
Pagi harinya Bintang dan Tiara mandi dan shalat subuh berjamaah, setelah itu Bintang melanjutkan tidurnya kembali. Sedangkan Tiara turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan pagi sederhana untuk mereka.
Sebenarnya pihak Resort menyediakan sarapan pagi untuk mereka tapi kemarin sebelum sampai di Villa, Tiara meminta kepada Bintang untuk mampir ke supermarket membeli beberapa makanan yang ringan untuk dimasak. Jadilah pagi ini mereka memasak pasta.
Siti ternyata sudah bangun dan lebih dahulu berada di dapur.
"Lho Ibu sudah bangun?" tanya Tiara.
"Sudah tadi sebelum adzan subuh" jawab Siti.
"Kenapa Bu? Ibu gak betah di sini?" tanya Tiara.
"Betah, cuma Ibu kan memang sudah terbiasa bangun jam segitu" balas Siti.
"Bagaimana perasaan Ibu setelah seminggu berpisah dengan Bapak? Apakah Ibu lega dan senang atau malah sebaliknya? Ibu sedih karena berpisah dengan Bapak?" tanya Tiara.
Siti memandang wajah putrinya.
"Ibu bahagia nak, hati Ibu tenang dengan sangat lega. Apalagi melihat kalian tertawa bahagia seperti hari ini. Kini baru Ibu sadari betapa bodohnya Ibu mempertahankan pernikahan yang bukan hanya menyakiti Ibu saja tapi kalian semua juga ikut tersakiti. Ibu kira dulu asalkan kalian tetap mempunyai Bapak sudah cukup. Ibu merasa bersalah pada kamu, karena kamu sejak kecil tidak mengenal siapa Bapak kamu" ungkap Siti.
Tiara memeluk Ibunya.
"Maafkan Ibu ya Nak, karena Ibu hidup kamu jadi lebih menderita" ucap Siti.
"Sudahlah Bu, yang penting sekarang kita semua sudah bahagia. Lebih baik kita jalani hidup seperti ini, jauh dari Bapak. Dan semoga Bapak sadar dan hidup lebih baik lagi setelah jauh dari kita" balas Tiara.
"Iya Ra. Ibu ingin di usia yang sudah semakin tua ini hidup dengan tenang dan tanpa tekanan. Rasanya jantung Ibu sudah gak kuat lagi" ungkap Siti.
"Yang penting Ibu sehat, aku yakin nanti setelah Ibu terbiasa di Cafe pasti Ibu jadi lebih semangat lagi. Dewi dan Ali juga besok akan di daftarkan ke sekolah yang baru. Jadi bolehkan bu minggu depan aku pindah ke Jakarta ikut Mas Bintang" Tiara mengutarakan keinginannya.
"Boleh, tugas istri memang harus ikut kemanapun suaminya pergi. Bintang ternyata pria yang bertanggung jawab pada keluarga. Dulu Ibu sempat salah menilainya. Ibu tidak begitu senang melihatnya karena dia tidak mau bertanggung jawab pada kamu dan Tegar karena dia tidak bersedia menikahi kamu" ungkap Siti.
"Semua kan butuh proses Bu, Mas Bintang kan sangat terkejut Bu tiba-tiba mengetahui kalau dia mempunyai anak, dan ternyata aku adalah wanita yang tidur di apartemennya lima tahun yang lalu. Kami butuh saling mengenal. Tapi Alhamdulillah semua berjalan dengan baik dan kami memang berjodoh " balas Tiara.
__ADS_1
Siti dan Tiara melanjutkan kegiatan masak memasak mereka. Setelah semua masakan siap dan selesai di hidangkan barulah Tiara naik ke atas untuk membangunkan suaminya.
Sedangkan Siti memanggil Dewi yang sudah bangun dari tadi juga Ali dan Tegar.
Mereka sarapan pagi bersama sambil menikmati udara pagi yang di dingin di Ciwidey.
"Papa kita pulang jam berapa?" tanya Tegar.
"Kenapa kamu bertanya itu sayang?" Bintang balik bertanya.
"Aku dan Om Ali ingin berenang lagi sebelum pulang" pinta Tegar.
