Bintang.


Mereka bertiga kini duduk di depan meja Dokter


"Bagaimana kabarnya Ibu Tiara, ada keluhan?" tanya Dokter.


"Alhamdulillah tidak Dok, cuma sekarang bawaannya cepat lapar" jawab Tiara.


"Itu wajar bagi wanita hamil, namanya Ibu makan bukan untuk diri sendiri saja tapi sudah tambah satu lagi di dalam tubuh Ibu yang membutuhkan nutrisi" jawab Dokter bijak.


Dokter segera berdiri dan berjalan menuju tempat tidur untuk pemeriksaan.


"Silahkan naik Bu Tiara" perintah Dokter.


Tiara langsung naik ke atas tempat tidur dengan bantuan Bintang. Perawat mengoleskan gel ke atas perut Tiara dan Dokter mulai melakukan pemeriksaan.


"Alhamdulillah si dedek sehat, beratnya juga bertambah. Uuuh aktif banget nih Pak Bu bayinya di dalam" puji Dokter.


Tiara dan Bintang tersenyum bahagia. Tegar mencoba mendekat ke arah layar.


"Dokter.. dokter.. adek aku cowok atau cewek?" tanya Tegar tak sabar.


"Waah Kakaknya udah gak sabar ya pengen tau. Sebentar ya kita lihat " jawab Dokter.


Dokter langsung mengarahkan kebagian bawah perut Tiara.


"Kakaknya pengen adek cowok atau cewek?" tanya Dokter ramah.


"Aku mau adek cewek biar jadi princess" jawab Tegar cepat.


"Alhamdulillah..... sesuai dengan yang di inginkan... Selamat ya Pak, Bu dan si Kakaaaak"...


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2