Tiara

Tiara
Bisik Tetangga


__ADS_3

Dua bulan berlalu setelah Tegar mengetahui bahwa dia masih mempunyai Papa. Setiap akhir minggu Bintang selalu datang dan menginap di rumah Tiara.


Awalnya Tiara merasa biasa saja karena dia dan Bintang tidak pernah mempunyai masalah selama dua bulan belakangan ini. Setiap Bintang datang ke Bandung, Tiara selalu meninggalkan mereka berdua di rumah.


Tiara bekerja dengan tenang di cafe karena sudah ada yang menjadi Tegar di rumah setiap akhir pekan.


Bintang selalu membawa Tegar kemana-mana setiap akhir pekan. Mereka bisa pergi bermain ke tempat wahana permainan, makan dan terkadang mereka hanya di rumah menonton film kartun sampai bosan.


Tetapi sudah satu minggu ini Tiara mendengar bisik - bisik tetangga yang terasa sangat mengganggu telinga Tiara.


Ada yang mengatakan kalau Tiara adalah sekarang punya pacar baru, ada yang bilang Bintang itu calon suami Tiara. Ada juga yang bilang kalau Tiara adalah istri simpanan yang hanya di temui saat akhir pekan. Bahkan ada yang bilang kalau Bintang dia Tiara tinggal bersama tanpa ada ikatan pernikahan alias kumpul kebo.


Hal ini membuat Tiara semakin resah, karena kemarin Pak RT datang ke rumah Tiara untuk menanyakan hal yang sebenarnya.


Tiara tidak bisa berbohong, kalau Bintang bukanlah siapa - siapa Tegar karena wajah mereka sangat mirip. Semua orang yang melihat mereka jalan berdua pasti bisa langsung menebak kalau mereka adalah ayah dan anak.


Akhirnya Tiara mengaku dan berkata jujur kepada ketua RT bahwa Bintang adalah Papanya Tegar. Mereka tidak menikah, Bintang datang setiap akhir minggu hanya untuk menjenguk Tegar.


Tiara masih ingat pesan Pak RT.


"Kami tidak melarang seorang Papa bertemu dengan anaknya Mbak Tiara. Kalau kalian tidak dalam ikatan pernikahan sebaiknya Papanya Tegar jangan menginap di sini. Mereka bisa bertemu diluar. Saya tidak enak kalau semua warga protes kepada saya" seperti itulah pesan Pak RT kepada Tiara kemarin malam.


Besok seperti biasa Bintang akan datang menjenguk Tegar. Hal ini harus segera Tiara sampaikan kepada Bintang secara baik - baik. Karena Tiara takut Bintang akan tersinggung.


***


Keesokan harinya Bintang datang ke rumah Tiara. Tapi kali ini dia tidak datang sendiri melainkan berdua.


Bintang datang bersama Roy. Roy baru kembali dari luar negeri dan ingin ikut bersama Bintang ke Bandung. Dia ingin melihat Cafe sekaligus mempunyai misi ingin mendekati Tiara.


Seperti kata Bintang dulu, Tiara adalah wanita bebas. Dia boleh berdekatan dengan pria manapun. Bintang tidak akan melarangnya asalkan Bintang tetap bisa bertemu dengan putranya.


"Lho Mas Roy ikut juga?" tanya Tiara.


"Iya Ra, aku sekalian ingin melihat Cafe. Sudah lama aku tidak mengecek Cafe kita disini. Sekalian aku kangen kamu, udah dua bulan kan kita gak ketemu" jawab Roy.


"Mas Roy ini ada aja alasannya" elak Tiara.

__ADS_1


"Ayo masuk Mas, Tegar ada di kamarnya baru selesai bobok siang" ucap Tiara.


Seperti biasa Jumat siang Bintang akan meluncur ke Bandung dan sampai sore di Bandung. Setelah itu Tiara akan meninggalkan mereka di rumah dan dia akan kembali memantau Cafe.


Bintang dan Roy masuk ke dalam rumah.


"Mas Roy mau tidur di sini juga malam ini. Ma.. maaf Mas aku jadi tanya, padahal kan rumah ini adalah fasilitas dari Mas Roy untuk aku dan Tegar" ucap Tiara sungkan.


"Kalau di izinkan Ra. Kalau rame kan lebih seru di sini" jawab Roy.


"Ba.. baik.. kalau begitu malam ini Tegar akan tidur di kamar saya, jadi Mas Bintang dan Mas Roy bisa tidur di kamar Tegar" ucap Tiara.


Bintang langsung masuk ke kamar Tegar, dia sudah terbiasa dengan suasana di rumah ini. Bahkan dia sudah menganggap rumah ini adalah rumah keduanya.


"Hai anak Papa.. Kamu sudah wangi?" tanya Bintang.


"Sudah donk Pa, aku kan baru selesai mandi" jawab Tegar.


"Kamu siap berkelana hari ini? Kita akan kemana hari ini?" tanya Bintang.


"Baiklah kalau begitu kita bisa pergi sekarang, nanti keburu malam. Kamu hanya bisa main sebentar jadinya" ucap Bintang.


"Papa gak capek? Kita kan bisa besok mainnya. Hari ini Papa istirahat saja dulu" ucap Tegar perhatian.


Bintang mengelus puncak kepala anaknya. Anaknya ini memang sangat mandiri dan dewasa. Dia lebih memikirkan keadaanku dari pada keinginannya sendiri. Batin Bintang.


"Papa gak capek, Papa sudah istirahat tadi di mobil. Kan yang bawa mobil hari ini Om Roy" jawab Bintang.


"Om Roy ikut juga?" tanya Tegar.


"Iya, Om Roy ada diluar bersama Mama kamu. Yuk kita keluar" ajak Bintang.


Bintang dan Tegar keluar dan ikut bergabung bersama Roy dan Tiara.


"Hai anak ganteng.. Apa kabar kamu?" tanya Roy ramah.


"Aku sehat Om. Om juga kan? Om kok sudah lama gak main ke Bandung?" tanya Tegar.

__ADS_1


Tegar sudah akrab dengan Roy karena mereka sudah beberapa kali ketemu di Cafe setiap kalo Roy datang menjenguk dan memeriksa keadaan Cafe.


"Iya, Om sibuk belakangan ini. Tadi pagi saja Om baru sampai Jakarta trus ikut Papa kamu ke sini" balas Roy.


"Roy, kami mau ke Trans Studio Bandung. Kamu mau ikut kami?" tanya Bintang.


"Nggak deh Bin, aku ke Cafe aja bareng Tiara" Roy mengedipkan sebelah matanya.


"Ya sudah kalau begitu. Aku tinggal ya... Ra aku bawa Tegar ya" ucap Bintang.


"Iya Mas, hati - hati. Kami juga mau ke Cafe sekarang" balas Tiara.


Bintang dan Tegar pergi dengan mobil Bintang sedangkan Tiara dan Roy berangkat dengan mobil Tiara. Mereka melaju ke Cafe.


"Gimana keadaan Cafe Ra?" tanya Roy.


"Baik Mas, kan setiap minggu aku kirim laporan" jawab Tiara.


"Aku mau dengar langsung dari pengelolanya. Apa ada masalah di Cafe? Kalau ada kamu jangan sungkan - sungkan cerita ke aku" jawab Roy lembut.


"Gak ada Mas, semuanya alhamdulillah bisa teratasi" balas Tiara.


"Kalau Cafe tidak ada masalah berarti aku donk yang sedang bermasalah" ucap Roy.


"Maksud Mas?" tanya Tiara bingung.


"Sebenarnya aku lagi ada masalah Ra. Sudah dari dua bulan yang lalu. Tapi saat itu aku tidak bisa mengatakannya pada kamu karena saat itu kamu juga sedang bermasalah dengan Bintang. Ternyata Tegar adalah Papanya Bintang. Tapi setelah semua sudah selesai dan aku sudah pernah menanyakannya kepada Bintang, sekarang baru aku ingin bercerita kepada kamu" ungkap Roy.


Roy menepikan mobil dan menatap wajah Tiara dengan tatapan serius. Tiara hanya bisa diam dan siap mendengarkan penjelasan Roy tanpa berani bertanya.


"Aku didesak keluargaku agar secepatnya menikah Ra. Jadi aku ini sekarang sedang serius mencari calon istri. Apakah kamu mau menjadi istriku?" tanya Roy.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2