"Kita pulangnya sore sayang. Kamu dan Om Ali boleh berenang tapi nanti kalau sudah agak siangan ya. Kalau pagi begini masih dingin udaranya. Nanti kamu flu lagi" jawab Bintang.
"Oke Pa, asik Om kita masih bisa berenang lagi" ujar Tegar kepada Ali.
"Ayo makan dulu jangan bicara saat makan sayaaaang" sambut Tiara.
"Iya Ma" jawab Tegar.
Waktu berlalu, setelah mereka selesai makan siang yang disediakan oleh pihak Resort. Bintang dan keluarga barunya bersiap untuk kembali ke kota Bandung.
Sekitar jam tiga sore mereka meninggalkan Villa dan kembali ke Kota Bandung.
"Mas kapan balik ke Jakarta. Gak kesorean nih kita sampai Bandungnya?" tanya Tiara.
"Aku besok pagi saja kembali ke Jakarta langsung ke kantor. Besok santai kok di Kantor" jawab Bintang.
"Ooo... ya sudah kalau begitu" balas Tiara.
Mobil melaju menuju rumah yang kini sudah resmi menjadi rumah atas nama Tiara.
Sesampainya di rumah mereka langsung bersih - bersih dan shalat maghrib berjamaah. Setelah shalat Tiara dan Siti bersama - sama menyiapkan hidangan makan malam mereka.
__ADS_1
"Bu mungkin mulai besok akan ada tukang yang akan datang untuk merenovasi rumah ini" ujar Tiara.
"Untuk apa?" tanya Siti bingung.
"Kata Mas Bintang mau buat kamar di atas untuk Dewi dan Ali. Jadi nanti kalau kami datang ke Bandung, kamar bawah bisa dipergunakan untuk Ibu dan kami" jawab Tiara.
"Lho kenapa Bintang yang renovasi, emangnya sudah dapat izin dari Roy?" tanya Siti penasaran.
"Rumah ini sudah menjadi milik kita Bu. Mas Bintang dan Mas Roy barteran Cafe. Cafe Jakarta jadi milik Mas Roy sedangkan Cafe dan rumah di Bandung ini jadi milik Mas Bintang" jawab Tiara.
"Ada - ada saja ya mereka, mentang - mentang punya banyak uang. Semudah itu barteran kepemilikan" sambut Siti.
"Kata Mas Bintang, Mas Roy sedang pendekatan dengan Mbak Dian. Mudah - mudahan mereka berjodoh Bu" doa Tiara.
"Mereka berdua orang yang baik. Orang baik pasti akan mendapatkan pasangan yang baik juga" sambung Siti.
"Aamiin... semoga ya Bu" balas Tiara.
Tiara menyiapkan piring dan gelas untuk makan malam mereka.
"Cafe di Bandung sudah menjadi milik Mas Bintang Bu dan dia mempercayakannya kepada Ibu. Setelah kami pindah ke Jakarta minggu depan, Ibu yang mengelola Cafe itu. Jangan jadi beban ya Bu. Kalau ada kesulitan Ibu jangan sungkan untuk bercerita pada kami. Dan kalau Ibu butuh sesuatu pintalah pada aku dan Mas Bintang. Anggap Mas Bintang itu sebagai anak Ibu sendiri. Mas Bintang juga sangat senang kok Bu bisa memiliki keluarga yang ramai seperti kita. Dari kecil Mas Bintang selalu sendirian makanya dia senang berkumpul dengan kita" ungkap Tiara.
"Iya, Ibu mengerti nak. Tapi kamu juga harus membantu Bintang berbaikan dengan keluarganya. Restu orang tua itu sangat penting Ra. Bintang pasti akan semakin bahagia jika Papa dan Mamanya juga ada bersamanya dan merestui pernikahan kalian. Tidak ada rumah tangga yang sempurna tapi kita harus selalu merasa bersyukur agar semuannya cukup" ujar Siti.
"Iya Bu, aku juga sudah bujuk Mas Bintang. Nanti kalau kami sudah pindah ke Jakarta pelan - pelan aku akan mengajak Mas Bintang untuk semakin mendekati keluarganya" sambut Tiara.
"Sudah selesai, ayo kamu panggil semuanya biar kita makan malam" perintah Siti.
"Baik Bu"....
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG