Tiara

Tiara
Rahasia terbongkar


__ADS_3

"Bu, itu Bapak kan?" teriak Tiara menunjuk ke arah pria yang sedang mengendarai motor berboncengan dengan temannya.


"Iya Kak, untung saja kita sudah naik. Kalau tidak Bapak bisa melihat kita" sambut Ali.


Bintang menatap lekat - lekat pria yang telah berani ingin menjual Tiara dan mengusir Tiara dari rumah.


Ternyata ini pria yang berani menjual Tiara kepada Juragan kampung. Batin Bintang.


Bintang hendak keluar dari mobil.


"Mas.. Mas.. kamu mau kemana Mas" panggil Tiara khawatir karena Bintang sepertinya hendak turun.


"Nak Bintang jangan... tolong jangan... Ibu gak mau masalah ini jadi besar" cegah Siti yang melihat Bintang hendak turun.


"Maaf Bu kalau aku lancang. Aku mau peringatin pria seperti itu. Mengapa dia bisa membuat Ibu, Tiara, Dewi dan Ali ketakutan? Bukankah fungsi kepala keluarga memberikan perlindungan dan kenyamanan dalam rumah tangga. Memberi rasa aman kepada istri dan anak - anaknya. Bukan malah ingin menjual anak tirinya kepada Juragan kampung demi uang lima juta untuk dibuat foya - foya dan mabuk - mabukan" ungkap Bintang emosi.


"Maaas... " Tiara mencoba mencegah agar Bintang tidak bicara lebih banyak lagi. Karena masalah itu Ibu dan adik - adiknya tidak mengetahuinya.


"A.. apa maksud kamu Bintang bicara seperti itu?" tanya Siti terkejut.


"Maaas... Bu.. tolong jangan bicara di sini. Di sini ada Dewi, Ali dan Tegar. Mereka bisa dengar hal yang tak sepantasnya mereka ketahui. Lebih baik kita pergi dari sini. Nanti setelah aman baru kita bicarakan lagi" ujar Tiara menengahi.


"Ya sudah kalau begitu ayo kita pergi dari sini. Ibu mau mendengar penjelasan kamu tadi Bintang. Kamu harus bicara jujur sama Ibu Ra. Ternyata ada rahasia besar yang kamu sembunyikan dari Ibu selama ini" ujar Siti.


Bintang segera menghidupkan mobilnya dan menjalankannya menuju sebuah restoran ruangan private yang sudah di pesan Bintang khusus untuk hari ini.


Mereka ingin meminta restu calon Ibu mertuanya dan akan membicarakan mengenai pernikahan dia dan Tiara.


Satu jam kemudian mereka sudah sampai di Restoran tersebut.


"Silahkan masuk Pak, sudah pesan terlebih dahulu Pak?" tanya pelayan Restoran.


"Sudah" jawab Bintang.


"Atas nama siapa?" tanya pria yang menyambut mereka.


"Atas nama Bintang Prakasa" balas Bintang.


"Oh Bapak Bintang, ruang private ya. Mari Pak saya antar ke sana" ujar pria itu.


Bintang, Tiara dan keluarganya berjalan mengikuti pria pelayan Restoran untuk mengantarkan mereka ke ruangan yang sudah di pesan sebelumnya.


"Silahkan dilihat Pak, Bu. Menu apa yang akan di pesan untuk makan siangnya?" tanya Pria itu ramah.

__ADS_1


"Kamu aja Ra yang pesan, aku ikut saja" ujar Bintang dan menyerahkan daftar menu kepada Tiara.


"Ibu mau pesan makan apa?" tanya Tiara kepada Ibunya, Siti.


"Ibu juga terserah kamu. Kamu saja yang pilih untuk kita semua" jawab Siti.


Tiara membuka buku daftar menu untuk paket keluarga.


"Pesan ikan gurami asam manis, ayam bakar, cah kangkung, cumi goreng tepung dan gado - gado ya. Masing - masing satu porsi. Porsi untuk keluarga kan yang ini?" Tiara menunjuk ke arah gambar makanan yang ada di dalam buku.


"Iya Bu" jawab pegawai Restoran itu sambil mencatat pesanan Tiara.


"Minumannya, Tegar mau apa sayang?" tanya Tiara kepada putranya.


"Aku mau jus alpukat Mama" jawab Tegar.


"Dewi dan Ali?" tanya Tiara kepada kedua adiknya.


"Aku jus mangga Mbak" jawab Dewi.


"Aku sama seperti Tegar saja Mbak, jus alpukat" sambut Ali.


"Ibu mau minum apa?" tanya Tiara penuh kasih sayang kepada Ibunya.


"Ibu jus belimbing saja Ra" jawab Siti.


"Aku jus mangga Ra" jawab Bintang


"Sudah di catat semuanya Mas?" tanya Tiara kepada pelayan restoran itu.


"Sudah Bu, tinggal Ibu yang belum pesan minum" jawab pelayan itu.


"Saya jus belimbing saja" jawab Tiara.


"Baik, sudah dicatat semua ya Bu. Kalau begitu tunggu sebentar ya.. " ucap pelayan restoran.


"Dewi, Ali, tolong bawa Tegar bermain di luar dulu ya. Kakak mau bicara sama Ibu sebentar. Nanti kalau makanan sudah datang Kakak panggil ya" Tiara menyuruh adik - adiknya keluar untuk membawa Tegar bermain di taman karena dia akan bicara hal yang penting kepada Ibunya. Suatu hal yang tidak perlu Dewi dan Ali ketahui karena mereka masih kecil ditambah lagi Tarjo adalah Bapak kandung mereka. Biarlah mereka tidak perlu mengetahui kejahatan Bapak kandung mereka kepada Tiara.


Dengan patuh, Dewi dan Ali pergi mengajak Tegar bermain di taman. Kini hanya tinggal mereka di ruang private itu.


"Bu... " panggil Tiara lembut kepada Ibunya.


"Ra, tolong ceritakan pada Ibu semuanya, jangan kamu sembunyikan apapun dari Ibu" ucap Siti.

__ADS_1


Tiara menarik nafas panjang.


"Aku pergi bersama Ida hari itu. Ibu masih ingat kan hari itu aku minta izin menginap di rumah teman karena ada acara kampus. Ternyata Ida dan pacarnya sudah bekerjasama dengan Bapak untuk mengajak aku ke diskotik dan membuat aku mabuk. Maksud mereka setelah aku mabuk Bapak akan datang membawa juragan dan aku dijual Bapak ke Juragan dengan harga lima juta" ungkap Tiara.


Siti langsung menangis mendengar penjelasan Tiara.


"Tapi ternyata rencana mereka gagal. Aku malah bertemu Mas Bintang dan pulang bersama Mas Bintang ke apartemennya dan akhirnya lahirnya Tegar Bu" sambung Tiara.


"Mengapa kamu merahasiakannya pada Ibu Ra. Mengapa? Selama lima tahun ini kamu melalui semuanya sendiri Ra. Kamu di usir Bapak dari rumah. Dia pura - pura tidak bersalah padahal dialah yang menjebak kamu sampai kamu mabuk" Siti mulai terisak.


"Itu karena Ibu sangat menghormati Bapak sebagai suami Ibu. Sejak aku kecil aku selalu mengajak Ibu pergi untuk meninggalkan Bapak tapi Ibu tidak pernah mau. Aku tau Ibu sangat mencintai Bapak walau Bapak selalu menyakiti Ibu. Aku tidak mau Ibu berpisah dan meninggalkan Bapak. Biarlah aku saja yang pergi. Lagian kasian Dewi dan Ali hidup tanpa Bapak. Jangan sampai mereka tumbuh seperti aku. Sampai sekarang aku tidak tau dimana Bapakku bahkan aku tidak ingat wajahnya" ungkap Tiara.


Bintang yang mendengar penjelasan Tiara jadi merasa tersindir dan semakin bersalah karena dia juga sudah menjadi pria jahat selama lima tahun ini. Membiarkan Tiara membesarkan anaknya dan hidup tanpa sosok seorang ayah.


"Ibu tetap tidak bisa menerima penjelasan kamu Ra. Ibu harus membicarakan hal ini sama Bapak kamu. Dia sudah membohongi Ibu dan berbuat jahat pada kamu. Ibu tidak Terima dia memperlakukan kamu seperti itu" Diri semakin terisak.


"Sudahlah Bu.. semua juga sudah terjadi. Tidak ada yang bisa di sesali. Kalau seandainya kejadian itu tidak pernah terjadi maka aku tidak akan bertemu dengan Tiara dan Tegar tidak akan pernah terlahir di dunia ini. Semua sudah takdir Bu, rahasia Allah. Tidak ada yang bisa mencegahnya" sambut Bintang.


Tiara membelai lembut tangan Ibunya.


"Aku sudah ikhlas dan memafkan Bapak Bu. Sudah tidak usah Ibu bahas lagi yang ada nanti Bapak malah menyakiti Ibu lagi. Aku tidak mau melihat Ibu sakit lagi" ujar Tiara.


Sementara di taman tempat bermain. Tegar sedang asik bermain prosotan ditemani Ali dan Dewi.


"Om Ali aku mau pipis" ujar Tegar.


"Yuk Om temani" ajak Ali.


Mereka berdua berjalan menuju kamar mandi.


"Kamu bisa sendiri Tegar?" tanya Ali.


"Bisa Om" jawab Tegar.


"Kalau begitu Om masuk di kamar mandi sebelah ya. Om juga mau pipis" sambung Ali.


"Oke Om" Tegar masuk kedalam kamar mandi, tak lama dia keluar dan berdiri di depan toilet menunggu Ali yang masih ada di dalam.


Tiba-tiba Tegar meminta tolong karena melihat sesuatu.


"Toloooong ada orang pingsaaaaan"....


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2